Anda di halaman 1dari 11

A.

PENGERTIAN
Antibiotika adalah zat yang dihasilkan oleh
suatu mikroba, terutama fungi/jamur, yang
dapat menghambat atau dapat membasmi
mikroba jenis lain.Banyak antibiotika saat ini
dibuat secara semisintetik atau sintetik penuh.
Namun dalam prakteknya antibiotika sintetik
tidak diturunkan dari produk mikroba (misalnya
kuinolon).Antibiotika yang akan digunakan
untuk membasmi mikroba, penyebab infeksi
pada manusia, harus mememiliki sifat toksisitas
selektif setinggi mungkin. Artinya, antibiotika
tersebut haruslah bersifat sangat toksik untuk
mikroba, tetapi relatif tidak toksik untuk manusia
Antibiotik beta-laktam adalah golongan
antibiotika yang memiliki kesamaan
komponen struktur berupa adanya cincin beta-
laktam dan umumnya digunakan untuk
mengatasi infeksi bakteri. Terdapat sekitar 56
macam antibotik beta-laktam yang memiliki
antivitas antimikrobial pada bagian cincin beta-
laktamnya dan apabila cincin tersebut
dipotong oleh mikroorganisme maka akan
terjadi resistensi antibiotik terhadap antibiotic
tersebut.
B.MEKANISME KERJA

Antibiotik beta-laktamase bekerja membunuh


bakteri dengan cara menginhibisi sintesis dinding
selnya. Pada proses pembentukan dinding sel, terjadi
reaksi transpeptidasi yang dikatalis oleh enzim
transpeptidase dan menghasilkan ikatan silang antara
dua rantai peptida-glukan. Enzim transpeptidase yang
terletak pada membran sitoplasma bakteri tersebut
juga dapat mengikat antibiotik beta-laktam sehingga
menyebabkan enzim ini tidak mampu mengkatalisis
reaksi transpeptidasi walaupun dinding sel tetap terus
dibentuk. Dinding sel yang terbentuk tidak memiliki
ikatan silang dan peptidoglikan yang terbentuk tidak
sempurna sehingga lebih lemah dan mudah
terdegradasi.
C.MEKANISME RESISTENSI
Mekanisme degradasi antibiotik beta-laktam
oleh enzim beta laktamase. Beberapa bakteri
diketahui memiliki resistensi terhadap antibiotik
beta-laktam, salah satu diantaranya adalah
golongan Staphylococcus aureus resisten-metisilin
(Methicillin resistant Staphylococcus aureus/MRSA).
Bakteri-bakteri yang resisten terhadap antibiotik
beta-laktam memiliki 3 mekanisme resistensi, yaitu
destruksi antibiotik dengan beta-laktamase,
menurunkan penetrasi antibiotik untuk berikatan
dengan protein transpepidase, dan menurunkan
afinitas ikatan antara protein pengikat tersebut
dengan senyawa antibiotik.
D.MENGATASI RESISTENSI ANTIBIOTIK BETA-
LAKTAM
Asam klavulanat, inhibitor beta-laktamase.
Untuk mengatasi degradasi cincin beta-laktam,
beberapa antibiotik beta-laktam dikombinasikan
dengan senyawa inhibitor enzim beta-laktamase
seperti asam clavulanat, tazobactam, atau sulbactam.
Salah satu antibiotik beta-laktam yang resisten beta
laktamase adalah augmentin, kombinasi amoxycillin
dan asam klavulanat. Augmentin terbukti telah
berhasil mengatasi infeksi bakteri pada saluran kemih
dan kulit. Asam klavulanat yang diproduksi dari hasil
fermentasi Streptomyces clavuligerus memiliki
kemampuan untuk menghambat sisi aktif enzim beta-
laktamase sehingga menyebabkan enzim tersebut
menjadi inaktif.
E.Penggolongan antibiotik berdasarkan
mekanisme kerja:
Obat yang menghambat sintesis atau merusak
dinding sel
Antibiotik Beta-Laktam

1. Penisilin

Penisilin mempunyai mekanisme kerja


dengan cara mempengaruhi langkah akhir sintesis
dinding sel bakteri (transpepetidase atau ikatan
silang), sehingga membrane kurang stabil secara
osmotik.
2.Sefalosporin
Sefalosporin dan analog 7-metoksinya, sefamisin
seperti cefoxitin (se FOX i tin), cefotetan (se foe TEE
tan), dan cefmetazole (sef MET a zol) adalah
antibiotik beta-laktam yang berkaitan erat dengan
penislin secara struktur dan fungsional.
Kebanyakan sefalosporin dihasilkan secara
semisintetik dengan pengikatan kimia pada rantai
samping asam 7-aminosefalosporanat.
Sefalosporin dan sefamisin mempunyai
mekanisme kerja sama dengan penislin dan
dipengarungi oleh mekanisme resistensi yang
sama, tetapi obatobat tersebut lebih cenderung
menjadi l lebih resisten dibandingkan penislin
terhadap beta-laktam
3.Monobaktam (beta-laktam monosiklik)
Yang termasuk kedalam golongan adalah
aztreonam. Aktivitas resisten terhadap beta-
laktamase yang dibawa oleh bakteri Gram-
negatif. Aktif terutama terhadap bakteri Gram-
negatif. Aktivitasnya sangat baik terhadap
Enterobacteriacease, P. aeruginosa, H. influenzae
dan gonokokus. Pemberian secara parenteral,
terdistribusi baik ke seluruh tubuh, termasuk
cairan serebrospinal. Sebagian besar obat
diekskresi utuh melalui urin
4.Karbapenem
Karbapenem merupakan antibiotik lini ketiga yang
mempunyai aktivitas antibiotik yang lebih luas
daripada sebagian besar beta-laktam lainnya.
Spektrum dengan aktivitas menghambat sebagian
besar Gram-positif, Gram negatif, dan anaerob.
Spektrum bakteri imipenemin /solastatin merupakaN
preparat antibiotik beta-laktam berspektrum paling
luas yang tersedia saat ini. Obat ini menunjukkan
peranan dalam terapi empirik karena obat ini aktif
terhadap organisme gram positif penghasil
penisilinase dan organisme gram negatif, anaerob
dan Pseudomonas aeruginosa , meskipun strain
pseudomunas lainnya resisten
5.Inhibitor beta-laktamase
Inhibitor beta-laktamase melindungi antibiotik beta-
laktam dengan cara menginaktivasi beta-laktamase.
Golongan antibiotik ini adalah asam klavulanat,
sulbaktam, dan tazobaktam. Asam klavulanat
merupakan suicide inhibitor yang mengikat beta-
laktamase dari bakteri Gram-positif dan Gram-negatif
secara ireversibel. Obat ini dikombinasi dengan
amoksisilin untuk pemberian oral dan dengan tikarsilin
untuk pemberian parenteral. Sulbaktam dikombinasi
dengan ampisilin untuk penggunaan parenteral, dan
kombinasi ini aktif terhadap kokus Gram positif,
termasuk S. aureus penghasil beta-laktamase, aerob
Gram-negatif (tapi tidak terhadap Pseudomonas) dan
bakteri anaerob. Sulbaktam kurang poten dibanding
klavulanat sebagai inhibitor beta-laktamase.
Tazobaktam dikombinasi dengan piperasilin untuk
penggunaan parenteral. Waktu paruhnya memanjang
dengan kombinasi dan ekskresinya melalui ginjal