Anda di halaman 1dari 10

PERCOBAAN V

PENENTUAN KADAR
KAFEIN
Latar Belakang
Kopi merupakan salah satu minuman penyegar yang
memiliki cita rasa dan aroma yang khas. Kopi diketahui
mengandung senyawa yang memiliki efek dan juga
menguntungkan, salah satunya senyawa kafein.

Kafein meupakan alkaloid yang dapat ditemukan pada


berbagai jenis tanaman terutama kopi, teh, cola dan
sebagainya. Kafein memilki rumus senyawa kimia C8H10N4O2
dan rumus bangun yaitu 1,3,7- trimethyxanthine berbentuk
kristal dan berasa pahit.
Kristal kafein dalam air berupa
jarum-jarum bercahaya. Bila tidak
mengandung air, kafein meleleh pada
suhu 234C -239C dan menyublin
pada suhu yang lebih rendah. Kafein
mudah larut dalam air panas dan
kloroform, tetapi sedikit larut dalam
air dingin dan alkohol.
Tujuan dan prinsip percobaan
Tujuan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk
mengisolasi dan menentukan kadar kafein dalam
kopi.

Prinsip
Prinsip dari percobaan ini adalah menenentukan
kadar kafein dalam kopi berdasarkan atas sifat
kelarutannya,melalui proses refluks,
penyaringan, penambahan kloroform dan
sublimasi.
Tinjauan pustaka

(Terlampir)
ALAT DAN BAHAN
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini
yaitu labu alas bulat, botol semprot, corong
pisah 500 ml, cawan penguap, gelas kimia 600
ml, gelas ukur 100 ml, erlenmeyer 250 ml,
corong buchner, spatula, batang pengaduk, alat
refluks, dan pemanas.

Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan


ini yaitu kopi bubuk, aquadest, larutan timbal
asetat , kloroform, dan kertas saring.
DATA PENGAMATAN
ANALISIS DATA

massa kopi halus = 20 gram


massa kertas saring = 1,8240 gram
massa kristal kafein = 0 gram
Ditanyakan : rendemen kafein..... ?
Penyelesaian :
Rendemen = x 100%

= x 100%
= 0%
Penentuan kadar kafein dalam serbuk kopi seperti pada percobaan
ini didasarkan pada distribusi kafein dalam kopi antara dua fase
yaitu fase organik (kloroform) dan fasa anorganik (air). Percobaan
ini juga menggunakan teknik ekstraksi pelarut dengan
menggunakan kaidah like dissolved like.

Tujuan dilakukannya pereflusan adalah agar


kopi dan pelarut dapat tercampur secara
sempurna atau homogen dengan waktu yang
cukup lama. Kopi yang telah direfluks
kemudian disaring dengan corong buchner.
Corong buchner dapat menyaring dengan
efisien dn cepat sebab mempunyai labu
pengisap (vakum) yang dapat mempercepat
proses penyaringan.
tujuan dari penyaringan ini juga untuk memisahkan pengotor-
pengotor dengan filtrat dalam larutan kopi. filtrat yang
diperoleh kemudian ditambahkan setetes demi setetes arutan
timbal asetat yang sebelumnya telah dibuat dari campuran 30
gram timbal asetat dengan 27 mL aquades. endapan yang
diperoleh dari campuran larutan timbal asetat dan filtrat
adalah pengotor yang dapat berupa garam-garam dalam
kafein.

filtrat diekstraksi dengan penambahan kloroform yang


menyebabkan terjadinya distribusi solut. terbentuk dua
lapisan setelah didiamkan dimana lapisan bawah untuk fasa
kloroform dan kafein. kloroform dapat mengikat kafein.
besarnya kadar kafein yang diperoleh adalah 0%.