Anda di halaman 1dari 51

FAAL CAIRAN TUBUH

Irfannuddin
Dr. SpKO,AIF,DMedEd,MPdKed
Apa guna air ?
Apa Guna Air ?
Metabolisme berlangsung di media H2O
Sifat cairan: mobil (berpindah)
Membawa berbagai substansi
Hidrolisis

Manusia terdiri :
100 trilyun kantong air
Jutaan pipa berisi air
Volume cairan tubuh
Bervariasi : 50-70% BB
Bergantung: lelaki/kurus/muda

Massa lemak tubuh:


Jenis kelamin
Kurus/gemuk
Usia wanita/gemuk/tua
Volume cairan tubuh
normal menurut % BB
Umur (thn) Laki-laki Perempuan
Neonatus 80% 75%
1-5 65% 65%
10-16 60% 60%
17-39 60% 50%
40-59 55% 47%
>60 50% 45%
Total Cairan (60%BB)
Cairan Ekstra Sel (CES) 22% BB
Cairan Interstisial: 17%
Cairan Plasma : 5%
Cairan Transseluler:<1%
Intra okuler, cerebrospinal, sendi, usus,
limfe
Cairan Intra Sel (CIS)38%
Kompartemen cairan
tubuh
Darah: plasma + sel darah
Plasma: 5/7 bagian
Sel darah (hematokrit):2/7 bagian
Gerakan Cairan
Sel hidup dinamika komposisi
Nutrien, O2 masuk; zat sisa keluar
Perpindahan komposisi
Media cairan
Perpindahan cairan antar
kompartemen
Melalui : membran sel dan kapiler
Transportasi melewati membran

Suatu senyawa dapat


melewati membran sel melli:
Membran lipid bilayer
Transmembran protein:
Carrier protein
Channel protein
Mekanisme perpindahan
Transport aktif
Melawan gradien kinetik
Membutuhkan energi
Difusi Pasif
Mengikuti gaya kinetik
Tergantung tekanan hidrostatik &
osmotik
Transpor aktif
Melawan beda konsentrasi
Menggunakan energi dari fosforilasi
ATP
Contoh
Na+-K+ pump
Ca2+ pump
Iodine pump
Pompa natrium-kalium
Difusi pasif
Tidak memerlukan energi
Terjadi akibat beda konsentrasi dan
potensial listrik atau krn beda
tekanan osmotik pd proses osmosis
Dibagi:
Simple diffusion
Facilited diffusion
Simple diffusion
Melalui lapisan lipid
Senyawa larut lemak :
O2, CO2, Alkohol, asam
lemak, urea, glicerol
Melalui kanal/saluran
Kanal Na+, kanal H+, kanal
Ca2+
Air
Facilitated diffusion
Melalui carrier protein
Senyawa yang besar dan tidak larut
lemak
Contoh:
Asam amino dan glukosa
Glukosa difasilitasi insulin
Konsentrasi
Banyak suatu senyawa terlarut (solute) per satuan
volume larutan (solution)
Air gula (solution) =
Gula (solute) + air (solvent)
Contoh:
Mg% (mg/dl)-> mg per 100 ml larutan
BSN = 100 mg/dl
gr% (gr/dl) -> gram per 100 ml larutan
eg. Larutan dextrosa 5%
Larutan NaCl 0,9%
mmol/l = (mg/dl)x 10 / BM
Osmosis
Perpindahan air melewati suatu membran
semipermiabel krn perbedaan konsentrasi
zat-zat terlarut pada kedua sisi membran
Tekanan osmotik
Tekanan hisap yang timbul dari zat solut
Sebanding dengan jumlah partikel solute per
unit volume pelarut
Semakin banyak zat solut (kental) semakin
tinggi tekanan osmotik
Seluruh cairan tubuh punya zat solut
osmosis
Tonisitas larutan
Menunjukkan perbandingan nilai osmotik
suatu larutan dengan cairan tubuh
Perpindahan dari Plasma
Cara:
Filtrasi
Plasmaintertisial
Reabsorbsi
Interstisialplasma
Filtrasi
Perpindahan larutan melalui membran
permeabel, digerakkan oleh perbedaan
tekanan hidrostatik (dari tekanan tinggi ke
tekanan rendah).

Pada proses ini baik air maupun zat


terlarutnya yg dpt melewati membran ikut
berpindah
Eg. Filtrasi di glomerulus
Reabsorbsi
Cairan yang berasal dari interstiasial
dapat masuk ke dalam kapiler
peristiwa ini disebut reabsorbsi.
Cairan masuk ke kapiler karena ada
daya hisap dari tekanan osmotik di
kapiler yang kental karena banyak
mengandung protein plasma.
Ion Tubuh
Komposisi ionik cairan
tubuh
Zat Solut Plasma Interstisial Intra sel

Kation
Natrium (Na+) 142 145 10
Kalium (K+) 4 4 160
Kalsium (Ca++) 2 1 1
Magnesium 1 1 13
(Mg+)
Anion
Klorida (Cl-) 101 114 3
Fosfat (PO4-) 1 1 50
Bicarbonat 27 31 10
(HCO3-)
Kation utama tubuh: Na & K
Natrium
Kation utama ekstra sel
Berperan penting pada keseimbangan air
Bersama albumin menentukan osmotik
Haus & ADH
Kalium
Kation utama intra sel
Tergantung pada efek mekanisme aldosteron di ginjal
Aldosteron memacu ekskresi K+
Bila kadarnya tinggi di darah indikasi kerusakan sel
Input-output air dari
dalam tubuh
Input berasal dari:
Eksogen: makan & minum, infus
Endogen : hasil metabolisme karbohidrat, lemak
dan protein (oksidasi nutrien menghasilkan 20-
25 ml air/ 100 kcal)
Output:
Insensible water loss
Keringat
Feses
urine
Insensible water loss
Rata-rata 800-1000 ml/hari (pada suhu kamar 16-
25 C dan suhu tubuh 37 C)

50% mlli pernafasan & 50% melalui kulit

Peningkatan pengeluaran ini dpt kr: hiperventilasi,


lingkungan panas dan kering, demam, luka bakar

Pengeluaran ini hanya mengandung sedikit


elektrolit, shg dpt dipandang sbg free water loss
Keringat
Dihasilkan oleh kelenjar keringat sebagai
respon terhadap thermal stres (
peningkatan suhu tubuh kr peningkatan
produksi panas dari metabolisme tubuh)

Meningkat pada: olahraga, demam,


temperatur ruang tinggi

Volume bevariasi: 200 ml 8 l/hari


Feses

normal 100-200 ml/ hari


Diare bisa mencapai 5 l/hari
Urine
Pengeluaran mlli ginjal berperan mengatur keseimbangan
pemasukan dan pengeluaran air

Normal : 800-1200 cc/hari (50-100 cc/jam or 0,5-


1cc/menit)

Volume urin minimal yg harus dikeluarkan agar elektrolit yg


hrs dibuang dpt dikeluarkan : 550 cc/hari

Oliguria < 500 cc/hari


Anuria< 300 cc/hari
Input=output
Pemasukan pengeluaran

Minum : 1200 cc Penguapan: 1000 cc


Makan : 850 cc Keringat : 100cc
Metabolisme : 350 cc Feses : 100 cc
Urine : 1200 cc
Total : 2400 cc Total : 2400 cc
Bentuk Suhu normal Cuaca panas Olahraga lama

Uap dari kulit 350 350 350


Uap dari 350 250 650
pulmonal
Urin 1400 1200 500
Keringat 100 1400 5000
Feces 200 200 200
TOTAL 2400 3400 6700
Pengaturan keseimbangan air
Keseimbangan input-output
dipertahankan dengan mengatur:
Banyak air yang diminum yang dikontrol
oleh sensasi haus
Banyak urine yang diekskresikan oleh
ginjal yang di kontrol oleh ADH
Sensasi haus dan sekresi ADH

Dikontrol HIPOTHALAMUS
Dipengaruhi oleh:
Osmolaritas plasma
Osmoreseptor di hipothalamus
Volume plasma
Baroreceptor di sinus karotikus & arcus aorta
Kekurangan Air:
Plasma kental Tekanan osmotik plasma

Hipotalamus Hipofise

Haus Ginjal

Retensi air
Edema
Akumulasi cairan berlebihan di ruang interstisial
Gangguan dinamika kapiler
tek. Hidrostatik kapiler
Hambatan vena: gagal jantung, bekuan darah
tek. Osmotik albumin plasma
Luka bakar, gangguan hepar, sindrom nefrotik
permeabilitas kapiler
Alergi, luka bakar
Obstruksi limfe
Filariasis (elefantiasis)
Retensi cairan : gagal ginjal
Overhidrasi
Produksi urine minimal (16ml/menit) bila kurang
batas ini air akan menumpuk di dalam tubuh
Menyebabkan edema intraseluler, jika
mengenai sel otak kejang dan
penurunan kesadaran
Pada paru dyspnue
Sering pada gagal ginjal
Gangguan keseimbangan
volume cairan tubuh
Dehidrasi
Pemasukan cairan kurang/pengeluaran cairan
berlebih
Hiponatremia (+)
Hipotensi, hipotoni otot, kejang, , kulit mengkerut
haus (-)
Gastroenteristis, keringat
Hiponatremia (-)
Gangguan mental, haus (+)
Pelaut: kurang minum
Keseimbangan Asam-Basa
Pengaturan kadar ion hidrogen (H+)
Asam : ion H >> asidosis: koma
Basa: ion H << alkalosis: tetani
Kadar asam-basa: pH
pH=Log 1/kadar H+
pH plasma normal : 7,35-7,45
pH vagina ?
Bagaimana menjaga keseimbangan asam-basa?
Asam-Basa

Asam:melepaskan H+ dalam larutan


eg. HCL H+ + Cl-
Basa: menghilangkan H+ dari larutan dengan
cara melapaskan OH-
OH- akan berikatan dengan H+ membentuk H2O
(therefore it removes H+ from solution)
Eg. KOH K+ + OH-
Menjaga keseimbangan
Asam-Basa
Sistem Buffer
Kontrol Respirasi
Kontrol Ginjal
Buffers
Buffer merupakan suatu larutan zat
kimia yang akan bercampur dengan suatu
asam/basa kuat sehingga kadar ion H+
kembali seperti semula.
Type sistem buffer
Carbonic acid/bicarbonate
Protein
Phosphate
Sistem Buffer
1. Buffer bikarbonat : 2 komponen
Asam karbonat (H2CO3) : asam lemah
Natrium bikarbonat (NaHCO3) : basa lemah.
HCl + NaHCO3 H2CO3 + NaCl
NaOH + H2CO3 NaCO3 + H2O

2. Buffer fosfat
Na2HPO4) menguraikan HCl (asam kuat
NaH2PO4 menguraikan NaOH (basa kuat).

3. Buffer protein
System buffer kuat, (75% dari seluruh buffer tubuh).
Protein : memfasilitasi difusi CO2 dan bikarbonat.
Protein menetralisir asidosis/alkalosis
Asam amino punya gugusan asam dan basa lemah.
Kontrol
Respirasi/pernafasan
Asidosis : frekuensi nafas
(hiperventilasi)
Mempercepat pengeluaran CO2 ke udara
bebas,
CO2 di CES turun kadar ion H+ turun

H2O + CO2 H2CO3 H+ + HCO3-


Ekskresi Urea oleh Ginjal

Bila suasana asam maka ginjal akan


mengekskresi ion H+ dan menyerap
HCO3-, demikian berlaku sebaliknya.
Gangguan keseimbangan
asam basa
Acidosis:
pH < 7.35
Gejala: depresi sistem sarafcoma
Alkalosis:
pH darah > 7.45
gejala: saraf lebih sensitif spasme, kejang
Terimakasih