Anda di halaman 1dari 12

KEBUDAYAAN TIONGHOA

By :
Rindu
Bernike
Stefani
Ucok
Roy
SECUIL DAN SETAPAK KEBUDAYAAN
TIONGHOA

Istilah Tionghoa di buat sendiri oleh keturunan Cina. Berasal dari kata zhonghua. Zhonghua
dalam bahasa Mandarin dilafalkan sebagai Tionghoa. Bahasa Tionghoa salah satu dari budaya
paling tua dan komplek di dunia. Warga negara keturunan Tionghoa sudah banyak tersebar di
Indonesia, maka tidak heran banyak di kenal luas. Budaya Tionghoa yang telah di kenal
mencakup kuliner, kesenian, musik, perayaan, bahasa, dan pakaian. Suku Tionghoa adalah salah
satu etnis yang asal-usul leluhur mereka berasal dari Tiongkok (Cina) biasanya mereka menyebut
dirinya dengan istilah Tenglang (Hokkien), Tengnang (Tiociu), atau Thongnyin (Hakka).
Ramainya interaksi perdagangan didaerah pesisir tenggara Tiongkok menyebabkan banyak
sekali orang-orang yang juga merasa perlu keluar berlayar untuk berdagang. Selama sejarah
Tiongkok kebudayaan nama Tiongkok merupakan salah satu mata rantai penting dalam
kehidupan material dan kehidupan spiritual bangsa Tionghoa, dan memainakan peran penting
dalam bidang politik,kebudayaan dan kegiatan sosial.
Data Arkeologi membuktikan,jauh pada satu juta tahun yang lalu orang Tionghoa sudah
berkembang biak di tanah airnya yang bersejarah lama, sampai sekarang masyarakat Tionghoa
diluar negeri masih mempunyai tradisi untuk mencari nenek moyangnya di daratan.
Pada tahun-tahun belakangan ini, kebudayaan Tiongkok sebagai hasil sejarah telah dianggap
sebagai khazanah untuk mempelajari sejarah lama bangsa Tionghoa. Pada pokoknya,serentetan
tanda pada masyarakat zaman kuno Tiongkok semuanya termanifestasi melalui kebudayaan
nama dan itulah salah satu sebabnya mendapat perhatian semakin tinggi di kalangan sarjana.
APA ITU KEBUDAYAAN?
Banyak definisi tentang kebudayaan yang dikemukakan para pakar. Arkeolog R. Soekmono mengatakan
kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran
dan alam penghidupan. Antropolog Koentjaraningrat berpendapat kebudayaan adalah keseluruhan sistem
gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik
diri manusia dengan belajar. Di seluruh dunia, terdapat lebih dari 100 definisi tentang kebudayaan yang
disodorkan para pakar dari berbagai disiplin ilmu, seperti agama, hukum, seni, dan sastra. Kebudayaan
memiliki arti penting bagi suatu bangsa. Kebudayaan merupakan jati diri nasional atau sarana pemersatu.
kebudayaan dinilai berperan jika memiliki hasil budaya yang khas. Hasil budaya bukan hanya milik suatu
bangsa, tapi sudah dianggap milik bersama, yakni masyarakat dunia. Pada prinsipnya hasil budaya suatu
bangsa dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar, yakni yang dapat diraba dan tidak dapat diraba.
Hasil budaya yang dapat diraba, misalnya candi, istana, dan berbagai benda yang mempunyai wujud fisik.
Hasil budaya yang tidak dapat diraba teramati oleh penglihatan. Seni pertunjukan dan adat-istiadat suatu
suku bangsa adalah sebagian dari hasil budaya yang tidak teraba itu. Pengertian Budaya dalam Bahasa
Inggris adalah culture,yang berasal dari Bahasa Latin yakni "cultura" yang berasal dari akar kata
"colere" yang artinya adalah "bercocok tanam, bertempat tinggal,latihan, dan perhatian". Sedangkan
pengertian dari bahasa Perancis culture juga berarti membudidaya, menanam, tetapi juga bisa bermakna
mendidik moral dan membentuk karakter manusia.

Suku Tionghoa sendiri memiliki banyak kebudayaan yang ada di masyarakat nya.
Kebudayaan tersebut antara lain:
A. Bahasa
B. Pakaian
C. Kuliner
D. Kesenian
E. Perayaan
A. BAHASA

Bahasa Tionghoa
Bahasa Tionghoa memiliki banyak varian vokal atau
lisan, namun secara tertulis hanya satu. Variasi
tersebut tergantung kedaerahan, sehingga bisa
dikatakan sebagai bahasa daerah atau dialek.
Sekitar 1/5 penduduk dunia menggunakan salah
satu bentuk bahasa Tionghoa sebagai penutur asli,
maka jika dianggap satu bahasa, bahasa Tionghoa
merupakan bahasa dengan jumlah penutur asli
terbanyak di dunia. Bahasa Tionghoa (dituturkan
dalam bentuk standarnya, Mandarin) adalah bahasa
resmi Tiongkok dan Taiwan, salah satu dari empat
bahasa resmi Singapura, dan salah satu dari enam
bahasa resmi PBB.
B. PAKAIAN

Cheongsam
Merupakan pakaian wanita dengan corak bangsa Tionghoa.
Nama "Cheongsam" berarti "pakaian panjang", diterjemahkan
ke dalam Bahasa Inggris dari dialek Propinsi Guangdong
(Canton) di Tiongkok.
Mudah dikenakan dan nyaman, bentuk pakaian Cheongsam
cocok dengan bentuk tubuh wanita etnis Tionghoa. Leher
tinggi, lengkung leher baju tertutup, dan lengan baju bisa
pendek, sedang atau panjang, tergantung musim dan selera
pemakainya. Memiliki kancing di sisi kanan, bagian dada
longgar, selayak di pinggang, dan salah satu sisi di bagian
pahanya terbelah, yang kesemuanya semakin menonjolkan
kecantikan dari wanita yang mengenakannya. Cheongsam
tidak terlalu susah dibuat. Tidak pula memiliki banyak
perlengkapan, seperti sabuk, atau selendang. Cheongsam
adalah dapat dibuat dari berbagai macam bahan dan
memiliki keragaman panjang, dapat digunakan secara santai
atau resmi.
Jubah labuh
Pakaian Jubah Labuh merupakan satu jenis baju tradisional yang
biasa di pakai oleh lelaki bangsa Cina semasa tahun baru Cina.
Kebanyakannya masih dihasilkan dari negeri Cina menggunakan
pabrik sutera dan broked yang berwarna terang dengan ragam hias
benang emas dan perak.
Samfoo
Membawa maksud baju dan seluar dalam dialek kantonis. Ia
merupakan pakaian harian wanita berketurunan Cina selain dari
Cheongsam. Ia digemari oleh wanita-wanita separuh umur dan yang
bekerja di ladang, lembong atau dirumah. Baju ini dibuat dari kain
tipis yang tidak bercorak atau berbunga halus. Samfoo turut dipakai
oleh lelaki berketurunan Cina tetapi mempunyai sedikit perbedaan
dengan Samfoo yang dipakai oleh wanita Cina.
Hanfu
Hanfu, demikian sebutan untuk busana adat tradisional Cina,
semasa beberapa dinasti yaitu Dinasti Tang, Song, dan Ming. Tiga
jangka masa yang dianggap penting semasa Kaisar Han memerintah
Cina selama beberapa kelompok minoritas dan udaya mereka
berkembang.
C. KULINER
Kue bulan / Tiong Chiu Pia
Dasarnya berbentuk bulat, yang melambangkan kebulatan dan keutuhan. Namun seiring
perkembangan zaman, bentuk-bentuk lainnya muncul menambah variasi dalam
komersialisasi kue bulan. Perkataan Tiong Chiu sendiri berasal dari kata "Tiong" berarti
tengah dan "Chiu" berarti musim rontok, jadi boleh dikatakan sebutan Tiong Chiu arti
secara harafiahnya berarti pertengahan musim rontok. Namun demikian masyarakat
lebih kenal dengan sembahyang Tiong Chiu Pia, walaupun sebenarnya penyebutan ini
tidak tepat namun kenyataan dalam kebiasaan masyarakat tetap demikian.
Bakcang
Makanan dalam bungkusan daun, isinya ketan atau nasi yang ditambah daging dan isi
lainnya sesuai selera. Di Tiongkok, bakcang disebut Zongzi. "Duan Wu Jie" adalah hari
raya dimana umumnya orang makan bakcang. Pada hari itu dijual bermacam-macam
bakcang dan semua warga, baik tua maupun muda, besar atau kecil, semua makan
bakcang.
Kue Keranjang
Kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula, serta mempunyai tekstur yang kenyal dan
lengket. Kue ini merupakan salah satu kue khas atau wajib pada saat Perayaan Tahun
Baru Imlek. Kue ini dinamakan kue keranjang karena wadah cetaknya berbentuk
keranjang. Kalau dulu hanya dikenal kue keranjang dibungkus daun pisang, maka
kemudian, karena alasan praktis dan sulit mendapatkan daun pisang dalam jumlah
banyak, digunakan plastik untuk membungkus dodol khas imlek ini.
Siomay
Makanan yang terbuat dari terigu diisi campuran daging, udang dan lain-lain. Terdapat
banyak macam isi siomay mulai dari siomay ikan tenggiri, ayam, udang, kepiting, atau
campuran daging ayam dan udang. Kulit siomay mirip dengan kulit pangsit.
D. KESENIAN

Kesenian Tionghoa (Barongsai & Wayang Potehi)


Adalah tarian tradisional Tionghoa dengan menggunakan
kostum yang menyerupai singa. Masyarakat Tionghoa
percaya bahwa singa adalah lambang kebahagiaan dan
kesenangan. Tarian ini dipercaya merupakan pertunjukan
yang dapat membawa keberuntungan sehingga umumnya
diadakan pada berbagai acara penting seperti pembukaan
restoran, pendirian klenteng, dan tentu saja perayaan
Tahun Baru Imlek.Barongsai secara garis besar terdiri
dari 2 jenis yakni: Singa Utara yang memiliki surai ikal
dan berkaki empat. Penampilan Singa Utara kelihatan
lebih natural dan mirip singa ketimbang Singa Selatan
yang memiliki sisik serta jumlah kaki yang bervariasi
antara dua atau empat. Kepala Singa Selatan dilengkapi
dengan tanduk sehingga kadangkala mirip dengan
binatang Kilin.
E. PERAYAAN
Tahun Baru Imlek
Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan
Tahun Baru Imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (penanggalan
Tionghoa) dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal ke lima belas (pada
saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chuxi yang
berarti "malam pergantian tahun". Biasanya dirayakan dengan menyulut
kembang api. Di Indonesia pada tahun 1965 hingga 1998 perayaan tahun baru
Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor
14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto,
melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek.
Festival Lampion
Adalah festival dengan hiasan lentera yang dirayakan setiap tahunnya pada
hari ke-15 bulan pertama (menurut penanggalan Tionghoa). Festival inilah
yang menandai berakhirnya perayaan tahun baru Imlek. Festival ini biasanya
dirayakan secara luas di Tiongkok, Taiwan, Hongkong dan negara-negara yang
terdapat komunitas Tionghoa.

Cap Go Meh
Melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Imlek bagi
komunitas Tionghoa. Pada tanggal ini juga merupakan bulan penuh pertama
dalam Tahun Baru tersebut. Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan
berbagai kegiatan.
F. TRADISI
Ritual
Budaya Teh Tionghoa
Minum teh telah menjadi semacam ritual di kalangan masyarakat Tionghoa.
Di Tiongkok, budaya minum teh dikenal sejak 3.000 tahun sebelum Masehi
(SM). Bahkan, berlanjut di Jepang (1192 1333) oleh pengikut Zen. Minum
teh dapat menetralisasi kadar lemak dalam darah, setelah mengonsumsi
makanan yang mengandung lemak.
Ceng Beng / Festival Qingming
Adalah ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah ke
kuburan sesuai dengan ajaran Khonghucu. Festival Tionghoa ini jatuh pada
hari ke 104 setelah titik balik matahari pada musim dingin. Bagi etnis
Tionghoa, hari ini merupakan suatu hari untuk mengingat dan menghormati
nenek moyang. Setiap orang berdoa di depan nenek moyang, menyapu pusara
dan bersembahyang dengan menyajikan makanan, teh, arak, dupa, kertas
sembahyang dan berbagai aksesoris, sebagai persembahan kepada nenek
moyang. Kebudayaan Tionghoa adalah maha karya orang Tionghoa dalam
sejarah perkembangannya yang sangat panjang,dan merupakan kristalisasi
kecerdasan serta daya cipta orang Tionghoa.
Dalam sejarah selama ribuan tahun, budaya Tionghoa selalu bersinar, dan
memiliki pengaruh yang luar biasa bagi orang-orang Tionghoa baik masa lalu
maupun sekarang.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Kebudayaan adalah hal yang pasti ada di setiap
masyarakat. Seperti halnya kebudayaan lain, kebudayaan
Tionghoa pun dimiliki oleh masyarakatnya untuk
diteruskan kepada generasi selanjutnya. Hal ini bertujuan
untuk mempertahankan kebudayaan yang telah dijaga
para leluhur untuk tetap bertahan di era globalisasi
sekarang. Kebudayaan Tionghoa ini harus dipelajari oleh
setiap kalangan masyarakatnya untuk mengenal apa saja
jenis kenudayaan mereka dan menghalangi kebudayaan
tersebut dari kepunahan.
Saran
- Kebudayaan bisa dijadikan sebuah pelajaran wajib
untuk mengingatkan setiap masyarakat tentang
kebudayaan mereka.
- Dapat mengikuti bagaimana majunya orang Tionghoa,
dan
- Dapat mempertahankan kebudayaan tersebut.
Thank you...