Anda di halaman 1dari 38

TINEA KORPORIS

Disajikan oleh :
Nama : Reski Guslina
Npm : 16360238
Pembimbing: dr. Hj Hervina, Spkk
Status Pasien
Status pasien:
I. IDENTITAS
Nama : Riri marlianti
Umur : 21 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Status : Belum menikah
Pekerjaan : Mahasiswa
Bangsa/suku : Melayu
Agama : Islam
Alamat : jl. Ikan arwana, Binjai
II. ANAMNESA
A. Keluhan Utama : Gatal dan dijumpai bercak-kemerahan serta sisik halus sejak 3 bulan
yang lalu
B. Telaah : Mula-mula ruam dibadan sebelah kiri lalu meluar ke seliruh badan sejak 1 minggu yang
lalu
C. Keluhan Tambahan : -
Lesi pada badan pasien pada saat pasien berobat ke poliklinik kulit dan
kelamin RSUD DR RM Djoelham Kota Binjai Sumatera Utara
D. Riwayat Pemakaian Obat :-
E. Riwayat Penyakit Terdahulu :-
F. Riwayat penyakit Keluarga :-
G. Status Gizi dan Kebiasaan : Baik
H. Keadaan Lingkungan :
III. PEMERIKSAAN/STATUS DERMATOLOGI
A. Lokasi : Badan dan seputaran lingkar pinggang
B. Distribusi : regional
C. Bentuk : Tidak teratur
D. Susunan : khas
E. Batas : di atas permukaan kulit
F. Ukuran : Plakat
G. Efloresensi
-Primer : makula, eritema
-Sekunder : Skuama
H. Palpasi kulit : Kasar

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG:


Pemeriksaan lab
(Tidak di lakukan pemeriksaan)
V. RESUME
Seorang perempuan umur 21 tahun di antar ibunya datang ke poliklinik kulit dan kelamin RSUD DR RM
Djoelham binjai dengan keluhan gatal pada bagian badannya dan dijumpai bercak kemerahan serta sisik
halus pada badan sejak 3 bulan yang lalu , mula-mula ruam timbul di badan sebelah kiri lalu meluas
meluas ke seputaran pinggang sejak 1 minggu yang lalu
VI. DIAGNOSA SEMENTARA
- Tinea Korporis
VII. DIAGNOSIS BANDING
1. Ptiriasis Rosea
2. Psoriasis
VIII. PENATALAKSANAAN
UMUM :
- Mengidentifikasi kemudian menyingkirkan faktor yang mempemberat
- Meningkatkan kebersihan badan
- Menghindari pakaian yang tidak menyerap keringat
KHUSUS :
Antihistamin:
- Cetirizine
- Griseofulvin
- Itrakonazole
- Ketokonazole
Tinea Korporis

Penyakit kulit yang terjadi pada orang segala usia


yang di sebabkan oleh jamur superfisial golongan
dermatofita yaitu trichopiton, microsporum, dan
Definisi epidermophyton, menyerang daerah kulit yang tidak
berambut pada wajah, badan, lengan dan tungkai.
Etiologi
Trichophyton
- T. Rubrum
- T. Mentagrophytes

Microsporum

Epidermohyton
Faktor Predisposisi

kelembaban yang lama


luka basah yang terpapar
kurangnya kebersihan
Epidemiologi

Tinea corporis adalah penyakit infeksi yang paling sering di daerah


panas dan iklim lembab. T. rubrum penyebab infeksi yang paling
banyak di seluruh dunia, sekitar 47% dari semua kasus tinea corporis.
T. tonsurans penyebab terbanyak tinea capitis, dan orang-orang
dengan antropophilik tinea capitis lebih mudah terkena tinea
corporis. Tetapi, prevalensi tinea corporis yang disebabkan T.
tonsurans mulai meningkat. M. Canis penyebab ketiga terbanyak
sekitar 14% dari infeksi tinea corporis.
Patofisiologi
Gejala kninis

-Gatal
- Lesi berbatas tegas
- Tepi lesi tampak radang lebih aktif
- Bagian tengah cenderung
menyembuh
- Pola polisiklik

- Lesi besar
- Plak bersisik
- eritema
Gejala kninis

-Fase resolusi (penyembuhan)


- Lesi menjadi annular
Pemeriksaan

KOH 20%
Pembiakan
Wood Lamp
Penatalaksaan

Umum:
- Meningkatkan kebersihan 1. Terapi Topikal
badan Golongan Azol-Imidazol
- Ekonazol 1%
- Menghindari pakaian yang - Ketokonazol 2%
tidak menyerapan keringat - Klotrimazol 1%
- Mikonazol 2%

Golongan Alilamin
- Naftifine 1%
- Butenafin 1% 2. Terapi Sistemik
- Terbinafin 1% Griseofulvin
Ketokonazol
Flukonazol
Itrakonazol
Amfoterisin B
Pencegahan

Mengurangi Kelembaban
Menghindari Sumber Penularan
Menghilangkan Fokal Infeksi
Meningkatkan Higiene
Kesimpulan

Tinea korporis adalah gangguan kulit yang terjadi pada orang dari
segala usia yang disebabkan oleh dermatofit trichopyton, microsporum
dan epidermophyton yang dipengaruhi oleh kelembaban yang
meningkat, luka basah yang terpapar dan kurangnya kebersihan,
pemeriksaan gold standarnya yaitu dengan kerokan KOH 20% dengan
prognosisnya 70-100% baik.
Pitiriasis Rosea
Definisi

Pitiriasis Rosea adalah penyakit kulit yang belum


diketahui penyebabnya yang dimulai dengan sebuah
lesi perimer yang dikarakteristikkan dengan
gambaran herald patch berbentuk eritema dan
skuama halus yang kemudian diikuti dengan lesi
sekunder yang mempunyai gambaran khas.
Epidemiologi

Wanita: 0,13%
Dapat terjadi seluruh ras
Usia antara 10-34 tahun
didunia
Laki-Laki: 0,14%

Jarang terjadi
pada bayi dan
usia lanjut
Etiologi

Pitiriasis Rosea disebabkan oleh virus. Mereka melakukan replikasi aktif dari Herpes
Virus( HHV )-6 dan -7 pada sel mononuklear dari kulit yang mengandung lesi,kemudian
mengidentifikasi virus pada sampel serum penderita.
PitiriasisRosea ini merupakan reaksi sekunder dari reaktivasi virus yang didapatkan pada
masa lampau dan menetap pada fase laten sebagai sel mononuklear.

Pitiriasis Rosea juga dapat disebabkan oleh obat-obatan atau logam, misalnya
arsenik, bismut, emas, methopromazine, metronidazole, barbiturat, klonidin, kaptopril dan
ketotifen
Gejala Klinis
Kurang lebih pada 20-50% kasus, bercak merah pada
pitiriasis rosea didahului dengan munculnya gejala mirip
infeksi virus seperti gangguan traktus respiratorius bagian
atas atau gangguan gastrointestinal. kira-kira 5% dari
kasus pitiriasis rosea didahului dengan gejala prodormal
berupa sakit kepala, rasa tidak nyaman di saluran
pencernaan, demam, malaise, dan artralgia. Lesi utama
yang paling umum ialah munculnya lesi soliter berupa
makula eritem atau papul eritem pada tubuh atau leher,
yang secara bertahap akan membesar dalam beberapa hari
dengan diameter 2-10 cm, berwarna pink salmon,
berbentuk oval dengan skuama tipis.
Lesi yang pertama muncul ini disebut dengan Herald
patch/Mother plaque/Medalion.
Pitiriasis rosea inversa
Klasifikasi Pitiriasis rosea terlokalisir
Pitiriasis rosea giganta
Vesikular Pitiriasis rosea
Purpuric Pitiriasis rosea
Urtikarial Pitiriasis rosea
Penalalaksanaan

Umum:
Walaupun Pitiriasis Rosea bersifat self limited disease ( dapat sembuhsendiri ), bukan tidak mungkin penderita
merasa terganggu dengan lesiyang muncul. Untuk itu diperlukan penjelasan kepada pasien tentang :
Pitiriasis Rosea akan sembuh dalam waktu yang lama
Lesi kedua rata-rata berlangsung selama 2 minggu, kemudian menetapselama sekitar 2 minggu, selanjutnya
berangsur hilang sekitar 2minggu. Pada beberapa kasus dilaporkan bahwa Pitiriasis Rosea berlangsung hingga 3-
4 bulan
Penatalaksanaan yang penting pada Pitiriasis Rosea adalah denganmencegah bertambah hebatnya gatal yang
ditimbulkan. Pakaian yangmengandung wol, air, sabun, dan keringat dapat menyebabkan lesimenjadi bertambah
berat
Khusus:
- Topikal
Untuk mengurangi rasa gatal dapat menggunakan zink oksida, kalaminlosion atau 0,25% mentol. Pada kasus
yang lebih berat dengan lesiyang luas dan gatal yang hebat dapat diberikan glukokortikoid topikalkerja
menengah ( bethametasone dipropionate 0,025% ointment 2 kalisehari )

- Sistemik
pemberian antihistamin oral sangat bermanfaat untuk mengurangi rasa gatal
Asiklovir dapat diberikan untuk mempercepat penyembuhan. Dosisyang dapat diberikan 5x800mg selama 1
minggu
Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan Laboratorium Biopsi Kulit


Prognosis

Prognosis pitiriasis rosea pada umumnya baik, karna


penyakit ini bersifat self limited diasese sehingga dapat
sembuh spontan dalam waktu 2-8 minggu.
Psoriasis
Psoriasis adalah penyakit yang
penyebabnya autoimun, bersifat kronik
Definisi dan residif, ditandai dengan adanya
bercak-bercak eritema berbatas tegas
dengan skuama yang kasar, berlapis-
lapis dan transparan
Epidemiologi

Meskipun penyakit ini tidak menyebabkan kematian tetapi menyebabkan


gangguan kosmetik terutama karena perjalanan penyakit ini bersifat menahun
dan residif. Insidens pada orang kulit putih lebih tinggi daripada penduduk kulit
berwarna. Di Eropa dilaporkan sebanyak 3-7%, di Amerika Serikat 1-2%
sedangkan di Jepang 0.6%. Pada bangsa berkulit hitam, misalnya di Afrika
jarang dilaporkan demikian pula pada suku Indian di Amerika. 2 Psoriasis dapat
terkena pada pria maupun wanita. Insidens pria sedikit lebih tinggi daripada
wanita. Psoriasis terdapat pada semua golongan usia tetapi umumnya pada orang
dewasa dengan usia antara 15 25 tahun.
Etiologi
Gejala klinis
Faktor pencetus
Faktor-faktor yang dapat memicu psoriasis diantaranya adalah :
1. Trauma fisik akibat gesekan atau garukan.
2. Infeksi : infeksi streptokokus dapat menyebabkan psoriasis gutata
3. Stress : faktor lain yang memicu timbulnya psoriasis yaitu stress, insidensi
nya sebanyak 40% dan lebih tinggi lagi pada anak-anak.
4. Obat : obat-obatan yang dapat memicu timbulnya psoriasis yaitu
glukokortikoid, lithium, obat antimalaria, dan B blocker
Klasifikasi Psoriasis Gutata
Psoriasis Vulgaris
Psoriasis Inversa ( Psoriasis
Fleksural)
Psoriasis Eksudativa
Psoriasis Seboroik
Psoriasis Pustulosa
Psoriasis Eritroderma