Anda di halaman 1dari 17

Dr.

Agung Karuniawan

POTENSI HASIL PERTANIAN TERHADAP


APLIKASI PEWARNA ALAMI BATIK DI INDONESIA

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
ADA PULUHAN HINGGA RATUSAN BAHAN PEWARNA ALAMI BATIK YANG BISA
DIGUNAKAN, NAMUN BEBERAPA TUMBUHAN YANG SERINGKALI DIGUNAKAN DAN
MASIH MUDAH DICARI DIANTARANYA ADALAH :
TEH (CAMELIA SINENSIS), DAUN TEH SELAIN DAPAT DIMANFAATKAN UNTUK
MEMBUAT MINUMAN, BAGIAN DAUN YANG SUDAH TUA BISA DIMANFAATKAN
UNTUK ZAT PEWARNA ALAMI BATIK. BAGIAN DAUN TEH INI JIKA DIOLAH AKAN
DAPAT MENGHASILKAN WARNA COKELAT PADA KAIN YANG DIBATIK.

ALPUKAT (PERSEA), TANAMAN BERBIJI TUNGGAL INI SELAIN DAPAT


MENGHASILKAN BUAH YANG BANYAK VITAMINNYA JUGA DAPAT MENGHASILKAN
BAHAN ALAMI BATIK. DAUNNYA YANG CUKUP BANYAK DAN MUDAH DIDAPATKAN
INI BISA DIMANFAATKAN UNTUK MENGHASILKAN WARNA HIJAU KECOKLATAN
PADA BATIK.

JATI (TECTONA GRANDIS L), POHON JATI MERUPAKAN SALAH SATU TANAMA KERAS
YANG KAYUNYA BISA MENJADI BAHAN TERBAIK PEMBUATAN MEBEL ATAUPUN
BAHAN BANGUNAN RUMAH. POHON JATI HINGGA SAAT INI MASIH SANGAT MUDAH
DITEMUKAN DI DESA-DESA MAUPUN DI HUTAN. DAUNNYA YANG LEBAR DAN
RIMBUN SAAT MUSIM HUJAN DAPAT DIMANFAATKAN SEBAGAI BAHAN PEWARNA
ALAMI BATIK. DAUN JATI YANG MASIH MUDA BIASANYA MEMILIKI WARNA HIJAU
KECOKLATAN, DAUN MUDA INILAH YANG DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI PEWARNA
ALAMI BATIK YANG MENGHASILKAN WARNA MERAH KECOKLATAN.
KELAPA (COCOS NUCIFERA), POHON KELAPA MERUPAKAN SALAH SATU
POHON YANG SELURUH BAGIANNYA DAPAT DIMANFAATKAN OLEH
MANUSIA, BAIK DARI AKAR, BATANG, BUAH, DAUN, KULIT KAYU DAN LAIN
SEBAGAINYA. UNTUK PEMBUATAN BAHAN BATIK ALAMI, KULIT LUAR
(SABUT/SERABUT) BUAH KELAPA BISA DIJADIKAN BAHAN PEWARNA.
WARNA YANG DIHASILKAN ADALAH KREM KECOKLATAN.

PUTRI MALU (MIMOSA PUDICA), TANAMAN PUTRI DAPAT DIJUMPAI


DIMANAPUN JUGA, MULAI DI PINGGIR JALAN, SEMAK-SEMAK BELUKAT
ATAUPUN DI KEBUN. CIRI KHAS TANAMAN PUTRI MALU ADALAH KETIKA
DAUNNYA DISENTUH MAKA IA AKAN MENUTUP. BUNGA DAN DAUN PUTRI
MALU DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI PEWARNA ALAMI BATIK YANG
MENGHASILKAN WARNA KUNING KEHIJAU-HIJAUAN.

TINGI (CERIOPS CONDOLLEANA), JAMBAL (PELTHOPHERUM


PTEROCARPUM) DAN TEGERAN (CUDRANIA JAVANENSIS), MERUPAKAN
TIGA JENIS TUMBUHAN YANG DAPAT DICAMPUR MENJADI SATU DARI
KULIT DAN KAYUNYA SEHINGGA MENGHASILKAN WARNA SOGA PADA
KAIN BATIK.
Indigo/tarum (Indigofera tinctoria), Tanaman Tarum merupakan salah satu
tanaman perdu yang ada di sekitar kita. Daun maupun ranting dari tanaman ini
dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna batik yang menghasilkan warna biru.

Mangga (Mangitera Indica Lina), Pohon mangga selain dapat dimanfaatkan


buahnya untuk dimakan, bagian kulit kayu pohon ini bisa digunakan untuk bahan
dasar membuat pewarna batik. Kulit kayu dan daun pohon mangga jika diolah bisa
menghasilkan warna hijau pada batik alami.

Pace/Mengkudu (Morinda citrifolia), Tanaman mengkudu hingga saat ini masih


mudah dijumpai dan ditemukan karena tanaman ini merupakan tanaman obat
yang bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Jika ingin membuat pewarna batik
alami, akar pohon mengkudu dapat dimanfaatkan dan diolah untuk menghasilkan
warna merah.

Andong (Cardyline Futicosa Backer), Andong merupakan jenis tanaman yang


biasanya ditanam di halaman rumah sebagai tanaman hias. Tanaman ini berasal
Asia Timur dan hidup di dataran rendah hingga ketinggian 1.900 m di atas
permukaan laut. Andong termasuk tanaman perdu tumbuh tegak dengan tinggi
mencapai 2-4 m. Daun andong merupakan daun tunggal dengan warna hijau atau
merah kecoklatan, dari daun inilah yang dapat menghasilkan warna hijau ketika
diolah menjadi bahan alami batik.
Kunyit (Curcuma domestica val), Merupakan salah satu tanaman obat dan bumbu
kuliner yang juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna batik. Bagian tanaman
yang diambil adalah rimpang dan umbi akarnya yang dapat menghasilkan warna
kuning.

Bawang Merah (Allium ascalonicium L), Selain bisa dimanfaatkan sebagai bumbu
masak, bawang merah yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna batik. Bahan
yang diambil adalah bagian kulit yang dapat menghasilkan warna jingga kecoklatan.

Kunyit (Curcuma domestica val), Merupakan salah satu tanaman obat dan bumbu
kuliner yang juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna batik. Bagian tanaman
yang diambil adalah rimpang dan umbi akarnya yang dapat menghasilkan warna
kuning.

Bawang Merah (Allium ascalonicium L), Selain bisa dimanfaatkan sebagai bumbu
masak, bawang merah yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna batik. Bahan
yang diambil adalah bagian kulit yang dapat menghasilkan warna jingga kecoklatan.

Secang (Caesaslpinia Sapapan Lin), Tanaman secang selain dapat digunakan sebagai
minuman kesehatan, jenis tanaman keras ini dapat diambil bagian kulit kayunya
untuk menghasilkan warna merah pada pembuatan pewarna batik alami. Warna
merah adalah hasil oksidasi, setelah sebelumnya dalam pencelupan berwarna kuning.
POHON PINANG, POHON YANG PALING UMUM DAN TERSEBAR DI BERBAGAI TEMPAT DI
INDONESIA INI JUGA MERUPAKAN BAHAN PEWARNA ALAMI UNTUK BATIK. POHONNYA
CUKUP TINGGI DENGAN BATANG YANG KECIL DAN KURUS TANPA ADANYA CABANG ATAU
RANTING. LEBIH MIRIP SEPERTI POHON KELAPA TETAPI TIDAK ADA GERIGI DI POHONNYA.
BIJI BUAH DARI POHON PINANG YANG SUDAH TUA DAPAT DIMANFAATKAN SEBAGAI
BAHAN PEWARNA ALAMI KAIN BATIK. PROSES PEMBUATAN ADALAH DENGAN MENUMBUK
BIJI PINANG SAMPAI HALUS LALU DICAMPUR DENGAN AIR UNTUK MENJADI LARUTAN
PEWARNA.
BAHAN PEMBUATAN WARNA ALAMI BATIK DARI BIJI BUAH PINANG INI SUDAH LAMA
DITERAPKAN OLEH MASYARAKAT PAPUA PADA KAIN BATIK TRADISIONAL MEREKA, YAITU
BATIK PAPUA.
BAHAN PEWARNA ALAMI KAIN BATIK SELANJUTNYA ADALAH KUNYIT. SALAH
SATU JENIS REMPAH-REMPAH INDONESIA YANG PALING SERING KITA TEMUI DI
DAPUR KITA. KUNYIT JUGA DAPAT DIMANFAATKAN SEBAGAI BAHAN ALAMI
UNTUK KAIN BATIK.
UNTUK MENGHASILKANNYA ADA DUA CARA YANG DAPAT DIGUNAKAN DENGAN
MENGHASILKAN WARNA BERBEDA. YAITU JIKA KUNYIT DICAMPUR DENGAN
BUAH JARAK DAN JERUK, AKAN DIHASILKAN PEWARNA ALAMI BERWARNA
HIJAU TUA. DAN JIKA DICAMPURKAN DENGAN TARUM ATAU INDIGO, KUNYIT
AKAN MENGHASILKAN WARNA HIJAU MUDA.
BAHAN ALAMI LAINYA UNTUK KAIN BATIK ADALAH BIJI KESUMBA. BIJI
KESUMBA BIASANYA DIMANFAATKAN SEBAGAI BAHAN PEWARNA MAKANAN
SEPERTI MARGARINE, KEJU, MINYAK SALAD, DAN IKAN. TETAPI AKHIR-AKHIR
INI BIJI KESUMBA SUDAH BISA DIMANFAATKAN JUGA SEBAGAI BAHAN
PEWARNA ALAMI UNTUK KAIN DAN TEKSTIL. DARI BIJI KESUMBA INI DAPAT
DIHASILKAN WARNA MERAH ORANYE UNTUK PEWARNA ALAMI KAIN BATIK.
NAH, ITULAH BEBERAPA BAHAN PEWARNA ALAMI BATIK YANG BIASA
DIGUNAKAN DARI JAMAN DAHULU SAMPAI SEKARANG UNTUK MENDAPATKAN
KUALITAS WARNA YANG INDAH PADA KAIN BATIK.
Soga, adalah bahan pewarna alami yang sudah lama dikenali dan sering
digunakan sebagai salah satu pewarna untuk kain batik. Pohon ini dapat
ditemui di berbagai tempat di Indonesia dan biasanya yang digunakan adalah
bagian kulit kayu dari pohon soga.
Buah Manggis, merupakan salah satu buah yang paling dicari karena memiliki daging
buah yang enak dan sangat segar. Kulit dari buah manggis juga bermanfaat sebagai
obat tradisional. Selain itu, kulit buah manggis juga ternyata dapat dimanfaatkan
sebagai bahan pewarna alami kain batik.

Kulit buah Manggis dapat menghasilkan warna merah keunguan, merah, dan juga biru.
Cara untuk membuatnya adalah dengan menumbuk kulit buah manggis hingga halus.
Lalu rendam dengan larutan etanol (salah satu jenis alcohol). Setelah itu dikeringkan
sebelum siap untuk dijadikan sebagai bahan pewarna alami kain batik.
Jambu biji, salah satu tanaman yang paling sering berada di sekitar kita. Jambu biji biasanya
sering dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan kita baik buahnya maupun daunnya. Tetapi,
daun jambu biji juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami kain batik.
Daun jambu biji mempunyai kandungan senyawa yang sangat diserap oleh kain, dan biasanya
digunakan untuk menghasilkan warna kuning sampai warna kecoklatan pada kain. Itulah kenapa
daun jambu biji menjadi salah satu bahan alami batik.
Cara membuatnya adalah dengan menumbuk dahulu daun jambu biji sampai halus dan lembut.
Lalu campurkan dengan larutan etanol. Setelah itu lakukan pemisahan senyawa untuk zat warna
sehingga nantinya akan menghasilkan sebuah pasta untuk pewarna alami kain batik.
TANAMAN MENGKUDU, BIASANYA TANAMAN INI SANGAT TERKENAL SEBAGAI
TANAMAN OBAT TRADISIONAL YANG DIAMBIL DARI MANFAAT BUAH MENGKUDU.
TETAPI SIAPA YANG MENYANGKA, BAHWA AKAR TANAMAN INI JUGA MEMPUNYAI
MANFAAT LAINNYA YAITU SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI PADA KAIN
BATIK.DARI AKAR TANAMAN MENGKUDU INI, TERCIPTALAH BAHAN PEWARNA
ALAMI BATIK BERWARNA MERAH TUA ATAU MERAH KECOKLATAN.
Pohon Indigo, biasanya kita mengenal pohon ini dengan nama Pohon Tarum atau
Nila. Dari tanaman ini dapat memanfaatkan daunnya sebagai bahan pewarna
alami batik untuk menghasilkan warna biru. Zat yang dihasilkan dari daun ini
adalah sangat kuat dan juga tidak mudah pudar daripada jenis pewarna alami
lainnya.
Ini disebabkan zat pewarna yang dihasilkan mempunyai keunggulan dimana jika
terkena atau berbaur dengan oksigen. Zat ini akan mengikat dengan sangat kuat
pada kain batik.
BUNGA TELANG (SPECIAL PROJECT)

Bunga telang berasal dari daerah ternate, dan dapat dijdikan pewarna alami,
menghasilkan warna biru yang baik.
MANGGROVE

Limbah tanaman mangrove biasanya terdapat dalam bentuk ranting, batang, daun
atau tanaman yang tidak tumbuh. Limbah tersebut biasannya dibakar atau
dikubur. Masyarakat sering sulit mencari tempat pembuangannya. Telah memulai
untuk memberikan solusi dalam pemanfaatan limbah mangrove, yaitu dengan
memanfaatkan limbah mangrove sebagai bahan warna alam melalui teknologi
untuk mendapatkan pigmen yang berkualitas dan sekaligus diaplikasikan menjadi
bahan batik. Sehingga Batik dari pewarna limbah mangrove dengan sentuhan
teknologi yang sudah diuji partikel pigmen menghasilkan bahan yang lebih
lembut (hand feel), mudah diserap (water absorption) serta kriteria warna (pigmen)
tahan cuci (Dye ability)
UBI UNGU DAN UBI ORANGE
(Special Project)

UBI UNGU DAN ORANGE DAPAT DIJADIKAN PEWARNA YANG SANGAT BAIK
TERIMA KASIH

ATAS PERHATIANYA
SEMOGA BERMANFAAT