Anda di halaman 1dari 45

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

MANAJEMEN PEMULIHAN
Richa Syapitri, SE, M.SC
Curriculum Vitae

Nama Richa Syapitri, SE., M.Sc


Tempat/ Tanggal Lahir Padang Panjang/ 27 Juni 1988
Jabatan Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia
Alamat Jalan Panaragan Baru No. 5 Kelurahan Panaragan, Kota Bogor
Email richammb@gmail.com
Pendidikan Strata-1 : Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan, Universitas Andalas.
Strata-2 : Magister Manajemen Bencana, Universitas Gadjah Mada.
Pengalaman Di Bidang Kebencanaan
2017
Tim Penyusun Peraturan Daerah Kota Bogor tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana

2016
Tenaga Ahli Rancangan PERKA BNPB Tentang Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Pascabencana
Tenaga Ahli Rancangan PERKA BNPB Tentang Pedoman Penyusunan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Pascabencana
Fasilitator Kelurahan Tangguh Bencana di Kota Bogor
Fasilitator Pengenalan Penanggulangan Bencana, Pendidikan dan Pelatihan SAR Tingkat Dasar
Angkatan LXVII di Badan Diklat SAR.
Fasilitator Manajemen Dasar Penanggulangan Bencana Di Provinsi Maluku Utara.
Cont
Fasilitator Materi Table Top Exercise (TTX) Pada Pendidikan dan Pelatihan
Peningkatan Kapasitas Manajemen Bencana Bagi Bintara Kesehatan TNI
AL.
Fasilitator Koordinasi Lintas Sektor dalam Penanggulangan Bencana
Simulasi Penanggulangan Bencana Gempabumi dan Tsunami di Sulawesi
Barat
Fasilitator Materi Konsepsi dan Kharakteristik Bencana pada acara
Workshop Peningkatan Kapasitas Dasar PB BPBD Kabupaten Kendal
Provinsi Jawa Tengah.
2015
Fasilitator Konsepsi Bencana pada Diklat Susjemen, Kemhan
Asisten Staf Ahli pada Evaluasi MDGs di Kabupaten Muara Enim
2014
Surveyor for DALA (Damage and Loss Assessment) di Yogyakarta sebagai akibat Erupsi
Gunungapi Kelud
2013
Panitia penyelenggara Fasilitator Desa Tangguh yang diselenggarakan oleh BPBD Sumatera
Barat dan AIFDR-AusAid
Peserta Noha AISBL/ UGM-POHA Summer School (Introduction to Humanitarian Supply Chain
Management and Logistics, Including Regional Perspective)
Observer for Concept Development Conference and Initial Planning Conference for Command
Post and Field Training Exercise and Humanitarian Civic Action of MENTAWAI MEGATHRUST
DIRex 2013-2014
Tujuan Pembelajaran

Peserta diharapkan memiliki kompetensi


menjelaskan manajemen pemulihan bencana
Peraturan Perundang-undangan
REGULASI REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCABENCANA

Penanggung jawab utama PB adalah Pemerintah dan Pemerintah Daerah.


Undang-Undang Koordinasi tingkat pusat oleh BNPB dan tingkat daerah oleh BPBD
No. 24 Tahun 2007

PP No.21/2008, tentang Penyelenggaraan PB


PP No.22/2008, tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan
Peraturan Pemerintah (PP)
PP No.23/2008, tentang Peran Serta Lembaga Internasional

Perka BNPB No. 17/2010 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan


Peraturan Kepala BNPB Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana
Perka BNPB No. 15/2011 Pedoman Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana

nrk
Kelembagaan
TUGAS KEDEPUTIAN
BIDANG REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI

MENGKOORDINASIKAN DAN
MELAKSANAKAN
KEBIJAKAN UMUM
BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA
PADA PASCABENCANA
Manajemen Pemulihan
SIKLUS PENANGGULANGAN BENCANA

Pra Bencana Tanggap Darurat Pasca Bencana

Rehabilitasi &
Rekonstruksi

Pada saat tanggap darurat, Bidang rehabilitasi dan rekonstruksi langsung mulai dengan
proses JITUPASNA dan di akhir masa tanggap darurat segera menyusun RENCANA RR
PENGERTIAN - UU. No. 24/2007

Rehabilitasi
Perbaikan dan Pemulihan semua aspek
layanan publik/ masyarakat sampai tingkat
memadai pada wilayah pascabencana

Sasaran Utama
Normalisasi/ berjalannya secara wajar
berbagai aspek pemerintahan dan
kehidupan masyarakat seperti pada
kondisi sebelum terjadinya bencana
PENGERTIAN - UU. No. 24/2007

Rekonstruksi
Pembangunan kembali semua
prasarana dan sarana serta
kelembagaan pada wilayah
pascabencana tingkat
pemerintahan/masyarakat
Sasaran Utama
Tumbuh kembangnya kegiatan ekonomi,
sosial dan budaya, tegaknya hukum dan
ketertiban serta bangkitnya peran serta
masyarakat dalam segala aspek kehidupan.
Build Back Better
and Safer
MANAJEMEN PEMULIHAN

Tim Kaji Cepat - Untuk Tanggap Darurat

BENCANA
A2R2 : Assesmen Awal RR Tim Assessmen - Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Kajian Kebutuhan Rencana Aksi (Renaksi) Pelaksanaan


Pascabencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Rehabilitasi Dan
Rekonstruksi

Akibat

Baseline Data
Dampak Pengkajian Kebutuhan
MONEV
Penetapan Prioritas
Kebutuhan Aspirasi Masyarakat
Verifikasi & Koordinasi
nrk
POSISI RENAKSI RR DALAM PB

FASE PRA TANGGAP


REHABILITASI REKONSTRUKSI
BENCANA BENCANA DARURAT

ALAT ANALISIS
KAJI CEPAT
RESIKO JITU PASNA
PENGKAJIAN

PENGKAJIAN,
PROSES PERUMUSAN KEBUTUHAN,
PRIORITASISASI

DOKUMEN RENCANA
RENCANA
RENKON REHABILITASI
KEBIJAKAN OPERASI
REKONSTRUKSI
PB
IV. Penyelenggaraan Rehabilitasi dan
Rekonstruksi
PENYELENGGARAAN
REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI
Tanggap Darurat Tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Pedum Penyelenggaraan Rehab & Rekons


Perka 17/2010

Kajian Rencana
Kebutuhan Rehabilitasi & Pelaksanaan
(Jitu Pasna) Rekonstruksi Rehab & Rekons
(3 tahun max) Pembangunan
Pedoman Jitu Pasna
???
Wilayah
Perka 15/2011
(K/L)
Pelaksanaan Anggaran
Perka 04/2015

Monitoring &
Evaluasi

Pedoman Monev
Perka 05/2012
KRITERIA PEMANFAATAN HIBAH BANTUAN PENDANAAN
REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCABENCANA

1. Kerusakan akibat bencana


2. Status penanganan sesuai dengan kewenangan
(provinsi, kabupaten, kota)
3. Sebagai pendukung pemulihan dan ekonomi strategis
pada wilayah pascabencana
4. Untuk kegiatan mitigasi dan/atau peningkatan konstruksi
selektif yang secara teknis harus segera ditangani
5. Cepat, tepat dan segera bermanfaat
6. Tidak ada duplikasi pembiayaan
7. Berupa stimulus untuk aset non pemerintah
8. Bukan untuk kegiatan penguatan kelembagaan
Merupakan tangung jawab Pemerintah Daerah dan
Pemerintah;
Membangun menjadi lebih baik dan lebih aman
(Build Back Better and Safer) yang terpadu dengan
konsep PRB;
Mendahulukan kelompok rentan, keadilan dan
kesetaraan gender;
Pendekatan sosial budaya dan pemanfaatan
sumber daya setempat;
Kemandirian masyarakat, pembangunan
berkelanjutan dan good governance;
Lanjutan...

Melaksanakan kegiatan rehabilitasi dan


rekonstruksi dengan membuat prioritas
berdasarkan Jitu Pasna;
Memberdayakan masyarakat dalam kegiatan
rehabilitasi dan rekonstruksi melalui kelompok
masyarakat dengan memperhatikan aspek
kesetaraan dalam hak dan kewajiban;
Membangkitkan dan mengembangkan modal sosial
dalam rangka meningkatkan ketahanan masyarakat
terhadap bencana;
Pemberian bantuan dana dari Pemerintah langsung
disampaikan kepada Pemerintah Daerah yang
terdampak bencana.
nrk
MEMBANGUNAN LEBIH BAIK DAN LEBIH AMAN

PRB
Konstruksi aman
Membangun lebih baik dan lebih
aman: Manusia Akses - Asset Sosial ekonomi
yang kuat
1. Membangun konstruksi yang
aman dari bencana; Ketangguhan
masyarakat
2. Memulihkan dan memperkuat
konstruksi sosial ekonomi Build Back Better
masyarakat; and Safer Target
Pembangunan
3. Membangun kapasitas dan
budaya kesiapsiagaan Pemulihan
Pascabencana
masyarakat dalam
mengahadapi bencana;
4. Mendukung proses
Bencana
pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan penyelenggaraan Rehabilitasi & Rekonstruksi

Rehabilitasi

a. perbaikan lingkungan daerah bencana;


b. perbaikan prasarana dan sarana umum;
c. pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat;
d. pemulihan sosial psikologis;
e. pelayanan kesehatan;
f. rekonsiliasi dan resolusi konflik;
g. pemulihan sosial, ekonomi, dan budaya;
h. pemulihan keamanan dan ketertiban;
i. pemulihan fungsi pemerintahan;
j. pemulihan fungsi pelayanan publik.
nrk
Kegiatan penyelenggaraan Rehabilitasi & Rekonstruksi

Rekonstruksi

a. pembangunan kembali prasarana dan sarana;


b. pembangunan kembali sarana sosial masyarakat;
c. pembangkitan kembali kehidupan sosial budaya masyarakat;
d. penerapan rancang bangun yang tepat dan penggunaan peralatan yang lebih baik
dan tahan bencana;
e. partisipasi dan peran serta lembaga dan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha
dan masyarakat;
f. peningkatan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya;
g. peningkatan fungsi pelayanan publik;
h. peningkatan pelayanan utama dalam masyarakat.
nrk
PENGKAJIAN KEBUTUHAN PASCABENCANA
(JITU PASNA)

nrk
PRINSIP DASAR JITU PASNA

Merupakan proses yang partisipatif dengan melibatkan para pihak


berkepentingan dalam prosesnya.

Mengutamakan pengamatan terhadap akibat dan dampak bencana serta kebutuhan


pemulihan yang berbasis bukti.

Menggunakan cara pandang pengurangan resiko bencana dalam analisisnya


sehingga dapat membangun dengan lebih baik.

Menggunakan cara pandang berbasis hak-hak dasar sehingga berorientasi pada


pemulihan hak-hak dasar tersebut.

Menjunjung tinggi akuntabilitas dalam proses maupun pelaporan

nrk
ALUR KOMPONEN JITU PASNA

PENGKAJIAN AKIBAT PENGKAJIAN DAMPAK BENCANA


BENCANA
BENCANA
Kerusakan Ekonomi & Fiskal
Kerugian Sosial, Budaya & Politik
Kehilangan Akses
Gangguan Fungsi Pembangunan Manusia
Peningkatan Resiko Kualitas Lingkungan

PENGKAJIAN KEBUTUHAN
PEMULIHAN
Perbaikan/pembangunan
Penyusunan
Penggantian
Rencana Aksi
Rehabilitasi Rekonstruksi Penyediaan bantuan
Pasca Bencana Pemulihan proses/fungsi
Pengurangan resiko
nrk
METODOLOGI JITU PASNA
1. Kerusakan
Akibat Bencana 2. Kerugian
Metodologi
DaLa
Dampak Bencana 1. Ekonomi & Fiskal
1. Focus kajian kepada aset fisik
2. Kebutuhan adalah transformasi
Pengkajian 1. Pembangunan
langsung dari perhitungan nilai (uang)
Alat Kaji kerusakan & kerugian Kebutuhan 2. Penggantian
Jitu Pasna
1. Gangguan Akses
Akibat Bencana
2. Gangguan Fungsi
3. Peningkatan Resiko
Metodologi
1. Sosial Budaya & Politik
HRNA Dampak Bencana
2. Pembangunan Manusia
3. Lingkungan
1. Focus kajian manusia (individu, komunitas,
pemerintah)
2. Kebutuhan adalah analisa dari akibat dan Pengkajian 1. Penyedian Akses
dampak, dan kemudian dihitung dalam
Kebutuhan 2. Pemulihan Fungsi
satuan keuangan, dengan formula tersendiri
nrk
3. Pengurangan Resiko
PENGKAJIAN AKIBAT BENCANA
Komponen :

1. Kerusakan

Perubahan bentuk pada aset fisik dan infrastruktur milik pemerintah, masyarakat
dan badan usaha sehingga terganggu fungsinya secara parsial atau total sebagai
akibat langsung dari suatu bencana.

Misalnya kerusakan rumah, sekolah, pusat kesehatan, pabrik, tempat usaha, tempat
ibadah dan lain-lain dalam kategori tingkat kerusakan ringan, sedang dan berat.

nrk
PENGKAJIAN AKIBAT BENCANA
Komponen :

2. Kerugian

Meningkatnya biaya kesempatan atau hilangnya kesempatan untuk memperoleh


keuntungan ekonomi karena kerusakan aset milik pemerintah, masyarakat dan
badan usaha sebagai akibat tidak langsung dari suatu bencana.

Misalnya potensi pendapatan yang berkurang, pengeluaran yang bertambah selama


periode waktu hingga aset dipulihkan.

nrk
PENGKAJIAN AKIBAT BENCANA
Komponen :

3. Gangguan Akses

Hilang atau terganggunya akses individu, keluarga dan masyarakat terhadap


pemenuhan kebutuhan dasarnya akibat suatu bencana.

Misalnya rumah yang rusak atau hancur karena bencana mengakibatkan orang
kehilangan akses terhadap naungan sebagai kebutuhan dasar. Kerusakan sarana
produksi pertanian membuat hilangnya akses keluarga petani terhadap hak atas
pekerjaan.

nrk
PENGKAJIAN AKIBAT BENCANA
Komponen :

4. Gangguan Fungsi

Hilang atau terganggunya fungsi kemasyarakatan dan pemerintahan akibat suatu


bencana.

Misalnya rusaknya suatu gedung pemerintahan mengakibatkan terganggu/terhentinya


fungsi-fungsi pelayanan-pelayanan dasar. Demikian juga bila terganggu proses-proses
kemasyarakatan dasar, seperti proses musyawarah dan proses-proses sosial dan
budaya.

nrk
PENGKAJIAN AKIBAT BENCANA
Komponen :

5. Meningkatnya Risiko

Meningkatnya kerentanan dan atau menurunnya kapasitas individu,


keluarga, masyarakat, pemerintah dan badan usaha sebagai akibat dari
suatu bencana.

Setelah bencana, meningkatnya risiko terkena bencana susulan seperti epidemi


penyakit.

nrk
PENGKAJIAN DAMPAK BENCANA
Komponen :

1. Ekonomi dan Fiskal

Dampak ekonomi adalah penurunan kapasitas ekonomi masyarakat di tingkat


kabupaten/kota setelah terjadi bencana yang berimplikasi terhadap produksi
domestik regional bruto.

Dampak fiskal adalah penurunan terhadap kapasitas keuangan pemerintah pusat dan
pemerintah daerah sebagai dampak bencana dalam jangka pendek hingga menengah.

nrk
PENGKAJIAN DAMPAK BENCANA
Komponen :

2. Sosial Budaya dan Politik

Dampak sosial budaya adalah perubahan sistem nilai, etika dan norma dalam
masyarakat setelah bencana. Perubahan struktur sosial dalam jangka menengah
dan panjang.

Dampak politik adalah perubahan struktur kuasa dan perilaku politik dalam jangka
menengah dan panjang setelah terjadi bencana.

nrk
PENGKAJIAN DAMPAK BENCANA
Komponen :

3. Pembangunan Manusia

Dampak pembangunan manusia adalah dampak bencana terhadap kualitas kehidupan


manusia dalam jangka menengah dan jangka panjang .

Diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia, Indeks Ketimpangan Gender dan Indeks
Kemiskinan Multidimensional.

nrk
PENGKAJIAN DAMPAK BENCANA
Komponen :

4. Kualitas Lingkungan

Dampak terhadap lingkungan adalah penurunan kualitas lingkungan yang berpengaruh


terhadap kehidupan manusia dan membutuhkan pemulihan dalam jangka menengah dan
jangka panjang.

nrk
RUANG LINGKUP SEKTORAL
SEKTOR SUB SEKTOR

PERUMAHAN PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PRASARANA LINGKUNGAN, PRASARANA


SOSIAL MASYARAKAT
INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI DARAT, LAUT, UDARA, POS DAN TELEKOMUNIKASI, ENERGI,
SUMBERDAYA AIR, AIR BERSIH DAN SANITASI
SOSIAL KESEHATAN, PENDIDIKAN, AGAMA
BUDAYA DAN BANGUNAN BERSEJARAH
LEMBAGA SOSIAL, Perlindungan sosial
EKONOMI PERTANIAN, PERIKANAN, PETERNAKAN DAN PERKEBUNAN
INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH
PERDAGANGAN (PASAR), PARIWISATA
LINTAS SEKTOR PEMERINTAHAN
KETERTIBAN DAN KEAMANAN
KEUANGAN/PERBANKAN, LINGKUNGAN HIDUP DAN PRB

nrk
DISKUSI - 1

TUGAS KELOMPOK :
1. Setiap kelompok mendiskusikan akibat bencana sesuai dengan
komponennya
2. Diskusikan selama 15 menit, paparan @ 5 menit

nrk
Diskusi Kelompok Pengkajian Akibat
Sektor Pengkajian Akibat

Kerusakan Kerugian Gangguan Gangguan Peningkatan


Akses Fungsi Risiko

Perumahan
dan
Pemukiman
Infrastruktur
Pemba-ngunan
Ekonomi
Sosial dan
Kemanu-siaan
Lintas Sektor
V. PENDANAAN
DANA REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI
PP No 21 Tahun 2008 ttg Penyelenggaraan PB, Psl 58 :
(1) Dalam melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah kabupaten/kota
wajib menggunakan APBD kab/kota
(2) Dalam hal APBD kab/kota tidak memadai dapat meminta bantuan dana
kepada pemerintah provinsi dan/atau Pemerintah
(3) Dalam hal pemerintah kab/kota meminta dana bantuan kepada Pemerintah,
harus melalui pemerintah provinsi yang bersangkutan

Revisi PP No 22 Tahun 2008 ttg Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan


Bencana, Psl 23 :
(1) Pemerintah dapat memberikan bantuan untuk pembiayaan pascabencana
berupa dana bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi
(2) Untuk memperoleh bantuan tersebut pemerintah daerah mengajukan
permohonan tertulis kepada Pemerintah melalui BNPB
(3) Berdasarkan permohonan tertulis tersebut BNPB melakukan verifikasi
(4) Hasil verifikasi sebagai dasar Kepala BNPB mengusulkan alokasi dana kepada
Menteri Keuangan
(5) Berdasarkan usulan dari Kepala BNPB, Menteri keuangan mengalokasikan
dana bantuan kepada Pemda
SUMBER PENDANAAN

Kebutuhan Pendanaan

Pemerintah - APBN Pemerintah Daerah APBD


(Kemen/Lembaga Negara) (Prov./ Kabupaten/ Kota)

Masyarakat Hibah Dalam Negeri

Dunia Usaha INGO / NGO / LSM

Hibah Luar Negeri Sumber Lain

Mekanime pengelolaan dana sesuai dengan sumber pendanaan:


APBN beda dengan APBD, Hibah, Pinjaman dan Masyarakat
VERIFIKASI PROPOSAL DARI PEMDA

44
Terima Kasih