Anda di halaman 1dari 35

Karakteristik Motor

TUJUAN :
Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini,
diharapkan peserta siswa (participants) dapat
memilih dan mengoperasikan motor induksi sesuai
keperluan berbasis pada karakteristiknya.

DESKRIPSI :
Pada modul ini anda akan belajar tentang konstruksi
dan bagian-bagian motor, medan putar sinkron tiga
fasa, frekuensi dan putaran, daya motor, pengasutan
& pengaturan putaran, jenis dan pemilihan motor dan
pengujian motor induksi.
Memahami karakteristik motor induksi dengan benar,
akan membantu untuk mengoperasikan, mengontrol
baik secara konvensional maupun secara kontrol
terprogram (PLC) dan menganalisa gangguan motor
Ruang lingkup materi

1. Konstruksi dan Bagian-bagian Motor


2. Medan Putar
3. Frekuensi dan Putaran
4. Daya dan Torsi Motor Induksi
5. Pengasutan & Pengaturan Putaran
6. Sistem Sambungan dan Jenis Motor Induksi
7. Pemilihan Motor
8. Pengujian Motor
Bukaan motor induksi
Fungsi Stator sebagai :
1. Dudukan kumparan jangkar
untuk motor-motor AC
2. Dudukan kedua tutup (end
plate) motor
3. Dudukan terminal yang
menghubungkan jaringan
kumparan stator ke sumber
tegangan.
4.Dudukan sirip-sirip pendingin
motor yang berfungsi pelepas
energi panas yang timbul pada
motor.
Rotor berada di dalam stator yang didudukkan pada poros
yang terbuat dari laminasi baja silikon yang mempunyai alur-
alur sebagai penempatan kumparan. Interaksi antara
kumparan rotor dengan kumparan stator untuk merubah
energi listrik menjadi menjadi energi mekanik dalam bentuk
gerak putar. Berdasarkan konstrusinya, dikenal rotor tipe :
Rotor sangkar bentuknya sederhana seperti terlihat pada
gambar3(a),
Rotor lilit seperti terlihat pada gambar
3(b).

Gambar 3
Bila stator disuplai oleh tegangan tiga fase
simetris, maka pada kumparan statornya akan
menghasilkan medan magnet yang berputar
pada kecepatan sinkron, yang disebut medan
putar.
Pada gambar 6, fluksi sesaat yang dihasilkan
masing-masing fasa besarannya berubah setiap
saat, dari gambar tampak dipaparkan besaran-
besaran fluksi fasa saat derajat listrik (0L)
300, 900, 1500, 2100, 2700 dan 3300. Interaksi
fluksi antara ketiga fasa menghasilkan fluksi
total sebesar T = 1,5Max , yang dapat
ditentukan secara vektor dan secara analitik.
Frekuensi dan Putaran

dimana ns = kecepatan medan putar stator


(putaran sinkron)
fs = frekuensi stator = frekuensi
tegangan sumber
p = jumlah kutub
Karena pada rotor timbul tegangan ggl
induksi ES2 dengan frekuensi fr = s.fs, dan
rangkaian rotor tertutup (loop), akibatnya
rotor bersama poros berputar, secepat: nr = (1
s)ns
Dimana dapat dikatakan bahwa motor induksi
adalah mirip seperti transformator dengan
frekuensi skunder (rotor) fr. Agar tegangan
ggl induksi timbul pada rotor, putaran rotor
nr harus lebih rendah dari putaran sinkron
Apabila nilai:
s = 1, kondisi rotor tidak berputar
s = 0, kondisi rotor tidak bertegangan
(rangkaian rotor terbuka ?)
Dalam praktek, apabila (s = 1) kondisi rotor
tidak berputar artinya motor mengalami
gangguan, antara lain:
Kumparan rotor dalam kondisi terbuka, rotor
tidak berputar.
Bantalan poros motor macat sehingga rotor
tidak dapat berputar, apabila alat proteksi
tidak bekerja akan mengakibatkan kumparan
stator terbakar.
Rangkaian ekivalen motor induksi

resistansi
ekivalen
beban
mekanik
motor
Alur konversi energi listrik menjadi energi mekanik pada
motor
Gambar 9. Rangkaian ekivalen motor induksi yang
dimodifikasi
Karakteristik torsi-slip motor induksi
Arus pengasutan motor induksi
Asutan dengan primary resistance
Pengasutan motor dengan secondary resistance
Pengasutan motor dengan -
Pengaturan kecepatan putar motor induksi:
Mengatur jumlah kutub p
Mengatur besar frekuensi f
Mengatur besar slip s
mengacu pada;

Pengaturan kecepatan motor dengan sistem


frekuensi variabel dan tegangan variabel
Mengatur jumlah kutub p
p=2 p=4
Sistem sambungan motor induksi 3 fasa
dalam sambung Y dalam sambung dikenal
dikenal 2 besaran 2 besaran arus, dan hanya
tegangan, dan hanya ada satu besaran
ada satu besaran arus. tegangan.

(a) Sambungan (b) sambungan


Terminal stator motor induksi 3 fasa

Terminal stator motor induksi 3 fasa

(a) sambungan (b) sambungan


Berbagai jenis motor induksi, antara lain:
Motor rotor sangkar, dimana rotor bentuknya kokoh
dan paling sederhana diantara semua jenis rotor motor
listrik. Motor induksi rotor sangkar paling banyak
dipakai, baik di industri maupun di domestik.
Motor rotor lilit, dimana belitan rotornya disambung
keluar melalui cincin seret. Sehingga motor dapat
dikontrol untuk pengasutan dan pengaturan kecepatan
melalui belitan rotor. Statornya sama dengan motor
rotor lilit.
Motor dahlander dan (separate winding), secara
konstruksi mekanik sama dengan motor rotor lilit.
Perbedaannya terletak pada sistem belitan jangkarnya.
Dimana jumlah kutub-kutubnya dapat diubah melalui
terminal-terminalnya untuk mengatur kecepatan
putarnya.
Sambungan motor dahlander
(a) putaran rendah (b) putaran tinggi
Motor induksi satu fasa
1. Motor star kapasitor
2. Motor run dan star kapsitor
3. Motor kutub bayang (shaded pole)
4. Motor repulsi
5. Motor universal (dapat
dioperasikan pada DC dan AC)
Pemilihan Motor
berbasis pada keriteria-kriteria; sistem
penyedian energi, kesesuaian karakeristik
motor terhadap beban mekanik, efisiensi,
penerapan teknologi, pertimbangan ekonomi
dan kebijakan lainnya.
No. Kelas Kinerja
1 A torsi star normal, arus star normal, slip normal

2 B torsi star normal, arus star rendah, slip normal

3 C torsi star tinggi, arus star rendah, slip normal


4 D torsi star normal, arus star rendah, slip tinggi
Pelat nama motor
GGL Rotor Motor Slip Ring
Perubahan Beban Motor Induksi Tiga Fasa
bahan Rangkaian Pengujian

rpm

F2 A2 U2 V2 W 2

A A V
K

M
M L

F1 TG M
A1
Hz
U1 V1 W1
rpm

S F2 A2 U2 V2 W 2 Rotor Rheostad
A A

K

L- L+ L- L+ L1 L2 L3 M
M L

220 V 0-220 V 220V, 50 Hz F1 TG M
A1

U1 V1 W1

S
W
V

A
RB

L- L+ S
220 V

N L1 L2 L3


220V, 50 Hz
ROTATING FLUX
+ 2 3 +
1
1 1
2 1 3
(+ (+)
)
(- (-
+ +
+ + ) 3 2
)
3 2
Flux
Flux Reference Reference

CLOCK
WISE

ANTI - CLOCK
WISE
U1 V1 W 1

Hz V
W A

RB PF U2 V2 W2
V

V
W A

PF S
L 1 L 2 L3
Rmy

-
Hz V V
A 220V =
G

+ 3


F2 Im

F1