Anda di halaman 1dari 47

LAPORAN KASUS

ULKUS DEKUBITUS

Indrawati Z. Malotes
N 111 15 035

PEMBIMBING KLINIK
dr. Roberthy David Maelissa, Sp.B, FINACS
PENDAHULUAN
Dekubitus berasal dari bahasa latin decumbere yang
berarti berbaring/ merebahkan diri yang didefenisikan
sebagai suatu luka akibat posisi penderita yang tidak
berubah dalam jangka waktu lama.

Luka akibat tekanan merupakan komplikasi yang paling


sering terjadi pada pasien usia lanjut dengan imobilisasi.
Factor resiko timbulnya ulkus decubitus adalah semua
jenis penyakit dan kondisi yang menyebabkan seseorang
terbatas aktivitasnya.
kerusakan jaringan setempat pada kulit
dan/atau jaringan dibawahnya akibat
DEFINISI tekanan, atau kombinasi antara tekanan
dengan pergeseran (Shear), pada bagian
tubuh (Tulang) yang menonjol.

ischemic ulcer, Pressure


NAMA Ulcer, Pressure sore, bed
LAIN sore, decubital ulcer
ETIOLOGI

Terbentuknya ulkus dekubitus dipengaruhi oleh banyak faktor,


tetapi tekanan yang menyebabkan iskemik adalah penyebab
utama.

Kuman yang sering dijumpai pada ulkus dekubitus adalah


Proteus mirabilis group D streptococci, Escheria coli,
Staphylococcus species, Pseudomonas species, dan
Corynebacterium
EPIDEMIOLOGI

Sebanyak 70% ulkus dekubitus terjadi pada


pasien geriatri. Prevalensi meningkat dengan
bertambahnya umur, terutama umur 70-80 tahun.

Di Negara negara maju, prevalensi ulkus


dekubitus mencapai 11% yang terjadi dalam dua
minggu pertama perawatan
FAKTOR RESIKO

semua faktor yang yang berasal


dari kelainan pada pasien itu
Intrinsik sendiri ( faktor resiko primer
dan sekunder).

Kebersihan tempat tidur

Ekstrinsik Peralatan medis yang menyebabkan


penderita terinfeksi pada sikap tertentu
Perubahan posisi kurang
STADIUM ULKUS DEKUBITUS
Tipe Ulkus Dekubitus
Berdasarkan waktu yang diperlukan untuk penyembuhan dan perbedaan
temperatur ulkus dekubitus dengan kulit sekitarnya,

Tipe normal
Beda temperatur 2,5 C antara daerah ulkus dengan kulit sekitar akan
sembuh sekitar 6 minggu selama perawatan. Ulkus ini terjadi karena iskemia
jaringan setempat akibat tekanan namun pembuluh dan aliran darah masih
baik.
Tipe arteriosklerotik
Beda temperatur < 1 C antara daerah ulkus dengan kulit sekitar.Ulkus
decubitus terjadi karena tekanan dan arteriosklerotik pada pembuluh darah,
penyembuhan terjadi dalam 16 minggu.
Tipe terminal
Susah untuk sembuh
PENANGANAN

1. NonMedikamentosa

2. Medikamentosa
Pencegahan
Perawatan Kulit
Perubahan Posisi tubuh
Alas tempat tidur
Nutrisi dan hidrasi
Kasur Dekubitus
KOMPLIKASI

1. Infeksi, sering bersifat multibakterial baik yang


aerobic ataupun aneorobik
2. Keterlibatan jaringan tulang dan sendi
3. Septicemia
4. Anemia
5. Kematian dengan angka mortalitas mencapai
48%.7
LAPORAN KASUS
IDENTITAS
Nama : Tn. Estefanus
Umur : 79 tahun
Tanggal masuk : 07/08/2016
JK : Laki-laki
Ruangan : Teratai
Alamat : Jl. Karaja Lemba
Rumah Sakit : Undata

ANAMNESIS
Keluhan utama :
Luka pada bagian atas bokong, lutut kiri, dan kelamin.
Anamnesis terpimpin :
Pasien baru masuk dengan keluhan adanya luka pada bagian atas
bokong, lutut kiri dan kelamin yang dialami sejak +1 bulan yang lalu. Luka
tersebut dengan ukuran bervariasi. Ukuran terbesar pada bagian bokong. Pada
bagian bokong luka berwarna kemerahan serta terasa nyeri. Selain itu pasien
juga mengeluh nafsu makannya menurun. dan susah BAB. Riwayat demam tidak
ada, mual dan muntah tidak ada. Buang air kecil biasa.
Menurut keluarga, pasien mempunyai riwayat jatuh saat di rumah
kurang lebih 2 bulan yang lalu. Akibat dari jatuh tersebut pasien menjadi sulit
untuk berjalan. Sehingga pasien dirawat di rumah sakit selama 1 minggu.
Setelahnya pasien pulang, pasien hanya berbaring dan terlentang ditempat tidur
selama kurang lebih 1 bulan. pasien jarang bergerak di tempat tidur dan selalu
terlentang.
Riwayat penyakit sebelumnya :
Riwayat Diabetes Melitus (-), Hipertensi
(-), alergi makanan dan obat-obatan (-)
Riwayat penyakit keluarga :
Tidak ada keluarga yang mempunyai
riwayat yang sama dengan pasien. Riwayat
Diabetes Melitus (-), Riwayat Penyakit
hipertensi (-).
PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalisata : Sakit sedang
Tanda Vital :
TD : 120/70 mmHg
Pernapasan : 22 x/menit
Nadi : 88 x/menit
Suhu : 36,9 0C
Kepala : Bentuk normocephali
Conjunctiva anemis - / -
Sclera ikterik - / -
Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-)
Pembesaran kelenjar tiroid (-)
Thorax
Paru-Paru
Inspeksi : simetris bilateral
Palpasi : vocal fremitus kanan = kiri
Perkusi : sonor (+) pada seluruh lapang paru
Auskultasi : Vesikuler (+/+), Rhonki (-/-), Wheezing
(-/-)

Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
Palpasi : Ictus cordis teraba pada SIC V midclavicula
sinistra
Perkusi : batas jantung normal
Auskultasi : Bunyi jantung I/II reguler (+), Gallop
(-),Murmur (-)
Abdomen
Inspeksi : kesan datar
Auskultasi : peristaltik (+), kesan normal
Perkusi : tympani (+) pada seluruh lapang
abdomen
Palpasi : Nyeri tekan (-) Hepatomegali (-),
Splenomegali (-)

Ekstremitas
Superior : akral hangat (+/+), edema (-/-)
Inferior : akral hangat (+/+), edema (-/-)
Regio Sacrum
Inspeksi :
Tampak luka terbuka
berukuran 12 x 9 cm,
eritema (+) dengan
pinggir kehitaman ,
dasar otot, pus (-),
jaringan nekrotik (-).

Palpasi :
nyeri tekan (+),
fluktuatif (-)
REGIO GENU SINISTRA

Inspeksi :
Tampak luka berukuran
5x3 cm, eritema (+),
jaringan nekrotik (-),pus (-
).

Palpasi :
nyeri tekan (+), fluktuatif (-
)
REGIO GLANS PENIS
Inspeksi :
Tampak luka
berukuran
0,5x0,5cm, eritema
(+), eksudat (+)

Palpasi :
nyeri tekan (+).
RESUME
Pasien laki-laki umur 79 tahun masuk
dengan keluhan adanya ulkus pada regio
sacrum, regio genu sinistra, dan regio glans
penis yang dialami sejak +1 bulan yang lalu.
Luka tersebut dengan ukuran bervariasi.
Ukuran terbesar pada region sacrum. Pasien
merasakan nyeri pada daerah luka tersebut.
Selain itu pasien juga mengeluh nafsu
makannya menurun. dan susah BAB. Riwayat
demam tidak ada, mual dan muntah tidak ada.
Buang air kecil biasa.
Pemeriksaan fisik ditemukan TD: 120/70 mmHg, S: 36,90C, R:
22x/menit, N: 88 x/menit.

Status Lokalis :
Regio sacrum
Inspeksi : Tampak luka terbuka berukuran 12 x 9 cm, eritema
(+) dengan pinggir kehitaman , dasar otot, pus (-), jaringan
nekrotik (-).
Palpasi : nyeri tekan (+), fluktuatif (-)
Regio Genu sinistra :
Inspeksi : Tampak luka berukuran 5x3 cm, eritema (+),
jaringan nekrotik (-),pus (-).
Palpasi : nyeri tekan (+), fluktuatif (-)
Regio glans penis :
Inspeksi : Tampak eritema pada regio glans penis, eksudat (+)
Palpasi : nyeri tekan (+)
DIAGNOSA AWAL
Ulkus Dekubitus Grade III Regio Sacrum
Ulkus Dekubitus Grade II Regio Genu
Sinistra
PEMERIKSAAN PENUNJANG
WBC 6,6 x 103/uL
RBC 3,38 x 106/uL
HGB 9,1 g/dL
HCT 27,7 %
PLT 252 x 103/uL

GDS 122 mg/dL


CREATININ 1,03 mg/dl
UREA 30,3 mg/dl
HbsAg Nonreaktif
DIAGNOSIS AKHIR
Ulkus Dekubitus Grade III Regio Sacrum
Ulkus Dekubitus Grade II Regio Genu
Sinistra
PENATALAKSANAAN
Non-medikamentosa
Mobilisasi
kasur dekubitus
Perawatan luka
Diet tinggi protein, kalori, vitamin, dan
mineral
Medikamentosa
IVFD RL 20 tpm
Inj. cefotaxim 1 gr/12jam/IV
Inj. ketorolac 30 mg/8jam/ IV
Inj. Ranitidin/12 jam IV
PROGNOSIS
Quo ad vitam : Dubia ad bonam
Quo ad sanationam : Dubia ad bonam
Quo ad fungtionam : Dubia ad bonam
PEMBAHASAN
Pada kasus ini pasien laki-laki berumur 79 tahun masuk dengan
keluhan adanya luka pada bagian atas bokong, kaki dan kelamin yang dialami
sejak +1 bulan yang lalu. Luka tersebut dengan ukuran bervariasi. Ukuran
terbesar pada bagian bokong. Pada bagian bokong luka berwarna
kemerahan, adanya nanah, serta terasa nyeri. Selain itu pasien juga mengeluh
nafsu makannya menurun. dan tidak buang air besar selama 1 minggu.
Riwayat demam tidak ada, mual dan muntah tidak ada. Buang air kecil biasa.
Berdasarkan pada anamnesis, dan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan
penunjang pasien ini di diagnosis dengan ulkus decubitus.

Ulkus Decubitus adalah kerusakan kulit dan jaringan dibawahnya


sebagai akibat penekanan yang lama sehingga pembuluh darah terjepit dan
jaringan yang berada disekitar daerah tersebut tidak memperoleh suplai
darah, makanan, dan oksigen sehingga berakibat jaringan tersebut
mengalami kematian.
Pemeriksaan untuk menilai terjadinya
resiko ulkus dekubitus dengan
menggunakan skala Norton yang sudah
berkembang sejak tahun 1961. Nilai
semakin rendah pada skala Norton berarti
resiko ulkus decubitus semakin tinggi.
Berdasarkan pada skala Norton untuk menilai factor resiko terjadinya
ulkus decubitus pasien ini memilki skor 14. Hal ini menandakan bahwa
pasien memiliki risiko rentan untuk terjadinya ulkus decubitus.
Penanganan yang dilakukan pada pasien ulkus dekubitus terdiri
menjadi dua, yaitu operatif dan non-operatif. Cara operatif yang dilakukan
adalah dengan intervensi bedah, sedangkan cara non operatif adalah dengan
melakukan perawatan luka. Pada pasien ini di lakukan penanganan non-
operatif berupa pemberian terapi, perawatan luka.

Perawatan luka diberikan sesuai dengan derajat ulkus dekubitus. Pada


derajat 1 dan 2 biasanya diberikan salap dekubal dan/atau kompres NaCl. Pada
derajat 3 dan 4 diperlukan intervensi bedah, seperti skin graft dan skin flap.
Selain itu, juga diberikan pengetahuan kepada keluarga pasien tentang
penggunaan kasur dekubitus untuk mengurangi gaya gesekan dan gaya tekanan
antara tubuh pasien dengan permukaan tempat tidur.
DAFTAR PUSTAKA
Cahyopeotro, et all. 2012, Identifikasi pola kuman dan tes resistensi antibiotic pada
penderita ulkus decubitus di RS Wahidin Sudirohusodo , Bagian Ilmu Bedah Fakultas
Kedokteran, Universitas Hasanuddin.
Setia, 2016 , Ulkus Dekubitus Pada usia lanjut Fokus Pada Pencegahan dan tatalaksana,
Universitas Syiah Kuala/ RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
Sudoyo, 2009, Buku Ajar Penyakit Dalam, Jilid 1 Edisi V, InternaPublishing.
Houwing, 2007, Pressure ulcer or Decubitus clinical and etiological aspects.
De jong, Sjamsuhidajat, 2010, Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 3, Penerbit Buku Kedokteran,
EGC , Jakarta.
Ditya, 2016, Hubungan Mobilisasi Dini dengan proses luka pada pasien pasca laparatomi di
Bangsal Nedah Pria dan wanita RSUP DR. M Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas
Mutia , 2015, Profil Penderita Ulkus Dekubitus yang menjalani Tirah baring Di Ruang Rawat
Inap RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Periode januari 2011-2013. JOM FK Volume 2 No.
2 Oktober 2015.
Rizka et all 2014, Imobilisasi pada Pasien Usia Lanjut: Pendekatan dan Pencegahan , FKUI
RSCM
Yamamoto, 2003, Home Medical Care and Treatment of Decubitus (Bedsores) JMAJ 46(6):
263268, 2003
Awal L et all, 2014, Pressure Ulcer Stages among Bed-Ridden Patients in Ahmadu Bello
University Teaching Hospital (ABUTH), Zaria- Nigeria Faculty of Medicine, Ahamdu Bello
University, Zaria-Nigeria)
TERIMAKASIH