Anda di halaman 1dari 32

HEMORRHOID

WILLIANA SUWIRMAN
TOPICS

A. PENDAHULUAN
B. HEMORRHOID INTERNA
C. HEMORRHOID EKSTERNA
A.
PENDAHULUAN
A.1 DEFINISI
A.2 EPIDEMIOLOGI
A . 3 K E S U L I TA N E V A L U A S I
A.1 DEFINISI

Pelebaran pembuluh darah di antara mukosa anus (Plexus


hemorrhoidalis internal & external)
Lokasi tersering: - Left lateral
- Right posterior
- Right anterior
Jika lokasi atipikal curiga penyakit lain (ca, limfoma, infeksi,
Crohns)
A.2 EPIDEMIOLOGI

Sering terjadi
1.9-3.5 juta kasus per tahun di US

Gejala umum: pendarahan, prolaps, bengkak, nyeri(hanya bila ada


thrombosis)
A.3 KESULITAN EVALUASI

1. Gejala haemorrhoid mirip penyakit lain (fissure ani, pruritus ani,


warts)
2. (plexus) Hemorrhoid adalah bagian tubuh normal, kelainannya
mungkin bersamaan dengan penyakit lain
3. Banyak pilihan terapi, setiap pasien beda kecocokannya
4. Pasien sudah mendengar berita miring tentang ambeien
B.
HEMORRHOID
INTERNA
1. DEFINISI
2. KLASIFIKASI
3. DIAGNOSIS
4. TERAPI
B.1 DEFINISI

Pelebaran Plexus hemorrhoidalis internal yang terletak di atas linea


dentata
Epitel di atas vena: Epitel kolumner
Tidak memiliki saraf sensorik nyeri
Faktor resiko: Lama mengejan dan BAB, hamil, konstipasi, loose stools
B.2 KLASIFIKASI

Klasifikasi Hemorrhoid interna Keterangan

Grade 1 Tidak prolapse keluar anus

Grade 2 Prolapse ketika defekasi, namun masuk sendiri

Grade 3 Prolapse ketika defekasi, tidak masuk sendiri, masuk ketika didorong
jari
Grade 4 Prolapse terus, tidak bisa masuk lagi
B.3 DIAGNOSIS

Pemfis: Inspeksi, palpasi (digital


rectal examination)
Anoskopi / flexible
gastroscopy
B.4 TERAPI

1. Diet
2. Medikamentosa
3. Rubber Band Ligation
4. Sclerotherapy
5. Cryotherapy (tidak lagi digunakan)
6. Infrared photocoagulation
7. Hemmorhoidectomy
8. Hemorrhoidopexy / Procedure for Prolapsed Hemorrhoid (PPH)
B.4.1 DIET

Cairan : 6-8 gelas per hari (non-kafein, non-alcohol )


Diet tinggi serat (20-30g/hari) : Makanan tinggi serat, suplemen serat
bila perlu
B.4.2 MEDIKAMENTOSA

Analgesik kurangi nyeri


Stool softener (Docusate sodium, Polyethylene glycol 3350)
kurangi konstipasi
Phlebotonics (Diosimplex) stabilisasi permebilitas vena untuk
grade 1-2
B.4.3 RUBBER BAND LIGATION

Tujuan: Cut-off aliran darah haemorrhoid


Kurangi nyeri (daripada operasi)
Indikasi: Hemorrhoid interna grade 2 & 3 (grade 1 terlalu kecil
untuk diikat, grade 4 kurang efektif)
TIDAK untuk haemorrhoid eksterna (NYERI)
Hemorrhoid yang terikat akan terlepas dalam 4-7 hari,
meninggalkan ulkus yang akan sembuh dalam 1-5 hari.
B.4.3 RUBBER BAND LIGATION

Alat dan bahan:


Anoscope
Alat suction
Rubber band
B.4.3 RUBBER BAND LIGATION
1. Masukkan anoskop bersama 6. Lakukan Digital Rectal
dengan obturatornya Examination, cek letak rubber
2. Keluarkan obturator band, reposisikan bila perlu (aka
3. Masukkan alat suction melalui pasien nyeri)
lubang anoskop sampai di atas
linea dentata dan haemorrhoid
ada di dalam alat tersebut
4. Lepaskan rubber band sampai
mengikat seproximal mungkin
dari tangkai haemorrhoid
5. Keluarkan alat suction
B.4.3 RUBBER BAND LIGATION

Komplikasi:
- Bleeding (hari ke 4-7)
- Sepsis (hari ke 2-8) nyeri, demam, kesulitan kencing
- Rekurensi (20%)

Lepaskan rubber band bila pasien nyeri! Tanda rubber band terlalu
bawah (dekat linea dentata)
Tidak perlu antibiotic profilaksis!
Cocok untuk pasien dengan HIV
B.4.4 SCLEROTHERAPY

1. Injeksi bahan iritan (3-5 ml


phenol 5% berbasis minyak)
pada apex haemorrhoid interna
*TIDAK NYERI *
2. Vena akan mengempes
B.4.4 SCLEROTHERAPY

Indikasi: Hemorrhoid interna grade 1-4


B.4.5 CRYOTHERAPY

Membekukan haemorrhoid dengan nitrogen cair


Tidak lagi digunakan (Sulit memperkirakan kerusakan jaringan
sekitar)
B.4.6 INFRARED PHOTOCOAGULATION

1. Menyinarkan gelombang
infrared selama 1.5 detik ke
beberapa titik pada
haemorrhoid
2. Vena akan mengecil

Indikasi: Grade 1 dan 2


B.4.5 HEMORRHOIDECTOMY

Bedah
Indikasi: Hemorrhoid interna grade 3 yang gagal dengan terapi
lainnya, haemorrhoid interna grade 4, dan haemorrhoid eksterna
simptomatik (nyeri)
Anestesi: General/lokal
NYERI. POOOLLL.
B.4.5 HEMORRHOIDECTOMY

1. Posisi pasien prone jackknife /


lithotomy
2. Anestesi pasien
3. Masukkan anoskop (bila haemorrhoid
interna)
4. Eksisi haemorrhoid dengan scalpel
5. Luka bisa dijahit/dibiarkan terbuka
6. Tutup luka dengan dressing
B.4.5 HEMORRHOIDECTOMY

Terapi adjuvant setelah operasi (topical) : Glyceril trinitrate, krim


anestesi, sucralfate, metronidazole
B.4.6 HEMORRHOIDOPEXY / PPH

Prinsip: pakai STAPLER


Keuntungan: Nyeri lebih sedikit dibanding hemorrhoidectomy
Kerugian: Relapse > hemorrhoidectomy
Nyeri > Rubber band ligation
B.4.6 HEMORRHOIDOPEXY / PPH

1. Masukkan obturator (untuk mendilatasi anus)


2. Masukkan obturator + anoskop sampai di atas linea dentata
3. Keluarkan obturator
4. Jahit proximal dari haemorrhoid mengelilingi lumen
5. Masukkan stapler
6. Posisikan haemorrhoid masuk ke dalam stapler
7. Tarik benang jahitan sehingga dinding lumen saling mendekat
8. Tekan stapler, diamkan beberapa saat
9. Lepaskan stapler, dan haemorrhoid pun sudah terlepas dari mukosanya
B.4.6 HEMORRHOIDOPEXY / PPH
B.4.6 HEMORRHOIDOPEXY / PPH
C.
HEMORRHOID
EXTERNA
1. DEFINISI
2. DIAGNOSIS
3. TERAPI
C.1 DEFINISI

Pelebaran Plexus hemorrhoidalis eksternal yang terletak di bawah


linea dentata
Epitel di atas vena: Epitel squamous
C.2 DIAGNOSIS

Pemfis: Terlihat dari luar, sering disertai skin tag


DD: Crohns disease skin tag kebiruan, tampak waxy, lebar
Elephants ear
C.3 TERAPI

Diet
Reassurance (bila asimptomatik)
Hygiene perianal
Hemorrhoidectomy (indikasi: bila simptomatik/nyeri)