Anda di halaman 1dari 24

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

MEKANISME APBN YANG MASUK KE DESA


Rakornas Program Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
Pusat dan Daerah Tahun 2015

1
Outline
Pendahuluan
Penganggaran Dana Desa
Perhitungan Alokasi Dana Desa
Penyaluran Dana Desa
Penggunaan Dana Desa
Monitoring dan Evaluasi Dana Desa
Tantangan dan Peluang Pelaksanaan Dana Desa

2
DASAR HUKUM
PERMENDAGRI:
1. Permendagri No. 111/2014 tentang Pedoman
Teknis Peraturan di Desa
2. Permendagri No. 112/2014 tentang Pemilihan
PP 43/2014 Kepala Desa
tentang Peraturan 3. Permendagri No. 113/2014 tentang
Pengelolaan Keuangan Desa
Pelaksanaan 4. Permendagri No. 114/2014 Tentang Pedoman
UU 6/2014 Pembangunan Desa

UU 6/2014 PERMENDES:
1. Permendes No.1/205 tentang Pedoman Kewenangan
tentang Lokal Berskala Desa
Desa 2. Permendes No.2/2015 tentang Musyawarah Desa
3. Permendes No.3/2015 tentang Pendampingan Desa
4. Permendes No.4/2015 tentang Pendirian,
Pengurusan, Pengelolaan,dan Pembubaran BUMDes
5. Permendes No.5/2015 tentang Prioritas Penggunaan
PP 60/2014 Dana Desa TA 2015
tentang Dana Desa
Bersumber dari PMK Nomor 93/PMK.07/2015
APBN Tentang Tatacara Pengalokasian,
PP 22/2015 tentang Penyaluran, Penggunaan, Pemantauan
Perubahan atas PP dan Evaluasi Dana Desa
60/2014
3
Money follows Function Skala Desa
Kewenangan Pelaksanaan Cakupan Kewenangan Pendanaan
Hak asal-usul : merupakan warisan yg 1. Pendapatan Asli Desa,
Kewenangan masih hidup dan prakarsa Desa atau terdiri atas hasil usaha,
berdasarkan hak asal prakarsa masyarakat Desa sesuai dengan hasil aset, swadaya dan
usul perkembangan kehidupan masyarakat partisipasi, gotong
1 Diatur dan royong, dan lain-lain
diurus oleh pendapatan asli Desa;
Kewenangan untuk mengatur dan 2. Alokasi APBN;
Desa
mengurus kepentingan masyarakat Desa 3. Bagian dari hasil Pajak
Kewenangan lokal yang telah dijalankan oleh Desa atau Daerah dan Retribusi
berskala Desa mampu dan efektif dijalankan oleh Desa Daerah Kab./Kota;
atau yang muncul karena perkembangan 4. Alokasi Dana Desa yang
2 Desa dan prakarsa masyarakat Desa merupakan bagian dari
dana perimbangan yang
diterima Kab./Kota;
Kewenangan yg 5. Bantuan keuangan dari
ditugaskan Pemerintah, Penugasan meliputi penyelenggaraan APBD Provinsi dan
Diurus oleh APBD Kab./Kota;
Pemda Provinsi atau pemerintahan Desa, pelaksanaan
Desa 6. Hibah dan sumbangan
Pemda Kab./Kota pembangunan Desa, pembinaan
(berdasarkan yang tidak mengikat
3 kemasyarakatan Desa, dan
penugasan dari dari pihak ketiga; dan
pemberdayaan masyarakat Desa.
Pemerintah, 7. Lain-lain pendapatan
Kewenangan lain yg Penugasan disertai biaya: Desa yang sah.
Pemda Provinsi
ditugaskan Pemerintah, Pemerintah
atau Pemda
Pemda Provinsi atau Pemda Prov
Kab./Kota
Pemda Kab./Kota sesuai Pemda Kab/kota
ketentuan 4
Latar Belakang Perubahan PP 60/2014
dan Kebijakan PP 22/2015
Latar Belakang Perubahan PP 60/2014
1. Untuk mempersempit ketimpangan pengalokasian Dana Desa antara satu desa dengan
desa lainnya dan mempercepat pencapaian Cita ke 3 dalam Nawa Cita Presiden Jokowi,
yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan
DESA dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Contoh Kesenjangan Alokasi Dana Desa berdasarkan perhitungan PP 60/2014 :
Kab. Sidoarjo menyampaikan ketimpangan alokasi antar desa mencapai 1:11 (alokasi terendah 38 juta dan
tertinggi 403,6 juta);
Kab. Batang menyampaikan ketimpangan alokasi antar desa mencapai 1:14 (alokasi terendah 35 juta dan
tertinggi 472 juta);
Kab. Kuningan menyampaikan ketimpangan alokasi antar desa mencapai 1:18 (alokasi terendah 51,6 juta dan
tertinggi 916,9 juta)
2. Mempercepat penyaluran DD Tahap III dari semula Bulan November menjadi Bulan
Oktober sesuai kesepakatan Pemerintah dengan DPR-RI pada pembahasan RAPBN 2015
Kebijakan PP 22/2015

1. Dibukanya kemungkinan penyesuaian pagu Dana Desa melalui perubahan APBN, sepanjang belum
memenuhi 10% dari dan diluar dana transfer ke daerah sesuai amanat UU No.6/2014 tentang Desa;
2. Dibuatnya peta jalan (Road Map) pemenuhan alokasi Dana Desa sebesar 10% dari dan diluar dana
transfer ke daerah sesuai amanat UU No.6/2014 tentang Desa;
3. Dilakukannya penyempurnaan formulasi pengalokasian Dana Desa ke setiap kab./Kota.
Roadmap Dana Desa Dana Desa (DD):
Rp111.840,2 M
Rata-rata DD per Desa:
Dana Desa (DD): Rp 1.509,5 juta
Rp81.184,3M ADD:
Rata-rata DD per Desa: Rp60.278,0 M
Rp1.095,7 juta Bagi Hasil PDRD:
Dana Desa (DD): ADD: Rp3.376,7M
Rp20.766,2 M Rp42.285,9M TOTAL= Rp175.494,9 M
Rata-rata DD per Desa: Bagi Hasil PDRD: Rata2 perdesa:
Rp 280,3 juta Rp2.733,8M Rp2.368,6 juta
ADD: TOTAL= Rp126.204,2M
Rp32.666,4 M Rata2 perdesa:
Bagi Hasil PDRD: Rp1.703,3 juta
Rp2.091,0 M
TOTAL= Rp55.523,6M
2019
Rata2 perdesa:
Rp749,4 juta
2018
2017
Dana Desa (DD):
2016 Rp103.791,1M
Rata-rata DD per Desa:
Rp 1.400,8 juta
Dana Desa (DD): ADD:
APBN-P Rp47.684,7 M Rp55.939,8M
Rata-rata DD per Desa:
2015 Rp643,6 juta
Bagi Hasil PDRD:
Rp3.055,3M
ADD:
Rp37.564,4 M TOTAL= Rp162.786,3M
Bagi Hasil PDRD: Rata2 perdesa:
Rp2.412,4 M Rp2.197,1 juta
TOTAL= Rp87.661,5M
Rata2 perdesa:
Rp1.183,1 juta
Jumlah Desa
6
74.093 15
SUMBER-SUMBER PENDAPATAN DESA
Pendapatan asli Desa
Alokasi APBN :
Lain-lain 1 Dari realokasi anggaran
Pendapatan pusat berbasis desa
10% dari dan diluar
yang sah 7 2 dana transfer ke
daerah secara
bertahap
hibah dan
sumbangan Bagian dari PDRD
pihak ketiga 6 3
kabupaten/kota
Paling sedikit 10%

bantuan 4 Alokasi Dana Desa (ADD)


5 Paling sedikit 10% dari dari
keuangan dari
dana perimbangan yang
APBD diterima kab/kota dikurangi
Prov/Kab/Kota DAK
Pemerintah dapat menunda
dan/atau mengurangi dana
perimbangan jika kab/kota
tidak mengalokasikan ADD 7
DANA APBN YANG MENGALIR KE DESA DAN
DESA SEBAGAI PENERIMA MANFAAT

Dana Desa
yang Bersumber dari APBN

Alokasi Dana Desa (ADD)


DESA
Paling sedikit 10% dari dari dana
perimbangan yang diterima kab/kota
dikurangi DAK
74.093
Dana Alokasi Khusus
a.l.:
Transportasi Perdesaan
Energi Perdesaan
Pelayanan Dasar Pendidikan
74.754
Pelayanan Dasar Kesehatan
Pelayanan Dasar Infrastrukur Air Minum, Irigasi,
dan Sanitasi

8
KEBIJAKAN PENGANGGARAN PROGRAM BERBASIS DESA
DALAM POSTUR APBN SEBELUM DAN SESUDAH UU DESA

Uraian (APBN) Uraian (APBN)


A. Pendapatan Negara dan Hibah A. Pendapatan Negara dan Hibah
I. Penerimaan Dalam Negeri I. Penerimaan Dalam Negeri
1. Penerimaan Perpajakan
1. Penerimaan Perpajakan
a. Pajak Dalam Negeri
a. Pajak Dalam Negeri
b. Pajak Perdagangan Internasional
b. Pajak Perdagangan Internasional 2. Penerimaan Negara Bukan Pajak
2. Penerimaan Negara Bukan Pajak II. Hibah
II. Hibah B. Belanja Negara
B. Belanja Negara I. Belanja Pemerintah Pusat
I. Belanja Pemerintah Pusat 1. K/L
1. KL -> Tugas Pembantuan 2. Non K/L
2. Non K/L II. Transfer ke Daerah dan Desa
II. Transfer ke Daerah A Transfer ke Daerah
1. Dana Perimbangan 1. Dana Perimbangan
2. Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian 2. Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian
a. Dana Otonomi Khusus Papua a. Dana Otonomi Khusus Papua
b. Dana Otonomi Khusus Papua Barat b. Dana Otonomi Khusus Papua Barat
c. Dana Otonomi Khusus Aceh
c. Dana Otonomi Khusus Aceh
3. Dana Keistimewaaan DI Yogyakarta
3. Dana Keistimewaan DI Yogyakarta
4. Dana Transfer Lainnya
4. Dana Transfer Lainnya
B. Dana Desa
III. Suspen III. Suspen
C. Keseimbangan Primer C. Keseimbangan Primer
D. Surplus/Defisit Anggaran (A-B) D. Surplus/Defisit Anggaran (A - B)
% thd PDB % thdp PDB
E. Pembiayaan E. Pembiayaan
I. Pembiayaan Dalam Negeri I. Pembiayaan Dalam Negeri
II. Pembiayaan Luar Negeri (neto) II. Pembiayaan Luar Negeri (neto)
Kelebihan/(Kekurangan) Pembiayaan Kelebihan/(Kekurangan) Pembiayaan 9
PROGRAM BERBASIS DESA SEBELUM UU DESA

Program Perdesaan dialokasikan di anggaran K/L melalui Dana Tugas Pembantuan


dan Urusan Bersama yang berbasis desa sebagai berikut:
KEMENTERIAN/LEMBAGA
BNPP
Program Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan
KEMEN. KP
Program Pengelolaan Sumber Daya Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Program Pengembangan dan Pengelolaan Perikanan Tangkap
Program Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan
Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya
KEMEN. PU
Program Pengelolaan Sumber Daya Air
KEMENAKERTRANS
Program Pembangunan Kawasan Transmigrasi
Program Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi
KEMENDAG
Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri
KEMENDAGRI
Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (TP + UB (PNPM))
Lanjutan:
KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENKES
Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak
Program Pembinaan Upaya Kesehatan
KEMENTAN
Program Pencapaian Swasembada Daging Sapi dan Peningkatan Penyediaan Pangan Hewani
yang Aman, Sehat

Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat

Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Hortikultura


Berkelanjutan
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan Untuk Mencapai
Swasembada dan S

Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Perkebunan Berkelanjutan

Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian

11
PENGGANGGARAN DANA DESA PASCA UU DESA

SIKLUS APBN
PENGANGGARAN DANA DESA
SIKLUS APBD
Pembahasan dan
UU APBN dan Perpres ttg Pengesahan UU APBN
Penetapan Rincian
PEMDA
Rincian APBN Alokasi DD per Raperda
Kab/Kota dalam Rincian APBD
APBN
Pemda menyusun
DPR Raperda APBD sesuai
DPRD
alokasi DD dalam APBN;
Menyampaikan
Pemerintah Raperda APBD kepada
menyampaikan NK DPRD untuk dibahas
Nota Keuangan dan bersama;

dan RAPBN RAPBN Perda APBD


kepada DPR Berdasarkan Perda
Presiden APBD yang telah
Menyetujui dalam dibahas dan disetujui
Sidang kabinet bersama DPRD, Pemda
Menkeu Perkada menyusun
Perbup/Perwali tentang
ttg Penetapan Penetapan Rincian
Mengusulkan Alokasi DD
dalam RAPBN, sumber DD:
Rincian alokasi DD per Desa;
a. Realokasi belanja pusat; Alokasi DD Per
b. Alokasi APBN. Desa
12
PENGALOKASIAN DANA
PP 60/2014 PP 22/2015

Jumlah Penduduk adalah Jumlah Penduduk Desa pada kabupaten/kota.


Jumlah Penduduk Miskin adalah Jumlah Penduduk Miskin Desa pada kabupaten/kota
Luas Wilayah adalah Luas Wilayah Desa pada kabupaten/kota 13
IKK adalah IKK kabupaten/kota, IKG adalah Indeks Kesulitan Geografis Desa (sumber BPS)
Roadmap Alokasi Dana Desa TA 2015 - 2019

2015 2016 2017 2018 2019


URAIAN
APBN APBN-P APBN APBN APBN APBN
Transfer ke Daerah 637.975,1 643.355,7 733.610,9 811.843,7 1.037.911,6 1.118.401,7

% Dana Desa 1,42% 3,23% 6,50% 10,00% 10,00% 10,00%

Dana Desa (miliar) 9.066,2 20.766,2 47.684.7 81.184,3 103.791,1 111.840,2


Rata-rata per desa
122,4 280,3 643,6 1.095,7 1.400,8 1.509,5
(juta)
Alokasi Dana Desa-
ADD (miliar) 33.430,8 32.666,4 37.564,4 42.285,9 55.939,8 60.278,0
Bagi Hasil PDRD (miliar)
2.091,1 2.091,0 2.412,4 2.733,8 3.055,3 3.376,7
Total (DD+ADD+BH
PDRD) 44.589,0 55.523,6 87.661.5 126.204,2 162.786,3 175.494,9
Rata-rata per desa
601,8 749,4 1.183.1 1.703,3 2.197,1 2.368,6
(juta)

Keterangan:
1.Alokasi Transfer ke Daerah TA 2016-2019 berdasarkan Medium-Term Budget Framework
2.Dari 508 kab/kota, yang mempunyai Desa sebanyak 419 kab/kota.
3.Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar 10% dari DAU dan DBH dan bagian hasil PDRD sebesar 10%
dihitung berdasarkan jumlah kab/kota yang memiliki Desa.
4.Jumlah Desa berdasarkan data dari Kemendagri (Permendagri No. 39/2015) sebanyak 74.093
Desa, dan diasumsikan s.d. tahun 2019 tidak bertambah.
14
2019
Roadmap Dana Desa 2018 Penggunaan;
Perencanaan;
2017 Penggunaan; Pedoman Pelaksanaan:
Perencanaan; - Perbup/Perwali
2016 Penggunaan; Pedoman Pelaksanaan: Pendampingan Pemda
Perencanaan; - Perbup/Perwali - Fasilitator dari Pemda
2015 Penggunaan; Pedoman Pelaksanaan: Pendampingan Pemda (rata-rata 1 fasilitator = 4
Perencanaan; - Perbup/Perwali - Fasilitator dari Pemda desa)
Penggunaan; Pedoman Pelaksanaan: Pendampingan Pusat : (rata-rata 1 fasilitator = 4 Pengembangan Database:
Perencanaan; - Perbup/Perwali - Fasilitator (rata-rata 1 desa) - Rekonsiliasi dan
Pedoman Pelaksanaan: Pendampingan Pusat: fasilitator = 4 desa) Pengembangan Database: validitasi data dengan
- Permen (alokasi, - Fasilitator (rata-rata 1 Pelatihan Aparatur: - Rekonsiliasi dan validitasi penyedia data (BPS, BIG,
penyaluran, penggunaan fasilitator = 4 desa) data dengan penyedia data Kemdagri, KemdesPDT)
dan monev) - Training 74.093 aparat
(BPS, BIG, Kemdagri, - Koord: KemdesPDT
- Perbup/Perwali Pelatihan Aparatur: Desa
KemdesPDT)
(pembagian/alokasi Dana - Training 74.093 aparat Pengembangan Target keberhasilan (fokus
- Koord: KemdesPDT
Desa perDesa); Desa Database: Monev):
Target keberhasilan (fokus - Tersusunnya RKP Des
Pendampingan Pusat: Pengembangan - Rekonsiliasi dan validasi
data dengan penyedia
Monev): dan APBDes
- Fasilitator eks-PNPM Database: - Tersusunnya RKP Des
- Fasilitator baru - Rekonsiliasi dan validasi data (BPS, BIG, Kemdagri, - Laporan realisasi dan
KemdesPDT) dan APBDes penggunaan sesuai dg
- Pelatihan fasilitator baru data dengan penyedia
- Koordinator : Kemdes - Laporan realisasi dan aturan
Pelatihan Aparatur: data (BPS, BIG,
Kemdagri, KemdesPDT) PDT penggunaan sesuai dg - Terbentuknya desa2
- TOT /Training for Master - Koordinator : Kemdes Target keberhasilan aturan unggulan disetiap
Trainer 418 aparat PDT - Terbentuknya desa2
kab/kota
(fokus Monev): kab/kota (min 40% dari
Target keberhasilan - Tersusunnya RKP Des unggulan disetiap jumlah Desa)
- Training 74.093 aparat dan APBDes kab/kota (min 30% dari
Desa (fokus Monev):
- Tersusunnya RPJM Des, - Laporan realisasi dan jumlah Desa)
Pengembangan RKP Des, APBDes penggunaan sesuai dg
Database: - Laporan realisasi dan aturan
- Koordinasi dengan penggunaan sesuai dg - Terbentuknya desa2
penyedia data (BPS, BIG, aturan unggulan disetiap
Kemdagri, KemdesPDT) - Terbentuknya desa2 kab/kota (min 20% dari
unggulan disetiap jumlah Desa)
Target keberhasilan:
- Tersusunnya RKP Des kab/kota (min 10% dari
dan APBDes jumlah Desa)
- Laporan realisasi dan
penggunaan dana sesuai
dg aturan 16
PENYALURAN DANA DESA
Mekanisme Penyaluran

16
PROGRESS PENYALURAN DANA DESA 2015

Alokasi Total Dana Desa (Rp) Dana Desa yang


sudah Tersalur

APBN 9,066
TRILIUN
Tahap I (Rp)
s.d. 8 JuLi 2015

8,1
APBN-P 20,766 TRILIUN
TRILIUN
DARI 8,31 TRILIUN
PENYALURAN TAHAP I
(97,44%)

434 433
KAB/KOTA KAB/KOTA
Kendala penyaluran:
1. Terdapat satu daerah yakni Kab. Puncak belum menyampaikan Perbup tentang rincian alokasi dana per
desa;
2. Masih terdapat sebelas daerah yang menggunakan Perpres yang lama (162/2014) terkait rincian
alokasi dana desa. Seharusnya menggunakan APBN-P (Perpes 36/2015) 17
PENYALURAN DANA DESA TAHAP II YANG DIREKOMENDASIKAN
PER 28 JULI 2015

6,55 TRILIUN
DARI 8,31 TRILIUN PENYALURAN
TAHAP II (78,8%)

351
KAB/KOTA

KETERANGAN:
1. 82 kab/kota saat ini masih dalam proses evaluasi perbup/perwali
2. 1 kab belum menyampaikan perbup
18
PENGGUNAAN DANA DESA
Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai belanja pembangunan dan
pemberdayaan masyarakat Desa
Pembangunan desa, antara lain berupa:
1. Pemenuhan kebutuhan dasar (Poskesdes, Polindes, Posyandu, PAUD
2. Pembangunan sarana dan prasarana Desa (Jalan Desa, Jalan Usaha Tani,
embung desa, air bersih berskala desa, irigasi tersier, dll)
3. Pengembangan potensi ekonomi lokal (BUMDesa, Pasar Desa, lumbung pangan
desa, tambatan perahu, dll); dan
4. Pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan secara berkelanjutan
(pengelolaan sampah, hutan desa, rumput laut, dll).
Pemberdayaan masyarakat desa, antara lain berupa:
1. Peningkatan kualitas proses perencanaan Desa
2. Mendukung kegiatan ekonomi baik yang dikembangkan oleh BUMDesa maupun
oleh kelompok usaha masyarakat desa lainnya
3. Pembentukan dan peningkatan kapasitas Kader Pemberdayaan Masyarakat
Desa
4. Pengorganisasian melalui pembentukan dan fasilitasi para legal untuk
memberikan bantuan hukum kepada warga masyarakat Desa
Prioritas penggunaan Dana Desa yang ditetapkan oleh Kementerian Desa, PDT, dan
Transmigrasi.

19
PEMANTAUAN DAN EVALUASI (1)
PEMERINTAH PEMERINTAH PEMERINTAH
DESA KAB/KOTA PUSAT
1 2 4
Realisasi Realisasi
Penggunaan Penyaluran Realisasi
Penyaluran dan
3 Konsolidasi
Konsolidasi Penggunaan
Realisasi
Penggunaan

JENIS
PELAPORAN BATAS WAKTU PENYAMPAIAN SANKSI
LAPORAN
Desa ke Semester I Minggu IV bulan Juli TA berjalan Dalam hal laporan
kab/kota Semester II Minggu IV bulan Januari TA tidak/terlambat disampaikan,
berikutnya maka Kepala Daerah/ Menteri
Keuangan dapat menunda
Kab/kota ke Minggu ke IV bulan Maret TA penyaluran s.d. diterimanya
Tahunan
Pusat berjalan laporan tersebut.
20
PEMANTAUAN DAN EVALUASI (2)
i. penerbitan peraturan bupati/ walikota mengenai
tata cara pembagian dan penetapan besaran Dana
PEMANTAUAN Desa setiap Desa;
ii. penyaluran Dana Desa dari RKUD ke rekening kas
Desa;
iii. laporan konsolidasi realisasi penyaluran dan
PEMERINTAH penggunaan Dana Desa.

i. penghitungan pembagian besaran Dana Desa


EVALUASI setiap Desa oleh kabupaten/kota
ii. realisasi penggunaan Dana Desa.

Dalam hal pemantauan ditemukan SiLPA Dana


Pemantauan atas SILPA Desa yang tidak wajar, bupati/walikota:
BUPATI/ Dana Desa 1. meminta penjelasan kepada kepala
WALIKOTA Desa mengenai SiLPA Dana Desa; dan
2. meminta aparat fungsional untuk
melakukan pemeriksaan.

21
SANKSI
PEMBERI JENIS PELANGGARAN JENIS SANKSI
SANKSI
Bupati/walikota tidak menyampaikan perbub/perwali
mengenai tatacara penghitungan dan penetapan Dana Penundaan Penyaluran
Desa untuk setiap Desa
Bupati/walikota tidak melakukan perubahan peraturan
Dana Desa Kab./Kota
Bupati/walikota apabila terdapat penghitungan rincian
Dana Desa setiap Desa yang tidak sesuai peraturan
perundang-undangan;
MENKEU
Bupati/walikota segera menyalurkan Dana Desa tepat waktu
Penundaan DAU
dan tepat jumlah sesuai yang telah ditentukan dan/atau DBH Kab./Kota

Laporan penundaan penyaluran dari bupati/walikota; Pemotongan


Laporan pemotongan penyaluran Dana Desa dari
bupati/walikota Dana Desa

Kepala Desa tidak menyampaikan Peraturan Desa


mengenai APB Desa;
Kepala Desa tidak menyampaikan laporan realisasi
Penundaan Penyaluran
BUPATI/ penggunaan Dana Desa semester sebelumnya; dan Dana Desa ke Desa
Terdapat usulan dari aparat pengawas fungsional
WALIKOTA daerah.

Pemotongan
Berdasarkan penjelasan dan hasil pemeriksaan ditemukan
penyimpangan berupa SiLPA tidak wajar Dana Desa ke Desa 22
Tantangan, Peluang dan Peran SDM dalam Pelaksanaan Dana Desa
Tantangan untuk Pemerintah Pusat:
Diperlukan anggaran yang cukup besar untuk memenuhi alokasi Dana Desa sebesar sebesar 10 persen dari total
transfer ke daerah dalam APBN (dipenuhi di tahun 2017).
Diperlukan Capacity building dan tenaga pendamping yang cukup banyak untuk mendukung pelaksanaan good
governance dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan desa.

Tantangan untuk Pemerintah Daerah dan Aparatur Desa:


Aparatur Desa (Kepala Desa/aparat desa) harus mempersiapkan diri dalam pengelolaan Dana Desa secara transparan
dan akuntabel,.
Pemberian Dana Desa diharapkan tidak menambah jumlah aparatur Desa yang berakibat pada ketidakefektifan dan
ketidakefisienan penggunaan Dana Desa.

Peluang
Pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan dan
pembangunan daerah di wilayah pinggiran serta meningkatkan otonomi desa.

23
34
24