Anda di halaman 1dari 18

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN

BATU EMPEDU

Divisi Gastroentero Hepatologi


Bagian Penyakit Dalam FK UHKBPN
PENDAHULUAN

BATU EMPEDU
Sering di negara barat
40 70% suku Indian Amerika
Negara berkembang (Indonesia)
jarang menu ala barat & USG prevalensi me
USA : 20 juta menderita batu empedu
500.000 kolesistektomi / tahun
3 jenis : - kolesterol : 80%
- pigmen cokelat
- pigmen hitam
10% lokasi disalurkan empedu
Wanita : pria = 2 : 1
LESMANA : tahun 1989 penelitian mengenai Aspek klinik dan biokimia batu saluran empedu
pada 51 penderita : 75 % batu pigment, sisanya kolesterol
FISIOLOGI CAIRAN EMPEDEU

Cairan empedu tdd : air, bilurubin, asam empedu, fosolipid, Kolesterol,


elektrolit, sedikit protein.
Setiap hari 1 2 liter
natrium, klorida, bikarbonat dan air direabsobsi aktif empedu lebih pekat
Asam empedu tdd :
Asam emepedu primer trihydroxy cholic acid dan dihydroxy
chenodeoxycholic acid diubah oleh bakteri di kolon asam empedu
sekunder deoxycholic acid dan lithocolic acid.
Asam cholic dan chenodeoxycholic diabsobsi siklus enterohepatik.
Komponen yang dominan dalam pembentukan batu empedu adalah kalsium,
bilirubin dan kolesterol.
JENIS BATU EMPEDU

1. batu kolesterol : oval, multifokal atau Mulberry, 70 % kolesterol


2. batu pigmen hitam : tidak berbentuk, seperti bubuk
3. batu pigmen coklat : lunak, kalsium bilirubinat

PATOGENESE

1. Batu kolesterol
a. Supersaturasi kolesterol
- hiposekresi garam empedu
- hipersekresi kolesterol
- kombinasi

b. Nukleasi : gagal mempertahankan kelarutan kolesterol


fusi vesikel unilamelar vesikel multilameral
2. Batu pigmen hitam
- hemolisis kronis atau sirosis hati
- derivat polymerized bilirubin
- Sherlock : 30 % sirosis batu empedu (+)
- patogenese belum jelas
- terbentuk dalam k. Empedu steril

3. Batu pigmen coklat


- faktor statis dan infeksi
- glukoronidase konyugasi garam empedu kolesterol tidak larut
- deskuamasi epitel inti
- batu duktus intra hepatik ( hepatolitiasis )
- penyebab disfungsi sfingter oddi, striktur, parasit
Stage penyakit empedu 1
Stage Features
I. Lithogenic Supersaturated
Crystallization (nucleation) factors
Mucus hypersecretion
Gallbladder dysmotility

II. Biliary sludge Crystals in mucus


III. Uncomplicated gallstones
A. Asymptomatic Discrete stones identifiable by imaging studies
B. Symptomatic
IV. Complicated gallstones
A. Acute Acute cholecystitis
Obstructive jaundice
Ascending cholangitis
Acute pancreatitis
B. Chronic Chronic cholecystitis
Hydrops of the gallbladder
Cholecystoenteric fistula
Adenocarcinoma of the gallbladder
MANIFESTASI KLINIS

kebanyakan tanpa gejala


1/3 gejala klinik & penyulit
1. Kolik Bilier :
- spasme ok obstruksi transien duktus sistikus
- 30 60 menit, menetap, didaerah epigastrium atau
perut kanan atas punggung, pundak
2. Kolesistitis akut
Obstruksi menetap peradangan
Respon oleh 3 faktor
a. Inflamasi mekanik iskemik mukosa
b. Inflamasi kimiawi lesitin dan faktor jaringan
c. Inflamasi bakteri
3. Kolesistitis kronis
- kolik bilier atau kolosistitis akut berulang
- penebalan dan fibrosis kandung empedu

4. Koledokolitiasis dan Kolangitis


- migrasi ke duktus koledokus ( koledokolitiasis sekunder )
- terbentuk dalam saluran empedu ( koledokolitiasis primer )
- tanpa gejala ikterus obstruksi nyata
- terkontaminasi bakteri KOLANGITIS ( trias charcots : demam,
nyeri, ikterus ), gamma GT & Alk Phosp

5. Pankreatitis akut
- batu empedu multiple dan kecil
- refluks cairan duedenum atau cairan empedu

6. Ileus batu empedu


- perlengketan k. Empedu pada duedenum atau jejenum fistula
batu masuk ke usus menyumbat
- batu 2,5 cm memasuki usus (Ileum)
- Ro : obst. Usus & udara pada ketiga cabang saluran empedu
DIAGNOSA

1. Foto Polos Abdomen


10 % terdeteksi, mengandung kalsium
kolesterol radioopaque
2. USG
non infasif, pilihan pertama, ketepatan 95%
Batu kandung empedu : acoustic shadowing dari gbr opasitas dalam k.
empedu
Batu saluran empedu : sensitive 40 % ok distal sal. empedu tertutup gas
duodenum, sal. empedu sering tidak melebar
Kolesistitis akut : penebalan dinding k. empedu > 3 mm dinding bebas
gema double ring sign pembesaran k. empedu > 4 cm
tanda Murphy ultrasonik.
Kolesistitis kronis : penebalan dinding k. empedu fibrosis atau retraksi
k. empedu mengecil.
Ikterus obstruktif ok batu
Lee dkk : pelebaran duktus hepatikus, k. Empedu membesar, batu
empedu (+)

3. Kolesistografi & Kolangiografi


Bahan kontras dapat oral atau IV
KI : bilirubin > 2 mg %, kehamilan, alergi
Waktu dan persiapan

4. Computed Tomography Scanning (CT Scan)


akurat, mahal.
5. Percutaneus Transhepatic Cholangiography (PTC) dan Endoscopic
Retrograde Cholangio-Pancreatograph (ERCP)
- Kolangiografi direk
- Letak dan penyebab obstruksi
- ERCP : diagnosis dan terapi

6. Magnetic Resonance Cholabgiopancreatography (MRCP)


- Kelainan biliopancreatic, non infasif, memfisualisasi langsung, deteksi
batu 2 3 mm
- Sensitivitas 81 95 %, spesivitas 85 98 %

PENATALAKSANAAN

Asimtomatik tidak memerlukan pengobatan


Batu Kandung Empedu
1. Kolesistektomi : operatif atau perlaparaskopik
Perlaparaskopik :
Mortalitas lebih rendah, perawatan lebih singkat, nyeri lebih sedikit
Resiko : trauma duktus hepatikus & duktus koledokus

2. Litolisis sistemik
- kombinasi chenodeoxy cholic acid (CDCA) dan Ursodeoxycholoic acid
(UDCA)
- penyerapan kolesterol intestinal & sintesa kolesterol hepatik .
- Syarat : kepatuhan sampai 2 tahun, tipe kolesterol < 2cm, < 4 batu, fungsi k.
empedu baik.

3. Litolisis lokal
- Methyl terbatyl Ether (MTBE) 3 7 cc mel. Kateter 5 FR
mel. hati ke k. empedu dengan bimbingan USG batu larut dalam 4 16
jam
Batu Saluran Empedu
- ERCP diikuti laparaskopi kolesistektomi atau kolesistektomi dengan
eksplorasi terhadap duktus koledokus
- Sfingterotomi Endoskopi (SE)
BSE Sfingterotomi dari Ampula Vateri
Basket dormia atau kateter balon
Usia lanjut
Komplikasi : perdarahan, pankreatitis, kolangitis dan perforasi duodenum.
- Endoprostesis Endoskopi
BSE besar dipasang endoporostesis drainase
Komplikasi : tersumbat, migrasi ke usus
1 2 bulan diganti

Kolangitis
- Pemberian cairan, AB, darinese secepatnya
drainase : kateter nasobilier, endoprotesis, percutaneous
transphepatic bile drainage (PTBD)
KESIMPULAN :

Batu kandung empedu sering menimbulkan kasus emergensi dan membutuhkan


perawatan akibat kolik bilier dan komplikasi yang ditimbulkannya. Batu empedu
yang asynptomatik tidak memerlukan pengobatan.
Laparaskopi kolesistektomi merupakan pengobatan pilihan terbaik terhadap
batu kandung empedu. Kolangitis memerlukan pengobatan yang segera dengan
antibiotik dan dekompresi biliar dengan ERCP.