Anda di halaman 1dari 20

FRAKTUR MANDIBULLA

Pembimbing :
drg. Meiske Paoki, SpBM
Oleh:
Arina Marifah
011-084-0084
DEFINISI
FRAKTUR Terputusnya kontinuitas struktur tulang pada mandibula.
MANDIBULA
Sering terjadi pada daerah yang lemah pada mandibula,
yaitu:
Regio subkondilar, angulus mandibula & regio mentalis.
ANATOMI MANDIBULA
KLASIFIKASI FRAKTUR MANDIBULA

1. TIPE FRAKTUR
2. LOKASI FRAKTUR
3. TANDA & GEJALA
Dislokasi Krepitasi tulang
Perubahan posisi rahang Mati rasa pada bibir dan pipi
Maloklusi Oedem daerah fraktur dan wajah tidak
Nyeri bila menggerakkan rahang simetris
Krepitasi Gangguan jalan nafas akibat kerusakan hebat
Laserasi gusi, mukosa mulut pada mandibula menyebabkan perubahan
Trismus posisi, trismus, hematom, edema pada
Pergerakan abnormal jaringan lunak.
Tidak mampu membuka rahang
dugaan pergesekan pada prosesus
koronoid dalam arkus zigomatikus
Tidak mampu menutup rahang
fraktur pada prosesus alveolar,
angulus, ramus dan simfisis
DIAGNOSIS
Anamnesis Setiap fraktur Riwayat trauma
Posisi waktu kejadian tipe fraktur

Pemeriksaan Inspeksi: deformitas angulasi medial, lateral, posterior,atau interior,


Fisik diskrepensi, rotasi, perpendekan atau perpanjangan, bengkak atau kebiruan,
luka fraktur terbuka.
Palpasi: nyeri tekan, nyeri bila digerkkan, krepitasi (sangat nyeri,
pemeriksaan gentle ditiadakan)
Gerakan: gerakan sendi sekitarnya terbatas.
Pem.trauma di tempat lain: kepala, thoraks, abdomen, traktus, urinarius,
pelvis.
Pem.komplikasi: pulsus arteri, warna kulit, temperatur kulit.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

PA Lateral position CT-Scan


Waters position. Panoramic

FOTO PANORAMIK FOTO POLOS PA


DIAGNOSIS

Nyeri Patah gigi, adanya gap, tidak ratanya gigi,


Edema arcus dentalis simetris, gigi longgar
Nyeri tekan Laserasi intra oral
Maloklusi Trismus
Krepitasi
PENATALAKSANAAN
TINDAKAN KEGAWAT DARURATAN TINDAKAN DEFINITIF

Airway Bebaskan jalan nafas Reduksi - Open reduction


- Close reduction
Breathing palpasi, perkusi, auskulutasi, inspeksi bentuk
& pergerakan dada, Fiksasi Kawat, Pen, & Plat
Jika nafas tdk cukup ventilasi dg atau tnp
alat
Circulation Evaluasi vital sign Immobilisasi Fr. Maksila ID wiring (1 bln)
Tangani syok

Rehabilitasi Fr. Mandibulla fisioterapi, mengembalikan faal


Disability Evalusi GCS, pupil. pengunyahan
Kekuatan motorik

Exposure Evaluasi Penyatuan tulang


Pasien dengan fraktur non-displaced atau minimal displace fraktur condilar dapat
diobati dengan analgesik, diet lunak, dan observasi .
Selain itu, pasien-pasien ini mungkin memerlukan latihan mandibula untuk
mencegah trismus.
Jika fraktur mandibula membatasi gerak, terapi medis merupakan kontraindikasi
PENATALAKSANAAN

TERAPI MEDIS
Tekhnik dari reduksi tertutup dan fiksasi frkatur mandibula memiliki berbagai variasi.
Penempatan ivy loop kawat 24-gouge antara 2 gigi yang stabil & penggunaan kawat
yang lebih kecil fiksasi maxillomandibular (MMF) berhasil.
Arch bar kabel 24 & 26 gauge yang fleksibel sering digunakan. Arch bar dapat
ditempatkan & intermaxillary fixation (IMF) tercapai.
Luka pada dentoalveolar harus dievaluasi & diobati bersamaan dengan fraktur mandibula.
Gigi di garis fraktur harus dievaluasi ekstraksi (bila perlu)
Antibiotik; pre & post operatif mengurangi resiko infeksi
TERAPI BEDAH
OPEN REDUCTION: CLOSE REDUCTION:
resiko morbiditas.

Displace tidak baik pada angle, body, Fraktur non displace


fraktur parasimfisis Fraktur kommunitive
Fraktur multiple pada wajah Fraktur pada anak dalam masa
Fraktur condylar bilateral pertumbuhan gigi
Fraktur pada edentulous mandibula Fraktu coronoid dan fraktur condilar
IMOBILISASI FRAKTUR MANDIBULA SECARA INTERDENTAL:

1. Menggunakan kawat 2. Imobilisasi fraktur mandibula dg


batang lengkung karet
Kawat dibuat seperti mata mata Batang lengkung dipasang pada gigi
dipasang disekitar dua buah gigi atau maxilladan juga semua gigi mandibula
geraham dirahang atas/bawah. Rahang yang patah. Mandibula ditambatkan
bawah yang patah difiksasi pada seluruhnya pada maxilla dengan karet
rahang atas melalui mata di kawat atas pada kait di bidang lengkung atas &
& bawah. bawah
Closed reduction Multiple loop wiring

Ivy loop wiring


IMF dengan wire fixation, dengan posterior
wire loop pada kedua sisi, dan anterior wire
loop

4 points fixation
PERAWATAN POST OPERATIF

Beri analgetik pada periode postoperasi. Serta berikan antibiotic spectrum luas
pada pasien fraktur terbuka dan reevaluasi kebutuhan nutrisi.
Pantau intermaxilla fixation (IMF) selama 4-6 minggu.
Setelah wire dibuka, evaluasi dengan foto panoramic untuk memastikan
fraktur telah union.
KOMPLIKASI

Infeksi atau osteomyelitis


Malunion ataupun non union
Asimetri wajah, dapat juga disertai gangguan fungsi
Kontraktur dan kekakuan sendi persisten
- THANK YOU -