Anda di halaman 1dari 13

Akademi Farmasi Saraswati Denpasar

Putu Gede Artha Adiyasa (151109)


I Putu Hendrik Yoga Pratama (151110)
I Putu Yoga Mahendra Putra (151111)
I Putu Yoga Adi Berata (151112)
Udiyana Mandala (151113)
I Putu Darmayana (151114)
Ni Wayan Ryas Meyrianti (151115)
Putu Verina Kumala Dewi (151116)
Ni Putu Yunika Candrariskiana (151117)
Ni Nyoman Antika Sari (151118)
Daftar isi
PENDAHULU
AN

PENUTUP PEMBAHA
SAN
Latar Belakang

Di era globalisasi seperti ini, kemajuan dan perkembangan teknologi


sangatlah pesat. Kemajuan dan perkembangan tersebut tentunya sangat
berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari. Hal tersebut tidak hanya
mengubah gaya hidup, seperti cara berpakaian, tetapi juga dapat mengubah
cara seseorang (dalam hal ini remaja) dalam berinteraksi serta berkomunikasi
dengan orang lain yang berkaitan erat dengan penggunaan bahasa.
Seiring perkembangan jaman, penggunaan bahasa Indonesia dengan
baik dan benar pada masyarakat terutama pada kalangan remaja secara
perlahan mulai tidak nampak karena munculnya modifikasi bahasa, yang
sering disebut dengan bahasa alay. Bahasa alay mulai muncul dan
berkembang seiring dengan pesatnya penggunaan jejaring sosial seperti
facebook, twitter, dan lain sebagainya yang membuat penyebaran bahasa alay
di kalangan remaja menjadi semakin pesat.
Latar Belakang

Kebanyakan dari mereka yang menggunakan bahasa alay tidak begitu


mengerti dan memahami pentingnya berbahasa Indonesia dengan baik dan
benar. Jika hal itu dibiarkan, maka akan berdampak buruk bagi pertumbuhan
dan perkembangan bahasa Indonesia di negara ini.

Dengan penggunaan bahasa alay oleh remaja yang semakin


berkembang ini, bisa jadi suatu saat nanti anak cucu kita (masyarakat) sudah
tidak lagi mengenal bahasa baku dan tidak lagi memakai EYD (Ejaan Yang
Disempurnakan) sebagai pedoman dalam berbahasa, kemudian menganggap
remeh bahasa Indonesia. Jika hal ini terus berlangsung, dikahawatirkan akan
menghilangkan budaya berbahasa Indonesia dikalangan remaja bahkan
dikalangan anak-anak.
Rumusan masalah :

1. Bagaimana perkembangan bahasa alay dalam media sosial?


2. Apakah dampak negatif bahasa alay terhadap perkembangan bahasa
Indonesia?

Metode Penelitian :

Untuk mendapatakan data dan informasi yang di perlukan, kami


mempergunakan metode dari media elektronik yang berjangkauan
internasional yaitu internet dan teknik pengamatan.
Pembahasan

Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa


simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Seperti yang telah
dijelaskan di atas bahwa bahasa alay sudah mulai berkembang pesat seiring
dengan berkembangnya teknologi. Yang sebelumnya hanya digunakan oleh
kalangan tertentu, sekarang bahasa alay sudah dapat digunakan oleh berbagai
kalangan, tak terkecuali anak-anak.
Yang semula hanya digunakan dalam bentuk tulisan, sekarang
bahasa alay sudah banyak ditemukan dalam bentuk lisan. Bagi mereka yang
sudah terbiasa dan menyukai kebiasaan mereka berbahasa alay, hal tersebut
merupakan kesenangan dan kebanggaan tersendiri.
Pembahasan

Dengan semakin berkembangnya teknologi, terutama


berkembangnya situs jejaring sosial, seperti facebook dan twitter. Pada tahun
2008, muncul suatu bahasa baru dikalangan remaja, yang disebut dengan
bahasa Alay. Namun jika diteliti lebih lanjut, penggunaan bahasa alay ini
sudah ada jauh sebelum bahasa alay berkembang di facebook maupun twitter,
yaitu ditandai dengan maraknya penggunaan singkatan dalam mengirim
pesan pendek atau SMS (short message service).
Misalnya dalam bentuk SMS biasa, km lg ngapa? yang maksudnya
adalah kamu lagi ngapain?, dan dalam bentuk SMS alay menjadi, u gie
phain?. Tujuan awalnya adalah sama yaitu untuk mengirimkan pesan yang
singkat, padat, dan dapat menekan biaya.
Pembahasan

Dampak Negatif Penggunaan Bahasa Alay Pada Remaja Indonesia :


1. Masyarakat Indonesia tidak mengenal lagi bahasa baku.
2. Masyarakat Indonesia tidak memakai lagi Ejaan Yang Disempurnakan
(EYD).
3. Masyarakat Indonesia menganggap remeh bahasa Indonesia dan tidak
mau mempelajarinya karena merasa dirinya telah menguasai bahasa
Indonesia yang baik dan benar.
4. Dulu anak-anak kecil bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar, tapi sekarang anak kecil lebih menggunakan bahasa alay. Misalnya
dulu kita memanggil orang tua dengan sebutan ayah atau ibu, tapi
sekarang anak kecil memanggil ayah atau ibu dengan sebutan bokap atau
nyokap.
Pembahasan

5. Penulisan bahasa Indonesia menjadi tidak benar. Yang mana pada


penulisan bahasa indonesia yang baik dan, hanya huruf awal saja yang diberi
huruf kapital, dan tidak ada penggantian huruf menjadi angka dalam sebuah
kata ataupun kalimat.

Jika hal ini terus berlangsung, dikahawatirkan akan menghilangkan


budaya berbahasa Indonesia dikalangan remaja bahkan dikalangan anak-
anak. Karena bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi negara kita dan juga
sebagai identitas bangsa.
Pembahasan
Sebaiknya dilakukan minimalisir dampak negatif penggunaan bahasa
alay sebagai berikut :
1. Pada saat berkomunikasi kita harus bisa membedakan dengan siapa kita
berbicara, pada situasi formal atau nonformal. Dengan ini kita bisa
menyeimbangkan penggunaan bahasa dengan baik agar bahasa alay tidak
mendominasi kosakata yang kita miliki.
2. Mengurangi kebiasaan mengirim pesan singkat dengan tulisan yang aneh.
Seperti singkatan kata yang menjadi Yg dan bukan Yank, disamping
mudah membacanya akan lebih efisien waktu dan tidak membuat si
penerima pesan merasa kebingungan membaca tulisan kita.
3. Banyak membaca tulisan yang menggunakan bahasa Indonesia yang baik
dan benar. Artinya di dalam buku tersebut terdapat tulisan yang formalitas
dan sesuai dengan kaidah yang berlaku. Misalnya wacana, berita, ataupun
informasi dalam surat kabar.
Kesimpulan
Tata bahasa Indonesia saat ini sudah banyak mengalami
perubahan. Masyarakat Indonesia sudah tidak bisa lagi menggunakan
bahasa Indonesia dengan baik dan benar, terutama pada kalangan remaja.
Hal tersebut terjadi karena adanya budaya asing dan berbagai variasi
bahasa yang mereka anggap sebagai kreatifitas. Mereka lebih memilih
menggunakan bahasa baru tersebut daripada bahasa Indonesia, karena
mereka takut dikatakan sebagai remaja yang kampungan dan ketinggalan
jaman. Bahasa baru itu mereka sebut dengan bahasa Alay.

Penggunaaan bahasa Alay sudah semakin berkembang


dikalangan remaja saat ini. Hal tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan
dan berdampak buruk bagi pertumbuhan dan perkembangan bahasa
Indonesia itu sendiri. Karena masyarakat Indonesia nantinya akan
melupakan dan tidak lagi menggnakan bahasa Indonesia dengan baik dan
benar.
Saran
Sebenarnya sah-sah saja bagi mereka (terutama remaja) yang
menggunakan bahasa alay, karena hal tersebut merupakan bentuk kreativitas
yang mereka buat. Namun sebaiknya penggunaan bahasa alay dapat
digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi atau tidak digunakan pada
situasi-situasi yang formal. Misalnya pada saat berbicara dengan teman.
Teman disini adalah mereka yang mengetahui dan mengerti bahasa alay
tersebut. Tetapi juga jangan sampai menghilangkan budaya berbahasa
Indonesia kita. Karena biar bagaimanapun bahasa Indonesia tetap menjadi
bahasa kebanggaan kita dan wajib untuk dijaga serta dilestarikan.