Anda di halaman 1dari 5

A.

Pengertian Critical Thinking (Berfikir Kritis)


dalam Asuhan Kebidanan
Berpikir kritis adalah cara berpikir tentang subjek,
konten, atau masalah yang dilakukan oleh pemikir
secara aktif dan terampil secara konseptual dan
memaksakan standar yang tinggi atas intelektualitas
mereka.

berpikir kritis adalah cara berpikir reflektif yang masuk


akal atau berdasarkan nalar yang difokuskan untuk
menentukan apa yang harus diyakini dan dilakukan.
B. Komponen berpikir kritis
Menurut Bassham (2002) komponen berpikir
kritis mencakup aspek kejelasan, ketepatan,
ketelitian, relevansi, konsistensi, kebenaran
logika, kelengkapan dan kewajaran.
sedangkan menurut Paul dan Elder (2002)
selain aspekaspek yang telah dikemukakan
oleh Bassham perlu ditambahkan dengan
aspek keluasan kemaknaan dan kedalaman
dari berpikir kritis.
C. Proses berfikir kritis:
1. Memahami
2. Mengevaluasi isi dan bagan isi
3. Mempertanyakan-menjawab-bertanya-
menjawab-dst.
4. Membangun pertanyaan : Pemicu proses
berkelanjutan yaitu proses untuk mencari
jawaban dengan kemungkinan :
a. Ada jawaban-pertanyaan jawaban
b. Tak terdapat jawaban-masalah.

5. Titik jawab , upaya pencarian, mencari jawaban


melalui rangkaian kegiatan Riset.
D. Penerapan critical thinking dalam
asuhan nifas
Melakukan post natal care sesuai dengan program yang
telah disepakati sebagai upaya pencegahaan dan
penanganan secara dini penyulit dan kegawatdaruratan
yang mungkin terjadi pada saat postnatal, dengan
menerapkan manajemen kebidanan, sehingga
diharapkan proses postnatal dapat berjalan dengan
baik, ibu dapat menjalani proses postnatal dengan
sehat dan selamat.
Proses critical thinking (berfikir kritis) merupakan kerangka dasar bidan dalam
memberikan asuhan kebidanan, dalam bingkai manajemen kebidanan.

Sehingga apabila bidan memberikan asuhan kebidanan kepada klien dengan


menerapkan prinsip-perinsip manajemen kebidanan dengan sistematis dan
terpola, maka bidan tersebut telah menerapkan proses critical thinking.