Anda di halaman 1dari 26

KONSOLIDASI

Cut Suciatina Silvia, S.T.,M.T.


Konsolidasi
Adalah proses berkurangnya volume tanah atau
berkurangnya rongga pori tanah jenuh
berpermeabilitas rendah akibat adanya pembebanan,
dimana prosesnya dipengaruhi oleh kecepatan
terperasnya air pori keluar dari rongga tanah.

Sehingga tujuan dari pemeriksaan konsolidasi adalah


untuk menentukan sifat pemampatan suatu jenis tanah
akibat tekanan vertikal

Besarnya penurunan yang terjadi tergantung dari sifat


tanah dapat dirembes atau ditekan atau tergantung dari
koefisien rembesan dan koefisien konsolidasi
Konsolidasi adalah
proses
berkurangnya
volume/ pori tanah
jenuh akibat
H
Pembebanan

Lapisan tanah
prosesnya
dipengaruhi oleh
kecepatan darinase
air dari pori tanah
Air pori pada
lapisan lempung
p mengalir ke atas
dan ke bawah (1
Dimensi)
Tinggi air pada
piezometer
menyatakan
besarnya
tekanan air pori
di lokasi
terpasangnya
Segera setelah beban
bekerja, tinggi
tekanan
p air pada setiap titik di
lapisan lempung naik
sebesar p Pada
piezometer tinggi air
sebesar h=p/w
yang dinyatakan
oleh garis DE
Dalam waktu tertentu,
tekanan air pori pada
lapisan yang paling

p dekat dengan lapisan


pasir lebih dulu
berkurang
Tekanan air pori
pada lapisan
bagian tengah
masih tetap
butuh waktu yang
lebih lama untuk
drainasi
Pada konsolidasi dikenal dengan 2 istilah, yaitu:
Normally consolidated dan overconsolidated

Kapan dikatakan dalam keadaan Normally consolidated


dan overconsolidated.????
Tanah lempung pada kondisi normally consolidated, bila
tekanan prakonsolidasinya (Pc) = tekanan overbuden
efektif (po).
Tanah lempung over consolidated, jika tekanan
prakonsolidasi > dari tekanan overbuden efektif

Sehingga nilai banding overconsolidation (OCR)


dinyatakan sebagai perbandingan dar nilai tekaan
prakonsolidasi terhadap tegangan efektif yang ada,
dinyatakan dalam persamaan:

OCR = Pc/Po
Uji konsolidasi di laboratorium biasanya
dilakukan dengan alat oedometer atau
konsolidometer
Sampel tanah diposisikan dalam cincin
besi Pada bagian atas dan bawah diberi
batu pori untuk memungkinkan drainasi
Beban P diterapkan di atas benda uji.

Beban diterapkan dalam periode 24 jam,


dengan sampel selalu terendam air
Penambahan beban secara periodik

Deformasi dan waktu dicatat, kemudian

diplot pada grafik logaritmis


Kompresi awal
Disebabkan pembebanan
awal pada benda uji
Pada bagian garis lurus
(kedudukan 2),
menunjukkan konsolidasi
Primer pada bagian garis
lurus (kedudukan 3),
menunjukkan konsolidasi
Grafik hubungan antara penurunan (H) dan sekunder
Logaritma waktu (log t)
Setiap akhir pembebanan
tertentu, tegangan yang
terjadi adalah tegangan
efektif (kelebihan
tekanan air pori nol)
nilai penurunan dicatat
Dengan mengetahui nilai
berat jenis Gs, kadar air
pada akhir pengujian,
maka nilai angka pori e
dapat diperoleh grafik
hubungan tegangan
efektif (p) dan angka pori
(e) dapat dibuat
Interpretasi Hasil Uji Konsolidasi

Pada kondisi satu dimensi, perubahan tinggi (H) per satuan dari
tinggi awal (H) adalah sama dengan perubahan volume (V) per
satuan volume awal (V) H V

H V
Persamaan menjadi:
e
H H
1 e0

Bila volume pada Vs=1 dan angka pori awal =e0, proses konsolidasi
seperti gambar a).
Volume butiran padat besarannya tetap, angka pori berkurang
karena adanya e
Interpretasi Hasil Uji Konsolidasi

Koefisien Pemampatan (av) adalah: koef yang menyatakan


kemiringan kurva angka pori (e) dengan tegangan (p).

e1 e2 e
av Satuan av = m2/KN, p= KN/m2
p2 ' p1 ' p

Koefisien Perubahan Volume (mv) adalah: perubahan volume


per satuan penambahan tegangan aktif.

av Satuan mv = m2/KN
mv
1 e1
CONTOH SOAL 7.1 hal 66:

1. Diketahui data dari kurva uji konsolidasi seperti gambar 7.7. Hitunglah nilai
av dan mv untuk kenaikan tegangan dari 20 sampai 40 KN/m2 .

Langkah penyelesaian:
1. Dari grafik gambar 7.7 a) hal 65: plotkan nilai p1 dan p2 ke bersinggungan
grafik, kemudian tentukan nilai e1 dan e2 dari pembacaan grafik.
2. Misalkan dari contoh soal di dapat nilai e1 = 1,77 dan e2= 1,47, hitung nilai av
e1 e2 1,77 1,47
av 0,015 m 2 / KN
p2 ' p1 ' 40 20
3. Dengan emnggunakan grafik 7.7 b) hal 65: plotkan nilai p1 dan p2 untuk
mendapatkan H1/H dan H2/H. Hitung nilai mv
0,31 0,24
mv 0,0035 m 2 / KN
40 20
CONTOH SOAL 7.2 hal 67:

2. Suatu pengujian konsolidasi untuk tanah lempung, diperoleh data


sebagai berikut:

Tegangan tebal contoh tanah setelah


(p') berkonsolidasi
kn/m2 mm
0 20
50 19,649
100 19,519
200 19,346
400 19,151
800 18,950
0 19,250

Pada akhir pengujian, setelah sample tanah tidak dibebani selama 24


jam, diukur kadar airnya 24,5% dan berat jenis tanah Gs=2,70. Gambarkan
hubungan angka pori dengan tegangan efektif dan tentukan koefisien
pemampatannya serta koefisien perubahan volume pada tegangan 250
KN/m2 dan 350 KN/m2.
Langkah penyelesaian:
1. Karena tanahnya jenuh, maka berlaku hubungan e= w.Gs
Maka angka pori setelah pengujian konsolidasi adalah
e2= 0,245 x 2,7 = 0,662

2. Tebal contoh tanah pada kondisi akhir pengujian H1= 19,250 mm


Angka pori awal pada pengujian adalah e1 = e2+e

3. Hubungan antara e dan H, adalah:

e 1 e1 1 e2 e
.......H 20 19,25 0,75mm
H H H
e 1 0,662 e
.....didapat e 0,065
0,75 20
e1 e2 e 0,662 0,065 0,727
e 1 e1 1 0,727
maka; 0,0864
H H 20
e 0,0864.H
Nilai e digunakan untuk menentukan angka pori disetiap periode pembebanan
Tegangan
H H e e
(p')
t/m2 mm
0 20.000 0.000 0.000 0.727
50 19.649 0.351 0.030 0.697
100 19.519 0.481 0.042 0.685
200 19.346 0.654 0.057 0.670
400 19.151 0.849 0.073 0.654
800 18.950 1.050 0.091 0.636
0 19.250 0.750 0.065 0.662

4. Gambarkan grafik hubungan angka pori dengan tegangan seperti gambar C7.1
hal 69:
Dari grafik didapat:
Pada p1=250 KN/m2----- e1= dapat dari grafik hubungan e=0,665
Pada p2= 350 KN/m2----- e2= dapat dari grafik hubungan eo=0,658
e 0,665 0,658
av 0,00007m2 / KN
Maka: p 350 250
av 0,00007
mv 0,000042m2 / KN
1 e0 1 0,658
Interpretasi Hasil Uji Konsolidasi

Indeks Pemampatan (Cc) adalah: kemiringan dari bagian lurus grafik


e-log p, untuk dua titik yang terletak pada bagian lurus dari grafik
hasil laboratorium.
e1 e2 e1 e2
Cc
log p2 ' log p1 ' log( p2 ' / log p1 ' )

Untuk tanah normally consolidated, Terzaghi dan Peck (1967)


menyatakan nilai Cc adalah: Cc=0,009 (LL-10).
Persamaan ini digunakan untuk tanah lempung dengan
sensitivitas rendah sampai sedang atau <4.

Untuk tanah remolded, Terzaghi dan Peck (1967) menyatakan


nilai Cc adalah: Cc=0,007 (LL-10)
Nilai Cc bergantung dari sifat tanah di daerah tertentu.
Penurunan Konsolidasi

1. Penurunan untuk tanah lempung normally consolidated


(Pc=P0) dengan tegangan efektif sebesar p1
H p'
Sc Cc log 1
1 e0 p2 '

2. Penurunan untuk tanah lempung over consolidated (Pc>P0).


Penurunan ini dinyatakan oleh persamaan yang berbantung
dari nilai p1.
jika p1<pc H p1 '
Sc Cr log
1 e0 p0 '
Penurunan Konsolidasi

3. Penurunan untuk tanah lempung over consolidated (Pc>P0).


Penurunan ini dinyatakan oleh persamaan yang berbantung
dari nilai p1.
jika p1>pc
H p ' H p'
Sc Cr log c Cc log 1
1 e0 p0 ' 1 e0 pc '
CONTOH SOAL 7.6 hal 85:

Uji konsolidasi seperti yang ditunjukkan pada gambar,Tentukan:


1. Gambarkan kurva e-log p, tentukan nilai pc dan OCR
2. Hitung penurunan konsolidasi total Sc di pusat fondasi
3. Hitung penurunan konsolidasi total Sc di pusat fondasi apabila Q=60.000 kN
Langkah penyelesaian:
1. Hitung berat volume apung
lempung:
= 17 9,81 = 7,19 kN/m3
2. Hitung tekanan overburden
efektif dipusat lapisan lempung:
po = (6 x 18,07)+(3 x 7,19)
=130,6 kN/m2
3. Dari penggambaran kurva e-log p,
didapat nilai pc 200 KN/m2 > p0
130,6 KN/m2.
Tanah terasuk dalam tanah
lempung over consolidated,
maka:
OCR= pc/p0=200/130,6=1,53
Langkah penyelesaian:
4. Dari grafik perhatikan koordinat 2 dan 3, didapat nilai Cc:
0,728 (0,42 * e0 ) 0,728 0,31
Cc 0,261
log 8000 log 200 log 8000 log 200
5. Dengan memperhatikan ujung-ujung kurva pelepasan beban, didapat nilai Cr:
0,530 0,445
Cr 0,047
log 1600 log 25

6. Hitung tekanan pondasi netto akibat tangki:


20000 20000
q 63,66 KN / m2
1 / 4 .d 2 3,14 / 4 * (20 2 )
qnetto q D * 63,66 (2 *18,07) 27,52 KN / m2

karena r = 10 m dan x=0 (dipusat pondasi), maka z/r= 7/10=0,7 dan x/r =0/10=0
Gunakan gambar 6.11 hal 24, grafik faktor pengaruh untuk beban merata
lingkaran.
90

0,5 65


Langkah penyelesaian:
Dari grafik dengan nilai z/r= 7/10=0,7 dan x/r =0/10=0
Karena tidak ada pada grafik, maka harus diinterpolasi....hasil interpolasi
didapat nilai IB=80%=0,8
Nilai z=p=IB x qn=0,8 x 27,52=22,02 KN/m2
Nilai p1=p0 + p = 130,6 + 22,02 = 162,62 KN/m2 < Pc = 200 KN/m2

Karena P1 < Pc maka digunakan rumus penurunan konsolidasi:


H p' 6 162,62
Sc Cr log 1 0,047 log 0,015m
1 e0 p0 ' 1 0,728 130,6

7. Hitung nilai tekanan pondasi netto akibat tangki jika Q=60.000KN


60000 60000
q 190,98KN / m2
1 / 4 .d 2 3,14 / 4 * (20 )
2

qnetto q D * 190,98 (2 *18,07) 154,84 KN / m2


Langkah penyelesaian:
didapat nilai IB=80%=0,8, hitung nilai tambahan tegangan (z)
z=p=IB x qn=0,8 x 154,84=123,87 KN/m2
Nilai p1=p0 + p = 130,6 + 123,87 = 254,47KN/m2 > pc= 200 KN/m2

Karena P1 > Pc maka digunakan rumus penurunan konsolidasi:


H p ' H p'
Sc (Cr log c ) (Cc log 1 )
1 e0 p0 ' 1 e0 pc '
6 200 6 254,47
Sc (0,047 log ) (0,261 log ) 0,124m
1 0,278 130,6 1 0,278 200

SEKIAN