Anda di halaman 1dari 22

PRESENTASI HUKUM

BISNIS

INDAH OKTAVIA NINGRUM


MARIA
MARINI NABILLA
MUHAMMAD BUDI
MURNIATI TAKDIR
HUKUM HUKUM ADALAH GAGASAN
ATAU IDE YANG DICIPTAKAN
SIFAT UNTUK SELURUH ASPEK
MASYARAKAT YG DISAHKAN
TUJUAN SECARA RESMI OLEH
PEMERINTAH ATAU PENGUASA
ISI DAN HARUS
DITAATI,DIJALANKAN AGAR
PUBLIK
TERCAPAINYA KEADILAN
PRIVATE
HUKUM 1. MEMAKSA
2. MENGATUR
SIFAT 3. MELINDUNGI

TUJUAN

ISI

PUBLIK

PRIVATE
HUKUM

SIFAT
1. MENDATANGKAN KEMAKMURAN RAKYAT
TUJUAN
2. MENGATUR PERGAULAN RAKYAT
3. SEBAGAI SARANA PEMBANGUNAN
ISI

PUBLIK

PRIVATE
HUKUM 1 2
SIFAT
PUBLIK PRIVAT
TUJUAN
HUKUM TATA NEGARA HUKUM PERDATA
ISI HUKUM ADMINISTRASI HUKUM DAGANG
NEGARA
PUBLIK HUKUM PIDANA
HUKUM
INTERNASIONAL
PRIVATE
HUKUM 1. HUKUM TATA NEGARA
HUKUM TATA NEGARA MERUPAKAN SEMUA
SIFAT HAL YG BERKITAN DENGAN NEGARA , SEPERTI
DASAR PENDIRI SUATU NEGARA,
TUJUAN PEMBENTUKAN LEMBAGA NEGARA , HAK
DAN KEWAJIBAN ANTAR NEGARA

ISI 2. HUKUM ADMINISTRASI NEGARA

PUBLIK HUKUM ADMINISTRASI MERUPAKAN HUKUM


YG MENGATUR SEJUMLAH TATA CARA
MELAKSANAKAN TUGAS , SEPERTI HAK DAN
PRIVATE KEWAJIBAN SUATU NEGARA
HUKUM 3. HUKUM PIDANA

SIFAT HUKUM YANG MENGATUR


KEJAHATAN DAN PELANGGARAN YG
MERUGIKAN KEPENTINGAN UMUM
TUJUAN

ISI 4. HUKUM INTERNASIONAL


HUKUM YANG BERLAKU DI 2
PUBLIK NEGARA / LEBIH

PRIVATE
PERATURAN HUKUM PUBLIK
HUKUM
1. KETERTIBAN UMUM (PERDA N0.31 TAHUN 2000)

SIFAT Ketertiban Umum atau Public Policy memang


sering ditemui dalam sejumlah peraturan-undangan di
Indonesia, misalnya peraturan ketertiban umum Perda
Kota Balikpapan No. 31 tahun 2000 yang berisi banyak hal
TUJUAN mulai dari Kewajiban, Penumpukkan Barang di Jalan,
Pengangkutan Sampah, dll. Berikut bentuk Pelanggaran
Ketertiban Umum :
ISI
Mengadakan Konvoi dengan komunitas Membunyikan petasan, mabuk-mabukan,
di jalan atau membuat acara membuat onar, melakukan aktivitas yang
pernikahan yang memakan sebagian membuat keributan di jam tengah malam
PUBLIK bahu jalan yang menimbulkan dapat dikatakan melanggar ketertiban
umum dalam ruang lingkup masyarakat
kemacetan dan tanpa izin Pasal 3 ayat
(L) sekitar Pasal 3 ayat (J).

PRIVATE Memasang sepanduk baliho dan sebagainya


di pinggir jalan dapat merusak keindahan
kota Pasal 3 ayat (C).
PERATURAN HUKUM PUBLIK
HUKUM
2. PENGOLAHAN SAMPAH (PERDA N0.10 TAHUN 2004)
SIFAT Pengelolahan Persampahan adalah bentuk kegiatan
penanganan sampah mulai dari sumber timbulnya sampah
sampai pada sampah tersebut musnah (habis). Tiga Tahap
TUJUAN pengelolahan sampah :

Reduce Reuse Recycle


ISI

PUBLIK Adapun jadwal pembuangan sampah sebelum ke TPS (Perda Kota


Balikpapan Tahun 2004 Pasal 13) jam 18.00-06.00 WITA

PRIVATE
PERATURAN HUKUM PUBLIK
HUKUM
3. HUKUM ACARA PIDANA (UU N0.8 TAHUN 1981)
Hukum Acara Pidana Hukum adalah peraturan yang mengatur
SIFAT cara alat-alat perlengkapan pemerintah untuk melaksanakan tuntutan,
memperoleh keputusan peradilan, oleh siapa putusan tersebut harus
dilaksanakan jika seseorang atau kelompok melakukan perbuatan pidana.
Tata cara Penyelenggaraan Hukum Acara Pidana :
TUJUAN Penyelidik dapat melakukan penyidikkan
Jika berkas menurut penyidik telah siap
maka akan dilakukan proses penuntutan
Pasal 1 ayat (4)
Pasal 1 ayat (7)

ISI PenSetelah lengkap maka dilakukanlah sidang dengan jangka waktu tertentu dan
setelahnya dilakukan Proses Pemutusan Pengadilan Negeri apakah terdakwa
bersalah atau tidakyelidik dapat melakukan penyidikkan Pasal 1 ayat (4)

PUBLIK Berkas yang diperoleh pihak Pengadilan Negeri akan dicek apakah
sudah memenuhi syarat, untuk diproses selanjutnya (Preadilan)

PRIVATE Terdakwa di dampingi oleh Pengacara Pasal 1 ayat 13


berhak melakukan upayah hukum ayat 12 jika tidak
bisa menerima atas tuntutan yang di berikan
PERATURAN HUKUM PUBLIK
HUKUM
4. PERATURAN PEMILU (UU N0.15 TAHUN 2011)
Dalam sebuah negara perlunya seorang pemimpin atau sebagai
wakil rakyat yang bersifat jujur, adil dan berpihak pada masyarakat, tapi
SIFAT dalam menentukan seorang pemimpin negara pasti ada namanya Pemilihan
Umum atau Pemilu. Pemilu (Pemilihan Umum) yang dilakukan di setiap
negara yang menganut sistem demokrasi, Undang-Undang yang mengatur
TUJUAN tentang penyelenggaraan Pemilu sejak tahun 1955 2009.

Badan Penyelenggara Pemilu menurut UU No 15 Tahun 2011 yaitu :


Komisi Pemilihan Umum (KPU),
Bawaslu (Badan Pengawasan Pemilihan Umum),
ISI Untuk Provinsi dikatakan KPU Provinsi,
KPU kabupaten/kota,
Panitia Pemilihan Kecamatan,
PUBLIK Panitia Pemungutan Suara.

PRIVATE
PERATURAN HUKUM PUBLIK
HUKUM
5. PERPAJAKAN (UU N0.28 TAHUN 2007)
SIFAT
Berdasarkan UU KUP No 28 Tahun 2007 Pasal 1
ayat (1), Pengertian Pajak adalah kontribusi wajib kepada
TUJUAN negara yang terutang oleh pribadi atau badan yang bersifat
memaksa berdasarkan UU, dengan tidak mendapatkan
imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan
negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran Rakyat. Adapun
ISI istilah-istilah dalam perpajakan seperti NPWP Pasal 1 ayat
(6), masa pajak (7), tahun pajak (8), dll

PUBLIK

PRIVATE
PERATURAN HUKUM PUBLIK
HUKUM 6. PERATURAN HUBUNGAN LUAR NEGRI (UU N0.37 TAHUN
1999)

SIFAT Sebuah negara memiliki pengertian atau makna sendiri-sendiri prihal


Hubungan Luar Negeri, seperti Indonesia. Sejak merdeka Indonesia berpatokan
kepada kebijakkkan luar negeri bebas dan aktif dengan mencoba mengambil
masalah regional sesuai ukuran dan lokasi yang dilakukan oleh pemerintah
TUJUAN ditingkat pusat dan daerah atau lembaga-lembaga negara dan warga negara
Indonesia Pasal 1 ayat (1). Hubungan Politik Luar Negeri seperti :
Politik Luar Negeri
Perjanjian Internasional
ISI Pengiriman bantuan berupa sandangan, pangan, dan bisa juga
tenaga(pasukan militer dll)
Melakukan Perlindungan untuk warga Negara Indonesia di luar ketika
PUBLIK terjadinya kekerasan, kematian yang dialami WNI
Penangkapan buronan yang lari ke luar negeri.

PRIVATE
PERATURAN HUKUM PRIVAT
HUKUM
1. PHK (UU RI N0.31 TAHUN 2003)

SIFAT Sering kita ketahui mengenai Pemecatan atau lebih tepatnya


PHK dengan alasan tertentu mungkin salah satunya untuk efisiensi.
Dalam proses ini diatur oleh UU Ketenagakerjaan, seseorang yang
mengalami PHK berhak mendapat uang pesangon sebesar 2 Kalu (UU RI
TUJUAN No.13 Tahun 2003) dan kompensasi lain. Pasal 164 Ayat (3) UU
Ketenagakerjaan berbunyi Pengusaha dapat melakukan pemutusan
hubungan kerja terhadap pekerja/buruh karena perusahaan tutup bukan
karena mengalami kerugian 2(dua) tahun berturut-turut atau bukan
ISI karena keadaan memaksa (force majeur) tetapi perusahaan melakukan
efisiensi, dengan ketentuan pekerja/ buruh berhak atas uang pesangon
sebesar 2(dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan
PUBLIK masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 156(3) dan uang
penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4). Tapi ketentuan
tersebut bisa saja menyimpang UU Ketenagakerjaan dengan syarat harus
lebih baik menguntungkan pekerja.
PRIVATE
PERATURAN HUKUM PRIVAT
HUKUM
2. AHLI WARIS (PASAL 830 K.U.H.P)
Hukum Waris masuk dalam hukum privat karena dianggap
SIFAT sebagai suatu peraturan yang mengatur pemindahan kekayaan kepada
orang yang berhak mendapatkannya biasanya beruapa harta benda atau
kekuasaan atau bisa juga berupa hutang piutang. Adapun sumber dan
ruang lingkup Hukum Waris :
TUJUAN
Sumber Hukum Waris, dibagi menjadi 2 tertulis dan tidak tertulis
Ruang lingkup Hukum Waris : Hukum Waris Perdata, Hukum Waris
ISI Adat, Hukum Waris Islam.

Akan tetapi seorang pewaris dapat membatalkan warisannya kepada ahli


waris, seperti :
PUBLIK Karena mencoba membunuh atau melakukan penganiayaan berat
pewaris Pasal 838 ayat 1 KUH Perdata.
Orang pernah menfitnah pewaris, dan dengan putusan hakim si
pewaris tersebut diancam dengan hukuman penjara 5 tahun atau
PRIVATE hukuman yang lebih berat lagi Pasal 838 ayat 2 KUH Perdata.
HUKUM Orang yang menghalangi atau dengan kekerasan
memaksa pewaris mencabut kembali wasiatnya
(Pasal 838 ayat 3 KUH Perdata)
SIFAT
Mereka yang telah menggelapkan, merusak atau
memalsukan surat wasiat yang meninggal Pasal 838
TUJUAN ayat 4 KUH Perdata

ISI

PUBLIK

PRIVATE
PERATURAN HUKUM PRIVAT
HUKUM
3. PERKAWINAN (UU N0.1 TAHUN 1974)

SIFAT Pengertian Perkawinan menurut UU No. 1 Tahun 1974


Pasal 1 adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang
wanita sebagai suami istri dengan tujuan membenuk keluarga atau
rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan KeTuhanan Yang
TUJUAN Maha Esa.

Adapun mengenai Perkawinan Campuran adalah perkawinan yang


dilakukan oleh dua warga negaea berbeda salah satunya warga
ISI Indonesia yang tunduj pada hukum yang berlainan Pasal 57.

PUBLIK

PRIVATE
HUKUM PERATURAN HUKUM PRIVAT
4. PERCERAIAN (UU N0.09 TAHUN 1975)

SIFAT Dalam suatu membangun hubungan rumah tangga pasti


ada namanya ketidakcocokan, seperti terjadi cekcok dengan pasangan
karena berbeda pendapat dan lain-lain. Maka dari itu di buatnya
TUJUAN aturan Perceraian atau Tata cara Perceraian UU No.9 1975 Bab V.

Dalam sebuah perkawinan dapat putus UU No 1 Tahun 1974 Pasal 38 :


ISI Kematian
Perceraian, dan
Keputusan Pengadilan

PUBLIK

PRIVATE
PERATURAN HUKUM PRIVAT
HUKUM
5. KEMATIAN ADAT
Sebuah Proses Kehidupan banyak hal yang membuat
SIFAT orang bahagia mulai dari proses kelahiran, pernihkahan dan masih
banyak lagi. Namun ada juga satu hal prose kehidupan yang
membawa duka dalam sebuah keluarga bahkan seluruh manusia di
dunia yaitu kematian. Adapun proses kematian yang biasanya di
TUJUAN miliki setiap kepercayaan baik itu muslim, nasrani, khatolik, buddha,
hindu, konghucu bahkan dalam adat istiadat setiap suku di
Indonesia.

ISI Berikut contoh proses kematian dari Suku Batak Toba :


Untuk masyarakat Batak Toba memperlakukan orang yang telah
meninggal dunia dengan cara khusus seperti pesta dan suka cita,
PUBLIK keadaan ini sangat jauh berbeda dengan suku lain di Indonesia. Tata
caranya di bagi berdasarkan usia dan staus antara lain :
Kematian yang dalam kandungan (mate di bortian) seperti ini
belum diperlakukan adat (langsung dikubur tanpa peti)
PRIVATE
HUKUM Kematian masih bayi (mate poso-poso) mati saat anak-anak (mate
dakdanak), mati saat remaja (mate ponggol), keseluruhan itu
mendapatkan perlakukan adat, mayat ditutupi dengan kain ulos
sebelum dikuburkan.
SIFAT Telah berumah tangga namun belum punya anak (mate diparalang-
alangan/ mate punu)
Telah berumah tangga dan meninggalkan anak yang masih kecil
TUJUAN (mate mangkar), dll.

ISI

PUBLIK

PRIVATE
PERATURAN HUKUM PRIVAT
HUKUM
6. DAGANG (UU N0.20 TAHUN 2008)
Dalam hukum dagang adalah hukum yang mengatur
SIFAT tingkah laku manusia yang turut melakukan perdagangan untuk
memperoleh keuntungan atau hukum yang mengatur hubungan
antara manusia dengan bahan-bahan hukum atau antara individual
dalam perdagangan. Adapun golongan-golongan usaha yang diatur
TUJUAN dalam UU No. 20 Tahun 2008 UMKM :

Usaha Produktif milik perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang


ISI Usaha
Mikro
memenuhi kriteria usaha mikro dalam UU.

Usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh perorangan atau
badan usaha yang bukan anak perusahaan atau bukan cabang yang dimiliki, dikuasai
PUBLIK Usaha atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau
usaha besar yang memenuhi kriteia usaha kecil sesuai UU
Kecil
Usaha menegah hampir sama dengan usaha kecil hanya usaha ini jumlah
PRIVATE Usaha
Menegah
kekayaan bersih atau hasil penjualan Pertahun
TERIMA
DI BUAT OLEH
KELOMPOK 3 KASIH