Anda di halaman 1dari 14

GIZI PADA SISTEM IMUNITAS

Nama Kelompok :
Ade Nur Illafi
Ahmad Fauzi
Alphianto
Amalia Dwi Pratiwi
Amanda Isnaeni
Ana Nur Khasanah
Ardhi Indrasakti
Ardhina Aziz Triyono
Delima Ayu Kusuma W
Dewi Masitoh
Imunitas atau kekebalan adalah kemampuan
tubuh untuk melawan infeksi, meniadakan kerja
toksin dan faktor virulen lainnya yang bersifat
antigenik dan imunogenik.
Sistem imunitas terdiri atas :
1. Sistem imunitas alamiah atau non-spesifik
(natural/innate/native)
2. Sistem imunitas spesifik (adaptive/acquired)
Respon Imun
Sel-sel utama yang berperan pada respon
imun adalah makrofag, sel T, sel B, sel NK
(Natural Killer), dan sel K (Killer).
- Sel K dapat membunuh sel sasaran yang dilapisi
antibodi melalui Antibody Dependent Cell
Citotoxicity (ADCC).
- ADCC merusak sel tunggal dan mikrorganisme
multiseluler, berperan pada penghancuran sel
kanker, penolakan transplant dan penyakit
autoimun.
Vitamin A
Vitamin A sebagai salah satu mikronutrien
yang mempunyai peran penting sebagai regulator
sistem imun dan juga sebagai anti infeksi.
- Vitamin A mempunyai peranan penting pada
regulasi hemapoetik sistem, mempunyai efek pada
perkembangan dan deferensiasi sel-sel mieloid
leukemia yang telah ditemukan pada hewan.
- Kekurangan dan kelebihan vitamin A
mempengaruhi respon imun normal dari tubuh.
- Kekurangan vitamin A (KVA) terjadi ketika
simpanan tubuh habis terpakai sehingga
mengganggu fungsi fisiologis.
Zinc (Zn)
Zn merupakan komponen lebih dari 300 enzim yang
berpartisipasi dalam sintesa dan degradasi karbohidrat,
lemak, protein dan asam nukleat.
- Peranan penting Zn adalah sebagai bagian integral enzim
DNA polimerase dan RNA polimerase yang diperlukan
dalam sintesis DNA dan RNA, juga sebagai bagian dari
enzim kolagen.
- Zn berperan pula dalam sintesa dan degradasi kolagen.
- Zn berperan dalam pembentukan kulit, metabolisme
jaringan ikat dan penyembuhan luka.
- Peranan Zn di dalam fungsi imunitas antara lain ada
dalam fungsi sel T dan dalam pembentukan antibodi oleh
sel B, serta pertahanan non-spesifik.
Keterkaitan Vitamin A dan Zinc dalam Sistem Imun

Zinc mempengaruhi metabolisme vitamin A


karena zinc dibutuhkan pada sintesis protein
transpor retinol (RBP). Selain itu zinc juga
dibutuhkan pada proses oksidatif vitamin A di
jaringan perifer yang membutuhkan aktivasi dari zinc
dependent retinol dehydrogenase enzyme seperti
enzim alkohol dehidrogenase (ADH) dan retinal
oksidase. Akibat kadar zinc yang rendah
menyebabkan gangguan dalam proses metabolisme
vitamin A.
Vitamin E
Vitamin E sering disebut sebagai vitamin
antioksidan. Karena perannya untuk menangkal
radikal bebas.
Melalui perannya sebagai antioksidan, vitamin
E juga dapat menurunkan produksi faktor penekan
imunitas (immunosuppressive factors) seperti
prostaglandin E2 dan hidrogen peroksida dengan
mengaktifkan makrofag.
Vitamin C
Vitamin C berakumulasi (dengan konsentrasi
milimol/l) dalam neutrofil, limfosit dan monosit,
yang mengindikasikan bahwa vitamin C berperan
penting dalam fungsi imunitas.
Mineral Selenium
Selenium (Se) adalah suatu zat gizi mikro
(trace element) yang sangat esensial pada
sejumlah protein yang berkaitan dengan fungsi
enzim, termasuk glutation peroksidase, glutation
reduktase dan tioredoksin reduktase.
Se mempengaruhi baik pada sistem imunitas
bawaan (innate), non-adaptif maupun buatan
(acquired).
Energi dan Protein
Kekurangan energi-protein dapat mengarah
pada imunodefisiensi yang parah pada orang usia
lanjut, yang mempengaruhi tidak hanya pada
imunitas spesifik (limfosit B dan T) tetapi juga
imunitas non-spesifik (polymorphonuclear dan
monosit).
Fungsi Zat Gizi terhadap Imunitas Tubuh
Sistem imun tubuh kita terdiri dari sistem
imun alami dan didapat.
Gizi merupakan faktor penentu yang penting
dari respon imun tubuh dan kekurangan gizi
merupakan penyebab kurangnya kekebalan tubuh
(immunodeficiency).
TERIMAKASIH