Anda di halaman 1dari 14

Pembimbing:

dr.hj. Suginem mudjiantoro,Sp.Rad(K)

Presentan
Khusnul Khotimah
2010730057
Latar belakang

Dua ahli radiologi retrospektif menemukan


hasil CT dari 15 HIV seropositif dan 14
HIV seronegative pasien pada tuberkulosis
milier . Pasien HIV seropositif memiliki
prevalensi lebih tinggi dari penebalan
septum interlobular, kelenjar getah bening
nekrotik dan keterlibatan extrathoracic dan
memiliki prevalensi lebih rendah pada
nodul besar.
Tujuan Penelitian

- mengetahui perbedaan temuan CT


TB milier pada pasien dengan dan
tanpa infeksi HIV
- untuk menganalisis korelasi antara
fitur CT dan tingkat imunosupresi pada
pasien
Metode Penelitian

Metode Data Base Waktu

studi Data Januari 2003


retrospektif komputer, hingga
pada pasien Januari 2008
dengan TB
milier dan
infeksi HIV
yang
menjalani
pemeriksaan
CT dada
(1) Pasien ( HIV seropositif)

13 Laki-laki dan 2 perempuan, (rata-rata usia, 44 tahun,


rentang usia, 34-61 tahun).

Populasi
(2) Kelompok Kontrol ( HIV seronegative).
Hasil
Gambaran radiologi
Gambaran radiologi
Dalam penelitian, penebalan septum interlobular, kelenjar getah
bening nekrotik menunjukan limfadenitis TB dan adanya
extrathoracic lebih sering terlihat pada pasien TB miliar dengan
infeksi HIV , sedangkan nodul besar lebih sering terlihat pada
pasien TB miliar tanpa infeksi HIV

Hasil ini mirip dengan temuan Leung et al. Peneliti ini


melaporkan bahwa pasien HIV seropositive dengan jumlah CD4
T limfosit, 200 mm3 memiliki prevalensi lebih tinggi dari
mediastinum dan hilus atau limfadenopati , prevalensi yang lebih
rendah dari kavitasi dan keterlibatan sering paru bila
dibandingkan dengan pasien HIV seropositif dengan CD4 - T
jumlah limfosit > 200 mm3
Kelemahan penelitian

Pertama, jumlah yang relatif kecil dari pasien dalam penelitian


kami melemahkan nilai dari hasil statistik .

Kedua, ada perbedaan dalam usia dan distribusi jenis kelamin


antara pasien yang terinfeksi HIV dan tidak terinfeksi

Ketiga, tidak ada konfirmasi patologis dikaitkan dengan temuan


CT untuk semua pasien.
Kesimpulan

Pasien HIV seropositif memiliki prevalensi lebih rendah pada


gambaran nodul besar dan prevalensi yang lebih tinggi dari
penebalan septum interlobular, kelenjar getah bening nekrotik
menunjukam limfadenitis TB dan keterlibatan extrathoracic
pada gambar CT. Sebagai kesimpulan, Perbedaan dalam
temuan radiologi antara pasien HIV seropositif dan seronegatif
dapat membantu dalam pembentukan diagnosis dini status
kekebalan pada pasien dengan tuberkulosis milier.