Anda di halaman 1dari 44

PEMERIKSAAN DAN PENGIRIMAN

BARANG BUKTI BIOLOGIS


(TRACE AVIDANCE)

dr. JIMS FERDINAN


Supervisor Pembimbing
Prof.dr. H. AMRI AMIR, Sp.F (K), SH,
DFM, SPAK.
DEFINISI
Barang bukti biologis/ medis : barang bukti atau
data atau informasi, merupakan pendukung suatu
alat bukti yang berhubungan dengan tubuh
manusia dan atau jaringan tubuh manusia,
berasal dari :
Korban hidup.
Korban mati.
Sisa tubuh/ bagian tubuh tersangka (korban/
pelaku)
MACAM BARANG BUKTI MEDIS
Darah.
Rambut.
Gigi.
Tulang.
Jaringan tubuh
Sidik jari.
Ciran tubuh lain (Urine, saliva, keringat
dan sperma).
DASAR DAN PERUNDANG-UNDANGAN :
(pasal 184 KUHAP)
Keterangan saksi.
Keterangan ahli.
Surat.
Petunjuk.
Keterangan terdakwa.
JENIS-JENIS BARANG BUKTI
(pasal 39 KUHAP)
Barang yang diperoleh dari tindak pidana.
Barang yang digunakan secara langsung untuk
melakukan tindak pidana.
Barang yang digunakan untuk membantu
melakukan tindak pidana.
Barang yang merupakan hasil tindak pidana.
Barang lain yang mempunyai hubungan dengan
tindak pidana.
DARAH
Pemeriksaan darah dapat ditujukan pada :
bercak darah.
cairan darah yang basah.
Secara umum pemeriksaan darah ada 2 cara:
1.Tanpa penambahan apa-apa :
Visual makroskopis.
Mikroskopis.
2.Dengan penambahan sesuatu (regim/ zat lain) :
Kimia.
Biologis.
Fisik (suhu dan lain-lain).
1. Bercak darah
Basah maupun kering, sering kali ditemukan pada :
Tubuh korban.
Lantai di sekitar tubuh korban.
Dinding.
Alat alat rumah tangga (almari atau meja).
Senjata tajam.
Pakaian.
Kendaraan bermotor (pada kec. Lalu lintas).
Beberapa hal penting :
Banyaknya genangan/ bercak darah tidak dapat
dikorelasikan dengan besarnya luka.
Bercak darah dapat memberikan informasi posisi
korban ketika mendapatkan luka.
Letak ditemukanya bercak di TKP dapat memberi
petunjuk dari mana darah berasal.
Bentuk bercak darah juga dapat memberikan
informasi tentang banyak hal : (seperti pada tabel)
cm
Tujuan pemeriksaan bercak darah
Bercak itu darah atau bukan ?
Darah manusia atau bukan ?
Darah menstruasi atau bukan?
Cara kematian.
Akibat trauma/ kekerasan.
Penyakit/ kelainan darah.
Toksikologi.
Identifikasi.
Jenis golongan darahnya.
Sidik jari pada bercak darah.
Jenis kelamin.
Cara membawa darah dari TKP ke
laboratorium :
Bercak darah yang masih basah (sebagian),
dilepaskan dari dasarnya, masukan ke dalam
tabung reaksi kering dan bersih, lalu masukan
ke dalam termos es.
Bercak darah yang basah, di atas dasar
keras yang luas, diserap dahulu (kertas
selofan/ kain kassa), kemudian dikeringkan
masukkan amplop dan kirim dengan kemasan
yang baik.
Bercak darah yang kering di atas dasar lunak
dilepas/ dipotong dengan ikut dasarnya dan
masukan ke dalam amplop/ kantong plastik
steril.
Bercak darah yang kering di atas dasar keras
yang kecil ukurannya, bawalah seluruhnya
bersama dasar dimana darah melekat dan bila
dasarnya besar ukurannya (lemari, pintu)
dikerok dulu.
Prosedur pemeriksaan darah:
1. Persiapan
Bercak darah kering direndam pada larutan
garam fisiologis.
2. Tes Penyaringan (Presumptive Test)
Reaksi Benzidine (Test Adler) 1904.
Hasil positif : bila timbul warna biru gelap pada
kertas saring (darah dan reagen benzidin).
Reaksi Phenolphtalein (Kastle Meyer Test)
1901 dan1906.
Hasil positif : bila timbul warna merah muda
pada kertas saring (darah dan reagen
fenolftalein).
3. Tes Meyakinkan (Confirmatory Test)
Tes Serologik
Menentukan spesies dan golongan darah.
Prinsip pemeriksaan : suatu reaksi antara
antigen (bercak darah) dengan antibody
(antiserum) yang dapat merupakan reaksi
presipitasi atau reaksi aglutinasi (golongan
darah).
Tes Kimiawi
Prinsip pemeriksaan, berdasarkan terdapatnya
pigmen atau kristal hematin (hemin) dan
hemokhromogen.
Test Teichman (Tes kristal haemin) 1853
Memanaskan darah kering dengan asam asetat
glacial dan chloride (membentuk derivate hematin).
Hasil positif : tampaknya Kristal hemin HCL
berbentuk batang warna coklat (mikroskopik).

Test Takayama (Tes kristal B Hemokromogen)


Sampel diletakan pada gelas objek dicampur
reagen takayama, lalu dipanaskan.
Hasil positif : tampaknya kristal halus berwarna
merah jambu (mikroskopik).
Test Wagenaar
Bercak darah kering letakkan pada kaca obyek,
letakkan juga sebutir pasir, lalu tutup sehingga
antara kaca obyek dan kaca penutup terdapat
celah untuk penguapan zat. Kemudian teteskan
aseton dan pada 2 sisi ditetes kan HCL encer dan
dipanaskan.
Hasil positif : Kristal aseton hemin bentuk batang
warna coklat.
Hasil negative : bukan bercak darah atau struktur
kimiawinya telah rusak.
3. Spektroskopik
Bila dijumpai pita pita absorbsi yang khas dari
hemoglobin atau turunannya pada spektrum
warna.
Bercak kering dilarutkan dengan akuades
dalam tabung reaksi dan kemudian dilihat
dengan spektroskop.
4. Mikroskopik
Pada pemeriksaan tersebut dapat memberi
informasi tentang asal usul darah. Sel darah
burung mempunyai inti dan sel darah onta
berbentuk oval.
2. Cairan darah, dari korban hidup :
Membuktikan adanya alkohol atau morphin
dalam darah dari orang orang yang diduga
sebagai pemakai zat tersebut.
Membuktikan ada tidaknya hubungan
paternitas pada kejahatan, misalnya dengan
memalsukan keayahan.
Membuktikan adanya tindak pidana perzinaan
yang mengakibatkan lahirnya anak.
3. Cairan darah, dari korban mati.
Pemeriksaan darah dari korban mati perlu
dilakukan guna menentukan :
Untuk dicocokan dengan gol darah yang
menempel pada senjata yang dicurigai.
Untuk menentukan sebab kematian (racun).
Sebaiknya darah yang telah diambil
ditempatkan di dalam refrigerator dengan
suhu sekitar 4 celcius. Penambahan sedikit
sodium fluoride, mencegah proses
pembusukan.
RAMBUT
Rambut manusia terdiri dari bagian akar
rambut, tangkai dan ujung rambut dan bila
dilihat dengan mikroskop rambut tersebut
terdiri dari unsur unsur :
Keratin.
Pigmen.
Medulla.
Diselubungi kelenjar sabacea kulit.
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan morfologi/ struktur
Medula : pada manusia dan binatang anthropoid lain,
medulla rambut kecil yaitu sekitar 1/3 diameter rambut.
Korteks : yang penting adalah melihat distribusi
pigmennya.
Kutikula : pada manusia biasanya flattened.
Akar : bila kering dan mengkerut, berarti rambut yang
rontok, bila segar lebih menunjukkan adanya akar
rambut yang dicabut.
Rata-rata pertumbuhan rambut perhari:
0,33 0, 50 mm.
Hal-hal yang harus diperhatikan :
opanjang rambut.
odiameter rambut.
okeriting, terpuntir atau lurus.
ovariasi warna sepanjang rambut.
okeseragaman bentuk kutikula.
otepi rambut, bersudut atau tranversi.
ohalus atau kasarnya gambaran kutikula.
Pemeriksaan Biokimiawi
penentuan golongan darah ABO.
Pemeriksaan fisik
densitas rambut.
indeks refraksi rambut, dan sebagainya.
GIGI

Gigi terlindung karena berada dalam rongga mulut


dan dilingkupi oleh basahnya air liur, dapat bertahan
dalam susu sekitar 450 oC.
Dipergunakan untuk identifikasi, menurut Sims
(1972) : 2 orang kembar identik data gigi dan
mulutnya adalah satu dalam dua miliar.
Pemeriksaan Gigi, berguna untuk menilai :
Penentuan umur.
Penentuan jenis kelamin.
Penentuan etnik.
Analisis jejas gigitan (tanda kekerasan).
DNA dari bahan gigi dalam identifikasi personal.
TULANG

Manfaat Pemeriksaan Antropologi Forensik


Antropologi forensik dapat digunakan untuk
menentukan jenis kelamin, perkiraan umur,
tinggi badan, dan pertalian ras. Pemeriksaan
juga dapat digunakan untuk memperkirakan
waktu kematian, dan dugaan penyebab
kematian.
Kaukasoid Mongoloid Negroid
tulang zygomaticus tulang zygomaticus tulang zygomaticus tidak
cenderung mundur cenderung menonjol begitu menjorok ke depan
terhadap tulang relatif terhadap tulang
facial. facial.
apertura nasalis apertura nasalis apertura nasalis sangat
sangat sempit, tepi lebarnya sedang, tepi lebar, tepi bawah tulang
bawahnya tajam. bawah nasal agak nasal tumpul.
runcing.
dasar tulang orbita tulang orbita cenderung tulang orbita cenderung
cenderung miring sirkuler. persegi empat dan jarak
ke bawah. inter-orbital lebar.
palatum relatif tulang palatum lebarnya tulang palatum cenderung
sempit dan sedang. sangat lebar dan agak
cenderung persegi empat.
berbentuk segitiga.
Tulang tengkorak Pria Wanita
Arsitektur Kasar Halus
Orbita Persegi, rendah Bundar, tinggi
Relatif kecil tepi tumpul Relatif besar tepi tajam
Tonjolan supraorbitalLebih menonjol Kurang menonjol
Dahi Curam, agak bundar Bundar penuh
Tulang pipi Berat, arkus ke lateral Ringan, arkus ke pusat
Mandibula Besar, simfisis tinggi Kecil
Ramus asending tinggi Ukuran korpus dan ramus
kecil
Gigi-geligi Besar M 1 bawah sering 5 Kecil
kuspid Molar biasanya 4 kuspid
Palatum Besar dan lebar Kecil Cenderung parabola
Cenderung U
Prosesus mastoideus Lebih menonjol Kurang menonjol
Bentuk dagu Bentuk U Bentuk V
Condylus occipitalis Besar Kecil
Oksiput Lebih menonjol Kurang menonjol
Berdasarkan ciri tulang dada (sternum) :
Panjang manubrium pada wanita = setengah (atau
lebih) dari panjang corpus sternum.
Sedangkan panjang manubrium pada laki-laki =
kurang dari setengah panjang corpus sternum.

Pelvis Laki-laki Wanita


Bentuk Sempit dan panjang Lebar dan pendek
Arcus pubis <90 derajat >90 derajat
Foramen ischiadica Oval Segitiga
Incisura ischiadica Lebih dalam Lebih dangkal
Os Sacrum Kurang lebar Lebih lebar
Acetabulum Diameter rata-rata Diameter rata-rata
52 mm lebih ke 46 mm lebih
lateral mengarah ke depan
Jaringan Tubuh
Setiap makhluk hidup pasti mempunyai DNA.
DNA biasanya didapatkan dari berbagai sumber,
seperti pakaian dalam, bekas jilatan, punting rokok,
bekas gelas minuman atau pada sumber lain yang
memungkinkan adanya sel manusia menempel.
Bisa juga didapat dari ceceran darah, air mani, atau
kelenjar ludah yang menempel pada barang
tertentu.
Langkah pemeriksaan
Pengambilan sampel
Pengambilan sampel dibutuhkan kehati hatian
dan kesterilan peralatan yang digunakan.
Dilakukan isolasi untuk mendapatkan sampel
DNA. (Phenolchloroform dan Chilex). Lama waktu
proses tergantung dari kemudahan suatu sampel
di isolasi, bisa saja hanya beberapa hari bulan.
Penyusunan DNA ke mesin PCR
Sampel DNA dimasukkan ke mesin PCR. Langkah
dasar penyusunan DNA fingerprint . Hasil akhirnya
berupa kopi urutan DNA lengkap hasil amplifikasi
dari DNA Sampel.
Karakterisasi urutan DNA
DNA akan dikarakterisasi dengan elektroforesis
untuk melihat pola pitanya. Karena urutan DNA
setiap orang berbeda maka jumlah dan lokasi pita
DNA (pola elektroforesis) setiap individu juga
berbeda. Pola pita inilah yang dimaksud DNA
fingerprint.
Kegunaan dan kelemahan
Hingga kini metode pemeriksaan DNA paling
tajam mendekati seratus persen.
Pemeriksaan DNA bisa diambil dari sampel
mana pun, yang penting sel itu memiliki inti sel.
Yang paling banyak digunakan memang
biasanya darah. Sampel pembanding, yakni dari
keluarga korban, terutama orangtuanya.
Kendala yang ada keterbatasannya ahli DNA
forensik yang memiliki kemampuan
menganalisis hasil pemeriksaan DNA korban
atau tersangka serta tingginya biaya
pemeriksaan.
SIDIK JARI
Pemeriksaan.
Jika kulit jari sudah keriput, pengambilan sidik jari
dapat dilakukan sesudah jaringan di bawah kulit
disuntik lebih dahulu dengan paraffin atau formalin.
Sedangkan pada mayat yang epidermisnya sudah
mengelupas, pengambilan sidik jari dapat dilakukan
dengan hati hati dan berulang ulang mengingat
gambaran sidik jari pada dermis tidak sejelas sidik
jari pada epidermis.
Di dalam Ilmu Forensik, secara fisik/ kimiawi ada
3 kemungkinan jejak sidik jari :
Jejak sidik jari "plastik"
Tekanan mekanik jari jari kita, meninggalkan
jejak sidik jari pada bahan tsb, mudah dilihat
secara visual.
Jejak sidik jari "patent"
Membekas pada suatu permukaan karena
adanya zat pewarna (baik sengaja maupun tidak)
: tinta, darah, dsb.
Jejak sidik jari jenis 2 ini bisa dilihat dengan jelas
secara visual.
Jejak sidik jari "latent"
Membekas di suatu permukaan yang tersentuh/
terpegang jari kita, karena jari kita mengeluarkan
zat sekresi (lemak dan keringat), yang dihasilkan
kelenjar keringat adalah larutan elektrolit/ garam
bercampur dengan Urea dan lemak serta
senyawa organik lainnya. Jejak sidik jari jenis ini
tidak selalu bisa dilihat dengan jelas secara
visual. Untuk membuatnya lebih jelas/ kontras,
digunakan zat kimia yang akan bereaksi dengan
zat sekresi tsb.
CAIRAN TUBUH LAIN
Sperma
Warna putih kekuningan, keruh dan berbau khas.
Saat ejakulasi konsistensi kental kemudiank menjadi
cair dalam waktu yang singkat (10 20 menit),
vol 3 5 ml/ 1 kali ejakulasi dengan pH 7,2 7,6.
Cairan mani mengandung spermatozoa, yang
tersuspensi dalam cairan plasma seminal yang
mengandung spermin dan beberapa enzim seperti
Fosfatase asam. J
umlah sperma, biasanya antara 60 sampai 120 juta
per ml.
Pemeriksaan sperma
Dapat diambil dari liang senggama dengan ose
platina atau pipet atau penyemprotan dengan
cairan fisiologis ke dalam liang senggama (fornix
posterior), kemudian cairan tersebut diambil dan
dipusingakan (disentrifusir) dan diperiksa di bawah
mikroskop secara langsung atau dicat lebih dulu
dengan Methylen Blue atau Hematoxylin Eosin.
Spesimen kering diambil dengan dikerok, ditetesi
dengan cairan fisiologis atau asam asetat glacial.
Jika bercak menempel pada pakaian dan sulit
dikerok maka bercak yang masih menempel itu
diletakkan di atas gelas obyek dan di atasnya
ditetesi cairan HCl 1% atau asam asetat glacial
0,3% (di periksa di bawah mikroskop dengan
pewarnaan HE).
Sebaiknya dilakukan tes skrining lebih dahulu
dengan menggunakan ultraviolet.
Pemeriksaan plasma sperma
Pemeriksaan acid phosphatase (AP)
Ditemukan kadar AP 500 1000 kali lebih
tinggi dalam cairan semen bila dibandingkan
dengan cairan tubuh lainnya.
Pemeriksaan spermine (Berberic test)
Pemeriksaan choline (Florens test)
Prostate Specific Antigen (PSA or p30)
Penentuan gol darah ABO pada cairan
Mani.
Penentuan golongan darah ABO pada semen
golongan sekretor dilakukan dengan cara absorpsi
inhibisi. Hanya untuk golongan sekretor saja dapat
ditentukan golongan darah dalam semen.
Pada individu yang termasuk golongan sekretor,
dapat ditemukan golongan darah dalam cairan
tubuhnya seperti air liur, sekret vagina, cairan mani
dan lain lain.
Pemeriksaan bercak mani pada pakaian
Visual
Bercak mani berbatas tegas dan lebih gelap
dari sekitarnya.
Sinar ultra violet
Bercak semen menunjukkan fluoresensi putih.
Taktil
Bercak mani teraba memberi kesan kaku
seperti kanji.
KELENJAR (URINE SALIVA DAN
KERINGAT)
Sampel urine, saliva dan keringat adalah sarana
yang cepat dan mudah untuk dijadikan pembuktian
pada kasus pengujian narkoba (selain identifikasi
untuk penilaian DNA atau golongn darah).
Perkiraan nilai untuk periode deteksi zat toksik
Substansi Urine Hair Darah
3-5 hari melalui etil gluconoride (EtG)
Alkohol senyawa metabolit 6-24 jam atau melalui Hingga 90 hari 12 hours 12 jam
metode tradisional
Amphetamines
1 sampai 3 hari hingga 90 hari 12 jam
(kecuali Meth)
Methamphetamine 3 sampai 5 hari hingga 90 hari 1-3 hari
MDMA
4 hari hingga 90 hari 25 jam
(Metilendioksimetamfetamin)
Barbiturates
2 hingga 3 hari hingga 90 hari 1 hingga 2 hari
(kecuali phenobarbital)
Phenobarbital 2 sampai 3 minggu hingga 90 hari 4 sampai 7 hari
Menggunakan pengobatan: 3 hari.
Benzodiazepines Menggunakan kronis (lebih dari satu hingga 90 hari 6 sampai 48 jam
tahun): 4 sampai 6 minggu
2-3 hari setelah
Single use: 1-6 hari jarang digunakan,
Ganja Weekly use: 3-9: 3-9 hari Hingga 90 hari hingga 2 minggu
Daily use: 7-30 hari setelah sering
menggunakan
2 hingga 4 hari dengan pengecualian
Kokain hingga 90 hari 24 jam
tertentu untuk gangguan ginjal
Kodein 1 hari hingga 90 hari 12 jam
Cotinine
2 hingga 4 hari hingga 90 hari 2 hingga 4 hari
( turunan produk nicotine )
Morfin 2 hari hingga 90 hari 6 jam
up to 90 days hingga 90
Heroin 3 sampai 4 hari 6 jam
hari
24 ke 72 jam (Namun tes untuk LSD
LSD hingga 3 hari 0 sampai 3 jam
sangat jarang)
Methadone 3 hari hingga 90 hari 24 jam
3 sampai 7 hari untuk menggunakan satu;
PCP hingga 90 hari 1 sampai 3 hari
hingga 30 hari kronis pengguna