Anda di halaman 1dari 92

dr.

Rizki Isnaeni SpOG


FKIK UIN Syarif Hidayatullah
Pendahuluan
Reproduksi: proses menghasilkan individu baru
dari organisme sebelumnya.
Cara: 1. Reproduksi seksual
2. Reproduksi aseksual:
- fusi
- pembentukan spora
- fragmentasi
- tunas
- propagasi vegetatif
Reproduksi manusia melibatkan:
- fertilisasi internal
- hormon
- sistem saraf
- sistem reproduksi
Alat kelamin pria: testis produksi sperma
dan hormon sex pria.
Alat kelamin wanita: ovarium produksi sel
telur hormon sex wanita.
Alat Reproduksi Wanita
Genitalia eksterna Genitalia interna
1. Labia minora 1. Ovarium
2. Labia mayora 2. Tuba falopi
3. Klitoris 3. Uterus
4. Cervix
5. Vagina
Organ reproduksi pria
MENSTRUAL CYCLE
Siklus menstruasi

Terjadi dalam uterus


Siklus berlangsung 15-31 hari
Hari pertama siklus keluarnya darah
menstruasi (luruhnya lapisan uterus).
100 cc per hari
Lama 5-14 hari
Hormon-Hormon Reproduksi
Wanita
Hormon Gonadotropin: merangsang
sekresi FSH (Folikel Stimulating Hormon)
dan LH (Luteinizing Hormon).
FSH: merangsang perkembangan folikel
dan bersama LH merangsang sekresi
estrogen dan ovulasi.
LH : merangsang ovulasi dan
perkembangan corpus luteum produksi
estrogen dan progesteron.
Produksi FSH trigger untuk sekresi LH
yang akan menstimulasi maturasi folikel
dan ovulasi (hari ke-14 atau pertengahan
siklus)
Estrogen dan progesteron: menstimulasi
perkembangan endometrium
mempersiapkan lapisan dalam uterus
untuk implantasi zigot.
Jika kehamilan tidak terjadi: FSH dan LH
menyebabkan corpus luteum disintegrasi.
Siklus Hormon Reproduksi Pada
Wanita
Siklus ovarium
- Beregulasi dalam 2 fase yaitu fase
folikuler dan fase luteal.
- Hipotalamus dan hipofise anterior :
sekresi hormon untuk mengontrol siklus
ovarium
- Siklus berlangsung 28 hari
Fase folikuler oosit matang dalam
folikel, sel memproduksi hormon
estrogen
Fase luteal setelah ovulasi,
terbentuk corpus luteum yang
memproduksi hormon estrogen dan
progesteron sebagai persiapan
kehamilan.
Fase Menstrual (hari 1- 4)
Menstruasi tidak terjadi fertilisasi
14 hari setelah ovulasi k. luteum tdk berfs
estrogen & progesteron
St. fungsionalis kekurangan darah arteri
helikal (bergelung) konstriksi O2 kelenjar
berhenti berfungsi, leukosit masuk, iskemia st
fungsionalis nekrosis arteri berdilatasi sekali
lagi lemah pecah mensis
Darah yang hilang 35 ml
Fase Proliferatif (Folikular)
(Hari 4 - 14)
Perkembangan folikel ovarium
Karakteristik:
Reepitelisasi endometrium
Rekonstruksi kelenjar kelenjar lurus (belum
bergelung), sel mulai akumulasi glikogen
Rekonstruksi arteri bergelung belum terlalu
bergelung, hanya mencapai st. fungsionalis
Pembentukan st. fungsionalis baru
Fase Sekretori (Luteal)
(Hari 15 28)

Edema & akumulasi glikogen kelenjar


endometrium menebal ( 5 mm)
Kelenjar bergelung & bercabang
Arteri bergelung memenuhi st.
fungsionalis
Gangguan Menstruasi

80% terjadi handaya


Metrhorargia
Causa:
Imbalance hormonal
Mioma
Keganasan
Oligomenorhea
PCOS
Kelainan kongenital
Tumor
Keganasan

Dismenorhea
Endometriosis
PID
Amenorhea
Hamil
Kelainan kongenital
Pasca operasi?
Penatalaksanaan

Faktor resiko
Usia reproduksi
Fungsi reproduksi
FERTILISASI
Fertilisasi dan Perkembangan Zigot

Fertilisasi: fusi dari sperma dan ovum,


biasanya terjadi pada 1/3 bagian tuba
falopi.
Fungsi fertilisasi:
1. transmisi gen dari kedua ortu
2. restorasi jumlah kromosom diploid,
dikurangi selama miosis.
3. inisiasi perkembangan janin
Tahap-tahap fertilisasi:

1. Kontak antara sperma dan ovum


2. Masuknya sperma ke dalam ovum
3. Fusi dari ovum dan nukleus sperma
4. Aktivasi perkembangan
Cleavage (Pembelahan)
Langkah pertama perkembangan semua
organisme multisel.
Mengubah 1 sel zygot menjadi embrio
dengan multisel, sitoplasma zygot
biasanya dibagi diantara sel-sel baru yang
terbentuk.
Blastula:
- Hasil mitosis zygot
- Seperti bola, terdiri dari sel-sel yang
mengelilingi ruangan yang berisi cairan
- Penurunan ukuran sel meningkatkan
rasio volume permukaan, menyebabkan
pertukaran oksigen antara sel dan lingkungan
lebih efisien.
Gastrulasi
Bermigrasinya sel ke suatu posisi dimana
sel tersebut akan membentuk 3 lapisan sel
primer:
1. ektoderm : lapisan luar
2. mesoderm: lapisan tengah
3. endoderm : lapisan dalam
Ektoderm:

membentuk jaringan yang


berhubungan dengan lapisan luar.

kulit, rambut,kel.keringat,epitel,
otak dan sistem saraf.
Mesoderm:
membentuk struktur yang
berhubungan dengan pergerakan dan
penyangga.
otot, kartilago, tulang, darah, jaringan
ikat, sistem reproduksi, dan ginjal.
Endoderm:
membentuk jaringan yang berhubungan
dengan sistem pencernaan, sistem
respirasi, kel.tiroid,paratiroid, liver,
pankreas, kandung kencing.
Invaginasi
Setelah gastrulasi, axis tubuh embryo
mulai muncul.
Sel-sel chordamembentuk sistem saraf,
melipat ke dalam tabung neuralspinal
cord
Mesodermmbtk notochordvertebrae
mbtk somitsegmen tubuh
Invaginasi
Pola Formasi dan Induksi

Formasi adalah tahapan selanjutnya dari perkembangan


embryo.
Pembagian sel diselesaikan dengan migrasi dan agregasi.
Pola formasi adalah hasil cells sensing posisinya pada
embryo dan membentuk struktur yang cocok pada
tempat tersebut.
Tingkat informasi molekul dalam embryo telah disugesti
untuk memberikan informasi posisi terhadap sel-sel.
Homeobox genes adalah pola gen yang berhubungan
dengan tingkat informasi molekul untuk membentuk
perencanaan tubuh dan perkembangan organ
INDUKSI

Proses dimana satu sel atau jaringan


mempengaruhi perkembangan sel atau jaringan
lain.
Bila sel mulai membentuk struktur tertentu,
maka gen tertentu akan aktif, sementara yang
lainnya tidak
Induksi mempengaruhi pola gen melalui kontak
fisik atau sinyal kimia.
Perkembangan Manusia

Fertilisasi
Fusi dari sperma dan ovum, biasanya
terjadi pada ampula tuba falopi.
Setelah ejakulasi, 30 menit kemudian
sperma berada pada tuba.
Hanya beberapa ribu yang dapat
mencapai sel telur (dari ratusan juta yang
dikeluarkan)
Pada saat sperma menyatu dengan ovum,
interaksi sperma dengan reseptor
permukaan oosit sekunder menyebabkan
perubahan kimia pada membran sel telur.
Selanjutnya zigot yang terbentuk akan
mengalami pembelahan
Implantasi

Uterus membesar untuk persiapan


implantasi embryo
Setelh fertilisasi, 12 hari kemudian
trofoblas membentuk 2 lapisan chorion
hCG disekresi oleh chorion dan berfungsi
mempertahankan corpus luteum
Placenta
Struktur maternal dan embryo berpautan
membentuk placenta
Walaupun darah ibu dan anak tidak
bercampur, virus dan bakteri dapat
menembus dinding pembuluh darah.
Tali pusat :-menghubungkan placenta ke
embryo
-transport makanan
-transport ekskresi embryo
Tahapan Perkembangan Janin
Dalam Rahim

Periode fertilisasi hingga kelahiran


berlangsung 9 bulan yang dibagi menjadi
3 semester.
Trimester I
3 Lapisan jaringan embrio terbentuk
Diferensiasi sel mulai membentuk
organ-organ selama minggu ke-3
Setelah 1 bulan panjang embrio 5
mm, terdiri dari segmen-segmen
somit yang berpasangan
Selama bulan ke-2, sistem organ
utama terbentuk, penonjolan
ekstremitas berkembang
Embrio menjadi fetus pada minggu
ke-7
Awal minggu ke-8, tjd determinasi
sex, membentuk testis pada fetus
XY dan ovarium pada fetus XX
Genitalia eksterna berkembang
Trimester II
Ukuran fetus meningkat
Bagian-bagian tulang rangka mulai terbentuk
Pergerakan bayi dapat dirasakan ibu
Trimester III
Peningkatan ukuran fetus
Sistem respirasi dan
sirkulasi dipersiapkan
untuk bernafas
Perkembangan fetus pada
masa ini menggunakan
protein dan kalsium ibu
dalam jumlah besar
Antibodi ibu masuk ke
fetus selama bulan
terakhir, memberikan
imunitas sementara
Kelahiran

Hasil mekanisme feedback positif hormon


Cervix berdilatasi membuka jalan untuk
janin
Kontraksi uterus akan mendorong janin
keluar
Melibatkan hormon oksitosin dan
prostaglandin yang akan menstimulasi
kontraksi
Kontrasepsi
Usaha pencegahan kehamilan biasanya
menggunakan metode blocking satu dari 3
tahap reproduksi:
1. Pengeluaran dan transport gamet
2. Fertilisasi
3. Implantasi
Metode kontrasepsi : 100% tak ada yang
mampu mencegah kehamilan atau transmisi
PMS.
Metode efektif: abstinensia
Metode Kontrasepsi

1. Pencegahan secara fisik


Vasektomi, ligasi tuba
2. Kontrasepsi oral
3. Norplant
4. Metode barier
Kondom, diafragma, spermacid
KELENJAR MAMMAE

Sekresi susu
Susu mengandung prot, lemak, laktosa,
Ab, mineral, vit. larut lemak makanan
bayi
Wanita puber :
Estrogen & progesteron (Ovarium & plasenta)
+ Prolaktin ( sel asidofil pituitari anterior)
Perkembangan lobulus & duktus terminal
Glukokortikoid & somatotropin
perkembangan lengkap
J. ikat & j. lemak ++ kelenjar >>
Perkembangan lengkap 20 th,
siklus :
Siklus minor : periode menstruasi
Siklus mayor : hamil & menyusui
Usia 40 th atropi
Sekresi Kelenjar Mammae

Plasenta lepas prolaktin stimulasi


produksi susu
2-3 hari setelah melahirkan kolostrum
disekresi
Kolostrum mengandung : vit. A, sodium,
Cl, limfosit, monosit, mineral,
laktalbumin, Ig A
Histologi Kelenjar Mammae

Gl. Tubuloalveolar kompleks


15 20 lobus mengelilingi puting, terpisah
oleh lemak & kolagen
Duktus laktiferus dilatasi: sinus
laktiferus puting permukaan
Kelenjar Mammae Aktif
(Sekresi/Laktan)
Estrogen & progesteron (hamil)
Duktus terminal bercabang & tumbuh
alveoli tumbuh & matang
Alveoli : sel kubus terdapat RER,
Golgi, mitokondria, lemak, vesikel kaya
kasein (prot. susu) + laktosa
Sekret sel alveolar :
Lipid : eksositosis apokrin
Protein : eksositosis merokrin
AREOLA & PUTING

Kulit sangat berpigmen mengeliligi pusat


mammae
Kel. keringat & kel. Sebasea Kel.
Areolar (Gl. Montgomery)
Pusat areola: puting muara d. laktiferus
Otot polos : sirkular & longitudinal
kontraksi ereksi puting
Susu :
Diproduksi 4 hari setelah melahirkan
Rangsang penglihatan, sentuhan & raba
bayi

Oksitosin (lobus pituitari post) inisiasi


pengeluaran susu (kontraksi mioepitel)
Tumor of reproductive organs
and breast
breast

ovary

prostate
Breast

prostate
Cervix uteri

Indonesia (BRK,2000)
cervix 3277
payudara 2398
ovarium 878
prostat 392
Benign tumor
Leiomyoma/uterine fibroid

Commonest benign tumor


Commonly present in later repro
ductive life & around menopause
Associated with infertility
precise aetiology is unknown
clinically may present with
- abdominal mass
- urinary problems
- abnormal uterine bleeding
MACROSCOPIC MICROSCOPIC
Multiple, round 5 200 mm
Complex interlacing
well circumscribed
bundles of smooth muscle
cut section white,whorled
fibers
Ovarian tumor
Ovarian tumors
Solid / cystic
Benign / malignant
Borderline lesions have low risk of
malignant
behaviour
Nomenclature based on cellular origin
Commonest fatal gynaecological
malignancy in
many countries
Malignant tumor
Cervical cancer
Cervical cancer
Risk factors
Early age at first intercourse
Frequency of i c
Number of partners
HPV postulated as main causative
factor
Precancer can be detected by
cytology
(Paps smear)
ALHAMDULILLAH