Anda di halaman 1dari 16

Assalamualaikum Wr, Wb

PENGKAJIAN LUKA

Kelompok 6
Mella Tri Herawati
Siti Nurjanah
Rini Fitriani
Udwan Kurrahman
Vidia Amanda Indah Sari
Hendri Pratama
Pendahuluan
Model dan seni perawatan luka sesungguhnya
telah lama di kembangkan yaitu sejak jaman
pra sejarah dengan pemanfaatan bahan alami
yang diturunkan dari generasi ke generasi
berikutnya, yang akhirnya perkembangan
perawatan luka menjadi modern seiring
ditemukannya ribuan balutan untuk luka.
Menurut Carville (1998) tidak ada satu jenis
balutan yang cocok atau sesuai untuk setiap
jenis luka.
Tujuan Pengkajian
Mendapatkan informasi yang relevan tentang
pasien dan luka
Memonitor proses penyembuhan luka

Menentukan program perawatan luka pada


pasien
Mengevaluasi keberhasilan perawatan
Pengkajian Riwayat Pasien
Pengkajian luka harusnya dilakukan secara
holistic yang bermakna bahwa pengkajian luka
bukan hanya menentukan mengapa luka itu
ada namun juga menemukan berbagai factor
yang dapat menghambat penyembuhan luka.
(Carvile K 1998). Faktor faktor penghambat
penyembuhan luka didapat dari pengkajian
riwayat penyakit klien. Faktor yang perlu
diidentifikasi antara lain :
Usia
Penyakit kronis
Status Nutrisi
Komorbiditas jaringan
Sistem imun
Aktivitas
Hemoglobin dan Albumin
Insufisiensi Vaskular
Stres
Imunosupresi,terapi radiasi, Obat-obatan
Penatalaksanaan perawatan luka perawat harus
mengevaluasi setiap pasien dan lukanya
melalui pengkajian terhadap:
Penyebab luka (trauma, tekanan, diabetes dan
insuffisiensi vena)
Riwayat penatalaksanaan luka terakhir dan
saat ini
Usia pasien

Durasi luka; akut ( 12 minggu)

Kecukupan saturasi oksigen


Menurut Carville (1998), Pengkajian luka
meliputi :
1. Jenis Luka
Luka akut

Luka kronik,
2. Type Penyembuhan
Primary Intention
Delayed Primary Intention
Secondary Intention
Skin Graft
Flap
3. Kehilangan jaringan.
Kehilangan jaringan menggambarkan
kedalaman kerusakan jaringan atau berkaitan
dengan stadium kerusakan jaringan kulit.
Superfisial.
Parsial
Penuh
4. Penampilan Klinik
Tampilan klinis luka dapat di bagi berdasarkan
warna dasar luka antara lain:
Hitam atau Nekrotik
Kuning atau Sloughy
Merah atau Granulasi
Pink atau Epithellating
Kehijauan atau terinfeksi
5. Lokasi
Lokasi atau posisi luka, dihubungkan dengan
posisi anatomis tubuh dan mudah dikenali di
dokumentasikan sebagai referensi utama.
Lokasi luka mempengaruhi waktu
penyembuhan luka dan jenis perawatan yang
diberikan.
6. Ukuran Luka
Dimensi ukuran meliputi ukuran panjang,
lebar, kedalaman atau diameter ( lingkaran ).
Exudate.
Hal yang perlu dicatat tentang exudate adalah
jenis, jumlah, warna, konsistensi dan bau.
a. Jenis Exudate
Serous
Hemoserous
Sanguenous
Purulent
b. Jumlah,
c. Warna
d. Konsistensi
e. Bau
8. Kulit sekitar luka.

9. Nyeri.

10. Infeksi luka


Berdasarkan kondisi infeksi, luka
diklasifiksikan atas:
a. Bersih.
b. Bersih terkontaminasi.
c. Kontaminasi..
d. Infeksi.
11. Implikasi Psikososial.
Efek psikososial dapat berkembang luas dari
pengalaman perlukaan dan hadirnya luka.
pengkajian terhadap masalah potensial atau
aktual yang berpengaruh kuat terhadap pasien
dan perawatnya dalam kaitannya terhadap;
Harga diri dan Citra diri.
Perubahan fungsi tubuh.
Pemulihan dan rehabilitasi.
Issue kualitas hidup.
Peran keluarga dan sosial.
Status finansial.