Anda di halaman 1dari 71

MANAJEMEN RISIKO BENCANA

T.GAZALI,SE,M.Si
Tega.oesman@gmail.com

Disampaikan pada Diklat Dasar Manajemen Bencana


Banda Aceh, 9 Mei 2017
Topik Bahasan

Manajemen Bencana
Definisi Risiko
Tipe-tipe Risiko
Pengertian
Manajemen Risiko
Proses Manajemen Risiko
Tanggapan terhadap Risiko
Kerantanan
Kapasitas
Indikator keberhasilan
Setelah mengikuti sesi ini peserta
diharapakan dapat :

1. Menjelaskan resiko bencana


2. Kerantanan bencana
3. Kapasitas dalam menghadapi
bencana
BENCANA adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam
dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang
disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau non-alam maupun faktor
manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia,
kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Apa yang dimaksud Manajemen Risiko
Bencana?
Definisi Komponen
Proses sistematis dalam menggunakan Risk assessment - mengkaji
peraturan administratif, lembaga dan
ketrampilan serta kapasitas operasional Risk avoidance - menjauhkan
untuk melaksanakan strategi-strategi, Risk reduction - mengurangi
kebijakan-kebijakan dan kapasitas
bertahan yang lebih baik untuk mengurangi Risk transfer - mengalihkan
dampak merugikan yang ditimbulkan Risk retention - menerima
ancaman bahaya dan kemungkinan
bencana.

UNISDR 2009, http://www.unisdr.org/eng/terminology/terminology-2009-eng.html


Konsep Dasar Bencana

Pemicu

Ancaman
Bahaya

RISIKO
BENCANA
BENCANA

Kerentanan
Apa itu Risiko?

Negatif Positif
KEJADIAN

Risiko Manfaat
Risiko
Risiko adalah kemungkinan yg muncul akibat dari
suatu kejadian yang menyebabkan kerugian.

Risiko adalah suatu kemungkinan yang dapat


terjadi sebagai dampak dalam mencapai suatu
tujuan

Risiko adalah keadaan yang dapat menggagalkan


pencapaian tujuan.
Macam-macam Risiko

BENCANA

KEHIDUPAN BISNIS

RISIKO

LOKASI PERJALANAN

PROYEK
Tipe Risiko

Setiap risiko mempunyai perbedaan sifat atau


karakteristik,

memerlukan analisis dan manajemen yang spesifik

Ada 3 (tiga) tipe risiko:


Risiko berbasis kesempatan
Risiko berbasis ketidak-menentuan
Risiko berbasis ancaman
Risiko Berbasis Kesempatan
(Opportunity-based Risk)
Ada 2 aspek:
Risiko sebagai akibat dari mengambil kesempatan
Risiko sebagai akibat tidak mengambil kesempatan

Risiko berbasis kesempatan ini:


bisa terjadi atau bisa tidak terjadi,
sering tidak tampak nyata secara fisik,
bisa jangka pendek atau panjang.

Contoh:
Pemilihan lokasi baru, Memperluas bidang usaha,
Diversifikasi produk
Risiko Berbasis Ketidaktentuan
(Uncertainty Based Risk)

Risiko yg berasosiasi dg kejadian yg tak diketahui dan


diperkirakan sebelumnya. Biasanya merupakan dampak dari
suatu kejadian
Contoh : Y2K, Peristiwa 11 September, Tsunami

Contoh:
Kerusakan fisik atau bangunan akibat bencana
Kerugian finansial
Hilang aset atau sarana penting
Hilangnya pasar
Risiko berbasis ancaman
(Hazard-based Risk)

Risiko yg berasosiasi dg sumber atau situasi yg berpotensi


menimbulkan kecelakaan atau bencana.

Risiko ini merupakan keadaan:


Fisik: suhu, bising, lingkungan
Biologi: virus, wabah
Kimia: gas beracun, mudah terbakar dll
Ergonomis: ruang kerja
Manajemen Risiko

Proses manajemen, pengorganisasian dan kultur


yang dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi
akibat negatif

dilaksanakan secara bertahap dan diarahkan dengan


identifikasi risiko, penilaian risiko, pemberian
tanggapan serta perlakuan terhadap risiko.

(UNISDR 2009)
Terjadinya Bencana
Pemicu

Ancaman

RISIKO
BENCANA
BENCANA

Kerentanan

KAPASITAS
Risiko (R=H*V/C)

Kerentanan
ancaman

Risiko

Kapasitas
Contoh

ancaman (hazard)
Gempabumi dg 5 SR atau 9 SR
Kerentanan (vulnerability)
Rumah-rumah yang terbuat dari konstruksi
tidak tahan gempa
Kapasitas (capacity)
penyusunan rencana kontinjensi, penyiapan
dana cadangan, koordinasi, pelatihan
penanggulangan bencana
Manajemen Risiko

Kerentanan
ancaman

Mitigasi
Pencegahan Risiko

Kapasitas

Kesiapsiagaan
Ancaman

ancaman adalah berbagai faktor atau


situasi/kondisi yang berpotensi dapat mengganggu
dan mengancam kehidupan manusia, harta benda
dan lingkungan

Contoh:
gempabumi, sungai, gunung api, angin topan,
reaktor nuklir, pabrik, gedung bertingkat, pesawat
terbang dsb.
Penilaian ancaman

Didasarkan pada dua penilaian ancaman yaitu:

a. Probabilitas atau kemungkinan terjadinya


bencana

b. Dampak, dampak kerugian atau kerusakan yang


ditimbulkan

Hasil penilaian kemudian di plot kedalam matriks


pemilihan risiko.
Identifikasi ancaman

Dapat diperoleh dari :


Catatan media massa
Data iklim dan cuaca
Catatan asuransi
Catatan kecelakaan
Catatan posko
Sejarah kebencanaan sebelumnya
Informasi penduduk asli setempat
Probabilitas Kejadian
Skala Probabilitas:

5 Sangat Pasti (hampir dipastikan 100% terjadi


tahun depan).

4 Hampir Pasti (10 100% terjadi tahun depan,


atau sekali dalam 10 tahun mendatang)

3 Mungkin (1-10% terjadi tahun depan, atau


sekali dalam 100 tahun)

2 Kemungkinan Kecil (kurang dari sekali dalam


100 tahun)

1 Tidak Pasti sama sekali


Dampak Kejadian

Dampak Kerugian yang ditimbulkan:

5 Sangat Parah (hampir dipastikan 100% wilayah


hancur dan lumpuh total)

4 Parah (50-75 % wilayah hancur dan lumpuh)

3 Cukup Parah (10-50 % wilayah hancur)

2 Ringan (kurang 10% wilayah yang terkena)

1 Tidak Parah sama sekali


Penilaian ancaman

Jenis ancaman P D

Gempa Bumi
Banjir
Industri
Longsor
Kerusuhan Sosial
dst.
P= Probabilitas (skala 1-5)
D= Dampak (skala 1-5)
MATRIKS SKALA TINGKAT
ancaman
Dampak
1 2 3 4 5
Kebakara Tinggi
n
Banjir
4

Probabilitas
3
Sedang
2

Gempa
1
Rendah
Paparan Kelompok
(15 menit diskusi, @kelompok paparan 2 menit)

Pilih salah satu Kabupaten/Kota yang rawan


bencana di kelompok Anda
Paparkan berbagai ancaman yang ada di
daerah tersebut dan identifikasi probabilitas
dan dampaknya
Paparkan dalam bentuk matriks skala tingkat
ancaman.
Kerentanan
Pengertian

Kerentanan adalah suatu kondisi tertentu yg


menunjukkan atau menyebabkan
ketidakmampuan seseorang atau komunitas
masyarakat menghadapi ancaman.
Kerentanan individu

jenis kelamin
(laki-laki versus perempuan)
usia
(anak-anak / lansia versus anak muda)
kondisi fisik
(normal versus orang cacat)
status sosial
(kaya versus miskin).
Aspek Penilaian Kerentanan

Fisik:
kekuatan struktur bangunan(rumah, jalan, jembatan,
bendungan, dam) terhadap ancaman bencana

Sosial:
kondisi demografi (jenis kelamin, usia, kesehatan, gizi,
perilaku masyarakat)

Ekonomi:
kapasitas finansial masyarakat dalam menghadapi
ancaman di wilayahnya (dana, asuransi, investasi)
Kapasitas
Kapasitas (capacity)

Segala upaya yang dapat dilakukan oleh


individu maupun kelompok dalam rangka
menghadapi ancaman
Aspek Penilaian Kapasitas

Kebijakan
peraturan, mekanisme kerja, prosedur tetap, kemauan
politis dll

Kesiapsiagaan
penyusunan rencana kontinjensi, penyiapan dana
cadangan, koordinasi, komitmen, pelatihan dll

Partisipasi Masyarakat
tingkat kepedulian dan kewaspadaan masyarakat thd
ancaman/ancaman
Tugas kelompok
(15 menit diskusi, @ kelompok paparan 2 menit)

1. Identifikasi ancaman, kerentanan, kapasitas


dan pemicu dari beberapa bencana yang
terjadi di daerah Anda (minimal 5 jenis
bencana)
2. Masukkan hasil identifikasi Anda pada
Matriks Identifikasi Bencana
3. Paparkan hasil identifikasi Anda
Buat Matriks Identifikasi Bencana

Jenis ancaman Kerentanan Kapasitas Pemicu


Bencana
Banjir 1. Volume air 1. Penduduk 1. Sistem 1. Curah
yg melim- yang tinggal peringatan hujan yang
pah di bantaran dini tinggi
sungai
2. Material 2. 2. 2. dst
yg dibawa Infrastruktur Pembangunan
tanggul
penahan
3. Arus air 3. dst 3. dst
4. dst
Proses Manajemen Risiko

Menentukan konteks
Mengidentifikasi jenis risiko
Membuat tanggapan risiko
Melakukan evaluasi risiko
Melakukan pengendalian
Cara Menentukan Konteks

Mengkaji Risiko Bencana


Proses Manajemen Risiko
Metode yg akan digunakan utk identifikasi,
penilaian dsb.
Penentuan Kriteria yang akan digunakan
Tingkat Risiko yg akan ditetapkan
Pengkajian Risiko

Pengkajian Risiko merupakan


keseluruhan dari proses:
Identifikasi Risiko
Penilaian Risiko
Evaluasi Risiko
Identifikasi Risiko
Proses mencari, mengenali dan mendiskripsikan risiko

mengidentifikasi sumber risiko, luas dampak,


kejadiannya, dan penyebab dan potensi
dampaknya.

membuat daftar menyeluruh tentang


peristiwa/kejadian, penyebab, pemicu, pemacu,
atau penghambat dari pencapaian tujuan.
Contoh Identifikasi Risiko

Sebutkan jenis risiko ancaman yang ada:


Ancaman Alam Ancaman Non Alam
Banjir Kebakaran
Gempa bumi Kecelakaan transportasi
Longsor Kecelakaan industri
Angin topan Kerusuhan sosial
Letusan Gn Api Kecelakaan konstruksi
Kekeringan
Wabah penyakit
Tsunami
dsb.
Penilaian Risiko
Proses unuk memahami sifat dari risiko dan menentukan
tingkatan risikonya.

Risiko dinilai berdasarkan dampak dan kemungkinan


atau sifat-sifat yang lain dari risiko tersebut.

Penilaian Risiko dapat dilakukan dengan tingkat


ketelitian yang beragam, tergantung risiko dan
maksud penilaian dan ketersediaan data.
Penilaian risiko
Setiap jenis ancaman dinilai tingkat ancamannya dengan skala
tertentu (3-1)
Ancaman tinggi nilai 3
ancaman sedang nilai 2
Ancaman rendah nilai 1
Setiap kerentanan dinilai tingkat kerentanan dengan skala yang
sama (3-1).
Kerentanan tinggi nilai 3
Kerentanan sedang nilai 2
Kerentanan rendah nilai 1
Sedangkan untuk kapasitas/ manajemen dinilai dengan skala yang
berbalikan (1-3).
kapasitas tinggi nilai 1
kapasitas sedang nilai 2
kapasitas rendah nilai 3
MATRIKS PENILAIAN RISIKO BENCANA
PROV: JAWA TENGAH / DI YOGYAKARTA
KAB:

NO Jenis GEMPA ANGIN BANJIR TANAH TSUNAMI KEKERI- dsb


Variabel BUMI PUYUH LONGSOR NGAN

1 Ancaman
a. Frekuensi 3 2
b. Intensitas 3 2
c. Dampak 3 3
d. Keluasan 3 2
e. Durasi 3 1
TOTAL 15 10
2 Kerentanan
a. Fisik 3 2
b.Sosial 3 2
c. Ekonomi 3 1
TOTAL 9 5
3 kapasitas
a.Kebijakan 3 1
b.Kesiapsiagaan 3 1

c.Partisipasi masy 3 2

TOTAL 9 4
NILAI RISIKO 15 12,5
Hasil Penilaian risiko

Dari setiap jenis ancaman dijumlahkan nilai yang


diperoleh dari ketiga unsur penilaian.

Jenis ancaman dengan nilai tertinggi merupakan


ancaman yang harus diprioritaskan.

Dengan dasar Penilaian risiko disusun Rencana


Kontinjensi untuk kesiapsiagaan menghadapi
bencana.
Evaluasi dan Tanggapan thd. Risiko

Setelah Penilaian Risiko, maka kemungkinan keputusan yang


diambil adalah:

Menghindari risiko
Mengalihkan risiko
Mengurangi (mitigasi) risiko
Menerima
Menghindari Risiko

Mengubah Rencana Proyek untuk menghilangkan


risiko.

Strategi untuk menghilangkan risiko:


ganti atau klarifikasi kebutuhan
ruang lingkup diperkecil
tambahkan keahlian
perbaiki komunikasi/koordinasi
hindari pendekatan atau situasi yang tidak
lazim digunakan
Memindahkan Risiko

Mengalihkan risiko ke pihak yang lain


Tanggungjawab respon akan beralih secara
otomatis
Biasanya menyatu dengan biaya risiko
Umumnya melibatkan pembayaran premi,
performance bonds, dll.
Pengurangan Risiko

Mengurangi kemungkinan (probabilitas) dan/atau


dampak dari risiko
Strategi mitigasi:
melakukan uji kaji atau studi kelayakan
menambahkan sumberdaya
memperpanjang jadwal
mendesain ulang dan dimasukkan ke dalam
sistem
Menerima Risiko

Setuju menerima segala konsekwensi dari risiko yang


timbul
Penerimaan aktif:
menyiapkan segala konsekwensinya lebih awal
membuat rencana kontinjensi atau fallback plan
Penerimaan pasif:
melupakan dan tidak melakukan apa-apa
KESIMPULAN

ancaman/ancaman, relatif tidak dapat


diubah/dipengaruhi
Kerentanan, dapat diperkecil
kapasitas, dapat ditingkatkan
Maka,
risiko dapat dikurangi dengan cara
memperkecil kerentanan dan meningkatkan
kapasitas
RISIKO BENCANA adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu
wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa
terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan
gangguan kegiatan masyarakat.

Probabilitas timbulnya kerusakan atau kerugian (jiwa, harta, kehidupan dan lingkungan) yg
diakibatkan oleh interaksi antara ancaman bahaya (yg disebabkan oleh alam atau manusia)
dengan kondisi yang rentan dan kapasitas yang rendah.
Risiko Bencana merupakan fungsi dari bahaya, kerentanan,
dan kemampuan suatu daerah.

R=f{HxV/C}

R = Risiko
H(azard) = Bahaya
V(ulnerability) = kerentanan
C(apacity) = kemampuan
BAHAYA, KERENTANAN DAN KAPASITAS

Kerentanan
Bahaya &
Kapasitas
Bahaya (hazard)
Bahaya itu sendiri bukan bencana.
Bahaya (hazard)
Suatu kondisi, secara alamiah maupun karena
ulah manusia, yang berpotensi menimbulkan
kerusakan atau kerugian dan kehilangan jiwa
manusia.
Bahaya berpotensi menimbulkan bencana,
tetapi tidak semua bahaya selalu menjadi
bencana.
Bahaya memiliki potensi untuk menjadi
bencana ketika terjadi pada populasi yang
memiliki kerentanan tertentu dan kapasitas
yang tidak memadai untuk menghadapi itu.
Potensi atau probabilitas bahaya menjadi
bencana disebut risiko.
Faktor Bahaya

Geologi Teknologi
Gempabumi, tsunami, longsor, Kecelakaan transportasi,
gerakan tanah industri
Hidro-meteorologi Lingkungan
Banjir, topan, banjir Kebakaran hutan dan lahan.
bandang,kekeringan Sosial
Biologi Konflik
Epidemi, penyakit tanaman,
hewan
Kerentanan (vulnerability)

Sekumpulan kondisi dan atau suatu


akibat keadaan (faktor fisik, sosial,
ekonomi dan lingkungan) yang
berpengaruh buruk terhadap upaya-
upaya pencegahan dan penanggulangan
bencana.
Faktor Kerentanan
Fisik:
kekuatan bangunan struktur (rumah, jalan, jembatan) terhadap
ancaman bencana
Sosial:
kondisi demografi (jenis kelamin, usia, kesehatan, gizi, perilaku
masyarakat) terhadap ancaman bencana
Ekonomi:
kemampuan finansial masyarakat dalam menghadapi ancaman di
wilayahnya
Lingkungan:
Tingkat ketersediaan / kelangkaan sumberdaya (lahan, air, udara)
serta kerusakan lingkungan yan terjadi.
Kapasitas (capacity)
Suatu kondisi kemampuan
sumberdaya dalam menghadapi
ancaman atau bahaya, dimana makin
tinggi suatu kapasitas akan
menurunkan tingkat risiko bencana
RISIKO

?
Risiko = Hazard (bahaya) x Vulnerability (kerentanan)/Capacity (kemampuan)

Kerentanan
Bahaya Risiko &
Kapasitas
RISIKO (risk)

Besarnya kerugian atau kemungkinan terjadi korban manusia, kerusakan


dan kerugian ekonomi yg disebabkan oleh bahaya tertentu di suatu
daerah pada suatu waktu tertentu.
Resiko biasanya dihitung secara matematis, merupakan probabilitas dari
dampak atau konsekwesi suatu bahaya.
MANAJEMEN RISIKO

Risiko
Kapasitas Hazard

Global
Development
Warming
Vs
Climate
Developing
Changes kerentanan

Risiko = Hazard x Kerentanan/Kapasitas


Pengurangan Risiko Bencana adalah upaya untuk melindungi
penghidupan (livelihood) dan asset individu dan masyarakat dari
dampak bencana melalui kegiatan :
Pelibatan seluruh stakeholder
Melakukan penanggulangan bencana sesuai siklus bencana
Melakukan Manajemen Risiko Bencana
Membuat strategi dalam pengurangan risiko bencana
Pelibatan seluruh stakeholder

Pemerintah Pusat

Media Massa
Pemerintah Daerah
BUMN
Peneliti dan Pakar
Perusahaan Transportasi
LSM
Perusahaan Konstruksi

Masyarakat (Private Sector)

Bantuan Internasional
Melakukan Manajemen Risiko Bencana
Membuat strategi dalam pengurangan risiko bencana

Penetapan mekanisme koordinasi dan kerangka hukum untuk


PRB
Integrasi konsep PRB kedalam Rencana Pembangunan
Peningkatan pertukaran dan manajemen informasi
Mempromosikan pendidikan dan kesadaran publik
Pembangunan kemiteraan dengan para stakeholders dan
partisipasi publik
Advokasi
Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi atau
menghilangkan risiko bencana, baik melalui pengurangan
ancaman bencana maupun kerentanan pihak yang terancam
bencana (UU no. 24/2007).
Upaya mencegah terjadi bahaya
Upaya tidak mempertemukan bahaya dengan
kerentanan/kapasitas
Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana melalui
pengalihan pada pihak ke-3 (asuransi bencana)

Merupakan hal baru dalam pengurangan risiko bencana dan baru


diujicobakan di Indonesia
Adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi
bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat
guna dan berdaya guna (UU No. 24 Tahun 2004)

Ada 9 kegiatan dalam komponen kesiapsiagaan:


Penilaian Risiko (risk assessment)
Perencanaan siaga (contingency planning)
Mobilisasi sumberdaya (resource mobilization)
Pendidikan dan Pelatihan (training & education)
Koordinasi (coordination)
Manajemen Darurat (response mechanism)
Peringatan Dini (early warning)
Manajemen Informasi (information systems)
Gladi / Simulasi (drilling/simulation)