Anda di halaman 1dari 42

PEMERIKSAAN ERITROSIT :

JUMLAH, HEMATOKRIT, DAN LED


Dr. Hendro Kasmanto.,M.KM
Pokok Bahasan
Pemeriksaan Jumlah Eritrosit
Pemeriksaan Hematokrit
Pemeriksaan Laju Endap Daraha (LED)
PEMERIKSAAN JUMLAH ERITROSIT
Pemeriksaan Jumlah Eritrosit
Tujuan : mengetahui jumlah eritrosit
Metode :
Manual = Mikrovisual
METODE HAYEM
METODE FORMAL CITRAT
Automatis = Mesin
Metode Hayem
Prinsip :
mengencerkan darah 200x dgn larutan isotonis untuk memudahkan
menghitung eritrosit dan mencegah hemolisis
Larutan hayem melisiskan leukosit-trombosit;
hitung manual pada bilik hitung (Improved Neubauer);

Sampel :
darah kapiler atau vena
darah EDTA,
darah heparin,
darah amonium-kalium oksalat
Metode Hayem
Jenis Larutan:
Larutan Hayem : Natrium sulfat 2.5 g, Natrium
klorid 0.5 g, Merkuri klorid 0.25 g, aquadest 100
ml.
Pada keadaan hiperglobulinemia, larutan ini tidak
dapat dipergunakan precipitasi protein,
rouleaux, aglutinasi.
Larutan Gower : Natrium sulfat 12.5 g, Asam
asetat glasial 33.3 ml, aquadest 200 ml.
mencegah aglutinasi dan rouleaux.
Natrium klorida 0.85 %
Metode Hayem
Prinsip Kerja:
Pengisian pipet (pengenceran)
Skala 0,5 darah + lar.hayem hingga skala
101 kocok
Mengisi kamar hitung
bilik hitung (Improved Neubauer) + cover
glass
Tempelkan ujung pipet menyebar
sendiri
Menghitung Eritrosit
Objektif 10x 40x ; lihat pada bidang
hitung; hitung eritrosit yg ditemukan
Hitung jumlah eritrosit
Bilik Hitung

Keterangan
W : kotak untuk hitung jumlah lekosit
R : kotak untuk hitung jumlah eritrosit
Cara menghitung
Letakkan bilik hitung di bawah mikroskop dengan perbesaran
lemah (10x). Cari kotak penghitungan yang berada di tengah.
Kotak tersebut terbagi dalam 25 kotak kecil dan setiap kotak
kecil terbagi menjadi menjadi 16 kotak kecil-kecil. Sel eritrosit
dihitung dalam 5 kotak kecil, yaitu 4 kotak di sudut dan 1
kotak lagi di tengah. Jumlah eritrosit dihitung dengan rumus :
PERHITUNGAN
1.Faktor pengenceran darah 200x
2.Volume satu bidang ditengah = 1/5 x 1/51/10 =1/250
3.Misalkan didapatkan N sel pada bidang sedang ditengah jadi jumlah
sel eritrosit per l darah

= N x 5x 1/250x 1/200 DISKUSI : Jika pengencerannya bukan 200x;


= N x 5/50000 lebih besar (encer)/ kurang (pekat)?
= N x 1/10000 - Pada kondisi apa kira-kira?
-- bagaimana perhitungannya?
= N x 10000
Contoh :
Kotak I : 100
Kotak II : 110
Kotak III : 80
Kotak IV : 87
Kotak V : 90
JUMLAH (N) : 467
JUMLAH ERITROSIT : 467 x 10.000 = 4.670.000/mm3
Nilai Normal Eritrosit
Laki laki : 4,5-5,5 (juta sel/l darah)
Perempuan : 4,0-5,0 (juta sel/l darah)
Bayi (matur, tali pusat): 4,0-6,0 (juta sel/l darah)
Bayi 3 bulan : 3,2-4,8 (juta sel/l darah)
Anak-anak 1 thn :3,6-5,2 (juta sel/l darah)
Anak-anak 3-6 thn : 4,1-5,5 (juta sel/l darah)
Anak-Anak 10-12 thn : 4,0-5,4 (juta sel/l darah)
Gangguan Jumlah Eritrosit
Peningkatan Eritrosit Penurunan nilai :
polisitemia vera, kehilangan darah
hemokonsentrasi/ (perdarahan),
dehidrasi, Anemia (hemolisis,
geografis : dataran tinggi defisiensi , parasit)
leukemia,
infeksi kronis,
mieloma multipel,
cairan per intra vena
berlebih,
gagal ginjal kronis,
kehamilan,
hidrasi berlebihan
intoksikasi
Sumber Kesalahan
Jumlah darah/larutan Heyem yang diisap kedalam pipet tidak tepat.
Memakai pipet yang basah
Berkurangnya darah dalam pipet pada waktu penghapusan darah yang
melekat pada bagian luar ujung pipet.
Terjadinya gelembung udara dalam pipet pada waktu menghisap darah/larutan
pengencer.
Adanya bekuan darah
Darah tidak homogen
Kamar hitung/kaca penutup kotor
Ada gelembung udara yang masuk pada waktu pengisian kamar hitung
Letak kaca penutup tidak tepat
Meja mikroskop tidak datar
Menghitung sel yang menyinggung garis batas tidak benar
Kaca penutup bergeser karena tersebtuh oleh lensa mikroskop
Larutan pengencer kotor
Menghitung eritrosit tidak memakai lensa obyektif 40x sehingga kurang teliti
Metode Formal Citrat
Reagensia:
1. Larutan Formal Citrat
2. Darah + Anti Koagulan EDTA
Cara Kerja :
1.Dipipet 4 ml larutan formal citrat masukkan kedalam
tabung reaksi.
2.Dipipet 20 l darah campurkan dengan larutan tadi.
3.Kocok sampai homogen, pengenceran ini 200X.
4.Ambil 1 tetes lalu masukkan pada kamar hitung.
5.Biarkan kamar hitung selama 2 menit.
6.Hitung jumlah sel seperti pada metode Hayem.
Metode Formal Citrat
Perbandingan Hitung Jumlah Eritrosit Metode Formal Citrat
dengan Metode Hayem :

Keuntungan :
1. Metode Formal Citrat memiliki ketelitian pencampuran bahan
pemeriksaan dengan reagensia lebih tinggi dibandingkan
dengan metode Hayem.
2. Metode Formal Citrat Dapat digunakan pada Laboratorium
yang memiliki Peralatan yang terbatas ( Hanya membutuhkan
Tabung reaksi, pipet, dan Kamar Hitung Improved Neubauer).

Kerugian :
1. Metode Formal Citrat Membutuhkan Reagensia yang lebih
banyak dibandingkan dengan reagensia pada metode Hayem.
PEMERIKSAAN HEMATOKRIT
Hematokrit
Bahasa Yunani : Hema (berarti darah) dan krite (yang
memiliki arti menilai atau mengukur).
Packed Cell Volume (PCV) : sel (darah merah) yang
dimampatkan
Hematokrit merupakan volume semua eritrosit dalam 100
mL darah.
Menunjukkan kadar zat padat dalam darah. Jika cairan
keluar kadar tinggi/ pekat
Dinyatakan dalam persentase (%).
Nilai Ht = + 3 x Hb
Membantu mengetahui kekentalan darah.
Ht 40 % = 40 mL Hb dalam 100 mL darah
Hematokrit
Fungsi pemeriksaan Nilai normal hematokrit :
hematokrit : Bayi baru lahir : 55-68%
Tes skrining sederhana Usia 1 bulan : 37-49%
anemia Usia 1 tahun : 29-41%
Sebagai referensi Usia 10 tahun : 36-40%
kalibrasi pada metode
Dewasa pria : 40-50%
hitung otomatis
Dewasa perempuan : 36-
Panduan keakuratan
44%
pengukuran Hemoglobin
Pemeriksaan Hematokrit
Metode
Otomatis : Analyzer Hematology
Manual :
Makrohematokrit
Mikrohematokrit

Sampel : darah vena atau perifer dengan


antikoagulan (EDTA atau Heparin) #makro /
(EDTA, Heparin, atau amonium-kalium-oksalat)
#mikro
Makrohematokrit
Prinsip : Endapan darah hasil
sentrifugasi merupakan nilai
hematokrit.
Cara kerja :
1 ml sampel darah (darah EDTA atau
heparin) dimasukkan dalam tabung
Wintrobe (P: 110 mm; D: 2.5-3.0 mm
dan berskala 0-10 mm).
Sentrifugasi selama 30 menit dengan
kecepatan 2.500 - 3.000 rpm.
Tinggi kolom eritrosit adalah nilai
hematokrit yang dinyatakan dalam %.
Mikrohematokrit
Prinsip : Endapan darah hasil sentrifugasi
merupakan nilai hematokrit.
Cara Kerja :
sampel darah dimasukkan ke dalam tabung kapiler (P:
75 mm; D: 1 mm ) sampai 2/3 volume tabung.
Salah satu ujung tabung ditutup dengan dempul (clay)
sentrifugasi selama 5 menit dengan kecepatan 11.000
- 15.000 rpm.
Tinggi kolom eritrosit diukur dengan alat pembaca /
reading device hematokrit, nilainya dinyatakan dalam
vol %.
Gangguan Jumlah Hematokrit
Hematokrit Rendah Hematokrit tinggi
(hemodilusi) (hemokonsentrasi)
penyakit sumsum tulang Demam berdarah akibat
penyakit inflamasi kronik kebocoran plasma
kekurangan nutrisi seperti dehidrasi
zat besi, folat, atau vitamin polisitemia vera
B-12 Luka bakar
pendarahan di organ-organ Luka bedah
dalam (ulkus peptikum)
Penyakit jantung bawaan
anemia hemolitik
tumor ginjal
gagal ginjal
penyakit paru-paru
leukemia limfoma
Geografis : dataran tinggi
anemia sel sabit
Hamil
Obat : kloramp, radioaktif
Penganggu Hasil/ Kesalahan
Antikoagulan EDTA > 1,5 mg/mL eritrosit mengerut Ht rendah
Sampel tertuda 6-8 jam Ht rendah
Bahan tidak tercampur homogen
Terdapat bekuan darah
Iklim tropis heparin cepat rusak kulkas
Kecepatan dan waktu sentrifugasi
Buffy coat tdk ikut terbaca
Penguapan plasma
Terdapat gelembung udara pada tabung
Salah baca
Vena terpasang infus
Terpasang torniket lama hemokonsentrasi
Tusukan jarum kurang dalam diperas/ terdapat alkohol swab
MELAKUKAN PEMERIKSAAN LED
Laju Endap Darah (LED)
Laju endap darah = erithrocyte sedimentation
rate, ESR = kecepatan endap darah (KED) =
laju sedimentasi eritrosit
Kecepatan eritrosit (darah yang belum
membeku) mengendap pada tabung uji,
dengan satuan mm/jam.
bertujuan untuk memantau keberadaan
radang atau infeksi
LED merupakan uji yang tidak spesifik.
LED
Prinsip :
Sampel dgn antikoagulan diletakkan vertikal
Eritrosit akan mengendap karena gaya gravitasi
Kecepatan pengendapan dihitung dlm mm/jam
Terjadi 3 tahap:
Roleux : eritrosit berkumpul; kecepatan rendah
Pengendapan : mengendap sesuai gravitasi, cepat
Pemadatan : kecepatan sgt rendah
Metode :
Metode Westergen
Metode Wintrobe
Kondisi relatif normal; Westergen = Wintrobe
LED lebih cepat; westergen menunjukkan hasil
lebih tinggi panjang pipet Westergren yang
dua kali panjang pipet Wintrobe
International Commitee for Standardization in
Hematology (ICSH) merekomendasikan untuk
menggunakan metode Westergreen.
Metode Westergen
Sampel :
darah citrat 4 : 1 (4 bagian darah vena + 1
bagian natrium sitrat 3,8 % ), atau darah
EDTA yang diencerkan dengan NaCl 0.85 %
4 : 1 (4 bagian darah EDTA + 1 bagian NaCl
0.85%).
Homogenisasi sampel sebelum diperiksa
Prosedur :
Sampel dimasukkan ke dalam tabung
Westergreen sampai tanda/skala 0
diletakkan pada rak dengan posisi tegak
lurus; hidarkan penganggu (getaran, panas,
dll)
Biarkan tepat 1 jam laporkan hasil
Nilai normal :
Laki - laki : 5 10 mm/jam
Perempuan : 8 10 mm/jam
Metode Wintrobe
Sampel :
darah EDTA atau darah Amonium-kalium oksalat.
Homogenisasi sampel sebelum diperiksa.

Prosedur :
Sampel dimasukkan ke dalam tabung Wintrobe
menggunakan pipet Pasteur sampai tanda 0.
Letakkan tabung dengan posisi tegak lurus.
Biarkan tepat 1 jam dan catatlah berapa mm menurunnya
eritrosit.

Nilai Normal :
Laki - laki : < 10 mm/jam
Perempuan : < 29 mm/jam
Faktor faktor yang memengaruhi
nilai LED
Kadar fibrinogen (protein utk hemostasis)
Meningkat pada kondisi luka bakar/operasi, infeksi, radang,
tumor Eritrosit berkumpul roleux berat cepat
mengendap
Hamil : fibrinogen meningkat
Rasio sel darah merah terhadap plasma
Rasio tinggi (sel > plasma) berat cepat mengendap
Abnormalitas sel darah merah (anemia)
Bentuk abnormal (kecil/ tdk beraturan) lambat mengendap
Faktor teknis
Pengenceran, suhu, kemiringan miring 3o cepat 30%,
Usia : tua lebih cepat
Obat : aspirin (antiagregasi) LED lambat
Gangguan Nilai Normal
Penurunan LED/ Lambat:
polisitemia vera,
CHF,
anemia sel sabit,
mononukleus infeksiosa,
defisiensi faktor V,
artritis degeneratif,
angina pektoris.
Pengaruh obat : Etambutol (myambutol), kinin,
salisilat (aspirin), kortison, prednison.
Gangguan Nilai Normal
Peningkatan kadar : Anemia berat
Infeksi : Leukimia
Infeksi bakteri Limfoma
Hepatitis Metastasis tumor
Post-perfusion syndrome penyakit Hodgkin,
Pneumonia mieloma multipel,
tuberkulosis limfosarkoma,
Sifilis Penyakit Gastrointestinal
Leptospirosis Pankreatitits akut
Infeksi jamur (sistemik) Kolestitis
Penyakit hematologik- Peritonisitis
Neoplasia Sirosis
Contd...
Penyakit kardiovaskular & gout,
kolagen inflamasi panggul akut,
Demam penyakit hemolitik pada bayi
Myocard infarct akut baru lahir (eritroblastosis
artirits reumatoid & SLE, fetalis),
demam rematik, Pengaruh obat : Dextran,
metildopa (Aldomet),
Penyakit ginjal : metilsergid (Sansert),
Glomerulonefritis akit & kronis penisilamin (Cuprimine),
Pyelonefritis prokainamid (Pronestyl),
teofilin, kontrasepsi oral,
Nefrosis vitamin A.
Lainnya : Kehamilan
kanker (lambung, kolon, Luka bakar/ operasi
payudara, hati, ginjal),
endokarditis bakterial,
METODE AUTOMATIS / ANALYZER
HEMATOLOGY
Metode Automatis
Kemampuan mesin: menghitung multiparameter
Pengukuran RBC/PLT dihitung dan diukur dengan
metode impedansi pengukuran perubahan daya
tahan elektris sel darah.
Setiap partikel (RBC) yang melewati celah ber arus
listrik perubahan pada daya tahan
Perubahan dapat diukur getaran elektrisnya sinyal
jumlah partikel yang melewati celah/lubang.
Setiap getaran diperkuat dan di bandingkan dengan
saluran voltasi referensi yang hanya diterima oleh
getaran dengan amplitude tertentu.
Jika getaran yang di bandingkan melebihi range
terendah RBC/PLT maka dihitung sebagai RBC/PLT.
BC-2600 Auto Analyzer Hematology
Perbandingan Perhitungan Manual dan
Otomatis (Eritrosit & Hematokrit)
Manual Otomatis
+ basic examination + hasil lebih cepat, mudah,
+ yang terhitung adalah benar akurat
eritrosit + reproducible
+ murah
+ Dapat dilakukan di daerah
- kadang eritrosit dibaca
- Perlu ketelitian (kesalahan sebagai lekosit/ trombosit.
orang teliti : 15%) - Harga & maintenance mahal
- Perlu waktu
ESR ves-MATIC 20
Sensor
optoelektrik
secara
otomatis
membaca
tingkat
sedimentasi
eritrosit