Anda di halaman 1dari 75

CRUDE DISTILLATION UNIT (CDU)

PEGOLAHAN CRUDE OIL


PRODUK-PRODUK CRUDE OIL

Volatile Products : Lubricating Oils :


Fuel Gas Motor
Ethylene Machine Oils
LPG
Waxes :
Propylene
Papercoating grade
Light Naptha
Pharmaceutical grade
Light Distillates :
Bitumen :
Gasoline
Asphalt
Heavy Naptha
Coke
Kerosene & Jet Fuels
Middle Distillates :
Automotive Diesel
Gas Oil
Fuel Oils :
Marine Diesel
Bunker Fuels
TEKNOLOGI PENGOLAHAN MINYAK
JENIS - JENIS DISTILASI

Distilasi Atmosferik
Dilakukan pada tekanan sedikit diatas tekanan atmosfir.
Minyak dipanaskan sampai temperatur tertentu sebelum terjadi perengkahan.
Aplikasi : Crude Distillation Unit

Distilasi Vakum
Untuk minyak berat bertitik didih tinggi yang jika dipanaskan lebih lanjut pada tekanan
atmosfir akan terjadi perengkahan.
Dilakukan pada tekanan dbawah satu atmosfir (vakum).
Aplikasi : Vacuum Unit

Distilasi Bertekanan
Untuk minyak yang sudah menguap pada temperatur kamar.
Aplikasi : Light End Unit (Debutanizer, Depropanizer, naptha splitter).
CRUDE DISTILLATION UNIT

Dirancang untuk mengolah campuran crude (Duri 80% & Minas 20%)
Kapasitas olah 125000 BPSD

Offgas
1.1

Naptha
Crude Charge
26.5
754
Kerosene
61
Wild Naptha CDU LGO
12
91.4

HGO
43.2

Residue
542.6
Satuan : ton/hr
FLAG SHEET
CRUDE DISTILLATION UNIT ( UNIT 11 )
( KONDISI OPERASI )

50
E-121
830 5.0
300
CORROSION AMMONIA OFF GAS TO AMINE
INJECTION OFF GAS TO F-101 61
INHIBITOR SOUR WATER TREATING FACILITIES
FROM P-116 A/B FROM P-119 A/B FROM V-104
6.70
50 V-104
0.62 V-103 COOLING WATER 6.35 50 STABILISER
11.0 WILD NAPTHA FROM OVERHEAD DRUM
169 E-114
LCO HYDROTREATER 1
V-102 60 8020
0.32 60 6
C-101 NNF 4.0 WILD NAPTHA FROM 7 18170
E-113 3810 50 11.0
MAIN FRACTIONATOR 1 GASOIL HYDROTREATER 11 76
P-110 A/B
22740 SOUR WATER TO V-102
4 146 SWS 163
12 140
186 P-115 A/B 146 C-104
5 76420 E-119 0.80
C-102 P-104 A/B V-105
6 E-118 A/B
25 STABILISER
1 305000 TPA PUMP E-120 SPLITTER
LGO STRIPPER 11 P-103 A/B
E-123
SUPERHEATED OVERHEAD DRUM
2535 6 245 7.05 1
STRIPPING STEAM 12 LC 0.20 132

232
232 0.83 14
183 12 29100
P-107 A/B 15 C-105
16 13
LGO PROD PUMP P-105 A/B SPLITTER
MPA PUMP
C-103 21 P-111 A/B
1 22
HGO STRIPPER 217 87420
SUPERHEATED 317 22 23
6 50 E-126 NAPTHA
STRIPPING STEAM 1160 30
24 PRODUCT
303 451300
0.93 E-122 TO STORAGE
1.22 26460
25 E-124
216 38
26 COOLING WATER
P-108 A/B 4.0
181300
HGO PROD PUMP 30
P-106 A/B
LP STEAM 0.92
FLUE GAS BPA PUMP
1.27 358
38
SUPERHEATED 31
STRIPPING STEAM 350 364 233 P-112A/B E-127
98 50 4.0
34 13790 KEROSENE
PRODUCT
SUPERHEATED
0.97 TO STORAGE
STRIPPING STEAM 274
354 252 60960
E-125
F-101 200
OFF GAS FROM COOLING WATER
V-103 & 17-V-105 FUEL 299

COMBUSTION AIR E-106


238 206 200 195 167
280

E-109
E-108 E-107 A/B
257
FLARE
145
E-111 A/B E-110 A/B 50
5.0

P-109 A/B
221 P-102 A/B V-107 STRIPPED SOUR WATER FROM
DESALTER WATER SOUR WATER STRIPPER
3.0 E-102 1.50
65 71 97 115 V-101 A V-101 B SURGE DRUM
50 9.30 147 145
7.60 50
DEMULSIFIER
753920 E-104
178 147 FROM P-117 A/B
CRUDE E-101
OIL 130 E-103 A/D
E-105 A/B 40900
65
P-101 A/B 91420 DESALTER WATER
DEMULSIFIER
130 TO P-101 A/B
40900 P-114 A/B
114
145 39000 3.50 40
43160 542620 13.0 145 80 E-117 50 P-113 A/B
DESALTER
WATER FROM AR TO RCC
P-114 A/B & ARHDM UNIT E-116 A/B DESALTER EFFLUENT WATER TO
E-128 EFFLUENT TREATMENT PLANT
NNF
4.0 80 COOLING WATER
ANTI FOULANT AR TO
FROM P-118 A/B STORAGE
E-115 A/B LEGEND
TEMPERED WATER
2
GAS OIL TO PRESSURE, kg/cm g
GO HTU TEMPERATURE, C
130
NNF
5.5 FLOW, kg/hour

GAS OIL TO NNF NORMALLY NOT FLOW


STORAGE
50
E-112
4.0

PERTAMINA UP-VI

TB/RENBANG/ENG. UP-VI
KOLOM DISTILASI ATMOSFERIK

Offgas to F-101

Offgas to Amine

C -104

Naptha

TPA

C-105
C -101

MPA

LGO

Kerosene

BPA
HGO

V-101
F-101

Residue
DESKRIPSI PROSES
DESKRIPSI PROSES
DESKRIPSI
DESKRIPSI
PROSES
PROSES
DESKRIPSI PROSES
DESKRIPSI
DESKRIPSI PROSES
PROSES
DESKRIPSI
DESKRIPSI PROSES
PROSES
DESKRIPSI
DESKRIPSI PROSES
PROSES
DESKRIPSI
DESKRIPSI PROSES
PROSES
DESKRIPSI PROSES
DESKRIPSI PROSES
SPESIFIKASI PRODUK

Boiling Range
Gas & Light Ends (C1 s/d C4) < 30 oC
Naptha 30 ~ 145 oC
Kerosene 145 ~ 240 oC
Light Gas Oil 240 ~ 330 oC
Heavy Gas Oil 330 ~ 370 oC
Atmospheric Residue > 370 oC
SPESIFIKASI PRODUK

Stabilizer Overhead
C5+ content, wt% 2 (max)
Naptha
RVP, psia 9 (max)
Kerosene
20% ASTM by Vol 200 oC (max)
Water content nil
Gap 5% Kero & 95% Naptha 12 oC (min)
Flash Point 41 oC (min)
Light Gasoil
Gap 5% LGO & 95% Kerosene 7 oC (min)
Flash Point 68 oC (min)
Heavy Gasoil
Overlap 5% HGO & 95% LGO 10 oC (max)
Combined Gasoil
40% Evaporated 300 oC (max)
Flash Point 90 oC (min)
Atmospheric Residue
10% Evaporated 350 oC (min)
VARIABEL PROSES

Offgas to F-101

Offgas to Amine

Tekanan C -104

Kondisi Flash Zone Naptha

TPA

Temperatur Top C -101


C-105

MPA

LGO

Refluks Kerosene

BPA
HGO

Bottom Stripping Steam


V-101
F-101

Residue
TEKANAN KOLOM

Semakin rendah tekanan kolom, semakin bertambah penguapan di Flash Zone.

Semakin berkurang kebutuhan energi.

Target tekanan overhead receiver pada 5 psig (typical).

Offgas to F-101

Offgas to Amine

C -104

Naptha

TPA

C-105
C -101

MPA

LGO

Kerosene

BPA
HGO

V-101
F-101

Residue
TEKANAN KOLOM

Dapat dilakukan dengan mengatur tekanan overhead receiver.


Design tekanan overhead receiver 4.6 psig.
Bertambahnya penguapan di flash zone menaikkan EP Heavy Gas Oil, demikian pula
sebaliknya.
KONDISI FLASH ZONE

A. Temperature
Semakin tinggi temperatur Flash Zone, semakin bertambah penguapan produk.
Semakin bertambah kebutuhan energi.
Dibatasi agar jangan terjadi perengkahan (cracking).
Pada kondisi atmosferik umumnya cracking terjadi pada 379 oC.
KONDISI FLASH ZONE
A. Temperature
Temperatur feed naik, produksi residue berkurang, produksi Heavy GO bertambah.
EP Heavy GO meningkat sedangkan IBP, Flash Point, sg & viscositas residue
meningkat.
Penurunan temperatur, berakibat sebaliknya.
Design temperatur feed 364 oC.
KONDISI FLASH ZONE
B. Overflash
Kuantitas liquid yang meninggalkan wash section ke flash zone.
Overflash terkondensasi dan kembali ke Flash zone sehingga berfungsi sebagai
internal refluks
Mengurangi potensi entrainment produk bottom.
Target overflash 3 ~ 5 %vol crude (typical).
TOP TEMPERATURE

Perubahan top temperatur mempengaruhi komposisi overhead product.


Diatur dari pengaturan refluks

Offgas to F-101

Offgas to Amine

C -104

Naptha

TPA

C-105
C -101

MPA

LGO

Kerosene

BPA
HGO

V-101
F-101

Residue
TOP TEMPERATURE

Kenaikan top temperatur akan menaikkan produksi overhead .


EP Kerosene meningkat, demikian halnya IBP & Flash Point LGO.
Penurunan top temperatur berakibat sebaliknya.
Diatur dari pengaturan Top Pump Around.
REFLUKS

Pengaturan jumlah refluks akan mempengaruhi ketajaman pemisahan.


Jenis-jenis refluks
- Top tray refluks
- Pump around refluks
- Pump back refluks
REFLUKS

Type U Top Tray Refluks

Panas diambil hanya pada top kolom menggunakan ovhd condensor.


Ukuran kolom ditentukan atas dasar beban top kolom.
Diamater kolom relatif lebih besar dibanding type lainnya.
REFLUKS

Type A Pump Around Refluks

Panas diambil dibeberapa lokasi di tengah kolom.


Mengurangi lalu lintas uap dan cairan sepanjang kolom.
Mengurangi diameter kolom.
Recovery energi.
Mempermudah pengaturan spec.product pada cut point tertentu.
REFLUKS

Type R Pump Back Refluks

Panas diambil dibeberapa lokasi di tengah kolom.


Mengurangi lalu lintas uap dan cairan sepanjang kolom.
Mengurangi diameter kolom.
Recovery energi.
Mempermudah pengaturan spec.product pada cut point tertentu.
Semua cairan dalam kolom adalah cairan refluks yang sebenarnya sehingga lebih efektif
REFLUKS

Perubahan panas yang diambil pump around akan mempengaruhi fraksinasi.


Kenaikan pengambilan panas oleh TPA & penurunan pengambilan panas oleh MPA,
memperbaiki fraksinasi antara Kerosene & LGO. Demikian pula sebaliknya.
Kenaikan pengambilan panas oleh MPA & penurunan pengambilan panas oleh BPA,
memperbaiki fraksinasi antara LGO & HGO. Demikian pula sebaliknya.

Kondisi Design : Flow (T/hr) Temperatur (oC)


Hot TPA 305 186
Cold TPA 305 146
Hot MPA 451 245
Cold MPA 451 200
Hot BPA 181 317
Cold BPA 181 252
BOTTOM STRIPPING STEAM

Steam menurukan tekanan parsial hidrokarbon, sehingga lebih mudah menguap.


Kenaikan stripping steam akan menaikkan IBP dan Flash Point Residue.
Penurunan stripping steam berakibat sebaliknya.
Rate stripping steam 8 s/d 10 lb/bbl (23 ~ 29 kg/cm2), 2 s/d 5 lb/bbl (6 ~ 14 kg/cm2)
SIDE STRIPPING STEAM
Offgas to F-101

Offgas to Amine

C -104

Naptha

TPA

C-105
C -101

MPA

LGO

Kerosene

BPA
HGO

V-101
F-101

Residue

Kenaikan side stripping steam akan menghilangkan fraksi ringan dari side stream.
Menaikkan IBP dan Flash Point side stream.
Design LGO stripper stripping steam 2.5 t/hr (8.3 lb/bbl)
Design HGO stripper stripping steam 1.2 t/hr (8.7 lb/bbl)
SIDE STRIPPING STEAM

Stripping mengusir front end (fraksi lebih ringan) didalam suatu komponen.
STABILIZER 11-C-104

Offgas to F-101

Offgas to Amine

C -104

Naptha

TPA

C-105
C -101

MPA

LGO

Kerosene

BPA
HGO

V-101
F-101

Residue
STABILIZER 11-C-104

Penurunan tekanan top akan menambah jumlah overhead gas.


Kenaikan temperatur reboiler akan mengurangi fraksi ringan di produk naptha (RVP).
Kenaikan refluks akan menurunkan C5 content dalam produk LPG / FG
SPLITTER 11-C-105

Offgas to F-101

Offgas to Amine

C -104

Naptha

TPA

C-105
C -101

MPA

LGO

Kerosene

BPA
HGO

V-101
F-101

Residue
SPLITTER 11-C-105

Penurunan tekanan top harus disertai dengan penurunan temperatur agar semua
overhead dapat dikondensasikan
Kenaikan temperatur reboiler merubah pemisahan antara naptha dan kerosene
Kenaikan refluks akan memperbaiki fraksinasi
EFEKTIFITAS PEMISAHAN

Ketajaman pemisahan dapat diketahui dari gap antara dua produk yang berdekatan.
Gap adalah beda antara titik distilasi 5% suatu produk dengan titik distilasi 95% produk
lainnya yang lebih ringan.
5% Kero & 95% Naptha : 12 oC (min)
5% LGO & 95% Kero : 7 oC (min)
GANGGUAN INTERNAL KOLOM

Mengganggu separasi
Produk offspec
GANGGUAN INTERNAL KOLOM

Flooding
Kondisi dimana laju alir gas sangat tinggi sehingga mengganggu cairan yang mengalir
kebawah.
Menyebabkan liquid justru mengalir ke atas dan membanjiri tray.

Weeping
Keadaan dimana cairan menerobos melalui riser & jatuh ke tray dibawahnya.
Laju alir gas rendah sehingga tekanan yang diberikan tidak cukup kuat menahan liquid
di atas tray.
Weeping yang berlebihan akan menyebabkan dumping.

Entrainment
Keadaan dimana droplet cairan terbawa ke tray diatasnya.
Kecepatan uap relatif tinggi, sedangkan kecepatan cairan normal.
Berpengaruh terhadap kualitas produk.
GANGGUAN INTERNAL KOLOM

Pulsating
Vapor load sedemikian kecil sehingga aliran vapor lewat slot terputus-putus.

Coning
Vapor lewat slot tanpa adanya kontak dengan cairan.
Slot tidak tertutup dengan cairan akibat liquid load yang terlalu rendah.

Blowing
Kecepatan uap lewat slop sangat tinggi.
Cairan dipermukaan tray tersembur akibatnya uap tidak kontak dengan cairan.

Foaming
Terjebaknya vapor didalam liquid.
Tergantung sifat fisik campuran selain desain dan kondisi tray.
Foam dapat bercampur dengan liquid pada tray atasnya, menurunkan effisiensi.
KONTROL TERHADAP KOROSI

Crude Oil membawa brine water (0.5 ~ 1 %vol) mengandung :


Garam-garam klorida (korosif)
Garam-garam sulfat & karbonat (scaling)

Garam Klorida terhidrolisa menjadi HCl korosif

MgCl2 + H2O Mg (OH)Cl + HCl (> 100 oC)


CaCl2 + H2O Ca(OH)Cl + HCl (> 150 oC)

Garam sulfat & karbonat cenderung membentuk solid precipitated.


Mengendap dipermukaan alat perpindahan panas scalling
DESALTER

Desalted Crude
Raw Crude Salt : 5 ptb.
Salt :50 ptb Basic sediment : 0.05 %
Basic sediment : 0.1 % Water : 0.1 %
Water : 0.2 % BS & W : 0.15%
BS & W : 0.3 % Filterable Solids : 10 ptb
Filterable Solids : 20 ptb
Effluent Water : < 1000 ppm oil
DESALTER

Prinsip Kerja
Penambahan air ke dalam crude
Membentuk emulsi dengan bantuan mixing valve
Garam terlarut kedalam air
Emulsi dipecah dengan adanya medan listrik.
VARIABEL PROSES DESALTER

Flow Wash Water


pH Wash Water
Pressure drop mix valve
Temperatur crude oil
Tekanan Desalter
Kualitas Wash Water
Level Interface
Voltase Desalter
Demulsifier
VARIABEL PROSES DESALTER

Wash Water
Flow rate dibawah limit (3 %vol) akan menaikkan kadar garam didesalted crude
Dijaga pada pH 5 ~ 8. Terlalu asam korosif, terlalu basa emulsi
Tidak mengandung bahan yang dapat membuat emulsi stabil.
Pressure Drop Mix Valve
DP yang terlalu tinggi cenderung membentuk emulsi stabil.
Diatur dalam range 5 ~ 20 psi.
VARIABEL PROSES DESALTER

Temperatur Crude Oil


Desating optimal pada 140 s/d 150 oC.
Temp. rendah crude makin viscos rate settling turun effisiensi Desalter rendah
Temp. tinggi electrical conduct crude naik voltase turun driving force turun.
VARIABEL PROSES DESALTER

Tekanan Desalter
Minimum 20 psi diatas vapor pressure crude untuk mencegah penguapan.

Level Interface
Level tinggi beban listrik meningkat short circuit
Level rendah minyak terikut ke effluent water

Voltase
Voltase meningkat pemisahan garam & air semakin baik konsumsi listrik meningkat
Voltase turun berakibat sebaliknya

Demulsifier
Membantu pemisahan terutama untuk emulsi yang stabil.
KONTROL KOROSI DI OVERHEAD

Injeksi Ammonia (0.5 ppm) pH sour water 5 ~ 7


NH3 + HCl NH4Cl
Hot Water Flushing

Corrosion Inhibitor
DISTILASI

Definisi : Suatu proses pemisahan secara fisis komponen-komponen yang terdapat dalam
cairan tertentu dengan menggunakan panas sebagai energi pemisah.
FRAKSINASI

Suatu cara distilasi dimana uap yang menuju keatas didalam menara distilasi diberikan
kesempatan untuk kontak dengan sebagian kondensat uap tadi yang dikembalikan kedalam
menara (refluks).
Refluks akan menyerap panas latent dari aliran uap untuk menguapkan komponen ringan.
Aliran uap akan melepas panas latent yang digunakan untuk mengembunkan komponen cair.
Dengan adanya kontak uap-cairan ini pemisahan komponen dapat lebih optimal
BOILING RANGE

Crude merupakan campuran hidrokarbon yang kompleks.

Produk distilasi dipisahkan berdasarkan boiling range.

Gas & Light Ends (C1 s/d C4) < 30 oC


Naptha 30 ~ 145 oC
Kerosene 145 ~ 240 oC
Light Gas Oil 240 ~ 330 oC
Heavy Gas Oil 330 ~ 370 oC
Atmospheric Residue > 370 oC
BOILING RANGE
CRUDE OIL

Merupakan campuran berbagai komponen Hydrocarbon


Bervariasi dari ikatan yang sederhana sampai dengan yang kompleks.

Mengandung organic impurities seperti Sulphur, Nitrogen dan Metals.


DESALTER
DESALTER
DESKRIPSI
DESKRIPSI PROSES
PROSES
TRAY

Tujuan : memperbaiki kontak uap-cairan (effisiensi)


Terdiri dari berbagai jenis (bubble cap, valve, sieve, packing tray dsb).
CDU UP-VI valve tray
Makin banyak jumlah plate, makin baik fraksinasi
CDU UP-VI 34 tray
Bukan variable operasi yang dapat diatur (as it is)
JENIS-JENIS TRAY

Paling banyak digunakan.


Mempunyai turndown yang lebih baik dari sieve trays (wider operating range).
JENIS-JENIS TRAY

Cukup banyak digunakan.


Paling murah dalam hal harga dan perawatan.
Untuk fouling service
JENIS-JENIS TRAY

Packing Tray

Pressure drop rendah.


Cenderung terjadi fouling dan maldistribution.
Maintenance cost tinggi
Low capacity tray
REFLUKS

Makin besar refluks, makin baik pemisahan.


Makin besar diameter kolom karena makin banyak uap yang harus mengalir ke atas
dengan kecepatan tetap makin mahal
Makin besar operating cost, karena beban kondensor makin tinggi demikian halnya
dengan beban reboiler
Makin sedikit jumlah plate makin murah
Harus dicari titik optimum yaitu total cost minimum (range refluks ratio yang optimal)