Anda di halaman 1dari 40

KARBOHIDRAT

Aja Syarifah
Nusyur,S.Farm., Apt
Karbohidrat
Karbohidrat adalah senyawa aldehid/keton/alkohol yg
mngandung H&O yg sama di dlm air, dengan rumus
perbandingan (CH2O)n
Atau disebut polihidroksi aldehide atau polihidroksi keton
yang mengandung karbon, hidrogen, dan oksigen.
Karbohidrat merupakan produk utama dari fotosintesis
Rumus empiris dari karbohidrat adalah C6H12O6
Dibidang farmasi, karbohidrat banyak digunakan antara lain
sebagai sirup, bahan pensuspensi, kultur media bakteri,
dan bahan penolong pembuatan tablet. Itulah sebabnya
karbohidrat dibicarakan dalam farmakognosi
Pembagian Karbohidrat

Berdasarkan hasil uraian :

Monosakarida : tidak dapat dihidrolisis lagi


Disakarida : hidrolisis menghasilkan 2

molekul monosakarida
Polisakarida : hidrolisis menghasilkan lebih
dari 2 molekul monosakarida

Berdasarkan gugus fungsi

Aldosa : mengandung gugus aldehid


Ketosa : mengandung gugus keton
a.
Pembagian lain
Gula
Monosakarida
Pentosa (arabinosa, fukosa, rhamnosa, ribosa, ksilosa)
Heksosa (fruktosa, galaktosa, glukosa dan manosa)
Disakarida
Pereduksi (gentiobiosa, laktosa, maltosa)
Bukan pereduksi (sukrosa)

b.
Trisakarida : bukan pereduksi (rafinosa)
Polisakarida
Pentosan (araban, ksilan)
Heksosan

c.
Glukosan (selulosa, dekstran, glikogen, amilum), fruktosan
(inulin, tritisin), monosan, galaktosan)
Turunan karbohidrat
Gum
Musilago
pektin
Identifikasi Karbohidrat
Uji umum adalah uji Molisch. Bila larutan karbohidrat
diberi beberapa tetes larutan alfa-naftol, kemudian
H2SO4 pekat secukupnya sehingga terbentuk 2 lapisan
cairan, pada bidang batas kedua lapisan itu terbentuk
cincin ungu.

Gula pereduksi yaitu monosakarida dan disakarida


kecuali sukrosa dg pereaksi Fehling atau Bennedict,
menghasilkan endapan merah bata (Cu2O). Selain
pereaksi Benedict dan Fehling, gula pereduksi juga
bereaksi positif dg pereaksi Tollens.

Reaksi Seliwanoff (khusus menunjukkan adanya


fruktosa). Bila fruktosa diberi pereaksi seliwanoff dan
dipanaskan dlm air mendidih selama 10 menit akan
terjadi perubahan warna menjadi lebih tua.
MONOSAKARIDA (C6H12O6)

Merupakan karbohidrat dalam bentuk gula


sederhana
Monosakarida berasa manis, larut air, dan
bersifat kristalin.
Monosakarida digolongkan berdasarkan jumlah
atom karbon yang dikandungnya (triosa,
tetrosa, pentosa, heksosa, dan heptosa) dan
gugus aktifnya, bisa berupa aldehida atau
keton.
Bila bergabung, menjadi aldoheksosa dan
ketotriosa.
Tiap atom karbon yang mengikat gugus hidroksil (kecuali
pada kedua ujungnya) bersifat optik aktif, sehingga
menghasilkan beberapa karbohidrat yang berlainan
meskipun struktur dasarnya sama.
Contoh, galaktosa adalah aldoheksosa, namun
memiliki sifat yang berbeda dari glukosa karena
atom-atomnya disusun berlainan


Contoh lainnya:

triosa: gliseraldehida dan dihidroksiaseton

tetrosa: eritrosa
Pentosa : arabinosa, fukosa, rhamnosa, ribosa,

ksilosa
Heksosa : fruktosa, galaktosa, glukosa dan
manosa
Sifat-sifat monosakarida
semua monosakarida berupa zat padat putih, mudah
larut dalam air.
larutannya bersifat optis aktif.
larutan monosakarida yg baru dibuat mengalami
perubahan sudut putaran disebut mutarotasi.
cth : larutan alfaglukosa yang baru dibuat
mempunyai putaran jenis + 113` akhirnya tetap pada
+ 52,7`.
semua monosakarida merupakan reduktor sehingga
disebut gula pereduksi.
Dekstrosa (C6H12O6.H2O)
Dekstrosa (D-glukosa atau glukosa) adalah gula yang
biasanya diperoleh dari hidrolisis amilum
menggunakan asam encer
Sumber : buah anggur (20-30%), buah juniperi (4%), ceri,
stoberi, blueberi, dll
Sifat : kristal monohidrat, larut dalam air, rasa manis
(lebih rendah 25% dari sukrosa)
Kegunaan :
sumber energi bagi tubuh
Digunakan dalam larutan antikoagulan untuk
menyimpan darah
Pemakaian oral
Enema
Injeksi subkutan dan intravena
Pengganti laktosa
Fruktosa
Adalah gula keton yang berbentuk kristal tidak berwarna
atau sebuk putih tidak berbau dan berasa manis
Dapat dioksidasi menjadi asam
Sumber : Dalam buah yang berasa manis (Fruit sugar)
dan madu
Sifat : fruktosa diabsorbsi oleh lambung tanpa dicerna,
fruktosa lebih manis daripada sukrosa (173:100)
Kegunaan :
Pelengkap nutrisi secara parenteral dan oral
Dapat digunakan pada keadaan darurat penderita
dibetes
Mencegah pecahnya es krim, agar tekstur tetap halus
Ksilosa (Xylose )
Merupakan suatu pentosa yang diperoleh
dengan cara mendidihkan bonggol jagung
(Zea mays) , jerami, dan bahan yang serupa
dengan asam encer untuk menghidrolisis
ksilan
Sifat : rasa manis, diserap secara normal di
usus halus, dapat dimetabolisme oleh enzim
mamalia
Kegunaan : sarana diagnostik bagi fungsi-fungsi
fisiologis dari gastro intestinal
Arabinosa
Diperoleh dengan cara menguraikan senyawa
lain
Sumber : gum dari tanaman acasia, mesquite,
cherry gum dengan cara dididihkan dengan
asam sulfat encer
Sifat : larut dalam air (1:1), etanol (1:950), jarak
lebur 157o-160oC
Kegunaan : pereaksi fermentasi pada kultur
media preparat mikrobiologi
Ramnosa (C6H12O5)

Merupakan suatu metilpentosa


Sumber : tanaman Rhus toxicodendron dan
dalam bagian gula berbagai gliosid steroid
Sifat : kristal, rasa manis, titik lebur 82o-92oC,
mudah larut dalam air, menyublim pada suhu
105oC
Kegunaan : pereaksi fermentasi pada kultur
media bakteri
DISAKARIDA
Disakarida yang penting untuk farmasi adalah
sukrosa (gula pasir), laktosa (gula susu),
dan gentiobiosa.
SUKROSA (C12H22O11)
Sifat :
Sukrosa adalah disakarida yang tidak mereduksi
Sukrosa merupakan satu2nya disakarida yang melimpah dalam
tanaman
Tidak membentuk osazon
Tidak terdapat dalam bentuk anomer
Di dalamlarutan tidak menunjukkan mutarotasi
Bila dihidrolisis dengan asam encer akan menghasilkan D (+)
glukosa dan D(-) fruktosa dalam jumlah yang sama

Tidak memiliki gugus aldehid atau keton bebas


Kristal berbentuk kubus, tidak berwarna, tidak berbau, rasa manis,
stabil di udara, bereaksi netral terhadap lakmus, mudah larut
dalam air, tapi sukar larut dalam alkohol

Sumber :
Batang tanaman Saccharum officinarum, Beta vulgaris, Acer
saccharum (maple), berbagai pohon palem
Negara penghasil : Tebu (Kuba, Puerto rico, Lousiana, Filipina,
Hawai, India, Indonesia), beet (Jerman, Austria, Rusia, Perancis,
Kegunaan :
Menutupi rasa obat
Bahan pengawet (kadar > 60%)
Menambah kelarutan beberapa senyawa
yang sukar larut dalam air
Bahan penyalut tablet
Bahan pembantu pembuatan granulasi
Nb : tidak boleh dikonsumsi oleh penderita
diabetes

Sediaan farmasi :
Syrup complex, syrup USP.BP.NF
Madu
Adalah penggetahan gula sakarida yang dikumpulkan dalam
indung madu oleh Lebah madu (Apis mellifera)
Sumber :
Lebah madu (Apis mellifera) menghisap madu dari nektar
bunga, air madu ini sebagian besar terdiri dari sukrosa
Panen dilakukan dengan cara sentrifuga (pemusingan) indung
madu clarifield honey (madu bening)
Sifat :
Cairan kental seperti sirup, berwarna coklat kuning-coklat
merah
Pada waktu segar warna madu bening, setelah lama jadi keruh
karena adanya pebentukan kristal dekstrosa
Bau khas, rasa manis
Mikroskopi : tampak butir2 serbuk sari
Konstituen : dekstrosa = fruktosa
Kegunaan :
Bahan pembantu, demulsen, bahan pembawa
Sediaan farmasi :
Laktosa (C12H22O11)
Laktosa disebut juga gula susu
Sumber :
Dari susu lembu dari Bows taurus, gula ini
dikristalkan dari air dadih (Whey) yang diperoleh
dari hasil samping pembuatan keju dilarutkan
dalam air dihilangkan warnanya 9karbo
adsorben) kristalkan kembali
Sifat :
Tidak berbau, rasa agak manis, stabil di udara tapi
mudah menyerap bau
Larut dalam air, sedikit larut dalam etanol, dan
tidak larut dalam kloroform
Merupakan gula pereduksi
Dapat membentuk kristal osazon
Bila ditambah asam sulfat,laktosa akan terurai
Kegunaan :
Bahan pengencer tablet
Pengencer obat keras
Digunakan sebagai bahan makanan bayi
Bahan dalam kultur media
POLISAKARIDA
Sering disebut senyawa bukan gula karena
rasanya tidak manis
Tersusun dari ratusan hingga ribuan
monosakarida, yang dihubungkan oleh ikatan
glikosidik dan dapat dipecah dengan cara
hidrolisis
Polisakarida digolongkan
Pentosan (C5H8O4)n : merupakan bentuk polimer atau
rantai panjang dari molekul pentosa, dua macam
pentosan adalah araban dan ksilan
Heksosan (C6H10O5)n : merupakan bentuk polimer atau
rantai panjang dari molekul heksosa, berdasarkan
hasil hidrolisis heksosan dibedakan menjadi :
glukosan (selulosa, dekstran, amilum), manosan,
fruktosan (inulin, tritisin), dan galaktosan
Amilum
Tersimpan dalam daun dalam jumlah yang besar,
sebagai wujud hasil penyimpanan sementara dari
fotosintesis

Terdiri dari amilosa (-amilosa) dan amilopektin (-


amilosa)

Amilosa merupakan rantai lurus dari 250-300 satuan


D glukosa yang terjalin dengan ikatan glikosidik
-1,4 akan memberikan warna biru dengan
penambahan yodium

Amilopektin terdiri dari 1000 satuan D glukosa yang


sebagian besar terikat dengan ikatan glikosidik -
1,4 dan sebagian lagi merupakan percabangan
dengan ikatan -1,6. Dengan pereaksi yodium
memberikan warna ungu
Sumber :
Tersimpan sebagai bahan makanan cadangan bagi tanaman,
yaitu di dalam : biji, buah, kulit batang, akar tanaman, umbi, dll
Berikut beberapa tanaman penghasil amilum :
Amilum jagung (amilum maydis) buah Zea mays
Amilum kentang (amilum solani) umbi Solanum tuberosum
Amilum beras (amilum orizae) biji Oryza sativa
Amilum gandum (amilum tritici) umbi Triticum aestivum
Amilum singkong (amilum manihot) umbi Manihot esculenta
Sifat :
Berbentuk granul atau butir2 kecil dengan lapisan yang
karakteristik
Tidak larut dalam air dingin tapi dengan pemanasan (80oC)
akan terbentuk pasta
Terdiri dari 20% bagian larut air (amilosa) dan 80% tidak larut
air (amilopektin)
Ikatan glikosidik pada amilum dapat dipecah oleh enzim alfa
amilase (enzim pada pankreas dan ludah)
Kegunaan :
Sebagai bahan pengisi, pengikat, dan bahan
penghancur dalam pembuatan sediaan farmasi
Antidotum untuk keracunan iodium
Amilum gliserin sebagai emolien dan basis supositoria
Pelengkap nutrien, demulsen, absorben, protektif

Sediaan farmasi
Amilum dipasaran Volex
Inulin
Merupakan polimer D-Frukto-Furanosa dengan
residu-residu yang berhubungan satu sama
lain secara lurus oleh ikatan -2,1

Diperoleh dari organ bawah tanaman famili


Compositae, terutama banyak dalam
Taraxacum, Inula, Lappa, Echinacea,
Triticum, dan Chicory
Sumber :
Tanaman Taraxatum officinale (dandalion)
Inula balenium, Arctium lappa, Echinacea angustifolia, Triticum
aesticum, Chycorium intibus

Sifat
Terdapat dalam cairan sel
Berbentuk kristal, setelah bagian tanaman direndam selama
beberapa malam dalam etanol

Kegunaan
Kultur media sebagai bahan untuk identifikasi bagi bakteri
tertentu
Menurunkan gula darah pada penderita diabetes
Imuno modulator
Menurunkan kolesterol
Stimulansia pencernaan
Bahan probiotik
Diuretik dan tonikum

Sediaan farmasi
Glycerinated Gentian Elixir
Dekstran
Merupakan poliglukan yang terhubung secara alfa 1,6 yang
terbentuk dari sukrosa karena bekerjanya sitem enzim
transgukosinase
Dekstran yang digunakan dalam farmasi adalah yang
berukuran BM 40.000, 70.000, dan 75.000
Sumber :
Leuconostoc mesenteroides dan Leuconostoc
dextranicum
Sifat :
Serbuk berwarna putih dapat larut dalam air
Dapat tinggal dalam sirkulasi darah lebih lama
Memiliki tekanan osmosis dan kekentalan yang sama
dengan plasma
Kegunaan :
Pengencer darah
Dekstran 10% pengobatan pada shock
Sediaan Farmasi
Selulosa
Merupakan komponen utama dinding sel
tanaman
Umumnya diperoleh dari serat rami dan rambut
biji kapas (Gossypium)
Derivat selulosa :
Metil selulosa : mengandung 27,5-31,5% gugus
metoksi, digunakan sebagai laksatif dan pengurus
badan
etil selulosa : mengandung 44-51% gugus etoksi,
digunakan dalam produksi tablet
Karboksi metilselulosa (CMC) : suatu bentuk eter
polikarboksi metil dari selulosa, sifatnya asam,
digunakan pada pemisahan protein
Gom dan Musilago
Merupakan senyawa-senyawa yang memiliki
kandungan hampir sama,yaitu bila dihidrolisis
akan mengahasilkan campuran gula (rabinosa
galaktosa, glukosa, manosa, ksilosa) dan
asam uronat
Gom dihasilkan bila tanaman dilukai atau
terjadinya kondisi tertentu (kekeringan,
dinding sel rusak, dll)
Musilago merupakan produk metabolisme sel
normal tanaman tertentu
Gom mudah larut dalam air, musilago tidak
larut tetapi membentuk massa yang berlendir
Sumber-sumber penghasil gom komersial :
Eksudat pohon atau semak-semak : akasia, karaya,
tragakan
Gom laut : agar, algin, karaginan
Gom biji : guar, locust bean, psyllium
Sari tanaman : pektin
Turunan selulosa dan amilum : amilum hidroksi etil,
CMC, etil selulosa, hidroksipropil metil selulosa,
selulosa teroksidasi
Gom mikroba : dekstran, ksantan
Tragakan
Merupakan eksudat tanaman yang didapat
apabila melukai batang atau cabang
Astragalus gummifer dan eksudat ini akan
mengeras apabila terkena udara
Penghasil : negara di Asia Barat (Syria, irak,
iran), dan negara eks uni soviet
Sering disebut gom syria
Kandungan : bagian larut air
(tragacantin/demetoksi basorin 30%), dan
bagian tak larut air (basorin 60-70%)
Kegunaan : suspending agent, bahan pengikat,
demulsen, emolien, dll
Gom Akasia (Gom Arab)
Gom kering yang diperoleh dari batang dan ranting
Acasia senegal
Penghasil : negara di Afrika terutama Kordova
(Sudan), senegal dan Nigeria
Diperoleh dengan cara mengelupaskan kulit batang
hingga kambium, gom yang berbentuk tetesan
bila mengering akan membentukbulatan keruh
dengan permukaan tidak rata
Kandungan : arabin (garam kalsium, kalium, dan
magnesium dari asam arabat)
Asam arabat merupakan polisakarida rantai
bercabang yang terdiri dari D-galaktosa, L-
arabinosa, L-rhamnosa, dan D-asam glukoronat
Sifat : larut dalam air, larut dalam alkohol hingga
Gom Sterculia (Tragakan India, gom
Karaya)
Diperoleh dari tanaman : Sterculia urens
Banyak terdapat di India
Bila telah kering gom ini berbentuk eksudat
semi transparan, tak berwarna atau
kekuningan hingga kecoklatan, sedikit berbau
asam asetat
Kegunaan : laksansia dan pengganti targakan
Gom Ksantan
Diperoleh dari bakteri Xanthomonas
campestris, dengan cara mengisolasi dari
kultur fermentasi bakteri tersebut
Terdiri dari rantai glukosa yang terikat
glikosidik pada -1,4 dengan tambahan rantai
samping trisakarida (2 unit manosa dan asam
glukoronat)
Kegunaan : bahan pembantu pada sediaan
farmasi, industri kosmetik dan makanan
Agar
Diperoleh dari alga merah (Rhodophyta),
umumnya dari genus Gelidium dan Gracilaria,
golongan rumput laut yang tumbuh di laut
pasifik dan atlantik
Polisakaridanya terdiri atas 2 fraksi yaitu
agarose dan agaropektin
Kegunaan : bahan pengemulsi, bahan
penghancur, media bakteriologi, industri
makanan
Asam alginat (Natrii alginat/Algin)
Berasal dari alga coklat (Laminaria japonica,
Laminaria saccharina, Lessonia nigrescens,
Lessonia flavicans)
Terdiri dari asam D-manuronat dan asam D-
glukoronat
Sifat : Serbuk , tak berbau dan tak berasa,
berwarna putih kekuningan, tidak larut dalam
air dingin, dapat mengembang dan menyerap
air, sedikit larut dalam air panas
Kegunaan : stabilizer, pengembang, emulgator
pd industri makanan (es krim, coklat, susu,
permen)
Pektin
Merupakan bahan berbentuk jeli yang terdiri
atas rantai asam glukoronat
Terdapat pada : buah-buahan
Sifat : tidak larut air, dapat mengembang
karena menyerap air
Kegunaan : stabilizer, gelifier (industri
makanan), bahan dietary, antidiare
(mengkonjugasi toksin), meningkatkan
fisiologi saluran cerna
Biji Plantago
Sumber : biji masak Plantago psyllium, P.
Indica, P. ovata
Negara : perancis, pakistan
Hasil hidrolisis polisakarida : L-arabinosa, D-
galaktosa, asam D-galakturonat, L-rhamnosa,
D-xilosa
Bila diaduk kekentalan menurun
Kegunaan : katartika, pelumas pada sembelit
Guar Gom

Sumber : endosperm yang diserbuk dari biji


Cymopsis tetragonolobus
Penghasil : Texas
Akan mengalami hidrasi dalam air dingin dan
stabil dalam formulasi asam
Kegunaan : zat pengental, pengikat tablet,
disintegran, pengolahan makanan dan
industri kertas
Karagenan
Sumber : Chondrus crispus, Gigartina mamillosa
Penghasil : barat laut pantai perancis,
kepulauan inggris dan pantai Nova scotia
Sifat fisik mirip agar
Kegunaan : memberikan stabilitas pada emulsi
dan suspensi, demulsen, pencahar, formulasi
pasta gigi, industri makanan