Anda di halaman 1dari 53

Diare Akut dengan

Dehidrasi berat

Disusun oleh :
Gusprita Ningtyas
Yundari Sucita Ayuningtyas

Dokter pendamping :
Dr. Sudarmanto, Sp.A
Status Pasien
Status Pasien
Identitas pasien
Nama penderita : An. f
Umur : 1 tahun 11 bulan
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Bancangan, Ponorogo
Tanggal masuk : 18 September 2017
No. Rekam medis :02A
Anamnesis
Dilakukan Allo anamnesis dengan Ibu pasien pada
tanggal 20 September 2017 pukul 13.30 wib

Keluhan utama :
Mencret

Keluhan tambahan :
Demam dan muntah
Anamnesis
Riwayat Penyakit sekarang
SMRS :
Mencret 3x/hr, seperti
air menyemprot,
berwarna kuning, Saat di IGD RS
terdapat lendir(-) ampas Mencret (+) saat dibuka
(+), bau asam (-), busa (- popok, lemah (+) hanya
), darah (-) . tertidur, demam (-)

RS
- Demam naik turun
- Muntah + >10x/hari
setiap makan dan
minum.
- Tidak mau minum ASI
Anamnesis
Riwayat penyakit dalam keluarga
Tidak ada
Riwayat kehamilan ibu
Perawatan antenatal : rutin kontrol dibidan
Penyakit Kehamilan : tidak ada
Obat-obat yang diminum : tidak ada
Riwayat Kelahiran
Lahir spontan dibidan dengan usia cukup bulan
Riwayat penyakit yang pernah diderita
Tidak ada
Anamnesis
Riwayat Imunisasi

Jenis imunisasi Dasar Ulangan

BCG X

DPT/DT - X - - -

Polio - X - - -

Campak X -
Hepatitis B - X - - - -

Interpretasi :
Imunisasi dasar pada pasien lengkap
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan pada tanggal
18 September 2017 :
Keadaan umum : lemah, hanya tertidur, malas
menetek
Kesadaran : somnolen
Tanda Vital :
N : 120x/menit, kuat, teratur, isi cukup
RR : 20 x /menit, teratur
T : 37 C axilla
Pemeriksaan Fisik
Data Antropometri :
Berat badan (BB) : 13,7 kg
Tinggi badan : 84 cm
Status gizi
Berdasarkan BB terhadap usia (Kurva NCHS-
CDC):
BB terukur: 13,7 kg
U : 23 bulan
BB/U : normal
Pemeriksaan Fisik
Kepala : Normocephal, warna rambut hitam
merata, tidak mudah dicabut, ubun
ubun besar sudah menutup dan tidak
cekung
Mata : Mata sedikit cekung, CA -/-, SI -/-
Mulut : Mukosa bibir kering
Abdomen
Inspeksi : Datar
Auskul : Bising usus (+) meningkat
Palpasi : Supel, nyeri tekan (-), turgor menurun
Perkusi : Timpani pada seluruh lapang abdomen.
Pemeriksaan Penunjang
Cek darah lengkap
No Parameter Jumlah Satuan Nilai Rujukan
1. Leukosit 14.6 uL 4000-10000 /uL
2. Lymph# 2.5 uL 0.8-4.0
3. Mid# 0.6 uL 0.1-1.5
4. Gran# 11.5 uL 2.0-7.0
5. Lymph% 16.9 % 20.0-40.0
6. Mid% 4.3 % 3.0-15.0
7. Gran% 78.8 % 50.0-70.0
8. Eritrosit 5.70 uL 3,50-5,5 / uL
9. Hemoglobin 9.9 gr/dl 11,0-16,0 g/dl
10. Hematokrit 32.0 % 37-54%
11. MCV 56.2 femtoliter 80-100 fl
12. MCH 17.4 Pikograms 27-34 pg
13. MCHC 30.9 g/dl 32-36 g/dl
14. RDW-CV 20.8 % 11.0-16.0
15. RDW-SD 38.6 fL 35.0-58.0
16. Trombosit 633 uL 150.000-450.000/uL
17. MPV 7.6 fL 6.5-12
18. PDW 15.0 9.0-17.0
19. PCT 4.81 Ml/l 1.08-2.82
20. P-LCC 128 uL 30-90
21. P-LCR 20.2 % 11.0-45.0
Pemeriksaan Anjuran
Cek Laboratorium :
Darah lengkap,
Urinalisa
FL (Kultur feces)
Elektrolit
Diagnosis Kerja
Diare Akut dengan Dehidrasi berat
Diagnosis Banding
Diare akut dehidrasi berat ec bakteri
Diare akut dehidrasi berat ec virus
Diare akut dehidrasi berat ec parasit
Penatalaksanaan
Medikamentosa :
infus Rl 100cc loading
injeksi cefotaxim 3x 1/3 ampul
injeksi ranitidin 2x1/3 ampul
injeksi ondancenttron 3x 1/3 ampul
neokalana sirup 3 x 1cth
zinc 1x20 mg
Diet makanan lunak
Penatalaksanaan
Non Medikamentosa :
Edukasi Orang tua
Observasi TTV dan tanda-tanda dehidrasi berat
Follow up :
Tanggal Perjalanan penyakit Terapi
18/09/17 S : Demam (-), muntah (+)10x jika minum dan makan, infus Rl
minum tidak mau, BAB (+) 3x cair (sudah ada ampas) injeksi cefotaxim 3x 1/3
R. Delima O :KU: lemah, CM ampul
TTV: RR: 20x/mnt N: 120x/mnt injeksi ranitidin 2x1/3
ampul
S: 37oC BB: 13,7 kg injeksi ondancenttron 3x
Mata: palpelbra sedikit cekung 1/3 ampul
Mulut: mukosa bibir kering neokalana sirup 3 x 1cth
Lain-lain dbn zinc 1x20 mg
A : Diare Akut dgn dehidrasi berat

19/09/17 S : Demam (+), muntah (+)1x, tidak minum mau, BAB (+) R/ Terapi lanjut
cair Sanmol sirup 3 x cth 1
R. Delima O :KU: lemah , CM L bio 2x1 sachet
TTV: RR: 26x/mnt N: 110x/mnt Diet makanan lunak
S: 39oC BB: 9 kg
Mata: palpelbra sedikit cekung
Mulut: mukosa bibir kering
Lain-lain dbn
A : Diare Akut dgn dehidrasi berat
Tanggal Perjalanan penyakit Terapi
20/09/17 S : Demam (-), muntah (+)1x jika minum dan makan, R/ Terapi lanjut
minum tidak mau, BAB (+) cair
R. Delima O :KU: lemah, CM
TTV: RR: 20x/mnt N: 110x/mnt
S: 36,3oC BB: 13,7 kg
Mata: palpelbra sedikit cekung
Mulut: mukosa bibir kering
Lain-lain dbn
A : Diare Akut dgn dehidrasi berat

21/09/17 S : Demam (+), muntah (+)2x, tidak minum mau, BAB (+) R/ Terapi lanjut
cair
R. Delima O :KU: lemah , CM
TTV: RR: 26x/mnt N: 110x/mnt
S: 39oC BB: 13,7 kg
Mata: palpelbra sedikit cekung
Mulut: mukosa bibir kering
Lain-lain dbn
A : Diare Akut dgn dehidrasi berat
Tanggal Perjalanan penyakit Terapi
22/09/17 S : Demam (+), muntah (-) , minum sudah mau, BAB (+) cair R/ Terapi lanjut
O :KU: lemah, CM
R. Delima TTV: RR: 20x/mnt N: 110x/mnt
S: 37oC BB: 13,7 kg
Mata: palpelbra sedikit cekung
Mulut: mukosa bibir kering
Lain-lain dbn
A : Diare Akut dgn dehidrasi berat

23/09/17 S : Demam (-), muntah (-), sudah mau minum, BAB (-) cair BLPL

R. Delima O :KU: cukup , CM


TTV: RR: 23x/mnt N: 112x/mnt
S: 36,5oC BB: 13,7 kg
Px. Fisik dbn
A : Diare Akut dgn dehidrasi berat
Prognosis
Ad vitam : ad bonam
Ad fungsionam : ad bonam
Ad Sanationam : ad bonam
Tinjauan Pustaka
Definisi
Diare dapat didefinisikan sebagai meningkatnya
frekuensi buang air besar dan berubahnya
konsistensi menjadi lunak atau bahkan cair.

Diare akut adalah buang air besar lembek atau


bahkan dapat berupa air saja, tanpa terlihat
darah, dan dengan frekuensi tiga kali atau lebih
sering dari biasanya dalam 24 jam dan
berlangsung kurang dari 7 hari.
Epidemiologi
Causes of Death in Children Under 5 Years
Leukemia

Malaria

Tetanus Others DIARRHEA


13% Diarrhoea
28%28%
Malnutrition

Drowning

Septicemia

DHF
Necroticans Entero Colitis

Congenital heart anomaly PNEUMONI


PNEUMONIA
& hydrocephalus A
20%
20%
GI disorder Meningitis/
encephalitis
TB 9%
Measles

Basic Health Research (Riskesdas), 2007


Etiology Of U5 Diarrhea In Indonesia

5%

1%
RV
5% Shigella
3% 1% Aeromonas

1% Salmonella
1%
Campylobacter
5%
2% S. Enteritidis

80% Giardia Lamblia


1%
Mixed (RV+Salmonella)
Mixed (RV+Campylobacter)
Mixed (RV+Ve Inaba)

Hospital Surveillance at Sardjito hospital BY Ministry of Health &


NAMRU2 research, 2005
Patofisiologi
Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya
diare:
1.Gangguan osmotik
Makanan/zat tidak dapat diserap tekanan
osmotikdalam rongga usus meningkat
pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga
usus
Isi rongga usus yang berlebihan merangsang
usus untuk mengeluarkannya diare osmotik
Patofisiologi
2. Gangguan sekresi
Rangsangan tertentu ( toksin ) pada dinding
usus peningkatan sekresi air dan elektrolit ke
dalam rongga usus diare sekretorik timbul
karena terdapat peningkatan isi rongga usus
3. Gangguan motilitas usus
Hiperperistaltik berkurangnya kesempatan
usus untuk menyerap makanan diare.
Bila peristaltik usus menurun bakteri tumbuh
berlebihan diare
Patogenesis Diare
Masuknya jasad renik yang masih hidup ke dalam usus halus setelah
berhasil melewati rintangan asam lambung

Jasad renik tersebut berkembang biak (multiplikasi) di dalam usus halus

Oleh jasad renik dikeluarkan toksin ( toksin diaregenik)


Diare Akut

Bila diare berlanjut sampai 2 minggu/ lebih, kehilangan BB atau tidak


bertambah selama masa tersebut

Diare Kronik

Bila diarenya menetap dalam 2 minggu/ lebih dan disertai gangguan


pertumbuhan

Melanjutnya Kerusakan Perbaikan mukosa


Diare persisten
mukosa yang terlambat
Patogenesis Virus
VIRUS

SALURAN DIGESTIF

EPITEL USUS HALUS

MERUSAK BAGIAN APIKAL VILI USUS HALUS

DIGANTI DENGAN BAGIAN KRIPTA YANG BELUM


MATANG BERBENTUK KUBOID / GEPENG

FUNGSI PENYERAPAN AIR & MAKAN TIDAK


BAIK
DIARE OSMOTIK
Patogenesis Bakteri
BAKTERI

TRAKTUS DIGESTIF

MERANGSANG EPITEL USUS

PEAN AKTIVITAS ENZIM ADENIL SIKLASE

MERANGSANG SEKRESI Cl, Na & H2O dan MENGHAMBAT


aBSORPSI Cl, Na & H2O DARI LUMEN USUS KE DALAM SEL

HIPEROSMOLAR HIPERPERISTALTIK
USUS
Faktor Resiko
Tidak memberikan ASI sampai 2 Tahun.
Status gizi kurang dan gizi buruk.
Imunodefesiensi /Imunosupresi
Pengunaan botol susu tidak hygine
Menggunakan air minum yang tercemar
Manifestasi Klinis
Gejala klinis :
Cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat
Nafsu makan biasanya tidak ada timbul diare
Tinja cair mungkin disertai lendir dan atau darah
Warna tinja kehijau-hijauan (tercampur empedu)
Anus dan daerah sekitarnya lecet ( sering defekasi)
Muntah (sebelum/ sesudah diare) lambung meradang atau
ketidakseimbangan asam basa dan elektrolit
Pemeriksan fisik :
Penurunan berat badan
Ubun-ubun besar cekung
Palpebra cekung
Selaput lendir bibir dan mulut nampak kering
Berat badan
Turgor kulit kembali lambat
Kriteria Diagnosis
Derajat Dehidrasi
Kehilangan Berat Badan
Dehidrasi ringan :
Bila terjadi penurunan berat badan 2 %-5%
Dehidrasi sedang :
Bila terjadi penurunan berat badan 5-10%
Dehidrasi berat :
Bila terjadi penurunan berat badan > 10%
Kriteria Diagnosis
Skor Mourice King
Bagian Tubuh NILAI
Yang Diperiksa 0 1 2
Keadaan Umum Sehat Gelisah cengeng, Mengigau,
apatis, ngantuk koma/syok
Turgor Normal Sedikit, kurang Sangat kurang
Mata Nomral Sedikit cekung Sangat cekung
UUB Normal Sedikit cekung Sangat cekung
Mulut Normal Kering Kering, sianosis
Denyut Nadi Kuat < 120 Sedang (120-140) Lemah > 140

Score : 0-2 dehidrasi ringan/ 3-6 dehidrasi sedang/ 7-12 Dehidrasi berat
Kriteria Diagnosis
Derajat Dehidrasi MTBS (Management Terpadu Balita Sakit)

Terdapat dua atau lebih dari tanda-tanda berikut: DEHIDRASI BERAT


- letargis atau tidak sadar
- mata cekung
- tidak bisa minum atau malas minum
- Cubitan kulit perut kembalinya sangat
lambat
Terdapat dua atau lebih dari tanda-tanda berikut: DEHIDRASI
- Gelisah, rewel/ marah RINGAN/SEDANG
- Mata cekung
- Haus, minum dengan lahap
- Cubitan kulit perut kembalinya lambat
Tidak cukup tanda-tanda untuk diklasifikasikan TANPA DEHIDRASI
sebagai dehidrasi berat atau ringan/sedang
Kriteria Diagnosis
Gejala Klinik Tanpa Dehidrasi ringan-sedang (5- Dehidrasi berat
Dehidrasi 10% BB) (>10% BB)
(<5% BB)
Anamnesa
Diare 4 X/hari 4 10 X perhari 10 X perhari
Muntah Sedikit Beberapa kali Sangat sering
Rasa haus Normal Rasa haus ada Tidak dapat minum
Urin Normal Sedikit Tidak ada urin dalam 6 jam
Pemeriksaan Umum
Keadaan umum Sehat, aktif Tampak sakit, mengantuk, lesu Sangat mengantuk, tidak sadar, lemah
Air mata Ada Tidak ada Tidak ada
Mata Normal Cekung Kering dan cekumg
Mulut dan lidah Basah Kering Sangat kering
Pernapasan Normal Cepat Cepat dan dalam
Cubitan kulit Kembali cepat Kembali< 2 detik Sangat lambat (2 detik)
Denyut nadi/mnt Kuat <120 Sedang (120-140) Lemah >140
Ubun-ubun Cekung Sangat cekung
tanda dan Rotavirus EIEC ETEC Salmonella Shigella V.cholerae
gejala

Mual dan Dari - - + jarang jarang


muntah permulaan
panas + - + + + -
sakit tenesmus Kadang- Tenesmus Tenesmus Tenesmus kolik kolik
kadang kram kolik pusing pusing
Gej. lain Sering hipotensi Bakteriemia, Dapat ada
distensi toksemia kejang
abdomen sistemik

FESES

- volume sedang banyak sedikit sedikit sedikit Sangat


banyak
- frekuensi Sampai sering sering sering Sering sekali Hampir terus
10/lebih menerus
-Konsistensi berair berair kental berlendir kental berair
- mukus jarang + + + sering flacks
- darah - - + Kadang sering
- bau - Bau tinja Tidak Bau telur Tak berbau anyir
spesifik busuk
-warna Hijau kuning Tidak hijau hijau hijau
berwarna

-leukosit - - + + + -
- sifat lain Tinja seperti
air cucian
beras
Pemeriksaan Penunjang
Darah
Darah lengkap, serum elektrolit, analisa gas
darah, glukosa darah, kultur dan tes kepekaan
terhadap antibiotik.
Urin
Urin lengkap, kultur dan tes kepekaan terhadap
antibiotik.
Tinja
Pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik.
Elektrolit
Tatalaksana diare
Lima Lintas Tatalaksana Diare :
1. Rehidrasi
2. Dukungan nutrisi
3. Suplemetasi Zinc
4. Antibiotik seletif
5. Edukasi pada orangtua
1. Rehidrasi
Terapi A :Tanpa dehidrasi
Berikan cairan lebih >>
Makanan tetap diberikan untuk mencegah kurang gizi
Preparat Zinc : < 6 bulan 10 mg
> 6 bulan 20 mg selama 10 14 hari
Awasi bila dehidrasi (monitoring bila tidak membaik
dlm 3 hari atau:
BAB lebih sering
Muntah terus menerus
Rasa haus yg nyata
Demam
Tinja berdarah
1. Rehidrasi
Terapi B :Dehidrasi ringan-sedang
Tabel. CRO dalam 3 jam pertama

Usia < 4 bln 4 11 bln 12 23 2- 4 thn 5 14 thn 15 thn


bln
BB < 5 kg 5 7,9 kg 8 10,9 11 15,9 kg 16 30 kg
kg 29,9kg

Jml 200 400 600 800 800 1200 2200


400ml 600ml ml 1200ml 2200 ml 4000 ml
- Mulai beri cairan IV segera. Bila penderita bisa
Apakah saudara dapat

1. Rehidrasi
minum, berikan oralit, sewaktu cairan IV dimulai.
menggunakan Ya Berikan 100 mL/kgBB cairan RL (atau NS, atau
cairan IV segera? Ringer Asetat) sebagai berikut :
Usia Pemberian 1 Kemudian

Terapi C
30 mL/kgBB 70 mL/kgBB
By < 1 thn : 1 jam 5 jam
Anak 1-5 thn : 30 menit 2 jam
- Ulangi bila denyut nadi lemah atau tidak teraba.
Catatan : - Nilai kembali penderita tiap 1-2 jam. Bila rehidrasi
belum tercapai, percepat tetesan IV.
Tidak - Juga berikan oralit (5 mg/kgBB/jam) bila penderita
Bila mungkin, amati masih bisa minum, biasanya setelah 3-4 jam (bayi)
atau 1-2 jam (anak).
penderita sedikitnya 6 - Setelah 6 jam (bayi) atau 3 jam (anak), nilai ulang
jam setelah rehidrasi penderita menggunakan tabel penilaian. Lalu
pilihlah rencana terapi yang sesuai (A, B, atau C)
untuk memastikan bahwa untuk melanjutkan terapi.

ibu dapat mengembalikan


cairan yang hilang dengan Apakah ada terapi IV - Kirim penderita untuk terapi intravena.
terdekat Ya - Bila penderita bisa minum, sediakan oralit dan
memberi oralit. (dalam 30 menit) ? tunjukkan cara memberikannya selama perjalanan.

Bila usia > 2 thn, Tidak


- Mulai rehidrasi mulut dengan oralit melalui pipa
pikirkan kemungkinan nasogastrik atas mulut. Berikan 20 mL/kgBB/jam
Apakah saudara dapat selama 6 jam (total 120 mL/kgBB).
kolera dan berikan menggunakan pipa - Nilailah penderita tiap 1-2 jam :
Ya Bila muntah / perut kembung, berikan cairan
antibiotik yang tepat nasogastrik untuk
perlahan.
rehidrasi ?
secara oral setelah anak Bila rehidrasi tidak tercapai selama 3 jam, rujuk
penderita untuk terapi IV.
sadar. Tidak
- Setelah 6 jam, nilai kembali penderita dan pilih
rencana terapi yang sesuai.
Segera rujuk anak
untuk rehidrasi
melalui NGT atau IV
2. Dukungan Nutrisi
Makanan tetap diteruskan sesuai usia anak
dengan menu yang sama pada waktu anak sehat
sebagai pengganti nutrisi yang hilang, serta
mencegah tidak terjadi gizi buruk.
ASI tetap diberikan pada diare cair akut
(maupun pada diare akut berdarah) dan
diberikan dengan frekuensi lebih sering dari
biasanya.
3. Suplemen Zinc
Efek zinc antara lain :
Zinc berperan sebagai anti-oksidan, berkompetisi
dengan tembaga (Cu) dan besi (Fe) yang dapat
menimbulkan radikal bebas.
Zinc menghambat sintesis Nitric Oxide (NO).
Dengan pemberian zinc, diharapkan NO tidak
disintesis secara berlebihan sehingga tidak terjadi
kerusaan jaringan dan tidak terjadi hipersekresi.
Zinc berperan dalam penguatan sistem imun.
Probiotik
Probiotik: Kuman konsumsi PO dengan manfaat
positif bagi kesehatan (bakteri genus
Bifidobacteria dan Lactobacillus)
Mempersingkat lama diare pada anak
Cegah diare pada bayi baik
Nosokomial (33,3% 6,7%)
Rotavirus (17,7 % 2,2%)
Akibat antibiotik
4. Antibiotik Selektif
Antibiotik tidak diberikan pada kasus diare cair
akut kecuali dengan indikasi yaitu pada diare
berdarah dan kolera. Pemberian antibiotic yang
tidak rasional, akan memperpanjang lamanya
diare karena akan mengganggu keseimbangan
flora usus
4. Antibiotik Selektif
Penyebab Antibiotik pilihan Alternatif
Kolera Tetracyclin Erythromycin
12,5 mg/kgBB 12,5 mg/kgBB
4x sehari selama 3 hari 4x sehari selama 3 hari
Shigella dysentery Ciprofloxacin Ceftriaxone
15 mg/kgBB 50-100 mg/kgBB
2x sehari selama 3 hari 4x sehari selama 5 hari
Amoebiasis Metronidazole
10 mg/kgBB
3x sehari selama 5 hari
(10 hari pada kasus berat)
Giardiasis Metronidazole
5 mg/kgBB
3x sehari selama 5 hari
5. Nasihat Kepada Orang Tua
Nasehat kepada orang tua untuk segera
membawa anak kembali ke petugas kesehatan
jika ada demam, tinja berdarah, muntah
berulang, makan atau minum sedikit, sangat
haus, diare makin sering atau belum membaik
dalam 3 hari.
Indikasi rawat inap pada diare akut berdarah
adalah malnutrisi, usia < 1 tahun, menderita
campak pada 6 bulan terakhir, adanya dehidrasi,
dan disentri yang disertai dengan komplikasi.
An. F 1th 11bln
Analisis Kasus

Anamnesis
Mencret 3-5x/hr sejak
BAB cair, SMRS Diare akut
sedikit
ampas,
kuning Minum Asi
Susp Air mata (-)
Muntah tidak mau
Diare akut
ec virus Demam

HR 120 Mata Turgor


Mukosa bibir sangat
lemah Cekung kering
Suhu 370 C kurang

Px fisik
Diare akut dgn Tanda-tanda dehidrasi
dehidrasi berat berat

Px Lab
Pemeriksaan anjuran DL, UL, FL, elektrolit
Reference
Subagyo B, Santoso BN. Diare Akut dalam Buku
Ajar Gastroenterologi-Hepatologi IDAI Jilid 1.
Edisi pertama. Cetakan ke dua. 2011: 87-116.
Draft Panduan Pelayanan Medis Departemen
Ilmu Kesehatan Anak RSCM.Jakarta.2007
Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak Di
Rumah Sakit. Diare. WHO
Modul pelatihan Diare. UKK GastroHepatologi
IDAI ed 1.2009
Terima Kasih atas perhatiannya