Anda di halaman 1dari 13

MAKNA DI BALIK KONFLIK ANTAR

MUSLIM MASA DINASTI BANI UMMAYAH,


ABBASIYAH, FATHIMIYAH, DINASTI TURKI
USMANI DENGAN PENDEKATAN FILSAFAT
SEJARAH
Dosen Pengampu : Aristoni, S.H.I,M.H

Di Susun Oleh :
1. Dita Ramadhanti (1520310050)
2. Kurnia Afriyanti (1520310064)
3. Firda Naimmatul C. (1520310068)
4. M. Bachrul Ulum (1520310073)
Bani Ummayah
Muawiyah Ibn Abu Sufyan Ibn Harb adalah pembangun
Umayyah dan sekaligus menjadi Khalifah pertama ia
memindahkan ibu kta kekuasaan islam. Muawiyah tumbuh
sebagai pemimpin karier. Pengalaman politik telah memperkaya
dirinya dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam memerintah.
Keberhasilan Muawiyah mendirikan dinasti Umaiyah
bukan hanya akibat dari kemenangan diplomasi di Siffin dan
terbunuhnya khalifah Ali Saja.
Akan tetapi ada hal-hal lain yaitu Pertama, berupa
dukungan yang kuat dari rakyat suriah dan dari keluarga bani
Umaiyah sendiri. Kedua, sebagai seorang administrator, Muawiyah
sangat bijaksana dalam menempatkan para pembantunya pada
jabatan-jabatan penting. Ketiga, Muawiyah memiliki kemampuan
menonjol sebagai negarawan sejati bahkan mencapai tingkat
hilm tingkat tertinggi yang dimiliki oleh para pembesar
Makkah zaman dahulu.
Faktor-faktor yang menyebabkan dinasti
umayyah lemah dan membawanya kepada
kehancuran:
1. Tidak jelasnya sistem peralihan
kekuasaan yang akhirnya menyebabkan
timbulnya perebutan kekuasaan antar ahli
waris.
2. Konflik dengan pengikut syiah dan
qowarid.
3. Adanya pertentangan etnis yang semakin
meruncing antara arabia utara dan
selatan.
Bani Abbasiyah
Berdirinya Dinasti Abbasiyah tidak lepas dari munculnya
masalah-masalah yang menyebabkan runtuhnya Dinasti Umayyah,
ketidakpuasan masyarakat yang ditampakkan melalui berbagai
macam pemberontakan yang terjadi pada masa Dinasti Umayyah
dimanfaatkan oleh Abu Abbas al Safah untuk menjatuhkan
kekuasaan Dinasti Umayyah.
Pada saat ketidakpuasan sudah terjadi dimana-mana,
kemudian kesempatan ini dipergunakan oleh bani Abbas untuk
melancarkan propagandanya. Dalam pelaksanaan propaganda,
nama Bani Abbas tidak ditonjolkan, melainkan mereka
mengusung nama Bani Hasyim untuk menjaga kekompakan
antara Syiah pengikut Ali dengan Syiah pengikut Abbas.
Lanjutan Bani Abbasiyah
Perjuangan dan gerakan kelompok yang
mengusung nama besar Bani Hasyim ini berhasil
menciptakan kondisi anti Bani Umayyah dan menyusun
kekuatan militer yang akan menentukan corak dan
perjalanan sejarah dan betul-betul mengancam
pemerintahan Dinasti Umayyah.
Marwan Ibn Muhammad menandai berakhirnya
kekuasaan Dinasti Umayyah sekaligus lahirnya Dinasti
baru yaitu Dinasti Abbasiyah.Abu Abbas al Safah
menerima baiat sebagai khalifah Dinasti Abbasiyah yang
pertama pada tanggal 28 November 749 M di Kufah.
Pembaiatan ini merupakan awal dari perjalanan
pemerintahan Dinasti Abbasiyah sebagai pengganti
Dinasti Umayyah.
Di antara kelemahan yang menyebabkan
kemunduran dinasti abbasiyah adalah sebagai
berikut:
a. Mayoritas kholifah Abbasiyah periode akhir lebih
mementingkan urusan pribadinya dan cenderung
hidup mewah
b. Luasnya kekuasaan abbasiyah, sementara
komunikasi pusat dengan daerah sulit dilakukan.
c. Ketergantungan kepada tentara bayaran.
d. Semakin kuatnya keturunan turki dan persia,
yang menimbulkan kecemburuan bagi bangsa
arab murni
e. Permusuhan antar kelompok suku dan agama.
f. Perang salib yang berlangsung beberapa
gelombang dan menelan banyak korban.
Bani Fatimiyah
Fathimiyah merupakan Dinasti Syiah Ismailiyah yang
menisbahkan nasabnya sampai ke Fatimah putri Rasulullah dan
isteri Khalifah keempat Ali bin Abi Thalib, karena itu dinamakan
Dinasti Fatimiyah. Fathimiyah adalah Dinasti Syiah yang dipimpin
oleh 14 Khalifah atau Imam di Afrika dan Mesir tahun 9091171
M, selama lebih kurang 262 tahun. Namun sejak tahun 1131 M,
merupakan masa peralihan pemerintahan dari Khalifah ke
Wali. Hal ini terjadi ketika Dinasti Fatimiyah diperintah oleh
alHafizh (sebagai wali bukan sebagai Khalifah). Pada tahun 1094
M, setelah al-Muntasir wafat, terjadi perpecahan dalam gerakan
Ismailiyah, yaitu kelompok Nizar yang sangat ekstrim dan
Mustaali yang lebih moderat.
Lanjutan Bani Fatimiyah
Dinasti Fathimiyah bukan hanya sebuah wilayah
gubernur yang independen, melainkan juga merupakan
sebuah rezim revolusioner yang mengklaim otoritas
universal. Dinasti Fathimiyah berkuasa mulai (9091173
M) atau kurang lebih 3 abad lamanya. Dinasti ini mengaku
keturunan Nabi Muhammad melalui jalur Fatimah az-
Zahro. Kelompok Syiah berpendapat bahwa Ismail bin
Jafar as-Sadiq yang wafat (765 M), bukannya Musa
saudaranya Ismail, yang berperan sebagai Imam ketujuh
menggantikan ayah mereka (Imam Jafar).
Faktor-faktor yang menyebabkan
kemunduran Dinasti Fathimiyah adalah:
a) Para penguasa yang selalu tenggelam
dalam kehidupan yang mewah.
b) Adanya pemaksaan ideologi Syiah
kepada masyarakat yang mayoritas Sunni.
c) Terjadinya persaingan perebutan Wazir.
d) Kondisi al-Adhid (dalam keadaan sakit)
yang dimanfaatkan oleh Nur ad-Din.
Bani Usmani Di Turki
Setelah Khilafah Abbasiyah di Baghdad runtuh
akibat serangan tentara Mongol, kekuatan politik
Islam mengalami kemunduran secara drastis. Wilayah
kekuasaannya tercabik-cabik dalam beberapa
kerajaan kecil yang satu sama lain saling memerangi.
Beberapa peninggalan budaya dan peradaban Islam
banyak yang hancur akibat serangan bangsa Mongol
itu. Keadaan politik umat Islam secara keseluruhan
baru mengalami kemajuan kembali setelah muncul
dan berkembangnya tiga kerajaan besar, diantaranya
Usmani di Turki, Mughal di India dan Safawi di Persia.
Kerajaan Usmani ini adalah yang pertama berdiri juga
yang terbesar dan paling lama bertahan dibanding
dua kerajaan lainnya.
Perkembangan bani usmani di turki
Setelah Usman mengumumkan dirinya sebagai Padisyah al-
Usman (raja besar keluarga Usman), setapak demi setapak wilayah
kerajaan dapat diperluasnya. Pada masa pemerintahan Orkhan (1326-
1359 M), kerajaan Turki Usmani ini dapat menaklukkan Azmir (1327 M),
Thawasyanli (1330M), skandar (1338 M) Ankara (1354 M) dan Gallipoli
(1356 M). Pertempuran hebat terjadi antara tahun 1402 M dan
pasukan Turki mengalami kekalahan.Begitu pula dengan Bulgaria dan
Serbia, tetapi hal itu dapat diatasi oleh Sultan Muhammad I (1403-1421
M).
Turki Usmani mengalami kemajuannya pada masa Sultan
Muhammad II (1451-1484 M) atau Muhammad Al-Fatah. Beliau
mengalahkan Bizantium dan menaklukkan Konstantinopel pada tahun
1453 MPada masa Sultan Salim I (1512-1520 M), ekspansi dialihkan ke
Timur, ekspansi tersebut dilanjutkan oleh putranya Sulaiman I (1520-
1526 M)
Masa beliau merupakan puncak keemasan dari kerajaan Turki
Usmani, karena dibawah pemerintahannya berhasil menyatukan wilayah
yang meliputi Afrika Utara, Mesir, Hijaz, Irak, Armenia, Asia Kecil,
Krimea, Balkan, Yunani, Bulgaria, Bosnia, Hongaria, Rumania sampai
batas sungai Danube dengan tiga lautan, yaitu laut Merah, laut Tengah
dan laut Hitam
Lanjutan
Masa beliau merupakan puncak keemasan dari kerajaan
Turki Usmani, karena dibawah pemerintahannya berhasil
menyatukan wilayah yang meliputi Afrika Utara, Mesir, Hijaz, Irak,
Armenia, Asia Kecil, Krimea, Balkan, Yunani, Bulgaria, Bosnia,
Hongaria, Rumania sampai batas sungai Danube dengan tiga
lautan, yaitu laut Merah, laut Tengah dan laut Hitam

Kemajuan dan perkembangan wilayah kerajaan Usmani


yang luas berlangsung dengan cepat dan diikuti oleh kemajuan-
kemajuan dalam bidang-bidang kehidupan lain yang penting, di
antaranya:
1. Bidang Kemiliteran dan Pemerintahan
2. Bidang Ilmu Pengetahuan dan Budaya
3. Bidang Keagamaan
Kemunduran bani usmani di turki
Kemunduran Turki Usmani terjadi setelah wafatnya
Sulaiman Al-Qonuni. Hal ini disebabkan karena banyaknya
kekacauan yang terjadi setelah Sultan Sulaiman meninggal
diantaranya perebutan kekuasaan antara putera beliau sendiri.
Ekonomi semakin memburuk dan system pemerintahan tidak
berjalan dengan semestinya. Selain faktor-faktor tersebut, ada
juga factor lain yang menyebabkan kerajaan Usmani mengalami
kemunduran, di antaranya adalah :
a. Wilayah Kekuasaan yang Sangat Luas
b. Heterogenitas Penduduk
c. Kelemahan para Penguasa
d. Pemberontakan Tentara Jenissari
e. Merosotnya Ekonomi
f. Terjadinya Stagnasi dalam Lapangan Ilmu dan Teknologi