Anda di halaman 1dari 27

CASE REPORT

DAMPAK NGELEM

Mhd. Rizki Triwijaya 1310070100155


VanesaHamdani 1310070100200

Pembimbing
dr. Sulistiana Dewi, SpKJ
1
Latar Belakang

Inhalan dapat
menimbulkan
Lem yaitu Lysergic ketergantungan
Acid Diethyilamide secara fisik dan Pengguna tetap yang
(LSD) yang psikologis. berhenti menghirup
dimasukkan ke Dilaporkan bahwa menderita gejala putus zat
dalam tubuh para pengguna seperti perasaan mual,
manusia dihirup merasa dorongan berkeringat berkelebihan,
melalui hidung itu kuat untuk terus kram urat, sakit kepala,
dapat mengubah menggunakan kedinginan, perasaan
pikiran suasana hati inhalan, terutama gelisah, gemetaran dan
atau perasaan, dan setelah halusinasi.
perilaku seseorang menggunakannya
selama beberapa
hari.
Tujuan

Mengetahui dan memahami tentang


definisi, klasifikasi, gangguan dan
1 penatalaksanaan dari zat inhalan

Mengetahui dan memahami tentang


definisi, jenis, dan penatalaksanaan dari zat
2 aditif inhalasi

Mengetahui dan memahami tentang


3 gangguan dari zat aditif inhalasi
Definisi Zat inhalan
Inhalan (yang sering disebut anak jalanan
ngelem) merupakan senyawa organic berupa gas
dan pelarut yang mudah menguap.
Cara Penggunaan Zat inhalan
Cara penggunaan inhalan ada beberapa cara, antara lain:
Dihirup ( sniffing ) atau snorting dari uap / asap inhalan
tersebut
Menyemprotkan langsung kehidung atau mulut, efeknya
lebih kuat.
Bagging, menghirup atau menghisap uap/asap dari zat yang
telah
Disemprotkan atau ditampung kedalam kantung plastik atau
kantung kertas
Huffing, menghisap melalui bahan kain yang telah direndam
kedalam zat inhalan
Menghisap dari balon yang telah diisi oksida nitrit
Jenis Zat inhalan
Bahan pengirup dapat dimasukkan ke dalam empat jenis golongan:
CAIRAN yang menguap pada suhu kamar. Jenis ini terdapat di
banyak produk rumah tangga dan industri yang mudah diperoleh di
mana-mana, seperti tiner cat, pembersih bahan pelumas, lem,
cairan koreksi dan cairan alat penulis berujung lakan.
SEMPROTAN seperti semprotan cat, deodoran dan semprotan
rambut, semprotan minyak goreng nabati dan semprotan pelindung
kain.
GAS zat anestetis medis (eter, chloroform dan nitrous oksida, juga
dikenal sebagai gas ketawa), gas butan untuk penyulut api,
propan, alat penyedia krim kocok dan bahan penyejuk.
NITRITE (bahan kimia yang ditemukan dalam pengawet makanan,
pembersih kulit, pewangi kamar, dll.) dianggap sebagai golongan
inhalan khusus yang langsung mempengaruhi sistem saraf pusat,
otak dan tulang belakang.
Efek Zat inhalan
A. Efek jangka pendek
Berbicara cadel
Mabuk, pusing atau penampilan teler
Tidak mampu mengkoordinasi gerakan
Halusinasi dan khayalan
Permusuhan
Apatis
Daya pertimbangan yang terganggu
Ketidaksadaran
Sakit kepala berat
Bercak-bercak di sekitar hidung dan mulut
B. Efek jangka panjang
Pengguna jangka panjang dapat mengalami :
Kelemahan otot
Disorientasi
Kurangnya koordinasi
Sifat lekas marah
Depresi
Kerusakan yang kadang-kadang tidak dapat disembuhkan
pada jantung, hati, ginjal, paru-paru dan otak
Kerusakan daya ingat, penurunan kecerdasan
Kehilangan daya dengar
Kerusakan pada sumsum tulang
Kematian karena gagal jantung atau sesak napas
(kehilangan oksigen)
Terapi dan Rehabilitasi

Tatalaksana Terapi dan Rehabilitasi NAPZA terdiri


dari :
- Outpatient (rawat jalan)
- Inpatient (rawat inap)
- Residency (Panti/Pusat Rehabilitasi)
Tujuan Terapi dan Rehabilitasi

1. Abstinensia atau menghentikan sama sekali


penggunaan NAPZA
2. Pengurangan frekuensi dan keparahan relaps
Sasaran utamanya adalah pencegahan relaps.
3. Memperbaiki fungsi psikologi dan fungsi
adaptasi sosial
Tahapan Terapi
1. Tahap rehabilitasi medis (detoksifikasi), tahap ini pecandu
diperiksa seluruh kesehatannya baik fisik dan mental oleh
dokter terlatih. Dokterlah yang memutuskan apakah pecandu
perlu diberikan obat tertentu untuk mengurangi gejala putus
zat (sakau) yang ia derita.
2. Tahap rehabilitasi nonmedis, tahap ini pecandu ikut dalam
program rehabilitasi. Di tempat rehabilitasi ini, pecandu
menjalani berbagai program diantaranya program therapeutic
communities (TC), 12 steps (dua belas langkah, pendekatan
keagamaan, dan lain-lain.
3. Tahap bina lanjut (after care), tahap ini pecandu diberikan
kegiatan sesuai dengan minat dan bakat untuk mengisi
kegiatan sehari-hari, pecandu dapat kembali ke sekolah atau
tempat kerja namun tetap berada di bawah pengawasan.
LAPORAN KASUS
3.1 Identitas Pasien
Nama :Tn. R
Jenis Kelamin :Laki-laki
Usia :16 tahun
Agama :Islam
Pendidikan terakhir ` :SD
Pekerjaan :Siswa
Status perkawinan :Belum kawin
Alamat :Gantung Ciri
Tanggal Masuk :02 Mei 2017
Tanggal Diperiksa :02 Mei 2017
3.2 Riwayat Psikiatri
Autoanamnesa dengan pasien dilakukan tanggal 02 Mei 2017
Alloanamnesa dengan ibu pasien dilakukan tanggal 02 Mei
2017
3.3 Keluhan Utama
Pasien mengamuk dirumah sejak 2 hari yang lalu SMRS.
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengamuk dirumah sejak 2 hari yang lalu SMRS.
Pasien juga mencekik ibunya dan memukul adik laki-laki nya.
Pasien diantar oleh polisi dan wali nagari Gantung Ciri ke IGD
RSUD Solok. Awalnya, pasien mengaku diajak oleh temannya
untuk merokok dan mengelem sejak 1 tahun belakangan ini.
Pasien mengaku lem tersebut dibelikan oleh temannya. Pasien
menghirup lem tersebut didalam kamar temannya 3 hari
sekali. Pasien juga diajarkan merokok oleh temannya tersebut.
Pasien mengaku tidak masuk sekolah selama 6
bulan ini, dan jarang pulang akibat pasien takut ayah
dan ibu pasien tau bahwa pasien kecanduan lem dan
suka merokok. Teman pasien adalah seorang anak
yatim piatu yang tinggal bersama kakek & nenek, dan
tidak bersekolah lagi. Ibu pasien mengaku bahwa
anaknya jarang pulang dan dipanggil oleh guru sekolah
karena pasien sudah 6 bulan tidak masuk sekolah.
Sebelumnya, ibu pasien mengaku merasakan
perubahan tingkah laku anaknya 1 tahun ini. Ibunya
mengaku bahwa pasien mudah marah, mudah
menampar ibunya, suka bermenung, matanya merah,
badannya kurus, serta nafsu makan menurun.
3.4 Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat Psikiatri :
Pasien tidak pernah dirawat di RS sebelumnya.
Riwayat Gangguan medik :
Pasien pernah kecelakaan motor yang
menyebabkan tangan kiri pasien patah.
Penggunaan zat Psikoaktif :
Pasien mengelem 1 tahun yang lalu
3.5 Riwayat Kehidupan Pribadi
Riwayat Prenatal dan Perinatal
Pasien lahir secara normal dengan bidan, berat
badan normal dan tidak ada komplikasi prenatal
dan perinatal.
Riwayat Masa Kanak Awal (0-3 tahun)
Pada masa kanak-kanak awal, tidak ada kelainan,
tumbuh kembang cukup baik, pasien sewaktu kanak-
kanak bias berbicara dan merangkak sesuai
waktunya, dan bisa berjalan sesuai umur normalnya.
Riwayat Masa Kanak Pertengahan (4-11 tahun)
Pertumbuhan dan perkembangan pasien sesuai, daya
tangkap pasien terhadap pelajaran kurang baik.
Sehingga pasien pernah tinggal kelas sekali pada
kelas 3 SD.
Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja
Pasien memiliki banyak teman dan pandai bergaul.
Masa Dewasa
Riwayat Pendidikan:
Pasien sekarang kelas 6 SD
Riwayat Pekerjaan :
Pasien belum bekerja.
Riwayat Perkawinan :
Pasien belum kawin.
Aktivitas Sosial :
Aktivitas sosial pasien cukup baik. Pasien memiliki
banyak teman di sekolahnya.
Riwayat Keluarga :
Dalam keluarga, tidak ada anggota keluarga pasien
yang memiliki gangguan kejiwaan serta memiliki
penyakit yang serupa dengan pasien.
GENOGRAM

=laki-laki =perempuan = pasien

Situasi Kehidupan Sekarang


Pasien tinggal dirumah orang tua pasien
bersama ayah, ibu, adik-adiknya.
3.6 Pemeriksaan Status Mental
1.Deskripsi Umum
Penampilan: Seorang laki-laki berpenampilankurang
rapi, kurang bersih, seuai umur, dan postur tubuh
kurus.
Perilaku dan Aktivitas Motorik : Perilaku pasien dan
aktivitas motorik pasien cukup tenang selama
proses wawancara.
Sikap Terhadap Pemeriksa : Pasien cukup kooperatif
terhadap pemeriksa selama wawancara.
2. Mood dan Afek
Mood : Kosong.
Afek : Menyempit
Keserasian : Mood dan Afek Serasi
3. Pembicaraan
Pembicaraan : Spontan
Volume :-
Artikulasi :-
4. Gangguan Persepsi
Depersonalisasi:Tidak ada
Derealisasi :Tidak ada
Ilusi :Tidak ada
Halusinasi :Auditorik(-), Taktil (-) Visual (-),
Penciuman (-) pengecapan (-)
5. Pikiran
Proses pikir : koheren
Isi Pikir : Kemiskinan Isi Pikir
6. Fungsi Intelektual
Kesadaran :Compos Mentis Cooperative
Orientasi :Waktu (baik)
:Tempat (baik)
:Orang (baik)
Daya ingat :
Daya ingat jangka panjang : Baik (pasien mengingat tahun
lahirnya)
Daya ingat jangka sedang : Baik (pasien dapat mengingat
kejadian yang hari sebelumnya )
Daya ingat jangka pendek : Baik (pasien bisa mengingat apa
sarapan tadi pagi)
Daya ingat jangka segera : Baik (pasien bisa mengingat 3
nama benda yang disebut pemeriksa)
Konsentrasi dan perhatian
Konsentrasi dan perhatian pasien tidak mudah
teralihkan.
Kemampuan membaca dan menulis
Baik, pasien dapat membaca dan menulis apa yang
disuruh oleh pemeriksa.
Pikiran abstrak
Tidak diperiksa (Pada Rawatan Pertama)
Diperiksa = Normal (Pada Rawatan Hari Kelimabelas)
Intelegensia dan kemampuan informasi
Tidak diperiksa
7. Daya Nilai dan Tilikan
Daya nilai Sosial :TidakTerganggu
Daya nilai realita :TidakTerganggu
Tilikan : Derajat 3 (Menyalahkan
factor lain sebagaipenyebab penyakitnya)

8. Taraf Dapat Dipercaya


Kemampuan pasien dapat dipercaya cukup baik
dengan jujur mengenai peristiwa yang terjadi.
DIAGNOSA MULTIAKSIAL
Aksis I : gangguan mental dan perilaku akibat
penggunaan zat multiple dan penggunaan zat psikoaktif lainnya.

Aksis II :Belum ada diagnosa

Aksis III :Tidak ada diagnosa

Aksis IV :Masalah dengan Primary Support


Group dan lingkungan sosial

Aksis V : GAF 70-61 beberapa gejala ringab dan menetap,


disabilitas ringan dalam fungsi, secara umum masih baik.
Prognosis
Quo ad vitam :Bonam
Quo ad fungsionam :Bonam
Quo ad sanation :Dubia
Penatalaksanaan
Inj. Lodomer 2x 1 (IM)
Inj. Diazepam 1x 1 (IM)
Risperidon 2x2 mg (PO)
Trihexipenidil 2 x2 mg (PO)
Merlopam 1x 2 mg (PO)
KESIMPULAN
Inhalen(Ngelem) merupakan senyawa organic berupa
gas dan pelarut yang mudah menguap. Inhalen banyak
terdapat di produk-produk seperti bensin, pernis, aseton
untuk pembersih warna kuku, lem-lem, pengencer cat, tip-
ex, semprotan, freon dan lem aica aibon.
Menghirup lem mempunyai efek jangka pendek dan
jangka panjang. Meski hanya dihirup sekali, efeknya juga
bias fatal jika telah melewati ambang batas yang bias
ditoleransi oleh tubuh. Uap lem bisa membunuh dalam
seketika dengan mekanisme seperti sudden sniffing death,
asphyxia, sesaknapas, bunuh diri. Ngelem juga bisa
membuat seseorang mempunyai gejala psikotik.