Anda di halaman 1dari 29

PENGERTIAN

GEOLOGI LINGKUNGAN DAN


KONSEP DASARNYA

Pertemuan kuliah GL ke-2


Pengertian Geologi Lingkungan

Geologi lingkungan adalah cabang ilmu geologi yg


mempelajari segala hal yg berhubungan dgn
kegiatan2 akibat adanya interaksi antara manusia
dan lingkungan geologi (Howari, 2003)

Lingkungan geologi tersebut mencakup:


1. Sifat dan komponen fisik bumi: batuan, tanah, air (fluida)
dan mineral
2. Bentang alam (geomorfologi)
3. Proses2 yang mempengaruhi perkembangan geologi di
permukaan bumi, seperti sedimentasi, erosi, pelapukan,
tektonisme, aktivitas gunungapi dan lain2
Sedangkan menurut Campbell (2002)

disiplin ilmu geologi lingkungan sering disebut juga sbg


geologi teknik (engineering geology)

Cabang ilmu tsb mencakup studi, investigasi dan tinjauan,


serta analisis tentang:
a) Bencana geologi (environmental hazards), sbg contoh: adaya
sesar di wilayah permukiman, semburan air (lumpur), letusan
gunungapi, gerakan massa, longsoran, amblesan, dll
b) Kontaminasi tanah akibat limbah air dari industri dan RT
c) Kontaminasi airtanah dgn remediasi
d) Segala hal yg menyangkut pekerjaan geologi lingkungan lain di
permukaan yg membutuhkan pengambilan contoh dan
interpretasi geologi, serta evaluasi hidrogeologi dan analisis
hidrokimia.
Dalam hal itu dibutuhkan pengujian2 dan/ evaluasi geologi
lingkungan sbg pendukungnya, meliputi
a) Suatu penjabaran dan interpretasi yg jelas tentang
susunan litologi dan stratigrafi bawah permukaan yg
bersifat korelatif,
b) Suatu evaluasi kondisi hidrogeologi secara lokal spt
dewatering pd bagian kegiatan penambangan bawah
permukaan dan/pemotongan lereng,
c) Suatu pembahasan menyeluruh (an assessment) spt uji
pengembangan potensi suplai air minum serta dampak
kontaminan terikut dlm sumber daya airtanah
d) Suatu pembahasan menyeluruh/analisis pendahuluan
terhadap potensi kontaminan pd kesehatan manusia dan
lingkungan
e) Analisis biaya dan keuntungan bersih yg diperoleh dr
remedial approach.
Secara umum, menurut Keller (2000)

geologi lingkungan merupakan salah satu


sistem pembelajaran dalam mencari hubungan
antara budidaya dan lingkungan geologi, yg
meliputi 3 hal penting yaitu:

1. Bencana alam seperti banjir, longsoran, gunungapi dan


gempabumi
2. Sumber daya geologi seperti logam, batuan, minyak bumi
dan air
3. Permasalahan2 lingkungan, spt penanganan sampah dan
kontaminasi airtanah
Jadi, dapat disimpulkan
bahwa interaksi manusia terhadap alam dlm
geologi lingkungan meliputi pemanfaatan
SDA (resources), dampak dari pemanfaatan
SDA dan penanggulangan dampak yg
ditimbulkan oleh pemanfaatan SDA tsb,
serta manajemen dan mitigasi bahaya
(potential hazards) geologi (lingkungan).
Cakupan Geologi Lingkungan
meliputi hidrogeologi, topografi, geologi teknik,
geologi ekonomi dan segala hal yg
berhubungan dgn proses2 alam, termasuk di
dalamnya penyelesaian permasalahan
konstruksi bangunan dan fasilitas transportasi,
instalasi fasilitas umum, penanganan sampah,
pengembangan dan pengaturan SD Air,
evaluasi dan pemetaan SD Batuan dan mineral,
serta segala permasalahan yg berhubungan
dgn perencanaan dan pengembangan fisik
jangka panjang (Anonim, 1972).
Geologi lingkungan dsb juga
manajemen sistem lingkungan

Kini, manajemen sistem


lingkungan ini lebih populer
dengan sebutan
sustainable development
Konsep tsb mencakup sgl sesuatu
yg berkaitan dgn interaksi
antara manusia dgn alam
Manajemen tsb ditujukan utk menjaga
kemenerusan alam dlm mendukung
pengembangan sosial dan ekonomi,
yaitu dlm menjaga agar SDA yg dpt
terbarukan tidak habis/berkurang
serta dampak pengambilan dan penggunaan
SD tak terbarukan dpt diminimalkan
tujuan sustainable development
menjaga agar interaksi tsb mampu
bertahan dlm jangka waktu yg lama tanpa
menyebabkan kerusakan lingkungan.
Kunci keberhasilan sustainable
development terletak pd tingkat efektivitas
kinerja manajemen lingkungan tsb.
Efektif berarti terjadi keseimbangan
antara pengambilan dan dampak yg
ditimbulkan
Interaksi manusia terhadap
lingkungan geologi

Perubahan-perubahan Tekanan-tekanan yang


geometris tumpang-tindih

Tekanan-tekanan pemicu

Dampak aktif Dampak pasif

Aktivitas Manusia: Gangguan pada GL:


a. Konstruksi bangunan a. Gangguan kestabilan
b. Dam lereng
c. Tanggul b. Aliran / longsoran lereng
d. Jalan raya/rel keretaapi c. Erosi
e. Konstruksi bawah tanah d. Banjir
f. Saluran air (kanal) e. Amblesan tanah
g. Struktur penguat tanah f. Gangguan tanah/lahan
(bumi) g. Gangguan instalasi pipa
h. Fasilitas pengairan (irigasi) h. Beban
i. Bandara udara i. Gempabumi
j. Struktur-struktur hidraulika j. Bencana gunungapi
k. Tower (gudang makanan) k. Tsunami
l. Instalasi pipa l. Pencemaran lingkungan
m. Jembatan
Krisis Geologi Lingkungan

Bencana geologi Utk dapat


sendiri adl bencana yg mempertahankan
ditimbulkan oleh kelangsungannya,
proses2 geologi, sbg alam (matahari
akibat dari upaya bumi dan sistem
dlm memposisikan tatasuryanya) sll
komponen2nya menjaga agar
menuju kondisi tetap setimbang.
setimbang
Indonesia mrpk negara kepulauan
Kebanyakan wilayahnya terletak pd jalur
tektonisme aktif penunjaman Lempeng India
di bawah Lempeng Eurasia
(Gambar 1).
Sbg konsekuensinya, wilayah2 tsb sangat
berpotensi thd letusan gunungapi
(Gambar 2)
dan bahaya gempabumi (Gambar 3).
Gambar 1. Wilayah Indonesia dilalui oleh jalur 3
tumbukan lempeng, yaitu lempeng India-Australia di bawah
Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik di bawah Lempeng Eurasia
(Hamilton, 1979)
Gambar 2. Konsekuensi dari 3 proses tumbukan lempeng di Indonesia, akan
membentuk gugusan gunungapi dari Sumatera-Nusa Tenggara dan Kep. Maluku-
Sulawesi hingga Halmahera (Simkin & Siebert, 1994)
Gambar 3. Konsekuensi dari 3 proses tumbukan lempeng di
Indonesia yang membentuk jalur ring of fire shg Indonesia sarat
thd bahaya gempabumi (sumber: USGS/CVO, 2001)
Banyak sekali
permasalahan
lingkungan yg
diakibatkan oleh
Sbg langkah
bencana alam dan antisipasinya, kini
artifisial. telah digalakkan
manajemen bencana,
Bencana geologi spt yg bertujuan utk
gempabumi, tsunami dan
letusan gunungapi mensosialisasikan
memang tdk dpt sistem peringatan dini
ditanggulangi, namun atau early warning
dapat dipelajari shg
dampaknya dpt system
diminimalkan.
Sistem peringatan dini Masy. perlu mengetahui
umumnya didasarkan pd kapan dan dlm kondisi yg
sejarah kebencanaan yg bgmn tsunami dpt terjadi??
pernah terjadi.
akankah gempabumi susulan
Cth bencana guguran lbh tinggi intensitasnya dr
awan panas Merapi 22 gempa utama???
Nop 1994 selanjutnya
apa yg dsb dgn liquifaction??
melahirkan manajemen
dan mengapa terjadi???
bencana Merapi
kapan suatu gunungapi dpt
gempabumi Kobe 17 Jan meletus dan dlm radius brp
1995 yg melahirkan masy. hrs mewaspadainya
sistem pembelajaran
hidup bersama gempa
Pertumbuhan Penduduk yang Cepat
Peningkatan populasi penduduk adl suatu masalah terbesar di
Indonesia, bahkan di dunia.
Kini, jml penduduk di Indonesia telah mencapai 210 juta jiwa
dgn pertumbuhan rata2 1,7%.
Dgn tingkat pertumbuhan sebesar itu, jml penduduk Indonesia
thn 2025 diperkirakan mencapai 370an juta jiwa.
Populasi terbesar terkonsentrasi di 6,9% luas Indonesia:
Jawa, Madura dan Bali sebesar 63,6% (Anonim, 2005).
Sisanya tersebar di Sumatra, Nusa Tenggara, Kalimantan,
Sulawesi, kepulauan Ambon dan Halmahera, serta populasi
terkecil berada di Papua.
Kini populasi penduduk Indonesia
makin membesar, sementara luas
lahan yg layak utk tempat tinggal
tetap. Dgn kecep.
Permasalahan muncul pertumbuhan
manakala Jawa, Madura, Bali dan penduduk 1,7%
Sumatra yg berfungsi sbg sentra padi tsb, kini banyak
dan gula, lahan pertaniannya makin
sempit.
terbentuk kota2
Pembangunan di segala
baru dgn
bidang, baik perumahan, industri, peradaban yg
niaga dan fasilitas2 umum, spt baru pula
sekolah, RS, arena olah raga, bermain,
rekreasi dan pusat2 peradaban yg lain,
sgt cepat dan menjamur di berbagai
kota.
Krisis Sosial Ekonomi

Masalah sosial dan ekonomi sgt umum


dijumpai di negara2 berkembang dan terbelakang
seperti Indonesia.
Besarnya tingkat populasi penduduk
menyebabkan tingkat pengangguran tinggi.
Ditambah dgn rendahnya tingkat pendidikan dan
minimnya dana pendidikan, serta tunjangan
kesehatan, menjadikan proses pendewasaan akan
keyakinan dan rasa kepemilikan lingkungan
terhambat
Hal itu tercermin pd tingkat perlakuan masy
thd lingkungannya yg tdk bijaksana. Dlm setiap
ketidak-puasan thd segala tindakan yg dilakukan
olh pihak2, spt pemerintah, dewan perwakilan,
aparat keamanan, industri dll, sering menimbulkan
kemarahan yg berujung pd pengrusakan fasilitas
instalasi umum dan alam.
Perlakuan yg tdk bijaksana jg sering
mengganggu kemenerusan (kelanggengan) hayati
dan bumi yg dipicu oleh rendahnya sense of
belonging Earth.
Kesemua tindakan tidak bijaksana tsb
dilatarbelakangi olh kesenjangan sosial dan
ekonomi yg terlampau jauh.
Permasalahan sosial-
Ketidak-percayaan
ekonomi semakin
menjadi-jadi manakala tsb selanjutnya
masyarakat tidak lagi dilampiaskan secara
mempercayai kinerja membabi-buta, shg
pemerintah, spt yg kini menyebabkan
terjadi di Indonesia, banyak kerusakan
Philipina pd 1980-
dan penjarahan di
1990an, Meksiko pd
1990an, Kolumbia pd berbagai sektor.
1990an, India pada
1980an, Thailand pada
2000an dll
Krisis ekonomi dan sosial juga berdampak pd
sektor kesehatan, pertanian, industri kecil dan
menengah, serta transportasi.
Menurunnya daya beli masyarakat dlm
sektor pertanian (pupuk, bibit dan tenaga kerja)
serta murahnya harga dasar hasil pertanian,
menjadikan banyak petani beralih profesi
menjadi pemulung, pengamen bahkan pengemis.
Mahalnya harga bahan bakar berdampak pd
menurunnya hasil tangkapan nelayan, shg
merekapun beralih profesi sbg pemulung.
Krisis budaya mendera wilayah ini

Eksplorasi dan eksploitasi budaya justru


banyak dilakukan masy. Indonesia di negara2 maju,
namun sayangnya mereka mengimport budaya yg
buruk,
seperti cara berpakaian yg memperlihatkan
aurat, berbicara, cara bergaul dll. Kebanyakan
dari kita justru tdk mencontoh hal2 yg baik, spt
dalam bersikap yg saling menghormati dan
menghargai, jujur, rasional, menjaga moralitas dll.
Begitu pula sebaliknya, eksplorasi dan
eksploitasi budaya Indonesia juga yg selanjutnya di
bawa ke negara2 maju pun terjadi, entah dgn apa
pun dalihnya.
Eksploitasi budaya tak-terbatas, seperti dlm
berpose, model berpakaian, maraknya CD-CD
porno (blue-film) dll yg dilakukan masyarakat
Indonesia berpadu dgn tingkat pendidikan yg
rendah dan tingkat pengangguran yg tinggi, justru
tlh melahirkan banyak kekacauan, spt tingginya
tingkat kejahatan dan pemerkosaan.
Kejahatan lain yg tdk didasarkan atas moralitas yg
baik, rasa bertanggung jawab dan rasa saling
memiliki pun tlh meraja-lela, spt pencurian2
fasilitas dan prasarana umum, yaitu pengrusakan
dan pencurian pelat rel kereta api, pencurian
kabel2 listrik, pengrusakan dan pencurian alat2
sensor kebencanaan (gempabumi, lahar dan
letusan gunungapi), penebangan hutan lindung dll
Krisis kesehatan pun tak
terelakkan oleh mahalnya biaya
perawatan dan obat-obatan.
Di Indonesia sebenarnya telah
diproduksi obat2 generik yg murah,
namun toh tdk semua jenis obat
berkelas 2 tsb ada
SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH