Anda di halaman 1dari 78

ASMA

EDDY SURJANTO
YUSUP SUBAGIO SUTANTO
Asma Persisten Sedang
Salah satu dari hal berikut ini :
1. Gejala setiap hari
2. Gejala asma malam > 1 kali/ minggu
3. VEP-1 atau APE 60%-<80% prediksi

Asma Persisten Berat


Salah satu dari hal berikut ini :
1. Gejala terus menerus
2. Gejala asma malam hari sering
3. VEP-1 atau APE sama dengan atau < 60%
prediksi
Langkah 4: Persisten Berat Turunkan
Pengontrol: digunakan setiap bila
hari Pelega terkontrol
kombinasi Steroid & Beta2-agonis
kerja lambat inhalasi beta2-agonis
Steroid oral kerja singkat prn
Hindari atau kontrol pencetus
Langkah3: Persisten Sedang Edukasi
Pengontrol : setiap hari penting pada
Kombinasi steroid & beta2-- Pelega
agonis kerja lambat inhalasi setiap tahap
Beta2-agonis Turunkan
Pertimbangkan anti-
leukotrien kerja singkat prn pengobatan
Hindari atau kontrol pencetus bila terkontrol
sedikitnya 3
Langkah 2: Persisten Ringan bulan
Pengontrol : setiap hari lanjutkan
Steroid inhalasi Pelega
Atau Kromolin, teofilin lepas pengobatan
lambat oral, atau antileukotrin Beta2-agonis dan
kerja singkat prn pengawasan
Avoid or control triggers
Langka 1: Intermiten

Pelega Tingkatkan terapi


Pengontrol belum perlu
Beta2-agonis bila tidak
kerja singkat prn terkontrol
(Yakinkan teknik
Hindari dan kontrol pencetus inhalasi &
Pengobatan kepatuhan)
GINA Guidelines 1998
Eksaserbasi/serangan asma
Episode peningkatan sesak napas,
batuk, mengi (wheezing),dada terasa
berat, atau kombinasi gejala-gejala
tersebut secara cepat dan progresif
Ditandai dengan penurunan aliran
udara ekspirasi, dinilai dari arus puncak
ekspirasi (APE) atau volume ekspirasi
paksa detik pertama (VEP-1)
FAKTOR RISIKO UNTUK
EKSASERBASI ASMA
Alergen
Infeksi saluran napas
Exercise dan hiperventilasi
Cuaca
Sulfur dioksida
Makanan, bumbu, obat-obatan
TUJUAN PENATALAKSANAAN
PADA EKSASERBASI AKUT
Menghilangkan obstruksi secepat mungkin
Menghilangkan hipoksemi
Mengembalikan faal paru ke normal
secepat mungkin
Mencegah kekambuhan
FAKTOR YANG MENINGKATKAN RISIKO
KEMATIAN KARENA ASMA

Riwayat gagal napas dan pemasangan intubasi


Pemakaian steroid sistemik
Kunjungan ke unit gawat darurat / perawatan karena asma
Penatalaksanaan asma yang tidak adekuat
Depresi berat dan atau masalah psikososial
SERANGAN ASMA RINGAN

Sesak napas : Waktu berjalan


Bisa berbaring

Berbicara : Kalimat

Kesadaran : Mungkin agitasi

Frekuensi napas : Meningkat


SERANGAN ASMA RINGAN

Pemakaian otot
bantu napas : Biasanya tidak
Mengi : sedang, pada akhir
espirasi
Nadi : < 100 kali/menit
Pulsus : tidak ada
paradoksus
SERANGAN ASMA RINGAN

APE sesudah terapi


Awal : > 80 %
Pa O2 : Normal
Pa CO2 : < 45 mmHg
Saturasi O2 : > 95 %
(udara biasa)
SERANGAN ASMA SEDANG

Sesak napas : Waktu berbicara


lebih suka duduk
Berbicara : Kata-kata
Kesadaran : Biasanya agitasi
Frekuensi napas : Meningkat
SERANGAN ASMA SEDANG

Pemakaian otot
Bantu napas : Biasanya ada
Mengi : Keras
Nadi : 100 - 120 kali/menit
Pulsus : mungkin ada
paradoksus 10 - 25 mmHg
SERANGAN ASMA SEDANG

APE sesudah
terapi awal : 60 - 80 %
Pa O2 : > 60 mmHg
Pa CO2 : < 45 mmHg
Saturasi O2 : 91 - 95 %
(udara biasa)
SERANGAN ASMA BERAT
Sesak napas : saat istirahat
duduk membungkuk
Berbicara : kata demi kata
Kesadaran : biasanya agitasi
Frekuensi napas : > 30 x / menit
Pemakaian otot
bantu napas : biasanya ada
Nadi : > 120 kali/menit
SERANGAN ASMA BERAT
Pulsus paradoksus : sering ada
> 25 mmHg
APE sesudah
terapi awal : < 60 %
< 100 L/menit
Pa O2 : < 60 mmHg
Pa CO2 : > 45 mmHg
Saturasi O2 : < 90 %
(udara biasa)
SERANGAN ASMA
MENGANCAM JIWA
Kesadaran : Tidak begitu sadar
Pemakaian otot
bantu napas : Pergerakan torako
abdominal yang
paradoksal
Mengi : Tidak ada
Nadi : Bradikardi
Pulsus paradoksus : Tidak ada karena
kelelahan otot napas
Penatalaksanaan
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan

Pengobatan serangan asma sedini mungkin


Di rumah
Di rumah sakit :
- Ruang gawat darurat (IGD)
- Ruang rawat inap
- Ruang perawatan intensif (ICU)
TUJUAN PENATALAKSANAAN
ASMA

Menghilangkan dan mengendalikan


gejala asma
Mencegah eksaserbasi penyakit
Meningkatkan fungsi paru mendekati
normal
Mempertahankan fungsi paru
Menghindari efek samping obat
Mencegah obstruksi yang ireversibel
Mencegah kematian karena asma

MEMBUAT ASMA MENJADI TERKONTROL


Penatalaksanaan eksaserbasi di Rumah (1)
Penilaian beratnya serangan asma
Ukur APE : nilai 50% prediksi/nilai terbaik menunjukkan asma akut
berat. Catat tanda & gejala. Derajat batuk, sesak, mengi, & rasa
tertekan di dada tidak akurat untuk menilai derajat beratnya serangan
asma. Penggunaan otot bantu napas & retraksi suprasternal
menunjukkan serangan asma berat

Pengobatan awal
Hirup agonis beta 2 aksi pendek 2-4 semprot, sampai 3 x setiap 20
menit atau nebulizer sekali
Penatalaksanaan eksaserbasi di Rumah (2)
Respons baik Respons tidak lengkap Respons buruk
Eksaserbasi ringan Eksaserbasi sedang Obstruksi berat
APE >80% prediksi/nilai APE 50-80% prediksi/nilai APE < 50% prediksi/nilai
terbaik terbaik terbaik
Tidak ada mengi/sesak Mengi dan sesak napas Mengi dan sesak napas
Respons terhadap agonis menetap sangat menonjol
2 bertahan > 4 jam Tambahkan kortikosteroid Tambahkan kortikosteroid
Agonis 2 dapat dilanjutkan oral oral
setiap 3-4 jam selama 24-48 Lanjutkan agonis 2 Ulangi agonis 2 segera
jam Jika serangan sangat
Penderita yang sedang berat / tidak responsif,
menggunakan kortikosteroid hubungi dokter & segera
hirup, dosis didobel untuk 7- pergi ke gawat darurat
10 hari

Hubungi dokter untuk instruksi Hubungi dokter segera (hari Rujuk ke ruang gawat
lebih lanjut ini) untuk instruksi lebih lanjut darurat
Penatalaksanaan eksaserbasi
di rumah sakit
Eksaserbasi berat asma merupakan
kegawatdaruratan medis yang
mengancam jiwa
Penanganan harus cekatan dan paling
aman jika dilakukan di rumah sakit
Penatalaksanaan Eksaserbasi di Rumah Sakit (1)
Penilaian awal (sesuai derajat berat/ringannya serangan asma)
Riw. penyakit, pemeriksaan fisik, penggunaan otot bantu napas, frek. nadi, frek. napas,
APE atau VEP1, saturasi O2, AGD pada pasien berat & pemeriksaan lain jika ada indikasi.

Terapi awal
Inhalasi agonis 2 aksi singkat, dg nebulisasi, 1 dosis setiap 20 menit selama 1 jam
Oksigen untuk mencapai saturasi O2 90% (95% pada anak-anak)
Kortikosteroid sistemik jika tidak ada respons segera/jika akhir-akhir ini mendapat steroid
peroral atau jika serangan asmanya berat
Sedasi merupakan kontraindikasi pada penanganan serangan akut/eksaserbasi

Penilaian ulang : tanda-tanda fisik, APE, saturasi O2, & pemeriksaan lain yang diperlukan

Tingkat Sedang Tingkat Berat


APE 60-80% dari nilai prediksi/terbaik APE < 60% dari nilai prediksi/terbaik
Pem.fisik : gejala asma sedang, penggunaan PF: Gej. asma berat, istirahat ada retraksi dada
otot bantu napas Riw. risiko tinggi, tak ada perbaikan stl t/ awal
Inhalasi agonis 2 setiap 60 menit Inhalasi agonis 2 tiap 60 menit atau kontinyu
Pertimbangkan kortikosteroid inhalasi antikolinergik
Lanjutkan pengobatan 1-3 jam, sepanjang ada Oksigen, Kortikosteroid sistemik
perbaikan Pertimbangkan agonis 2 SK, IM, atau IV
Penatalaksanaan Eksaserbasi di Rumah Sakit (2)

Respons baik Respons tidak lengkap Respons buruk dalam 1 jam


Respons menetap 60 menit 1-2 jam Riw. risiko tinggi
sesudah t/ terakhir Riw. risiko tinggi Pem. fisik gejala asma berat,
Pem. fisik normal Pem. fisik gejala asma mengantuk, & bingung
APE > 70% ringan/sedang APE <30%
Tidak ada distres APE >50% tetapi <70% PCO2 >45 mmHg
Saturasi O2 >90% (anak 95%) Saturasi O2 tidak membaik PO2 <60 mmHg

Rawat jalan : Rawat inap (bangsal): Rawat ICU :


Agonis 2 inhalasi Inhalasi agonis 2 inhalasi Inhalasi agonis 2 inhalasi
Pertimbangkan kortikosteroid antikolinergik antikolinergik
oral (pada kebanyakan pasien) Kortikosteroid sistemik Kortikosteroid IV
Pendidikan pasien Oksigen Pertimbangkan agonis 2
SK, IM atau IV
Minum obat secara benar Pertimbangkan aminofilin IV Oksigen
Tinjau rencana kerja Pantau APE, saturasi O2, nadi, Pertimbangkan aminofilin IV
Tindak lanjut pengobatan teofilin Mungkin perlu intubasi &
secara tepat ventilasi mekanis

Dipulangkan jika APE >70% &


menetap dalam pengobatan Masuk ICU jika tidak ada
Perbaikan Tidak ada perbaikan
peroral/inhalasi perbaikan dalam 6-12 jam
Tabel . Obat-obat asma pada eksaserbasi akut
Nama Obat Dosis Kemasan Dosis Pemberian Efek Samping
2 Agonis
MDI=IDT+Spacer 2-8 puff setiap 20 menit Takikardi, tremor otot
Salbutamol 100mg/puff
sampai 1 jam, lalu setiap 1- seketal,hipokalemia, peningkatan
Terbutalin 250mg/puff 4 jam diperlukan asam laktat, pusing hiperglemia.
Fenoterol 100mg/puff Secara umum pada inhalasi efek
Procaterol 10mg/puff samping sistematikanya lebih
sedikit, terutama reaksi
kardiovaskuler pada usia tua,
Nebulizer/I khususnya yang sudah mempunyai
nhalasi penyakit kardiovaskuler
Salbutamol 2,5mg/mL,5mg/ 1-2 mL (Salbutamol 2,5mg-
mL 5mg, terbutalin 2,5-5mg,
Terbutalin
2,5 mg/mL fenoterol 100mcg-100mcg)
Fenoterol
100 mcg/mL setiap 20 menit untuk 3
dosis, lalu 1-4 jam jika
Subcutan diperlukan
(Systemic)
Terbutalin 0,25mg setiap 20 menit Hipoksik lebih besar
1mg/mL
Epinefrine untuk 3 dosis
1:1000(1mg/mL)
0,3-0,5 mg setiap 20 menit
Nama Obat Dosis Kemasan Dosis Pemberian Efek Samping
Antikolinergik
*MDI=IDT+Spacer
Ipratropium Mulut kering dan rasa kering
Bromide 20mcg/puff 2-8 puff jika diperlukan

Nebulizer/ 0,25-0,5mg setiap 30


* Inhalasi 0,25mg/mL menit untuk 3 dosis lalu
Ipratopium 2-4 jam bila diperlukan
Methylxanthine Aminofilin tidak dianjurkan
Intravena 0,5-0,9mg/kg BB/jam untuk serangan asma karena
Aminofilin 5-6 mg/kg BB(bolus) efek sampingnya antara
24mg/mL
lain:iritasi
gastrointestirial,aritmia, dan
Kortikosteroid Tablet:2,4,8,16 Tablet:40-60mg/hari hipotensi
Methylprednisol ,32 mg Intravena:40-125mg
one
vial:125mg/ setiap 6-8jam
Penggunaan jangka pendek:
2mL Intravena:2,0mg/kgBB gangguan metabolisme
setiap 4jam glukosa yang reversible,
Hidrokortison Vial:100mg/2 peningkatan nafsu makan,
mL retensi cairan, penambahan
berat badan, perubahan modd,
hipertensi, pepticuler
Kriteria rawat jalan dari IGD

Pasien dengan APE atau VEP-1 > 60%


Pasien dengan APE atau VEP-1 40-60%,
mempunyai kemungkinan rawat jalan
jika dapat difollow-up secara memadai
dan pasien dijamin patuh dengan
anjuran yang diberikan
Kriteria rawat inap (bangsal)
Respons tidak adekuat setelah 1-2 jam pengobatan
Obstruksi berat menetap (APE < 40% nilai prediksi/nilai terbaik)
Riwayat serangan asma berat, terutama yang memerlukan
perawatan
Adanya faktor-faktor risiko tinggi
Gejala tetap berlangsung lama sebelum mengunjungi gawat
darurat
Tidak tersedianya fasilitas yang memadai dari rumah untuk
mencapai rumah sakit / mendapat obat
Kesulitan transportasi mencapai rumah sakit bila gejala asma
memburuk
Kriteria rawat di ICU

Asma berat dengan respons kurang baik


terhadap pengobatan di IGD
Terdapat gejala penurunan kesadaran
atau gagal napas
LANGKAH-LANGKAH
PENATALAKSANAAN ASMA

1
EDUKASI PENDERITA DAN
KELUARGANYA TENTANG ASMA
KARAKTERISTIK ASMA
Penyakit kronik
Sifatnya variasi
Obstruksi reversibel
Airway modelling
2
MENENTUKAN
KLASIFIKASI ASMA
KLASIFIKASI ASMA
Ditentukan oleh
Frekuensi serangan
Serangan asma malam
Gangguan aktiviti
Nilai faal paru (VEP1 atau APE)
Variabiliti harian
3
MENGHINDARI FAKTOR

PENCETUS
MENGENALI FAKTOR

PENCETUS
MENGHINDARI IRITASI
MENGHINDARI CUACA

YANG TERLALU DINGIN


MENGHINDARI CUACA

YANG TERLALU PANAS


MENGHINDARI AKTIVITI

BERLEBIHAN
JANGAN MEROKOK
4
PENGOBATAN YANG OPTIMAL
OBAT PELEGA NAPAS

Dipakai saat serangan

Bersifat bronkodilator
OBAT PENGONTROL
ASMA
Dipakai rutin setiap hari

Anti inflamasi

Bronkodilator kerja lama


KORTIKOSTEROID
INHALASI
Antiinflamasi paling paten
Budesonide
Fluticasone
Beclomethason
TERAPI INHALASI

Kerja langsung

Onset kerja cepat


TERAPI INHALASI

Dosis kecil

Efek samping minimal

Mobilisasi lendir
KESALAHAN
PEMAKAIAN INHALASI

Koordinasi kurang
KESALAHAN
MEMAKAI INHALASI

Tidak dihirup
PENGOBATAN ASMA
INTERMITEN
OBAT PENGONTROL
Tidak perlu

OBAT PELEGA
Bronkodilator aksi singkat
Inhalasi beta-2 agonis bila perlu
PENGOBATAN ASMA
PERSISTEN SEDANG
OBAT PENGONTROL
Inhalasi
Bronkodilator aksi lama inhalasi/oral atau
Teofilin lepas lambat
Anti leukotrien
OBAT PELEGA
Bronkodilator aksi singkat
Inhalasi beta-2 agonis bila perlu, tidak
melebihi 3-4 kali/hari
5
PENATALAKSANAAN

EKSASERBASI AKUT
EKSASERBASI AKUT
Inhalasi agonis beta-2 kerja
singkat
Inhalasi anti kolinergik
Injeksi agonis beta-2 kerja
singkat sub kutan
Injeksi adrenalin sub kutan
EKSASERBASI AKUT
Asma akut sedang dan berat diberikan
kortikosteroid sistemik
Kortikosteroid sistemik :
~ Mempercepat penyembuhan
~ Mencegah kekambuhan
~ Memperpendek hari rawat
~ Mencegah kematian
6
KONTROL PENGOBATAN

BERKALA
IDENTIFIKASI

PERBURUKAN

PENYAKIT
PEMERIKSAAN FAAL
PARU

Evaluasi pengobatan

Menentukan prognosis
EVALUASI
PENGOBATAN

Nilai tiap 3 bulan

Tambahkan / kurangi obat


7
MENINGKATKAN KEBUGARAN

FISIK DENGAN

LATIHAN/OLAHRAGA
RENANG

Tidak ada EIA

Menguatkan otot napas


SENAM ASMA DI
INDONESIA
Mengurangi frekuensi serangan

Mengurangi pemakaian obat


SENAM ASMA DI
INDONESIA

Meringankan gejala

Meningkatkan VO2 maks


PENUTUP
Asma penyakit inflmasi kronik
saluran napas
Manifestasi klinik bervariasi
Klasifikasi berat penyakit
menentukan pengobatan
Anti inflamasi perlu pada asma
persisten
Terapi inhalasi sangat
dianjurkan
Keberhasilan pengobatan
ditentukan oleh :
~ berat penyakit
~ jenis dan dosis obat
~ kepatuhan penderita
Contoh Kartu Pelangi Asma