Anda di halaman 1dari 26

Siklus Sel dan Pengaturannya

Biologi Sel dan Molekuler


Oleh:
Yuliandini Pangestika
Pendahuluan
Rudolf Virchow, pada tahun 1858, menuliskan pesan mengenai
kelangsungan hidup (continuity of life)

Where a cell arises, there must be a previous cell, just as animals


can only arise from animals and plants from plants.

If every cell comes from a previous cell, all living organisms are
products of repeated rounds of cell growth and division that
stretch back to the beginnings of life more than 3 billion years ago.
Siklus Sel (Siklus Pembelahan Sel)
Seluruh rangkaian peristiwa pembelahan sel dari
bentuk asalnya menjadi dua sel baru
Berfungsi dalam reproduksi, pertumbuhan, dan
perbaikan
Mendistribusikan kumpulan kromosom yang
identik ke sel anak
Durasi siklus sel bervariasi untuk setiap tipe sel dan
yang lainnya
Siklus Sel
2 siklus utama, yaitu:
- Interfase
- Mitosis
Interfase adalah periode di antara fase M

Second gap 4-6 jam First gap 5-6 jam

Sintesis DNA 10-12 jam


Mitosis

The two most dramatic events in the cell cycle Mitosis terdiri atas
are when the nucleus divides, a process called beberapa fase:
mitosis, and when the cell later splits in two, Profase
a process called cytokinesis. Prometafase
Metafase
These two processes together constitute the Anafase
M phase of the cycle. In a typical mammalian Telofase
cell, the whole of M phase takes about an
hour.
Sitokinesis

Terjadi pada akhir fase mitosis


Pembelahan sitoplasma oleh cincin kontraktil
filamen aktin & miosin yang menjepit sel
menjadi 2
Check point
3 transisi utama / checkpoint :
1. START (restriction point) sel
bertanggung jawab untuk memasuki
siklus sel dan duplikasi kromosom.
2. G2/M sistem kontrol yang memicu
mitosis awal kromosom berada sejajar
pada spindel saat metafase.
3. Transisi metafase anafase sistem
kontrol menstimulasi terpisahnya
pasangan kromatid dan menyelesaikan
mitosis dan sitokinesis
Pengaturan Siklus Sel
Sistem kontrol siklus sel tergantung pada aktivasi Cyclin-
dependent protein kinases (Cdks) secara siklik
Aktifitas atau seiring kemajuan siklus sel perubahan
siklikal dalam fosforilasi protein intraseluler yang menginisiasi
atau meregulasi peristiwa utama siklus sel.
Meningkatnya akifitas Cdk pada G2/M meningkatkan
fosforilasi protein yang mengontrol kondensasi kromosom,
terbukanya penutup inti, penyatuan spindel dan peristiwa lain
yang terjadi pada onset mitosis.
Pengaturan Siklus Sel
Perubahan siklikal aktifitas Cdk dikontrol oleh
kompleks enzim dan protein lain yang meregulasi
kinase ini.
Regulator yang paling penting untuk Cdk adalah
cyclin
Cdk bergantung pada cyclin untuk aktivitasnya.
Tanpa berikatan dengan cyclin, tidak ada aktifitas
protein kinase.
Disebut cyclin karena mengalami siklus sintesis dan
degradasi pada tiap siklus sel
4 kelas cyclin

1. G1/S-cyclin : mengaktifasi Cdk pada akhir G1 dan dengan itu memicu progresi melalui start,
menghasilkan kepastian untuk memasuki siklus sel. Levelnya akan menurun pada fase S.
2. S-cyclin : mengikat Cdk segera setelah progresi melalui Strat dan membantu menstimulasi duplikasi
kromosom. Level S-cyclin meningkat sampai mitosis, dan cyclin ini berkontribusi mmengontrol
beberapa peristiwa mitosis awal.
3. M-cyclin : mengaktifasi Cdk yang menstimulasi mulainya mitosis pada titik cek G2/M.
4. G1-cyclin : membantu menentukan aktifitas G1/S cyclin dengan mengontrol progresi melalui akhir
G1 (Start)
Kompleks Cdk-cyclin dapat juga menginduksi efek berbeda pada waktu
yang berbeda dalam siklus sel, disebabkan aksesibilitas beberapa
substrat Cdk berubah selama siklus sel.
Pengaturan Siklus Sel
1. Aktifitas Cdk dapat ditekan oleh Inhibitory
phosphorylation dan Cdk Inhibitor proteins (CkIs)
Level cyclin merupakan penentu utama aktifitas Cdk
selama siklus sel
Fosforilasi pada pasangan asam amino dalam situs
aktifitas kinase menghambat aktifitas komplek cyclin
Cdk
Fosforilasi situs ini oleh protein kinase Wee1
menghambat aktifitas Cdk
Defosforilasi situs ini oleh fosfatase Cdc25
meningkatkan aktifitas Cdk
2. Kontrol siklus sel tergantung pada proteolisis siklikal
Transisi metafase-anafase tidak dipicu oleh protein fosforilasi tetapi oleh
protein destruksi.
Regulator kunci pada proses transisi ini Anaphase-promoting complex
atau cyclosome (APC/C)
APC/C famili enzim ubikuitin ligase mentransfer banyak kopi
protein kecil ubikuitin kepada protein target spesifik destruksi
proteolitik oleh Proteasom.
APC/C mengkatalis ubikuitilasi & destruksi 2 protein utama :
1. Securin
Normalnya melindungi protein penghubung yg menahan pasangan sister
chromatid untuk bersama selama awal mitosis.
Destruksi securin aktifasi protease yang memisahkan sister chromatid
dan melepaskannya selama anafase.

2. Siklin S & M
Menghancurkan siklin ini inaktifasi sebagian besar Cdk di dalam sel
banyak protein difosforilasi oleh Cdk dari fase S - awal mitosis, di
defosforilasi oleh berbagai fosfatase yang ada pada anafase.
Defosforilasi target Cdk ini diperlukan untuk melengkapi fase M.
APC/C tetap aktif dalam G1; ketika G1/S-Cdk teraktifasi pada akhir G1,
APC/C akan inaktif.
Fase S
Fase S dimulai apabila telah diawali sintesis DNA
Fase S berakhir jumlah DNA dalam inti telah
meningkat 2x semula
Pada saat fase S:
Kromosom terdiri atas 2 kromatid
Sintesis DNA dimulai dengan terpisahnya 2 untaian
heliks DNA
Pembentukan untaian nukleosid mengikuti pola ikatan
A-T atau C-G
Agar sintesis DNA dapat selesai dalam waktu singkat,
pemisahan untaian DNA harus terjadi pada sejumlah
tempat { 50 tempat}
Cdk - cyclin pada fase S
Kontrol Inisiasi Replikasi DNA
Maturation Promoting Factor
MPF aktif = Mitotic Cdk + mitotic cyclin
MPF mengontrol G2 M dengan memfosforilasi dan
mengaktifkan protein yang terlibat dalam :
Kondensasi kromosom
Membuka selubung inti
Penyatuan spindel
Destruksi dirinya sendiri
MPF sebagai M-phase promoting factor karena memicu
lewatnya sel melalui G2 checkpoint untuk memasuki fase M.
Maturation Promoting Factor
Grafik dibawah menunjukkan bagaimana aktifitas MPF
berfluktuasi sesuai dengan kadar siklin dalam sel

Kadar siklin naik diseluruh


interfase (fase G1,S dan
G2). Turun tiba-tiba
selama fase Mitosis (fase
M)
Puncak aktifitas MPF dan
konsentrasi siklin
berhubungan, sedangkan
Cdk berada pada kadar
konstan