Anda di halaman 1dari 17

PELEBURAN

Lucia Putri Kusuma Wardhani 14130210001


Anisa Fitriany Larasati 14130210010
Kennysia Celine 14130210034
DEFINISI

Menurut Undang-Undang 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas :

Peleburan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua Perseroan atau
lebih untuk meleburkan diri dengan cara mendirikan satu Perseroan baru
yang karena hukum memperoleh aktiva dan pasiva dari Perseroan yang
meleburkan diri dan status badan hukum Perseroan yang meleburkan diri
berakhir karena hukum.
CIRI CIRI KONSOLIDASI

Ada dua atau lebih perusahaan yang meleburkan diri untuk membentuk
perusahaan baru.

Perusahaan yang meleburkan diri, bubar demi hukum tanpa likuidasi.

Perusahaan baru hasil peleburan harus mendapatkan status badan hukum


yang baru dari menhukham.

Rancangan konsolidasi dan konsep akta konsolidasi wajib disetujui RUPS di


masing-masing perseroan.
Konsep akta konsolidasi yang telah disetujui RUPS dituangkan dalam akta
konsolidasi yang dibuat di hadapan notaris dalam bahasa Indonesia.

Salinan akta konsolidasi dilampirkan pada pengajuan permohonan untuk


mendapatkan keputusan Menhukham mengenai pengesahan badan hukum
perseroan hasil peleburan.

Perseroan hasil konsolidasi memperoleh status badan hukum pada tanggal


diterbitkannya keputusan Menhukham mengenai perusahaan yang
meleburkan diri bubar demi hukum tanpa proses likuidasi.

Aktiva dan pasiva perusahaan yang meleburkan diri demi hukum akan beralih
ke dalam perusahaan baru hasil konsolidasi berdasarkan titel umum.
TUJUAN PELEBURAN

a. Peleburan memiliki tujuan untuk memperbesar modal

b. Peleburan memiliki tujuan untuk menyelamatkan kelangsungan produksi

c. Peleburan memiliki tujuan untuk mengembangkan jalur distribusi

d. Peleburan memiliki tujuan untuk mengurangi persaingan usaha

e. Peleburan memiliki tujuan untuk menciptakan sistem pasar yang


monopolistik.
TAHAPAN PELEBURAN (Berdasarkan UU
40 Tahun 2007)
1. Rancangan Peleburan
Direksi Perseroan yang akan meleburkan diri harus
menyusun rancangan peleburan. Hal tersebut sesuai dengan
Pasal 123 ayat (1) UUPT.

2. Persetujuan RUPS

Keputusan RUPS mengenai peleburan sah apabila diambil sesuai dengan


ketentuan 87 ayat (1) dan Pasal 89 UUPT yaitu berdasarkan musyawarah untuk
mufakat dan disetujui paling sedikit bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan,
kecuali anggaran dasar menentukan kuorum (jumlah minimum anggota yang
dipersyaratkan harus hadir dalam rapat organisasi, jumlahnya dinyatakan dalam
anggaran dasar atau peraturan organisasi untuk menetapkan keputusan; apabila
jumlah yang dipersyaratkan tidak terpenuhi, putusan tidak dapat diambil sehingga
harus dilakukan dalam rapat berikutnya.) kehadiran dan/atau ketentuan RUPS
yang lebih besar.
Setiap perbuatan hukum peleburan wajib memperhatikan kepentingan:

a. Perseroan, pemegang saham minoritas, karyawan Perseroan;

b. Kreditor dan mitra usaha lainnya dari Perseroan; dan

c. Masyarakat dan persaingan sehat dalam melakukan usaha

3.Pengumuman Ringkasan Rancangan

Direksi wajib mengumumkan ringkasan rancangan paling sedikit dalam 1 (satu)


Surat Kabar dan mengumumkan secara tertulis kepada karyawan dari Perseroan
yang akan melakukan peleburan dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh)
hari sebelum pemanggilan RUPS.
4. Pengajuan Keberatan Kreditor

Kreditor dapat mengajukan keberatan kepada Perseroan dalam jangka waktu


paling lambat 14 (empat belas) hari setelah pengumuman mengenai peleburan
sesuai dengan rancangan tersebut (Pasal 127 ayat (4) UUPT). Apabila dalam jangka
waktu tersebut kreditor tidak mengajukan keberatan, kreditor dianggap menyetujui
peleburan tersebut.

5. Pembuatan Akta Peleburan Dihadapan Notaris

Menurut Pasal 128 ayat (1) menyatakan, Rancangan Peleburan yang telah disetujui
RUPS dituangkan ke dalam akta peleburan yang dibuat dihadapan notaris dalam
Bahasa Indonesia. Akta peleburan tersebut menjadi dasar pembuatan akta
pendirian Perseroan hasil peleburan.
6. Permohonan Kepada Menteri

Salinan akta peleburan dilampirkan pada pengajuan permohonan untuk


mendapatkan keputusan menteri mengenai pengesahan badan hukum Perseroan
hasil peleburan.

7. Pengumuman Hasil Peleburan

Menurut Pasal 133 ayat (1) UUPT, direksi Perseroan yang menerima Perseroan hasil
peleburan wajib mengumumkan hasil peleburan dalam 1 (satu) Surat Kabar atau
lebih dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal
berlakunya peleburan.
AKIBAT DARI PELEBURAN
Peleburan mengakibatkan Perseroan yang meleburkan diri berakhir karena hukum. (Pasal
122 ayat 1)

Berakhirnya Perseroan terjadi tanpa dilakukan likuidasi (pembubaran perusahaan


oleh likuidator dan sekaligus pemberesan dengan cara melakukan penjualan harta
perusahaan, penagihan piutang, pelunasan utang, dan penyelesaian sisa harta atau utang
di antara para pemilik.) terlebih dahulu.(Pasal 122 ayat 2)

Dalam hal berakhirnya Perseroan , menurut Pasal 122 ayat 3 :

Aktiva (Aset ) dan pasiva( Utang) Perseroan yang meleburkan diri beralih karena hukum
kepada Perseroan hasil Peleburan

Pemegang saham Perseroan yang menggabungkan diri karena hukum menjadi


pemegang saham Perseroan hasil Peleburan ; dan

Perseroan yang meleburkan diri berakhir karena hukum terhitung sejak tanggal
Peleburan mulai berlaku.
CONTOH PELEBURAN
Nama Perusahaan Hasil Peleburan : PT. Infinity Logistindo Indonesia

Nama Perusahaan Asal Peleburan : 1) PT. Buana Perkasa Logistindo (Transportasi)

2) PT. Prima Utama Logistik (Transportasi)

Alasan Peleburan

Perusahaan tidak menunjukan produktivitas yang signifikan bahkan cenderung menurun,


sehingga profit yang seharusnya diharapkan perusahaan sebagai target yang ditetapkan
perusahaan tidak tercapai bahkan perusahaan mengalami kerugian dan akhirnya
mengurangi modal perusahaan, karena kerugian finansial terus menerus dialami perusahaan
maka kekuatan modal untuk membiayai operasional perusahaan menjadi melemah,
akhirnya perusahaan perlu tambahan modal untuk dapat bertahan,
Tujuan Peleburan

1. Untuk memenuhi prinsip efektifitas dan efisiensi kinerja perusahaan agar dapat
mencapai profit yang ditargetkan.

2. Untuk memperbesar modal perusahaan

3. Untuk menyelamatkan kelangsungan produksi usaha

4. Mengembangkan jalur distribusi dalam menjalankan usaha.


Tahapan-Tahapan Peleburan
1. Pembuatan atau Penyusunan Rancangan Peleburan

Direksi dari masing-masing perusahaan yang akan melakukan peleburan, masing-masing menyusun rancangan
peleburan untuk disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk disetujui sebelum diajukan kepada RUPS (Rapat
Umum Pemegang Saham) sebagaimana diatur dalam Pasal 123 dan 124 Undang-Undang Perseroan Terbatas.

2.Mengumumkan Ringkasan Rancangan Peleburan

Ringkasan rancangan peleburan diumumkan direksi dalam satu surat kabar harian ### tanggal #/#/2011
dengan mengunakan berbahasa Indonesia, terhitung 30 (tiga puluh hari) sebelum panggilan RUPS (Rapat Umum
Pemegang Saham), dan pihak perusahaan juga mengumumkan secara tertulis kepada para pekerja di
perusahaan, tentang peleburan, dan pihak perusahaan Universitas Sumatera Utara 42 juga memuat
pemberitahuan kepada pihak berkepentingan untuk memperoleh rancangan peleburan tersebut dikantor
perusahaan terhitung sejak tanggal pengumuman, yaitu tanggal #/#/2011 sampai tanggal diselenggarakan
RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) tanggal #/#/2011
Pengajuan Keberatan Kreditur

Kreditur dapat mengajukan keberatan kepada perseroan dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari
setelah pengumuman peleburan, tanggal #/#/2011 sampai tanggal #/#/2011 sesuai dengan
rancangan peleburan perusahaan dan terdapat beberapa kreditur yang mengajukan keberatan sebab
masih terdapat perjanjian hutang antara perusahaan yang akan melakukan peleburan dengan pihak
kreditur akan tetapi pihak perusahaan selanjutnya telah menyelesaikan hak tagih beberapa kreditur
tersebut.

Panggilan RUPS (Rapat Umum Pemegan Saham)

Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bahwa pemanggilan tersebut dilakukan 14 (empat
belas) hari sebelum Rapat Umum Pemegang Saham dilaksanakan dengan tidak menghitung tanggal
pemanggilan dan tanggal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan pemanggilan tersebut dilakukan
dengan surat tercatat dan/atau dengan iklan surat kabar dengan mencantumkan tanggal, waktu,
tempat, dan mata acara rapat disertai pemberitahuan bahwa bahan Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS) tersedia dikantor perusahaan yang bersangkutan sejak tanggal pemanggilan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) sampai dengan tanggal pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Pelaksanaan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)

Pembahasan rancangan peleburan dibahas pada pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS) oleh pihak perusahaan, selanjutnya pihak perusahaan mengambil keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham dengan memenuhi kuorum yang sah yang telah ditetapkan Pasal 89 Undang-
Undang Perseroan Terbatas yakni (tiga per empat) dari jumlah seluruh saham dengan hak suara.

Penandatanganan Akta Peleburan

Rancangan peleburan yang telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
dituangkan dalam bentuk akta peleburan dihadapan Notaris dengan mengunakan bahasa
Indonesia, dan akta peleburan tersebut dijadikan dasar pembuatan akta pendirian perseroan
terbatas hasil peleburan yang diatur dalam Pasal 128 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang
Perseroan Terbatas dan juga Pasal 13 ayat (2) dan Pasal 22 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 27
Tahun 1998 tentang Penggabungan, peleburan dan pengambilalihan.
Proses di Kementriaan Hukum dan Hak Asasi Manusia

Salinan akta peleburan perusahaan tersebut dilampirkan pada pengajuan


permohonan untuk mendapat keputusan Menteri mengenai pengesahan badan
hukum perseroan hasil peleburan, selanjutnya pengajuan permohonan persetujuan
tersebut wajib dilaksanakan paling lambat 14 (empat belas) hari sejak tanggal Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan melampirkan akta peleburan tersebut,
selanutnya akta pendirian perseroan terbatas hasil peleburan tersebut didaftarkan
dalam daftar perusahaan serta diumumkan dalam tambahan berita negara.

Pengumuman Hasil Peleburan

Pihak perusahaan dalam hal ini direksi perseroan yang menerima hasil peleburan wajib
mengumumkan hasil peleburan dalam 1 (satu) surat kabar atau lebih dalam jangka
waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal berlakunya peleburan
Thank You