Anda di halaman 1dari 28

L I T E R A T UR

1. Dumairy, (1996). Perekonomian Indonesia. Penerbit Erlangga,


Jakarta
2. Tambunan, Tulus (2012). Perekonomian Indonesia (Kajian Teoritis
dan Analisis Empiris), Penerbit Gahlia Indonesia.
3. Basri, Faisal (2015) Perekonomian Indonesia Menjelang Abad XXI,
Penerbit, Jakarta
4. Todaro, Michael. (2016) Economic Development .

2
MATERI POKOK
1. Karakteristik Perekonomian Indonesia
2. Sistem Ekonomi
3. Sejarah Perekonomian Indonesia
4. Pelaku Perekonomian di Indonesia
5. Pendapatan Nasional, Pertumbuhan dan Struktur Ekonomi
6. Distribusi Pendapatan dan Pemerataan Pembangunan
7. Penduduk dan Tenaga Kerja
8. UTS
9. APBN, Kebijakan Fiskal dan Utang Luar Negeri
10.Perdagangan dan Pembayaran International
11.Pengeluaran Komsusi Masyarakat
12.Investasi
13.Pertanian
3

14.UAS
PEMBERIAN NILAI

TUGAS MANDIRI 20%


- Quis harian 30%
- Presentase 20% + reward
- Tugas 20%
- Makalah 30%
UJIAN TENGAH SEMESTER 30%
UJIAN AKHIR SEMESTER 50%
AKTIVITAS DISC.BOARD = Reward
4
PEREKONOMIAN INDONESIA

KARAKTERISTIK
PEREKONOMIAN INDONESIA

UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG


SEMARANG
2017
MASALAH YANG MENYERTAI PEMBANGUNAN EKONOMI

Tujuan Negara First Word Proses

Indikator

Rakyat Sejahtera Pembangunan

Indikator

Pembangunan Nasional dilakukan secara sistematis & 1. Kemakmuran


terencana oleh seluruh komponen bangsa dng tujuan 2. Peningkatan Pendapatan

utk mengubah keadaan yg lebih baik dng


memanfaatkan berbagai sumber daya yg tersedia
secara optimal, efisien, efektif & akuntabel, dng tujuan
utk meningkatkan kualitas hidup manusia yg berujung
pd kesejahteraan secara berkelanjutan.
Strategis Keunggulan

Pembangunan Langkah-2 Taktis Negara

Praktis Kekurangan

Soemitro, 1993, Indonesia bkn hanya menginginkan


Tujuan adanya perubahan dlm arti peningkatan PDB tp juga
Pembangunan GNP/PDB adanya perubahan struktural. Perubahan struktur
Ekonomi ekonomi berkisar pd segi akumulasi (pengembangan
Struktur Sosial SDP secara kuantitatif dan kualitatif, segi alokasi (pola
penggunaan SDP), segi institusional (kelembagaan
Sikap Masyarakat ekonomi dalam kehidupan masyarakat), dan segi
Institusi Pemerintah distribusi (pola pembagian pendapatan nasional).
Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi
Cakupan
Ketimpangan Pendapatan
Pengentasan Kemiskinan.
KARAKTERISTIK PEREKONOMIAN INDONESIA
1. Posisi terbentang dari 60LU sampai 110LS sepanjang 61.146 km, memiliki
potensi ekonomi yg berbeda-2 karena perbedaan SDA, SDM, kondisi
lingkungan dan iklim.
2. Wilayah 5.193.250 km2, 70 % ( 3,635,000 km2) lautan (negara maritim) letak
strategis: posisi silang (antara Benua Asia dan Australia), jalur lalu lintas dunia
(antara Laut Atlantik dan Pasifik) dan menjadi paru-paru dunia.
3. Negara kepulauan terbesar, jml pulau sebanyak 17.504 & luas daratan
1.910.931,32 Km, menurut Badan Informasi Geospasial luas dng lautan
apabila mengunakan ZEE, yg disahkan oleh PBB Tanggal 17/8/2010 jumlah
pulau 13.466, daratan 1.922.570 KM & perairan 3.257.483 KM. luas wilayah
yurisdiksi Kelautan di luar 200 mil laut seluas 4209 Km2 yg terletak di sisi
Barat Laut Pulau Sumatera.
Faktor Geografi
1. Setralisasi Pemerintahan
2. Kordinasi pusat dan daerah berjalan tidak optimal
3. Konflik dengan negara-negara tetangga,
4. Masalah kesejahteraan WNI di perbatasan.
5. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari 13.677
pulau besar kecil (baru 6.044 pulau memiliki nama, diantaranya 990 pulau
yg dihuni manusia);
6. Menghadapi kesulitan komunikasi & transportasi antar pulau (daerah) baik
utk angkutan barang maupun penumpang; arus barang tdk lancar;
perbedaan harga barang yg tajam; perbedaan kesempatan pendidikan &
kesempatan (lapangan) kerja; kesemuanya itu merupakan potensi
kesenjangan.
1. Jumlah Penduduk besar. Penyebaran tidak merata (dua per tiga tinggal di
P. Jawa), sebagian besar hidup di pedesaan (pertanian), bermata pencairan
sebagai petani kecil dan burah tani dengan upah sangat rendah.

2. Produktivitas Rendah,

3. Mutu SDM rendah

Faktor Demografi
Faktor Sosial, Budaya dan Politik
Faktor Sosial
Banyak suku (heterogin) dng beragam budaya, adat istiadat, tata nilai, agama
& kepercayaan yg berbeda-2. Karena perbedaan latar belakang, pengetahuan
& kemampuan yg tdk sama, maka visi, persepsi, interpretasi & reaksi (aksi)
thd isu-2 yg sama bisa berbeda-2, sering menimbulkan konflik sosial (SARA).
Faktor Budaya
1. Memiliki byk budaya daerah, tapi blm memiliki budaya nasional (kecuali bahasa).
2. Mayoritas menganut budaya Timur, (status orientation) yg bercirikan: mengejar
pangkat, kedudukan, status (dng simbol-2 sosial); etos kerjanya lemah; senang
bersantai-2; disiplinnya rendah, kurang menghargai waktu. Lawannya budaya
barat, budaya achievement orientation dengan ciri-ciri sebaliknya.
3. Budaya status orientation tidak produktif, konsumtif, suka pamer dan mudah
memicu kecemburuan sosial.
Faktor Politik
1. Pengaruh Feodalisme, Ciri utama feodalisme antara lain adalah
kultus individu (raja selalu diagungkan).
2. Pengaruh Kolonialisme, Ciri utama kolonialisme antara lain
adalah otoriter (laksana tuan terhadap budak).
3. Perilaku yang kurang demokratis
4. kurang menghargai HAM.
Sosial
Faktor Budaya Demokrasi Politik Demokrasi Ekonomi

Politik
Tiga potensi kerawanan yg menjadi karakteristik PI adalah:
1. Potensi rawan kesenjangan, terutama antar daerah (pulau). Hal ini
terutama sebagai akibat pengaruh faktor geografi.
2. Potensi rawan kemiskinan, terutama di daerah perdesaan. Hal ini
terutama sebagai akibat pengaruh faktor demografi dan budaya.

3. Potensi rawan perpecahan, terutama antar suku, antar golongan


(elit) politik. Hal ini terutama sebagai akibat pengaruh faktor
sosial-politik.
PILIHAN STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI
Konsep
1.Strategi pembangunan dng pertumbuhan terbukti gagal menyelesaikan persoalan-2
dsr pembangunan. Dlm kiprahnya strategi itu justru menciptakan persoalan-2
seperti kemiskinan, keterbelakangan dan kesenjangan antar pelaku ekonomi (Budi
Santoso, 1997).
2.PE adalah proses kenaikan output perkapita dlm jangka panjang. Sedangkan teori
PE bisa didefinisikan sbg penjelasan mengenai faktor-2 yg menentukan kenaikan
output perkapita dlm jangka panjang & penjelasan mengenai bagaimana faktor-2
tsb berinteraksi satu sama lain, sehingga terjadi proses pertumbuhan (Boediono,
1982).
3.Joseph Schumpeter membedakan dua konsep pertumbuhan ekonomi (growth) &
perkembangan ekonomi (development). Kedua-duanya adalah sumber dari
peningkatan output masyarakat, tetapi masing-2 mempunyai sifat yang berbeda
(Boedino, 1982).
Strategi Pertumbuhan ekonomi (Economic Growth)
1. Peningkatan ouptut masyarakat yg disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah faktor
produksi yg digunakan dlm proses produksi tanpa adanya perubahan cara-2 atau
teknologi produksi itu sendiri.
2. Indonesia menganut strategi PE dlm melaksanakan pembangunan memakai Model
Harrod Domar, setiap penambahan stock kapital masyarakat (K) meningkatkan pula
kemampuan masyarakat utk menghasilkan output (Qp). Qp menunjukkan jumlah
potensial yg bisa dihasilkan dng kapasitas produksi yang ada.
3. Konsekuensi strategi PE adalah bahwa besar kecilnya laju PE sangat tergantung pada
naik turunnya tingkat investasi. Contoh: petro dollar (kelebihan harga minyak) PE
melonjak drastis dari 2,5% (sebelum dimulai Pelita) menjadi 7,0% (selama Pelita I, II
dan Pertengahan Pelita III). Tapi mulai pasca Oil Boom maka PE merosot sampai 2,5%
(bersamaan resesi dunia tahun 1982) dan baru pulih kembali pada awal Pelita V
mencapai 7,1% (1990).
4. Sejak krismon pertengahan tahun 1997 dimana terjadi capital flight besar-2an, PE
merosot dng cepat, masing-2 8,5%, 6,8%, 2,5% dan 1,4% (untuk triwulan I, II, III, dan
IV tahun 1997). Tahun 1998 pertumbuhan menjadi negatif.
Strategi Perkembangan Ekonomi (Economic Development)
1. PE kenaikan output yg disebabkan oleh inovasi dilakukan oleh wiraswastaan.
2. Adanya syarat-syarat terjadinya inovasi (perkembangan ekonomi)
3. Adanya lima kegiatan kategori inovasi:
4. Perubahan sistem ekonomi akan berjalan makin efisien, yg mendukung peningkatan
Pertumbuhan Ekonomi. Sehingga tidak semata-2 tergantung pada tingkat investasi.
Syarat-2 terjadinya inovasi (PE)
Lima kegiatan yang termasuk inovasi, yaitu :
a. Tersedia calon-2 pelaku inovasi
a. Adanya produk baru yg sebelumnya tidak
(entreprenur) di masyarakat
ada.
b. Lingkungan sosial, politik & teknologi
b. Adanya cara produksi baru, mesin baru
yg mendukung semangat inovasi
c. Penemuan sumber-2 bahan mentah baru.
c. Harus ada cadangan atau supplai ide-2
d. Pembukaan daerah-2 pasar baru
baru secara cukup.
e. Perubahan organisasi industri sehingga
d. Tersediannya kredit yg menyediakan
meningkatkan efisiensi.
dana bagi para entrepreuner.
Strategi Pembangunan Berwawasan Nusantara
1. Wawasan adalah pandangan hidup bangsa yg dibentuk oleh kondisi lingkungannya.
2. Pembangunan berwawasan nusantara adalah pembangunan yg berwawasan ruang.
3. Indonesia menghadapi dilema dualisme teknologis, yakni perbedaan dan ketimpangan
mengenai pola dan laju pertumbuhan di antara berbagai kawasan dalam batas wilayah
satu negara. Dilema teknologis menonjol karena adanya asimetri (ketidakserasian) antara
lokasi penduduk dan lokasi sumber alam (Soemitro Djojohadikusumo, 1993).
4. Laoede M. Kamaludin, penataan ruang tidak hanya mengacu pada daratan, namun juga
harus berorientasi pada kemaritiman. terdapat tiga pendekatan yang dapat dikembangkan :
a. PE berbasis teknologi tinggi, pusat pendidikan, jasa dan pariwisata. tepat diterapkan
di P. Jawa, Bali dan Batam.
b. PE berbasis potensi kelautan. lebih tepat dikembangkan di kawasan timur Indonesia
dan kepulauan kecil di Sumatera.
c. PE berbasis sumber daya mineral dan tanaman industri dapat dikembangkan di
pulau Sumatera
5. Laut akan merupakan ladang utama mencari bahan makanan dan keperluan hidup.
Sumber daya hayati memiliki potensi lestari 4 juta ton dalam air laut, 1,5 ton dalam air
budidaya, 0,8 juta ton dalam air tawar (Kartili, J, A., 1983).
PERAN DAN KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH
Peran Pemerintah
Kuat Sosialis

Peran Pemerintah Lemah Kapitalis

Campuran ?
Campur tangan pemerintah dpt dibenarkan
1. Pasal 33, 34 dan pasal 27 ayat 2 UUD 1945
secara konstitusional : mengandung amanat untuk menyelenggarakan
1. Pembukaan UUD 1945 dng Pancsilanya, bahwa kesejahteraan sosial seluruh rakyat melalui :
pembangunan yg diselenggarakan oleh pemerintah 1. Penguasaan cabang-2 produksi yg penting
haruslah diarahkan untuk : bagi negara dan menguasai hajat hidup
a. Memajukan kesejahteraan umum orang banyak.
b. Memajukan kecerdasan kehidupan bangsa 2. Penguasaan bumi, air dan kekayaan alam
c. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh yang ada di dalamnya.
rakyat 3. Pemeliharaan fakir miskin dan anak-anak
terlantar
4. Penyediaan lapangan kerja
Kebijaksanaan Pemerintah
Tujuan utama Meningkatkan taraf hidup / tingkat
kesejahteraan masyarakat.
Ukuran
Tingkat pendapatan riil rata-2 perkapita tinggi dengan
distribusi pendapatan yang relatif merata.

Dukungan Kebijakan Non Ekonomi. seperti kebijakan sosial yang menyangkut


masalah pendidikan dan kesehatan.
Contoh
Kebijakan sosial yang menyangkut
masalah pendidikan dan
kesehatan.
Klasifikasi Kebijakan Ekonomi Menurut Tingkat Agregasi
atau Ruang Lingkup Pengaruh/Sasaran

Kebijakan Makro
Sasaran : Nasional
Kebijakan Meso
Sasaran : Sektoral/Regional
Kebijakan Mikro
Sasaran : Perusahaan
Tiga Macam Kebijakan Ekonomi (Menurut Agregasinya)
1. Kebijakan Ekonomi Mikro
Kebijakan pemerintah yg ditujukan pd semua perusahaan tanpa melihat
jenis kegiatan yg dilakukan oleh atau disektor mana dan diwilayah mana
perusahaan yg bersangkutan beroperasi.
Contohnya :
a. Peraturan pemerintah yg mempengaruhi pola hubungan kerja (manajer
dengan para pekerja), kondisi kerja dalam perusahaan.
b. Kebijakan kemitraan antara perusahaan besar dan perusahaan kecil di
semua sektor ekonomi
c. Kebijakan kredit bagi perusahaan kecil di semua sektor dan lain-lain.
2. Kebijakan Ekonomi Meso

Kebijakan ekonomi sektoral atau kebijakan ekonomi regional. Kebijakan


sektoral adalah kebijakan ekonomi yg khusus ditujukan pada sektor-2
tertentu. setiap departemen mengeluarkan kebijakan sendiri utk sektornya,
seperti keuangan, distribusi, produksi, tata niaga, ketenaga kerjaan dan
sebagainya.
Kebijakan meso dalam arti regional adalah kebijakan ekonomi yang
ditujukan pada wilayah tertentu. Misalnya kebijakan pembangunan
ekonomi di kawasan timur Indonesia (KTI), yang mencakup kebijakan
industri regional, kebijakan investasi regional dan sebagainya. Kebijakan
ini bisa dikeluarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Kebijakan Ekonomi Makro
Kebijakan ini mencakup semua aspek ekonomi pada tingkat nasional,
misalnya kebijakan uang ketat (kebijakan moneter).
Instrumen yang digunakan untuk kebijakan ekonomi makro adalah

1. Tarif pajak,
2. Jumlah pengeluaran pemerintah melalui APBN,
3. Ketetapan pemerintah
4. Intervensi langsung di pasar valuta untuk mempengaruhi nilai tukar mata
uang rupiah terhadap valas.
Kebijakan ekonomi juga bisa dibedakan antara kebijakan ekonomi dalam
negeri dan kebijakan ekonomi luar negeri.
1. Kebijakan Ekonomi dalam Negeri
a. Kebijakan sektor ekonomi, seperti pertanian, industri dan jasa-jasa
b. Kebijakan keuangan negara, seperti perpajakan, bea cukai, anggaran
pemerintah (APBN).
c. Kebijakan moneter perbankan, seperti jumlah uang beredar, suku bunga,
inflasi, perkreditan, pembinaan dan pengawasan bank.
d. Kebijakan ketenagakerjaan, seperti penetapan upah minimum, hubungan
kerja, jaminan sosial
e. Kebijakan kelembagaan ekonomi, seperti BUMN, koperasi, perusahaan
swasta, pemberdayaan golongan ekonomi lemah (UKM), dan lain-lain
kebijakan.
2. Kebijakan hubungan ekonomi luar negeri

a. Kebijakan neraca pembayaran, seperti pengamanan cadangan


devisa negara.
b. Kebijakan perdagangan LN, seperti tata-niaga (ekspor dan
impor), perjanjian dagang antar negara.
c. Kebijakan penanaman modal asing, seperti perizinan investasi
langsung, investasi tidak langsung, usaha-usaha patungan.
d. Kebijakan hutang LN, menyangkut hutang pemerintah, hutang
swasta, perundingan/ perjanjian dengan para kreditor, dan lain-
lain kebijakan.