Anda di halaman 1dari 32

RKPD KABUPATEN BANJARNEGARA

TAHUN 2018
Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Dengan berakhirnya RPJMD 2011-2016, maka


penyusunan RKPD Kabupaten Banjarnegara Tahun
2018 mengacu pada RPJPD Kabupaten
Banjarnegara 2005-2025 untuk tahapan ketiga
RPJPD yaitu 2015-2020, Arah Kebijakan
Pembangunan Provinsi Jawa Tengah dan RKP
Nasional tahun 2018.
Dasar Hukum

UU No. 25 Tahun 2004 ttg Sisrenbangnas


UU No. 23 Tahun 2014 ttg Pemerintahan Daerah
UU No. 6 Tahun 2014 ttg Desa
PP No. 8 Tahun 2008 ttg Tahapan, Tata Cara Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah
Perda No. 1 Tahun 2012 ttg Perubahan atas Peraturan
Daerah Kab. Banjarnegara No. 3 Tahun 2009 tentang RPJPD
Kab. Banjarnegara Tahun 20052025;
Perda Kab. Banjarnegara No. 15 Tahun 2010 ttg Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan
Rencana Pembangunan Daerah
EVALUASI PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN TAHUN 2016
CAPAIAN KINERJA

Indeks Pembangunan Manusia (2015)


Pengeluaran
Angka Harapan Rata-rata Per Kapita
Kabupaten/ Harapan Lama Lama Disesuaikan
No IPM
Provinsi Hidup Sekolah Sekolah (Ribu
(Tahun) (Tahun) (Tahun) Rupiah/Orang
/Tahun)
1 Banjarnegara 73,59 11,39 6,17 7.930 64,73
Banyumas 73,12 12,57 7,31 10.104 69,89
Purbalingga 72,81 11,78 6,85 8.937 67,03
Wonosobo 71,20 11,43 6,11 9.736 65.70
Kebumen 72,77 12,49 7,04 8.008 66,87
Pekalongan 74,35 12 6,55 9.208 67,40
Batang 74,42 11,09 6,41 8.244 65,46
2 Jawa Tengah 73,96 12,38 7,03 9.930 69,49
3 Nasional 70,78 12,55 7,84 10 149.67 69,55
Masih tingginya angka penduduk miskin
22.00 20.38
20.00 18.87 18.71 18.37
17.77
18.00
16.00 16.21
14.98 14.44
14.00 13.58 13.58
12.00
10.00 12.36 11.66 11.47 10.96 11.22
8.00
6.00
2011 2012 2013 2014 2015

Kabupaten Banjarnegara Nasional Jawa Tengah

Masih rendahnya tingkat penanganan PMKS


No Indikator Satuan Target Capaian Status
2015 2016 2015 2016 Capaian

1 Persentase PMKS skala


Kabupaten yang memperoleh
% 48 49 45 45
Bantuan sosial untuk
pemenuhan kebutuhan dasar
Masih tingginya angka pengangguran
Masih rendahnya investasi di Banjarnegara

Target Capaian
N Satu Status
Indikator
o an 2015 2016 2015 2016 Capaian

Tingkat
%
1 pengangguran 2,02 1,75 4,06 5,05
terbuka
Jumlah nilai
(Rp
Investasi 343.607, 360.787, 670.161, 261.396,
2 000,
berskala 48 85 35 44
000)
nasional
CAPAIAN KINERJA dan PERMASALAHAN
Masih rendahnya rasio jalan dalam kondisi baik

N Indikator Satuan Target Capaian Status


o Capaian
2015 2016 2015 2016

1 Panjang jalan kabupaten


dalam kondisi baik (>40 % 65,95 68,2 55,57 58,83
km/jam)
2 Tersedianya sistem
jaringan drainase skala
kawasan dan skala kota %
sehingga tidak terjadi 50 50 50,42 48,54
genangan (lebih 30 cm,
selama 2 jam) dan tidak
lebih dari 2 kali setahun
3 Jaringan irigasi Kabupaten m
13.766 14.507 14.814 15.154
dalam kondisi baik
CAPAIAN KINERJA dan PERMASALAHAN
Belum optimalnya sarana prasarana dasar seperti penyediaan rumah layak
huni, air bersih dan sanitasi

No Indikator Satuan Target Capaian Status


Capaian
2015 2016 2015 2016

1 Persentase rumah
% 48 49 45 45
tinggal bersanitasi
2 Rumah tangga %
80 85 78,40 81,51
pengguna air bersih
3 Rasio rumah layak %
44 51 77,49 77,49
huni (%)
CAPAIAN KINERJA dan PERMASALAHAN

Belum optimalnya Angka Melanjutkan Sekolah


pada jenjang SMP ke SMA
Masih rendahnya APM
N Target Capaian Status
Indikator Satuan
o 2015 2016 2015 2016 Capaian

1 Angka Melanjutkan (AM) dari


% 95,97 95,97 93,63 92,10
SD/MI ke SMP/MTs
2 Angka Melanjutkan (AM) dari
% 73,06 73,06 76,63 77,27
SMP/MTs ke SMA/SMK/MA
3 Angka Partisipasi Murni (APM)
% 99,08 99,62 93,27 84,66
SD/MI/Paket A
4 Angka Partisipasi Murni (APM)
% 90,09 92,93 63,96 64,10
SMP/MTs/Paket B
5 Angka Partisipasi Murni (APM) %
48,22 48,99 39,89 40,30
SMA/SMK/MA/Paket C
CAPAIAN KINERJA dan PERMASALAHAN
Masih tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian
Bayi

Target Capaian Status


No Indikator Satuan
Capaian
2015 2016 2015 2016

Angka Per 1000


1 kematian Kelahiran 9,0 8,5 13,32 13,16
bayi Hidup

Angka Per 100. 000


2 Kematian Kelahiran 60 60 107,6 120,8
Ibu Hidup
CAPAIAN KINERJA dan PERMASALAHAN

Menurunnya produksi dan produktivitas


bidang pertanian
Belum optimalnya usaha pengolahan hasil
pertanian
Target Capaian Status
No Indikator Satuan
Capaian
2015 2016 2015 2016

Produktivitas
1 kw/ ha 62,12 62,47 61,19 52,36
padi

Produktivitas
2 kw/ ha 47,5 48,20 51,25 41,41
Jagung

Produktivitas
3 kw/ ha 12,2 12,20 7,81 11,84
Kedelai
ISU STRATEGIS DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN
Isu Strategis Prioritas Pembangunan
Masih rendahnya kualitas infrastruktur,
terutama jalan (2015, Kondisi baik 58,83%
atau 542,4 km, dari target 68,2% atau 628 km) Penguatan Infrastruktur
Masih belum meratanya pembangunan
Masih rendahnya cakupan pemenuhan hak
dasar penduduk miskin
Penanggulangan Kemiskinan
Masih rendahnya tingkat kesempatan kerja
Masih rendahnya penanganan PMKS
Masih tingginya ketergantungan fiskal daerah
Pemantapan Reformasi Birokrasi
pada pemerintah pusat
Peraturan RTRW yang belum sesuai dengan
Pengembangan dunia usaha dan
kebutuhan investasi
pariwisata, serta pemantapan ketahanan
Masih belum optimalnya infrastruktur
pangan
penunjang destinasi wisata
Masih rendahnya motivasi dan partisipasi anak
Pendidikan
usia sekolah
Masih rendahnya akses dan pemerataan
pelayanan kesehatan serta perilaku hidup Kesehatan
bersih dan sehat masyarakat
EKONOMI DAERAH DAN
KERANGKA PENDANAAN
PDRB KABUPATEN BANJARNEGARA TH 2015
KATEGORI HB (Dalam Jutaan HK (Dalam Jutaan
NO LAPANGAN USAHA
SEKTOR Rupiah) Rupiah)
Pertanian, Kehutanan, dan
A Primer 5.277.602,61 32,99 3.760.992,41 30,67
Perikanan
B Pertambangan dan Penggalian Primer 1.016.613,99 6,36 703.894,76 5,74
C Industri Pengolahan Sekunder 2.252.214,04 14,08 1.619.236,57 13,20
D Pengadaan Listrik dan Gas Sekunder 3.485,30 0,02 3.532,34 0,03
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
E Sekunder 6.519,23 0,04 5.982,50 0,05
Limbah dan Daur Ulang
F Konstruksi Sekunder 1.046.209,68 6,54 826.214,38 6,74
Perdagangan Besar dan Eceran;
G Tersier 2.296.077,98 14,35 1.988.600,53 16,22
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
H Transportasi dan Pergudangan Tersier 587.036,99 3,67 525.115,65 4,28
Penyediaan Akomodasi dan Makan
I Tersier 289.751,49 1,81 244.228,88 1,99
Minum
J Informasi dan Komunikasi Tersier 386.386,31 2,42 414.921,46 3,38
K Jasa Keuangan dan Asuransi Tersier 442.556,99 2,77 342.543,42 2,79
L Real Estate Tersier 244.125,39 1,53 216.422,44 1,76
M, N Jasa Perusahaan Tersier 58.532,28 0,37 47.264,41 0,39
Administrasi Pemerintahan,
O Pertahanan dan Jaminan Sosial Tersier 593.023,93 3,71 456.128,65 3,72
Wajib
P Jasa Pendidikan Tersier 966.723,02 6,04 675.462,44 5,51
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Tersier 198.491,67 1,24 150.404,50 1,23
R, S, T, U Jasa Lainnya Tersier 330.543,19 2,07 281.482,47 2,30
Produk Domestik Regional Bruto 15.995.894,09 100 12.262.427,81 100
Laju Pertumbuhan Ekonomi Berkembangnya sektor sekunder
Banjarnegara 5,48% (Prov 5,4%, dalam hal ini industri pengolahan
Nas 4,79%) membawa harapan baru akan
Pertanian-Perdagangan besar dan kekuatan fundamental ekonomi di
eceran serta Reparasi mobil dan Kabupaten Banjarnegara. Dengan
sepeda motor-industri tumbuhnya sektor ini diharapkan
merupakan 3 sektor dengan output dari sektor primer akan
kontribusi terbesar. semakin banyak diserap oleh
industri pengolahan sehingga
meningkatkan nilai tambah produk
sektor primer. Selain itu industri
pengolahan yang bersifat tradable
(bersifat padat karya) diharapkan
dapat meningkatkan penyerapan
tenaga kerja.
INFLASI

Laju inflasi tahun 2016 sebesar


2,87% (Prov 2,36% , Nas 3,02%)

Laju inflasi tahun 2016 dan 2015


memiliki pola yang hampir sama,
terutama pada kenaikan bulan
Maret, Juni, Juli dan November.

Pola tersebut menunjukan bahwa


kenaikan dan penurunan harga
sangat dipengaruhi oleh beberapa
faktor yaitu musim, kebijakan
pemerintah, dan tidak seimbangnya
antara permintaan dan penawaran
suatu barang
Tantangan yang bersumber dari dinamika global yang dapat menyebabkan
rentannya pemulihan ekonomi global;

Kemungkinan penerapan kebijakan administered price terutama harga-


harga energi (BBM bersubsidi, tarif tenaga listrik, dan LPG) dan kebijakan
tarif yang ditetapkan oleh daerah. Secara historis, laju inflasi di daerah
memiliki sensitivitas yang cukup tinggi terhadap adanya perubahan
administered prices. Kondisi ini memerlukan respons koordinasi yang lebih
baik di daerah untuk meminimalkan dampak lanjutan dari kemungkinan
diterapkannya kebijakan ini, terutama terkait dengan pengendalian tarif
angkutan dan jasa kemasyarakatan lainnya;

Masih kurang kuatnya daya saing daerah. Mengatasi hal ini, upaya untuk
mendorong kenaikan daya saing daerah perlu ditempuh bersama-sama oleh
para penentu kebijakan di daerah, terutama dalam hal peningkatan
kapasitas infrastruktur dan penciptaan iklim investasi;
Menyediakan infrastruktur yang cukup dan berkualitas. Hal ini merupakan
prasyarat agar dapat mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi dan
berkelanjutan. Ketersediaan infrastruktur yang tidak memadai akan menjadi
kendala bagi masuknya investasi;

Menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di daerah dengan


melakukan beberapa langkah-langkah perbaikan antara lain perbaikan
dibidang regulasi, pelayanan dan penyederhanaan birokrasi;

Masih kurang optimalnya koordinasi pembangunan antarsektor, sehingga


pelaksanaan pembangunan masih kurang selaras dan serasi.
ARAH KEBIJAKAN PENDAPATAN

Optimalisasi pendapatan dari sub sektor pajak bumi


bangunan, pajak hotel, restoran, dan tempat hiburan.
Upaya-upaya pemerintah daerah dalam mencapai target,
antara lain:
Intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah baik dari
sektor pajak daerah, retribusi daerah maupun penerimaan
daerah yang sah;
Menyempurnakan sistem dan mekanisme pemungutan pajak
dan retribusi daerah;
Meningkatkan kualitas SDM pemungut pajak dan retribusi;
Meningkatkan pengendalian dan pengawasan atas
pemungutan PAD; dan
Memperkuat peran BUMD dalam rangka peningkatan PAD.
PROYEKSI PENDAPATAN
No URAIAN 2016 2017 2018
APBDP APBD PROYEKSI
A PENDAPATAN 1.881.785.248.900 1.987.053.559.000 2.022.782.046.355

1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 194.124.474.100 171.919.606.000 184.813.576.450


A Pendapatan Pajak Daerah 39.217.500.000 42.287.500.000 49.899.250.000
B Hasil Retribusi Daerah 28.167.341.100 29.802.039.000 30.547.089.975
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang
C 27.359.570.000 10.017.080.000 10.017.080.000
Dipisahkan
D Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 99.379.963.000 89.812.987.000 94.979.884.998

2 DANA PERIMBANGAN 1.339.434.190.800 1.436.125.746.200 1.450.924.086.005


A Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 33.349.947.000 36.420.493.000 36.420.493.000
B Dana Alokasi Umum 976.642.965.000 1.029.693.497.000 1.035.241.542.900
C Dana Alokasi Khusus 370.011.756.200 370.011.756.200 379.262.050.105

3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 348.226.584.000 379.771.964.000 387.044.383.900


A Pendapatan Hibah 2.337.225.000 - -
Dana Bagi Hasil Pajak Dari Provinsi dan
B 80.580.056.000 71.579.526.000 71.579.526.000
Pemerintah Daerah Lainnya
C Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 5.000.000.000 53.721.498.000 29.546.823.900
Bantuan Keuangan Dari Provinsi atau
D 92.425.000.000 40.000.000.000 50.000.000.000
Pemerintah Daerah Lainnya
E Dana Desa 167.884.303.000 214.470.940.000 235.918.034.000
ARAH KEBIJAKAN BELANJA

Kebijakan pengalokasian belanja langsung


Mempertimbangkan kegiatan-kegiatan rutin SKPD
sebagai belanja operasional
Kegiatan-kegiatan yang mempunyai ketentuan
peraturan perundang-undangan yang harus
dilaksanakan.
Memenuhi kegiatan-kegiatan yang memiliki peran
strategis didalam mendukung capaian program yang
menjadi visi misi Bupati Banjarnegara yang telah
diselaraskan dengan program Nasional Nawacita
maupun 6 (enam) prioritas pembangunan Provinsi
Jawa Tengah yang menjadi program unggulan
PROYEKSI BELANJA
No URAIAN 2016 2017 2018
APBDP APBD PROYEKSI
B BELANJA 2.252.497.097.900 2.109.926.425.000 2.015.282.046.355

BELANJA TIDAK
1 1.304.256.400.850 1.360.181.005.000 1.423.450.557.988
LANGSUNG
A Belanja Pegawai 957.370.494.850 979.737.440.000 1.038.521.686.400
B Belanja Bunga - - -
C Belanja Subsidi - - -
D Belanja Hibah 50.330.629.000 31.275.563.000 20.000.000.000
E Belanja Bantuan Sosial 17.009.000.000 19.456.000.000 10.000.000.000
F Belanja Bagi Hasil 5.101.124.000 5.205.375.000 6.844.633.998
Belanja Bantuan
G 270.883.386.000 318.444.860.000 343.084.237.590
Keuangan
H Belanja Tidak Terduga 2.500.000.000 5.000.000.000 5.000.000.000

2 BELANJA LANGSUNG 948.240.697.050 749.745.420.000 591.831.488.368


Belanja Pegawai, Belanja
A Barang dan Jasa, Belanja 948.240.697.050 749.745.420.000 591.831.488.368
Modal
PROYEKSI PEMBIAYAAN
No URAIAN 2016 2017 2018
APBDP APBD PROYEKSI
C PEMBIAYAAN DAERAH NETTO 370.711.849.000 122.872.866.000 (7.500.000.000)

1 PENERIMAAN PEMBIAYAAN 394.324.349.000 135.499.471.000 -


Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun
A 394.324.349.000 135.499.471.000 -
Sebelumnya
B Pencairan Dana Cadangan - - -
C Penerimaan Pinjaman Daerah - - -

D Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman - - -

E Penerimaan Piutang Daerah - - -

F Penerimaan Kembali Dana Investasi Daerah - - -

2 PENGELUARAN PEMBIAYAAN 23.612.500.000 12.626.605.000 7.500.000.000

A Pembentukan Dana Cadangan - - -


Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah
B 23.612.500.000 12.626.605.000 7.500.000.000
Daerah
C Pembayaran Pokok Utang - - -
D Pemberian Pinjaman Daerah - - -
PRIORITAS DAN
SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH
Tema RKP 2018
Memacu Investasi dan Memantapkan Pembangunan Infrastruktur Untuk Percepatan
Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas

Prioritas Nasional
I. PENDIDIKAN IV. PENGEMBANGAN VI. KETAHANAN PANGAN IX. PEMBANGUNAN
1. Pendidikan Vokasi DUNIA USAHA DAN 15. Peningkatan Produksi WILAYAH
PARIWISATA pangan 22. Pembangunan Wilayah
2. Peningkatan Perbatasan dan Daerah
8. Pengembangan 3 16. Pembangunan sarana
kualitas guru Tertinggal
Kawasan Pariwisata dan prasarana pertanian
II. KESEHATAN (dari 10) (termasuk irigasi) 23. Pembangunan Perdesaan
3. Peningkatan 9. Pengembangan 5 24. Reforma Agraria
VII. PENANGGULANGAN
Kesehatan Ibu dan Kawasan Ekonomi 25. Pencegahan dan
KEMISKINAN
Anak Khusus (KEK) (dari 10) Penanggulangan Bencana
17. Jaminan dan Bantuan (a.l Kebakaran Hutan)
4. Pencegahan dan 10. Pengembangan 3 Sosial Tepat Sasaran
Kawasan Industri (KI) 26. Percepatan Pembangunan
Penanggulangan 18. Pemenuhan Kebutuhan
(dari 14) Papua
Penyakit Dasar
5. Preventif dan 11. Perbaikan Iklim 19. Perluasan Akses Usaha 10. POLITIK, HUKUM,
Promotif (Gerakan Investasi dan Penciptaan Mikro, Kecil, dan PERTAHANAN &
Masyarakat Hidup Lapangan Kerja Koperasi KEAMANAN
Sehat) 12. Peningkatan Ekspor 27. Penguatan Pertahanan
VIII.INFRASTRUKTUR,
Barang dan Jasa Bernilai
III. PERUMAHAN DAN KONEKTIVITAS, DAN 28. Kepastian Hukum
Tambah Tinggi
PERMUKIMAN KEMARITIMAN
V. KETAHANAN ENERGI 29. Stabilitas Politik dan
6. Penyediaan 20. Pengembangan Sarana
Keamanan
Perumahan Layak 13. EBT dan Konservasi dan Prasarana
Energi Transportasi (darat, laut, 30. Reformasi Birokrasi
7. Air Bersih dan udara, dan inter-moda)
Sanitasi 14. Pemenuhan Kebutuhan
Energi 21. Pengembangan
Telekomunikasi dan
Informatika
Tema RKPD Provinsi Jawa Tengah 2018
Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Yang Berkeadilan dan Berdikari

Prioritas Provinsi

Penguatan daya saing ekonomi daerah yang berbasis pada potensi unggulan daerah
yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan.
Penguatan percepatan penanggulangan kemiskinan melalui upaya pengurangan beban
pengeluaran, peningkatan pendapatan, dan pemberdayaan ekonomi mikro dan kecil
untuk masyarakat miskin.

Penguatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia diberbagai bidang dan
cakupan layanan sosial dasar.
Penguatan ketahanan pangan dan energi yang didukung pembangunan pertanian
dalam arti luas serta pengembangan dan pemanfaatan energi secara berkelanjutan.

Pemanfaatan pembangunan infrastruktur dengan memperhatikan keberlanjutan


sumberdaya alam dan lingkungan serta pengurangan resiko bencana.
Pemantapan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik.
Tema RKPD
Kabupaten Banjarnegara 2018
Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Untuk Mewujudkan
Masyarakat Kabupaten Banjarnegara Yang Sejahtera dan Berdikari
6 (enam) Prioritas RKPD 2018:
Pengembangan dunia usaha dan pariwisata, serta
Penguatan infrastruktur, dengan fokus pada: pemantapan ketahanan pangan, dengan fokus pada:
Peningkatan kualitas jalan, Perbaikan iklim investasi untuk mendorong
terciptanya lapangan kerja,
Peningkatan kualitas jembatan, Revisi RTRW yang dapat menjawab
Peningkatan kualitas jaringan irigasi, dan permasalahan yang berkembang,
Penguatan kelompok sadar wisata,
Peningkatan sarana prasarana dasar.
Peningkatan sarana dan prasarana pariwisata
Penanggulangan kemiskinan, dengan fokus serta pendukungnya,
pada: Peningkatan produksi pangan,
Penguatan Program Keluarga Harapan, Penguatan program penganekaragaman
pangan, dan
Penyediaan rumah layak huni, Peningkatan pemanfaatan pekarangan.
Penguatan program penciptaan lapangan Pendidikan, dengan fokus pada:
kerja, dan Perluasan cakupan infrastruktur pendidikan
terutama pada jenjang sekolah menengah
Perluasan akses usaha kecil menengah pertama,
dan koperasi. Peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan
Pemantapan Reformasi Birokrasi, dengan fokus Menekan angka putus sekolah.
pada: Kesehatan, dengan fokus pada:
Peningkatan kesehatan ibu dan anak,
Peningkatan tata kelola birokrasi, dan Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan,
Penguatan progam pencegahan korupsi. Perluasan cakupan Program Pusat Pembinaan
Terpadu, dan
Penguatan promosi kesehatan.
Sasaran Pembangunan Tahun 2018
NASIONAL PROVINSI KABUPATEN
Pertumbuhan Ekonomi 5,94% 5,9 6,2% 4,75 5,25%
Tingkat Kemiskinan 12,10% 10,40 9,93% 17,5 - 18%
Tingkat Pengangguran Terbuka 4,9% 4,13% 4 1%
Laju Inflasi - 4,5 1% 4 1%
PDRB Per Kapita - Rp. 27,13 juta Rp. 19 s.d. 21
juta *)
Nilai Tukar Petani - 103,27 102 s.d. 105

*) 2015 PDRB per Kapita Rp. 17,74 juta


TAHAPAN YANG TELAH DILAKUKAN
Musrenbang Kecamatan
Jumlah Usulan = 1.159 Titik
Besaran dana dari seluruh usulan = Rp. 583.330.084.000,-

Forum OPD
Usulan diakomodir = 541Titik

Usulan Renja OPD = Rp. 952.608.534.200,-


(APBD, APBD Provinsi, APBN)
Ketersediaan dana Belanja Langsung
= Rp. 591.831.488.368,-
(dengan asumsi perencanaan SILPA Rp. 0,-)
TERIMA
KASIH