Anda di halaman 1dari 19

Jenis-Jenis dan Bentuk Usaha

Kelompok :
- Dewi (
- Rifka Damayanti (
- Tatik (
- Syarwan Hamid Abbas (15401010063)

Manajemen C Universitas Borneo Tarakan


1
MATERI

Jenis Usaha
Bentuk Perusahaan

HAL : 2
Jenis Usaha Berdasar Kegiatan Usaha
Badan usaha ekstraktif
Badan usaha agraris
Badan usaha industri
Badan usaha perdagangan
Badan usaha jasa

HAL : 3
Jenis Usaha Berdasar Kepemilikan Modal
Badan usaha Milik Negara (BUMN)
Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
Badan Usaha Campuran

HAL : 4
Jenis Usaha Berdasar Wilayah yang
Ditempati
Badan Usaha Penanaman Modal dalam
Negeri
Badan Usaha Penanaman Modal Asing

HAL : 5
Perusahaan
Suatu organisasi yang didirikan oleh
seseorang atau sekelompok orang atau
badan lain yang kegiatannya adalah
melakukan produksi dan distribusi guna
memenuhi kebutuhan ekonomis manusia.

HAL : 6
Perusahaan Perseorangan
Dikelola dan diawasi oleh satu orang,
pengelola perusahaan memperoleh semua
keuntungan perusahaan, tetapi ia juga
menanggung semua resiko yang timbul dalam
kegiatan perusahaan.
Pendirian perusahaan perseorangan tidak
diatur dalam KUHD (Kitab Undang-Undang
Hukum Dagang) dan tidak memerlukan
perjanjian karena hanya didirikan oleh satu
orang pengusaha saja.

HAL : 7
Perusahaan Perseorangan
Pemilik perusahaan biasanya merangkap
sebagai manajer
Retail berskala kecil atau perusahaan jasa
perseorangan
Modal terbatas sulit berkembang
Contoh : kantor akuntan, pengacara, praktek
dokter, dan lain-lain

HAL : 8
Jenis Perusahaan Perseorangan
a) Usaha Perseorangan Berizin
memiliki izin operasional dari departemen teknis.

Misalnya bila perusahaan perseorangan bergerak


dalam bidang perdagangan, maka dapat memiliki
izin seperti Tanda Daftar Usaha Perdagangan
(TDUP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
b) Usaha Perseorangan Yang Tidak Memiliki Izin
Misalnya usaha perseorangan yang dilakukan para

pedagang kaki lima, toko barang kelontong, dsb.

HAL : 9
Persekutuan
Perusahaan yang merupakan gabungan dari
beberapa orang pemilik untuk menyelenggarakan
usaha dengan nama bersama
Para pemilik disebut sekutu atau partner
Secara hukum, para sekutu memiliki tanggung
jawab penuh atas hutang persekutuan, tetapi juga
memiliki hak atas laba perusahaan
Untuk mendirikan badan usaha persekutuan
membutuhkan izin khusus pada instansi pemerintah
yang terkait.
Bentuk perusahaan persekutuan di Indonesia
Firma atau CV
HAL : 10
Firma
Suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri
dari dua orang atau lebih dengan nama
bersama yang tanggung jawabnya terbagi
rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya.
Firma harus didirikan dengan akta otentik
yang dibuat di muka notaris.
Akta Pendirian Firma harus didaftarkan di
Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang
daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan
Firma yang bersangkutan.
HAL : 11
Firma
Pendirian, pengaturan dan pembubaran Firma
diatur di dalam Kitab Undang-Undang Hukum
Dagang (KUHD).
Firma berakhir apabila jangka waktu yang
ditetapkan dalam anggaran dasar telah
berakhir. Selain itu, menurut Pasal 26 dan
Pasal 31 KUHD Firma juga dapat bubar
sebelum berakhirnya jangka waktu yang
ditetapkan dalam anggaran dasar akibat
pengunduran diri atau pemberhentian sekutu.
HAL : 12
Persekutuan Komanditer
(CV / Commanditaire Vennotschaap)
Suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan
dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk
mencapai tujuan bersama dengan tingkat
keterlibatan yang berbeda-beda di antara
anggotanya.
Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara
aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak
lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa
harus melibatkan harta pribadi ketika krisis
finansial.
Yang aktif mengurus perusahaan CV disebut sekutu
aktif (Komplementer), dan yang hanya menyetor
modal disebut sekutu pasif(Komanditer)
HAL : 13
Berakhirnya CV
Berakhirnya CV, diatur dalam Pasal 31 KUHD yaitu:
Berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam
Anggaran Dasar (Akta Pendirian).
CV berakhir sebelum jangka waktu yang
ditetapkan, akibat pengunduran diri atau
pemberhentian sekutu.
Akibat perubahan anggaran dasar (akta pendirian)

di mana perubahan anggaran dasar ini


mempengaruhi kepentingan pihak ketiga terhadap
CV.
HAL : 14
Perseroan Terbatas
Organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi
yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan
tanggung jawab yang hanya berlaku pada
perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau
perseorangan yang ada di dalamnya.
Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin
perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di
luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan.
Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas
dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah
tertentu dan berbagai persyaratan lainnya.

HAL : 15
Perseroan Terbatas
Perusahaan yang modalnya terdiri dari
saham-saham
Setiap pemegang saham adalah pemilik
perusahaan yang tanggungjawabnya
terbatas sebesar saham yang dimiliki
Para pemegang saham secara pribadi tidak
bertanggung jawab penuh atas seluruh
hutang perusahaan, melainkan hanya
terbatas sebesar penyertaan dalam
perusahaan
HAL : 16
Koperasi
Suatu perkumpulan yang keanggotaannya bersifat murni pribadi
dan tidak dapat dialihkan
Di dalam koperasi tidak ada modal permanen, karena
anggotanya dapat berganti-ganti
Menurut UU no. 25 tahun 1992, Koperasi adalah badan usaha
yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi
yang melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus
sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas
kekeluargaan.
Status badan hukum koperasi diperoleh setelah memperoleh
pengesahan dari pemerintah (Menteri Koperasi).

HAL : 17
Modal Koperasi
Modal koperasi diperoleh dari simpanan pokok, wajib dan
sukarela dari anggota.
Modal sendiri dapat berasal dari simpanan pokok, simpanan
wajib, sumbangan suka rela, hibah dan dana cadangan Sisa Hasil
Usaha.
Modal Pinjaman dapat berasal dari anggota, koperasi lainnya
dan atau anggotanya, bank, penerbitan obligasi atau surat utang
lainnya, sumber lain yang sah.

HAL : 18
SELESAI