Anda di halaman 1dari 24

AIR DAN SIKLUS HIDROLOGI

DAMPAK TERHADAP TANAH & SUMBER AIR


SIKLUS PERUBAHAN KWALITAS
LINGKUNGAN

1. Air permukaan
2. Udara
3. Tanah
4. Air tanah
SIKLUS PERUBAHAN KWALITAS LINGKUNGAN

Pencemaran
SIKLUS HIDROLOGI DAN KETERSEDIAAN AIR
Pada kondisi vegetasi masih terjaga(USA)
Evapotranpirasi 33%, Run off 33%, Infiltrasi 33%
AIR
Di dalam ketersediaannya menurut ruang dan waktu
Precipitation
Infiltration Surface runoff
PENCEMARAN TANAH DAN AIR
pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan
manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami.
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu
tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air
tanah akibat aktivitas manusia.
Pencemaran ini biasanya terjadi karena:
kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas
komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan
tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan
kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air
limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri
yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat
(illegal dumping).
DAMPAK
Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah
mencemari permukaan tanah, maka ia dapat
menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke
dalam tanah.
Pencemaran yang masuk ke dalam tanah
kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di
tanah.
Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak
langsung kepada manusia ketika bersentuhan
atau dapat mencemari sumber air permukaan, air
tanah dan udara di atasnya.
DAMPAK KESEHATAN

Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan


tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke
dalam tubuh dan kerentanan populasi yang
terkena.
Kromium, berbagai macam pestisida dan
herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk
semua populasi.
Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena
dapat menyebabkan kerusakan otak, serta
kerusakan ginjal pada seluruh populasi.
DAMPAK KESEHATAN
Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada
konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan
terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodiena
dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa
bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait
pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat
dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Berbagai
pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan
pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat.
Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang
tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan
ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di
atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah
dapat menyebabkan kematian.
DAMPAK EKOSISTEM

Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan


metabolisme dari mikroorganisme endemik dan
antropoda yang hidup di lingkungan tanah tsb.
Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa
spesies primer dari rantai makanan, yang dapat
memberi akibat yang besar terhadap predator
atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut.
DAMPAK PERTANIAN
Dampak pada pertanian terutama perubahan
metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat
menyebabkan penurunan hasil pertanian.
Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada
konservasi tanaman di mana tanaman tidak
mampu menahan lapisan tanah dari erosi.
Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu
paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-
bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan
pencemar tanah utama.
PENCEMARAN TANAH
Penimbunan sampah dalam tanah, maka sampah
akan mengalami dekomposisi yang terurai
menjadi ion-ion Fe, Ca, Cl, S, Mg dll, yang larut
dalam air tanah sehingga sumur penduduk yg
tercamari.
HUJAN ASAM (acid rain)
Atmosfir dapat mengangkut berbagai zat pencemar ratusan
kilometer jauhnya sebelum menjatuhkan ke permukaan
bumi.
Dalam perjalanan ini atmosfir bertindak sebagai reaktor
kimia yang kompleks, merubah zat pencemar setelah
berinteraksi dengan substansi lain, uap air & energi matahari.
Pada kondisi tertentu sulfur oksida (SOx) dan nitrogen oksida
(NOx) hasil pembakaran bahan bakar fosil akan bereaksi dg
molekul2 uap air di atmosfir menjadi asam sulfat (H2SO4)
dan asam nitrat (HNO3) yang selanjutnya turun ke
permukaan bumi bersama air hujan yang dikenal dengan
hujan asam
Tandjung, 2003
Hujan asam
(presipitasi asam)
DAMPAK NEGATIF
Dapat merusak bangunan Disamping merusak
dan berkaratnya benda2 ekosistem perairan, HA
terbuat dari logam. mengancam komoditi
Terjadinya pengasaman pertanian, serta
(acidification) danau dan menimbulkan kerusakan
sungai, ribuan danau hutan.
airnya bersifat asam, shg Pada tahun 1985, sedikitnya
tidak ada kehudupan 7 jt Ha hutan di 15 negara
akuatik, dikenal dengan Eropa telah rusak, dan pada
danau mati. tahun 1986 telah mencapai
30,7 Ha. Kerusakan hutan
akibat HA sekarang makin
meluas.
KARAKTERISTIK HUJAN DI JAKARTA, MEDAN DAN MANADO
PARAMETER JAKARTA MEDAN MANADO
pH 5,56 5,76 5,78
SO4 0,04 0,12 0,04
NO3 1,66 1,86 0,61
NH3 1,42 1,20 0,26
BMG, 1990

Apabila dibandingkan nilai ambang batas pH yang dijinkan


bagi lingkungan hidup, maka tingkat keasaman air hujan di
Jakarta sudah mendekati nilai kritis.

Air hujan dengan nilai pH 5,6 dapat menimbulkan


kerusakan berbagai jenis logam termasuk terjadinya
perkaratan, juga merusak tambak2 ikan shg hasil panennya
menurun.
PENANGANAN PENCEMARAN TANAH
REMIDIASI
BIOREMIDIASI

Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan


permukaan tanah yang tercemar.
Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau
on-site) dan ex-situ (atau off-site).

Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi.


Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah,
terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan
bioremediasi.
Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah
yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah
yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah
tersebut dibersihkan dari zat pencemar.
Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di
bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih
dipompakan ke bak/tangki tersebut.
Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari
bak yang kemudian diolah dengan instalasi
pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh
lebih mahal & rumit.
Bioremediasi adalah proses pembersihan
pencemaran tanah dengan menggunakan
mikroorganisme (jamur, bakteri).

Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau


mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang
kurang beracun atau tidak beracun (karbon
dioksida & air).
Computer modeling of pesticide transport in soil for five
instrumented watersheds, prepared for the U.S. Environmental
Protection Agency Southeast Water laboratory, Athens, Ga. by ESL
Inc., Sunnyvale, California (1973)
Pencemaran
udara

Aktifitas
air tanah
Manusia

air
tanah