Anda di halaman 1dari 37

Jajat Suarjat

Definisi Data
Jenis Data kebencanaan
Karakteristik Data dan Informasi
Kebencanaan
Jenis Informasi Kebencanaan
Bencana

Apa yg dilaporkan??? Kemana dilaporkan???

Kepada siapa laporan


diteruskan ???
Statistik
Bagaimana Data
Bencana dicatat??

Bagaimana Data
Menjadi Infomasi ?

Spasial
keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat
berupa sesuatu yang punya makna dan
merepresentasikan deskripsi dari suatu obyek
atau peristiwa

Data dibentuk dari data mentah (raw data) yang


berupa angka, karakter, gambar, atau bentuk
lainnya

Data dan statistik sangat penting dalam


memahami dampak dan kerugian yang
ditimbulkan akibat bencana. Margareta
Wahlstrm, UNISDR, 2010, Perwakilan dari
Sekretariat Jenderal Untuk Pengurangan Risiko
Bencana.
Deskripsi Data Manajemen Risiko Data Manajemen Data Manajemen
Darurat Pemulihan
Definisi Data yang menunjukkan Data yang diambil Data yang
risiko bencana di dalam pada saat kejadian diperlukan untuk
suatu wilayah yang rawan tanggap darurat kegiatan
bencana rehabilitasi dan
rekonstruksi di
suatu wilayah
Contoh Geografis Jenis Bencana Penilaian Kerusakan
Demografis Dampak (korban dan Taksiran Kerugian
Sumber Daya PB Kerusakan) Pendanaan dan
Sarana dan Prasarana Upaya Penanganan Realisasi
Potensi Bahaya Kebutuhan mendesak Sumber Dana
Titik Api Potensi Bencana Susulan
Gunungapi Aktif
Cuaca
Gelombang Tinggi
Tinggi Muka Air
Unit data terkecil : Kabupaten
Kegunaan data : untuk koordinasi nasional,
penyusunan pedoman, kebijakan umum
BNPB dan kerjasama luar negeri
D Jenis data dominan : data sekunder
a Data demografi detil
t
a
Unit data terkecil : Kecamatan
Kegunaan data : untuk koordinasi provinsi,
D BPBD Provinsi penyusunan pedoman & kebijakan spesifiK
wilayah, serta kerjasama dalam lingkup
e
provinsi
t Jenis data dominan : data sekunder
a
i
l
Unit data terkecil : Desa
BPBD Kab/Kota Kegunaan data : untuk pengendalian dan
operasi penanggulangan bencana
Jenis data dominan : data primer
Sumber: Perka BNPB Nomor 8 Tahun 2011
DUNIA
NYATA DATA
TINDAKAN

Data
Atlas Bencana
Berkiprah di sisi
Buku Data
kanan
DIBI
Foto/Video
Indikator Utama:
Geospasial
Jumlah data yang
Produk Hukum
masuk ke database
Website
lainnya DATA
INFORMASI

ANALISA PENGELOLAAN
Data yang telah diolah menjadi
bentuk yang memiliki arti bagi
si penerima dan bermanfaat
bagi pengambilan keputusan
saat ini atau mendatang

Akses terhadap informasi


merupakan faktor penting yang
mempengaruhi keberhasilan
manajemen risiko bencana.
(Margareta Wahlstrm, UNISDR, 2010
Perwakilan dari Sekretariat Jenderal Untuk
Pengurangan Risiko Bencana)

Pusat Data, Informasi dan Humas 10


Peserta dibagi menjadi 2 kelompok
Peserta mengikuti Instruksi dari Fasilitator
mengenai Games data dan Informasi.
Informasi yang berkualitas harus akurat, tepat pada waktunya
dan relevan

1. Akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan-


kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan.

2. Tepat waktu berarti informasi yang datang pada penerima


tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak
akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan
landasan di dalam pengambilan keputusan.

3. Relevan berarti informasi tersebut mempunyai manfaat


untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap
orang berbeda-beda
Deskripsi Informasi Manajemen Informasi Informasi
Risiko Manajemen Darurat Manajemen
Pemulihan
Definisi Hasil analis terhadap Hasil analis terhadap Hasil analisis
data manajemen risiko data manajemen terhadap data
darurat rehabilitasi dan
rekonstruksi
Contoh Hasil Kajian Risiko Bencana Hasil Kaji cepat bencana di Kajian Kebutuhan
IRBI suatu wilayah Pasca Bencana
Profil sumberdaya kesiapsiagaan
Nasional
Pembelajaran DIBI
Baseline kegunungapian
Indonesia
Kejadian bencana di
Indonesia didominasi
bencana
hidrometeorologi

Keterangan:
data per 31 Desember 2015

Secara umum, tren bencana di Indonesia meningkat dari tahun 2002-2015.


Hampir 80% dari total kejadian bencana per tahunnya adalah bencana
hidrometeorologi (banjir, longsor, kekeringan, karlahut, gelombang pasang). Trend
ke depan bencana ini akan terus meningkat karena terkait antropogenik.
14
HASIL PENGOLAHAN DATA BENCANA
Tuliskan data dan informasi bencana sesuai
dengan pengalaman wilayahnya masing
masing?
Kelompok 1 data dan informasi manajemen
risiko
Kelompok 2 & 3 data dan informasi
manajemen darurat
Kelompok 4 & 5 data dan informasi
manajemen pemulihan
Apakah yang dimaksud dengan data ?
Apakah yang dimaksud dengan informasi ?
Sebutkan data yang diperoleh pada pra, saat
dan pasca bencana
Diperlukan komunikasi krisis
Ketika orang-orang tertekan dan
berada pada masa krisis biasanya:
1) ingin mengetahui bahwa kita peduli
sebelum terhadap mereka.
2) .. memiliki kesulitan untuk mendengarkan,
memahami dan mengingat informasi.
3) .. mempercayai mereka yang ingin
memberikan informasi terhadap suatu
pentingnya ketidakpastian.

Sumber : Dr. Vincent Cavello, 2015


1. Media mampu mempengaruhi keputusan
politik, mengubah perilaku, dan
menyelamatkan nyawa manusia (UNISDR,
2011).
2. Komunikasi merupakan inti untuk sukses
dalam mitigasi, kesiapsiagaan, respon, dan
rehabilitasi bencana (Haddow, 2009).
3. Media dapat menunjukkan eksistensi,
pencitraan, dan simbol organisasi terhadap
masyarakat terkait tugas kemanusiaan dalam
penanggulangan bencana (UN, 2009).
1. Kesempatan mengirimkan pesan.
Apa yang publik pikirkan seringkali tergantung pada apa yang
publik terima dari media.
Gunakan media untuk membangun dan mempertahankan
dukungan publik.
2. Pengganda pesan, alat mempersuasi, dan
mengedukasi.
Gunakan media sebagai kekuatan pengganda untuk
mendapatkan pesan ke masyarakat banyak secara lebih cepat.
3. Tidak berbicara adalah bukan pilihan.
Lambat atau tidak ada respon, tidak akan berhenti cerita dan
rumor.
Jika anda tidak berbicara kepada media, musuh atau opisisi
akan menyerang.
Media akan membuat berita dari berbagai sumber. Anda akan
tidak terlihat perannya. Sumber: Mary Markovinovic, 2015
Kecenderungan Media: bad news is good news,
good news is no news

Berita yang diterbitkan di media adalah berita negatif. Antar pelaku penanggulangan
bencana dan masyarakat diadu sehingga dapat menggiring opini bahwa pemerintah
22
tidak bisa mengatasi bencana.
Selalu timbul perbedaan data saat
terjadi bencana karena
sumber data dari berbagai pihak.
Data bencana terus bergerak.
Jangan menunggu data lengkap.
Kondisi pengungsi di tempat pengungsian di Jepang dan di
Indonesia sebenarnya hampir sama. Kebutuhan dasar
pengungsi terpenuhi.

Pengungsi tsunami Sendai di Jepang Pengungsi erupsi Gunung Kelud dan Sinabung
Di Jepang, media selalu memberitakan hal-hal yang optimis,
semangat korban bencana, dan menjunjung tinggi etika.

Media dilarang memberitakan korban jiwa. Media sendiri


memang menjunjung tinggi untuk menunjukkan bahwa
Indikator peliputan berita yang menarik:

TRUTH = topical,
relevant, unusual,
trouble, human
interest
SCUM = sex,
celebrity, unusual,
money
30
Semua pejabat BNPB/BPBD menjadi Juru Bicara
Media Center selalu dibangun di Posko Tanggap Darurat
Bencana untuk memberikan informasi yang komprehensif
kepada media dan masyarakat. BNPB telah menetapkan
Perka BNPB No. 8 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Media
Jenis Wawancara
1. Wawancara berita (news-peg interview), yaitu wawancara yang
dilakukan untuk memperoleh keterangan, konfirmasi, atau pandangan
interview tentang suatu masalah atau peristiwa.
2. Wawancara pribadi (personal interview), yaitu wawancara untuk
memperoleh data tentang diri-pribadi dan pemikiran narasumber
disebut juga wawancara biografi.
3. Wawancara eksklusif (exclusive interview), yaitu wawancara yang
dilakukan secara khusus tidak bersama wartawan dari media lain.
4. Wawancara sambil lalu (casual interview), yaitu wawancara secara
kebetulan, tidak ada perjanjian dulu dengan narasumber, misalnya
mewawacarai seorang pejabat sebelum, setelah, atau di tengah
berlangsungnya sebuah acara.
5. Wawancara jalanan (man-in-the street interview) disebut pula
wawancara on the spot yaitu wawancara di tempat kejadian dengan
berbagai narasumber, misalnya di lokasi bencana.
6. Wawancara tertulis dilakukan via email atau bentuk komunikasi
tertulis lainnya.
7. Wawancara cegat pintu (door stop interview), yaitu wawancara
dengan cara mencegat narasumber di sebuah tempat.
Macam Wawancara

Konferensi pers dan tanya jawab Live jarak jauh

Door stop Live di studio sendiri atau lebih 35


Percaya diri. Percaya diri adalah kunci utama menjadi PR yang
profesional. Kepercayaan diri akan membuat Anda jadi orang yang
siap menghadapi segala kemungkinan, dari yang terbaik maupun
terburuk.
Banyak belajar. Harus sering baca, harus sering belajar
dalam arti apapun, selalu mengasah kemampuan.
Pintar mengatur mood.
Memiliki kepribadian yang baik.
Cepat beradaptasi
Berpikiran terbuka.
Harus bisa menulis laporan dan release (5W+H).
Gunakan bahasa yang lugas dan tegas.
Jangan terpancing emosi oleh media.
Jajat Suarjat
arielriza@gmail.com