Anda di halaman 1dari 31

KORELASI ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN

PENGELOLAAN HIPERTENSI DENGAN TINGKAT


KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI

Amy Shientiarizki
H1A011007
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS
Your company information
MATARAM
2015
PENDAHULUAN
Prevalensi hipertensi di negara-negara yang telah
maju dilaporkan mencapai angka antara 1020%
negara berkembang seperti Indonesia, ditemukan
sekitar 25,8% (Riskesdas, 2013)

Hipertensi yang tidak ditangani akan berdampak pada


munculnya penyakit degeneratif (Hernawan dan
Arifah, 2012)

Hambatan yang sering terjadi dalam pengobatan


hipertensi disebabkan oleh kelalaian penderita
(Smert, 1994)
Cont

Smert (1994), pengetahuan


yang harus dimiliki oleh pasien
hipertensi :

arti penyakit
hipertensi

Penyebab
hipertensi

Gejala yang
menyertai

Pengobatan
Cont

Pengetahuan merupakan domain yang


sangat penting untuk terbentuknya
perilaku seseorang (Notoatmojo, 1993)

50% diantara mereka


menghentikan pengobatan dalam
1 tahun pemulihan (Manurung,
2011)
Rumusan Masalah

Apakah ada korelasi antara tingkat


pengetahuan pengelolaan
hipertensi dengan tingkat
kepatuhan minum obat pada
pasien hipertensi ?
Tujuan Masalah
Untuk mengetahui korelasi antara tingkat
pengetahuan pengelolaan hipertensi terhadap
tingkat kepatuhan minum obat pada pasien
hipertensi

Untuk mendeskripsikan tingkat pengetahuan penderita


hipertensi

Untuk mendeskripsikan kepatuhan dalam pengobatan


penderita hipertensi

Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan


pengelolaan hipertensi dengan kepatuhan dalam
melaksanakan pengobatan hipertensi
Manfaat Penelitian
Bagi RS untuk meningkatkan mutu,
jangkauan pelayanan dalam pembinaan dan
pengelolaan tentang hipertensi pada pasien
hipertensi

Bagi Masyarakat Memberi dorongan atau


motivasi dalam memanfaatkan sarana dalam
bidang kesehatan

Bagi Penulis Lain Referensi


KERANGKA KONSEP
Hipertensi

Pengetahuan Kepatuhan

1. Usia 1. Derajat
2. Pendidikan hipertensi
3. Akses informasi 2. Pengawas
Minum Obat (PMO)

Kerangka Konsep
METODE PENELITIAN
Penelitian dengan metode cross sectional pada
bulan September Desember 2014

Pasien rawat jalan hipertensi


Populasi
Poliklinik Jantung RSUP NTB

51 orang pasien rawat jalan Purposive


Sampel sampling
hipertensi

Kriteria Inklusi : Kriteria Eksklusi :


-Pasien dengan diagnosis -Pasien memiliki hambatan
hipertensi (JNC VII) dan minum dalam komunikasi
obat antihipertensi -Pasien menderita gagal ginjal
-Bersedia berpartisipasi dalam -Pasien perempuan yang
penelitian dan menandatangani sedang hamil atau 12
informed consent minggu pasca persalinan
Variabel Penelitian
No Variabel Definisi Alat Ukur Cara Ukur Skala Hasil Ukur
Operasional

1. Variabel Bebas : Pasien Kuesioner - Wawan Ordinal -Rendah: nilai


Tingkat mengetahui cara 0-5
pengetahuan informasi - Kuesion -Sedang: nilai
pengelolaan tentang penyakit er 6 - 10
hipertensi yang dideritanya -Tinggi: nilai
11 - 15

2. Variabel Terikat: Pasien Kuesioner - Wawan Ordinal -Tidak patuh :


Tingkat melaksanakan cara nilai 14 - 28
kepatuhan terapi obat - Kuesion -Kurang patuh
minum obat sesuai yang er : nilai 29 42
telah -Patuh :nilai
diinstruksikan 43 - 56
kepadanya
Pasien rawat jalan hipertensi
Poliklinik Jantung RSUP NTB

Kriteria Inklusi Kriteria Eksklusi

Sampel

Mengecek Mengisi
tekanan darah Kuesioner

Pengumpulan

Pengelompokkan

Analisis Data
Teknik Analisis Data
editing

coding

entry

cleaning

univariat analisis data bivariat


HASIL DAN PEMBAHASAN
KARAKTERISTIK RESPONDEN
Total

Karakteristik Persentase
Frekuensi (n)
(%)

Umur

40 - 50 tahun 14 27

51 60 tahun 22 43,1

61 70 tahun 12 23,5

71 80 tahun 3 5,9

Jenis Kelamin

Perempuan 23 45,1
Pendidikan

SD 7 13,7

SMP 3 5,9

SMA 28 54,9

Diploma 2 3,9

Sarjana 11 21,6

Tekanan Darah

Pre Hipertensi 10 19,6

Hipertensi Grade 1 26 51

Hipertensi Grade 2 15 29,4


Total

Frekuensi (n) Persentase (%)

Pengetahuan

Rendah 1 2

Sedang 13 25,5

Tinggi 37 72,5

Kepatuhan

Tidak Patuh 8 15,7

Kurang Patuh 17 33,3

Patuh 26 51
Hasil Uji Korelasi Spearman

Tingkat Kepatuhan

r 0,635
Tingkat Pengetahuan

p <0,001

n 51

Kekuatan korelasi: KUAT P < 0,05

Terdapat hubungan bermakna antara tingkat


pengetahuan pengelolaan hipertensi dengan
tingkat kepatuhan minum obat
Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat
kepatuhan minum obat dengan tekanan darah yang
terkontrol (Hairunnisa, 2010)

Pengetahuan dan sikap pasien hipertensi


mempengaruhi kepatuhan, pengontrolan tekanan darah,
dan angka morbiditas serta mortalitas penyakit
hipertensi (Busari et al, 2010)
Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi pengetahuan seseorang (Wahid, dkk.,
2007)

Semakin tinggi tingkat pengetahuan maka semakin


tinggi pula kemampuan seseorang dalam menjaga dan
mengatur pola hidupnya agar tetap sehat dan terhindar
dari penyakit (Sugiharto et al., 2003)

Pendidikan merupakan faktor yang mempengarui


pengetahuan seseorang, dimana semakin tinggi tingkat
pendidikan atau pengetahuan seseorang maka semakin
membutuhkan pusat-pusat pelayanan kesehatan
sebagai tempat berobat bagi diri sendiri dan
keluarganya (Slamet, 2003)

Pengetahuam merupakan domain yang sangat penting


untuk terbentuknya tindakan seseorang (Notoatmodjo,
2007)
KESIMPULAN DAN
SARAN
KESIMPULAN

Terdapat korelasi bermakna antara


tingkat pengetahuan pengelolaan
hipertensi terhadap tingkat kepatuhan
minum obat pada pasien hipertensi
Saran
1. Masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan
tentang pengeloaan hipertensi sehingga dapat patuh
dalam meminum obat hipertensi dan menghindari
faktor risiko (gaya hidup yang tidak baik) yang dapat
memicu timbulnya komplikasi akibat tekanan darah
yang tidak terkontrol.
2. Peneliti lain yang berminat untuk melakukan dan
mengembangkan penelitian ini diharapkan
melakukan penelitian untuk mencari dan
menganalisa pengaruh faktor-faktor lain (misalnya
faktor intrinsik dan ekstrinsik) terhadap kepatuhan
minum obat pasien hipertensi.
3. Instansi atau pun tenaga kesehatan lainnya dapat
meningkatkan sosialisasi terkait pentingnya untuk
patuh minum obat hipertensi sehingga pengetahuan
masyarakat mengenai pengelolaan hipertensi dapat
meningkat.
Daftar Pustaka
Arif, Mansjoer, dkk., 2007. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Medica
Aesculpalus. Jakarta : FK UI.
Burnier M, Schneider MP, Chiolero A, Stubi CL, Brunner HR., 2001. Electronic
compliance monitoring in resistant hypertension: the basis for rational therapeutic
decisions [online]. Available from :
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11212978 [Accessed 10 August 2014].
Busari, 2010. Impect of Patients Knowledge, Attitude and Practice on
Hypertension on Compliance with Antihypertensive Drugs in a Resource-poor
Setting [online]. Available from :
http://www.scopemed.org/fulltextpdf.php?mno=836 [Accessed 10 August 2014].
Dahlan, 2010. Besar sampel dan cara pengambilan sampel. 3th ed. Jakarta:
Salemba Medika.
Dahlan, M. S., 2011. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. 5th ed. Jakarta:
Salemba Medika.
Depdiknas, 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Departemen Kesehatan, 2008. Riset kesehatan dasar 2007. [pdf] Jakarta:
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Available at:
http://terbitan.litbang.depkes.go.id/penerbitan/index.php/blp/catalog/download/22/
22/29-2 [Accessed 12 April 2014].
Departemen Kesehatan, 2002. Pedoman umum gizi seimbang. [pdf] Jakarta:
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Available at:
http://www.scribd.com/doc/178240324/ Pedum-Gizi-Seimbang [Accessed 12
April 2014].
Cont
Evi, 2008. Kompas. Kurangi asupan garam, cegah hipertensi. Jakarta : Kompas
Gramedia.
Hairunisa, 2010. Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dan Diet dengan
Tekanan Darah Terkontrol pada Pasien Hipertensi Lansia di Wilayah Kerja
Puskesmas Perumnas 1 Kecamatan Pontianak Barat [online]. Available from :
jurnal.untan.ac.id/index.php/jfk/article/download/6337/6514 [Accessed 20 October
2014].
Hernawan, Arifah Siti, 2012. Hubungan tingkat pengetahuan pasien tentang
hipertensi dengan sikap kepatuhan dalam menjalankan diit hipertensi di wilayah
Puskesmas Andong Kabupaten Boyolali [online]. Available from :
http://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/123456789/3674/HERNAWAN%
20-%20SITI%20ARIFAH%20Fix%20bgt.pdf [Accessed 20 Oktober 2014].
JNC VII, 2003. The seventh report of the Joint National Committee on prevention,
detection, evaluation, and treatment of high blood pressure [online]. Available
from: http://www.nhlbi.nih.gov/guidelines/hypertension/express.pdf [Accessed 24
September 2014].
Kaplan, N.M. (2001). Treatment of Hypertension in General Practice. USA:
Departement of Internal Medicine University of Texas.
Katzung, G. & Bertram, M. (2007). Basic and Clinical Pharmacology, 10th Ed.
USA: The McGraw-Hill Company.
Cont
Kumar, V., (2007). Robins Basic Pathology, Edisi 8. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Manurung, Betty., 2011. Hubungan pengetahuan pasien hipertensi dengan kepatuhan dalam
pelaksanaan program terapi hipertensi di Poliklinik Rawat Jalan RSUP Haji Adam Malik Medan
[online]. Available from : http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/27564 [Accessed 11
August 2014].
Mairani. (2006). Pengaruh budaya: kebiasaan makan, religi, upacara keagamaan, dan
kepercayaan kesehatan terhadap kepatuhan klien DM dalam melaksanakan program terapi diet
di Poli Endokrinologi RSU Dr.Pirngadi. Skripsi Fakultas Keperawatan USU : Medan.
Nazir, 2008. Obesity, hyperlipidemia, and hyperuraecemia in young and old hypertensive
patients [online]. Available from : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21067025 [Accessed 1
October 2014].
Notoatmodjo, Soekidjo. Pengantar Pendidikan Kesehatan Dan llmu Perilaku Kesehatan.
Cetakan Pertama. Andi Offset. Yogyakarta. 1993.
Notoatmodjo, S., 2003. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Notoadmodjo, S., 2005. Metodelogi penelitian kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S., 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.
Cont
Notoatmodjo, S., 2010. Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasi. Jakarta : Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S., 2011. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Jakarta : Rineka Cipta.
Price, SA dan M. W. Lorraine. 1994. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi
IV Jilid I. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Ragot, S, P Sosner, G Bouch, J Guillemain and D Herpin, 2005. Apparaisal of the knowledge of
hypertensive patients and assessment of the role of the pharmacists in the management of
hypertension : result of a regional survey. Journal of Human Hypertension [online]. Available
from : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15830000 [Accessed 25 Desember 2014].
Sastroasmoro, Sudigdo, Ismael Sofyan., 2011. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Praktis.
Jakarta : Binarupa Aksara.
Sigarlaki, H.J.O., 2006. Karakteristik dan Faktor Berhubungan dengan Hipertensi di Desa
Bocor, Kecamatan Bulus Pesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Tahun 2006 [online].
Available from: http://journal.ui.ac.id/health/article/view/187 [Accessed 6 May 2014].
Slamet, 2003. Belajar dan Faktor Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Smet, Bart, 1994. Psikologi Kesehatan. Jakarta : Gramedia Widia Sarana.
Sugiharto et al., 2003. Teknik Sampling. Cetakan kedua. Jakarta : PT Gramedia.
Tisna Nandang, 2009. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan pasien dalam
minum obat antihipertensi di Puskesmas Pamulang Kota Tangerang Selatan Propinsi Banten
tahun 2009 [online]. Available from : http://lib.unnes.ac.id/18269/1/6450406579.pdf [Accessed
25 December 2014].
Wahid, 2007. Promosi Kesehatan. Yogyakarta : Graha Ilmu.
TERIMA KASIH