Anda di halaman 1dari 8

Efek Biokimia dari Herbisida Almix di

Tiga Ikan air tawar Teleostean


By
Nyimas Febrika Syabaniah
08092621721002
Pendahuluan
Kontaminan permukaan air dari proses industri atau limbah pertanian
adalah kontributor utama dari sistem air di lokal, regional, nasional,
bahkan pada tingkat global.
Almix 20WP (generasi herbisida ketiga) merupakan kombinasi dari
10% metsulfuron metil, 10% chlorimuron etil dan 80% adjuvant.
Ikan memiliki mekanisme pertahanan untuk melawan dampak stres
oksidatif yang ditimbulkan oleh kontaminan lingkungan seperti herbisida,
logam berat dan insektisida
Tiga ikan teleostean air tawar yaitu, betok (Bloch), Heteropneustes fossilis
(Bloch) dan Oreochromis niloticus (Linnaeus) dipilih untuk pengujian
toksisitas almix dan yang memberikan efek pada aktivitas
aceylcholinesterase, parameter oksidatif dan kadar enzim antioksidan
dalam ikan ini.
Tujuan
Penelitian ini adalah upaya perdana untuk melaporkan
toksisitas herbisida almix berkaitan dengan kegiatan biokimia
enzim yaitu AChE, CAT, PUT dan GST dalam tiga ikan
teleosts air tawar India, A. testudineus, H. fossilis, dan O.
niloticus.
Induksi aktivitas acetylcholinesterase
Penanda stress oksidatif
Aktifitas enzim anti-oksidant
Parameter metabolisme
Kesimpulan
Hasil studi mengungkapkan bahwa secara komersial herbisida
almix menyebabkan perubahan aktivitas AChE, parameter
stres oksidatif, dan mekanisme pertahanan antioksidan dalam
tiga teleosts air tawar, A. testudineus, H. fossilis, dan O.
niloticus.
Kegiatan yang merubah AChE, PUT, CAT dan GST pada
jaringan ikan yang berbeda ditunjukkan gangguan dalam
integritas internal dan / atau proses fisiologis biokimia oleh
toksisitas radikal bebas almix-diinduksi dan tanggapan yang
ditampilkan oleh spesies ikan ini dapat dianggap sebagai
bioindikator toksisitas herbisida di ekosistem perairan.