Anda di halaman 1dari 31

Ketidakpastian Pengukuran,

Reliabilitas Pengukuran dan Sistem


Pengaman

Achmad Faturrahman Jundi (1406601681)


Advendio Desandros (1406600981)
Bimo Passopati (1406601744)
Sion Hadad Halim (1406575733)
Toho Dustin Sutomo (1406572164)
Ilustrasi
AB = 101 cm
CD = 100 cm

EF = 102 cm
BERAPAKAH
PANJANG MEJA ??

TIDAK SAMA!!

A B
C SEMUA PENGUKURAN
D TIDAK PASTI
E F

3
Ketidakpastian Pengukuran

Ketidakpastian pengukuran didefinisikan sebagai suatu


parameter yang terkait dengan hasil pengukuran, yang
menyatakan sebaran nilai yang secara beralasan dapat
diberikan kepada besaran ukur
Apabila taksiran nilai besaran ukur dinyatakan dengan x,
dan ketidakpastian pengukuran untuk tingkat kepercayaan
tertentu dinyatakan dengan U, maka nilai dari besaran
ukur tersebut, yaitu X diyakini berada dalam rentang:

x- U < X < x + U

4
SUMBER KETIDAKPASTIAN
Standar atau acuan
Benda ukur
Peralatan
Metode pengukuran
Kondisi lingkungan
Pelaku pengukuran

5
Sumber-sumber lain yang timbul dari
definisi besaran ukur yang tidak memadai,
nilai tetapan yang digunakan dalam perhitungan
keterbatasan teknik perhitungan
perbedaan hasil pengamatan berulang pada kondisi yang sama

Kesalahan pemakaian alat ukur, kesalahan program komputer,


kesalahan pemindahan data, kesalahan model besaran ukur
bukan merupakan sumber ketidakpastian melainkan penyebab
hasil pengukuran yang SALAH

6
STATISTIK DALAM PENAKSIRAN KETIDAKPASTIAN

Populasi dan Sampel

Populasi

Sampel

n n

N
X : Nilai rata - rata sampel
s 2 : Varian dari sampel
: Nilai rata - rata populasi
2 : Varian dari populasi

7
Distribusi uniform merupakan distribusi
paling sederhana dalam statistika.
Distribusi uniform terbagi menjadi 2, yaitu
:
1. Distribusi Uniform Diskrit
2. Distribusi Uniform Kontinu
Distribusi ini dalam dicirikan dengan sebuah fungsi
padat peluang yang datar, dan kemudian probabilitas
uniform dalam sebuah interval tertutup misalkan [A,
B].
Distribusi Uniform. Fungsi padat peluang dari
variabel uniform kontinyu dari variabel acak X pada
interval [A,B] yaitu
Kurva padat peluang
Distribusi Uniform
Diskrit
Peubah acak X diasumsikan setiap nilainya punya probabilitas yang
sama, dengan probabilitasnya

Nilai rata-rata sampel untuk besaran ukur Xk sejumlah n

11 nn
XX XXkk
nn kk11
Varian sampel
1 nn
s 22
( X 2 ) 1
s ( Xskk)(X k )
( X
(1X k k X )
n X 22
)
s (X )
2

n
nn11kk11
n(n 1) k 1
k ( X X ) 2

11
Taksiran Varian dari nilai rata-rata sampel

2 n
s ( X ) 1
s2 ( X )
n
k
k
n(n 1) k 1
( X X ) 2
Ketidakpastian

Dalam suatu proses pengukuran ketidakpastian ditaksir dari


pengamatan terhadap n sampel besaran ukur Xk

Dari n sampel besaran ukur Xk, ketidakpastian baku dapat


dihitung dengan:
ss
uu( X ) s ( X )
( X ) s( X ) n
n

s ( X ) adalah simpangan baku rata-rata eksperimental

13
Distribusi Normal

2 2
Batas tingkat kepercayaan 95% Batas tingkat kepercayaan 95%

Interval kepercayaan 95%

14
Distribusi normal, disebut pula distribusi Gauss,
adalah distribusi probabilitas yang paling banyak
digunakan dalam berbagai analisis
statistika. Distribusi normal baku adalah distribusi
normal yang memiliki rata-rata nol dan simpangan
baku satu. Distribusi ini juga dijuluki kurva
lonceng (bell curve) karena grafik fungsi kepekatan
probabilitasnya mirip dengan bentuk lonceng.
Ketidakpastian
Dalam suatu proses pengukuran ketidakpastian
ditaksir dari pengamatan terhadap n sampel
besaran ukur Xk

Dari n sampel besaran ukur Xk, ketidakpastian


baku dapat dihitung dengan:
s
u ( X ) s( X )
n

adalah simpangan baku rata-rata


s(X )eksperimental

16
Distribusi Normal

2 2
Batas tingkat Batas tingkat
kepercayaan 95% kepercayaan 95%
Interval kepercayaan
95%

17
Koefisien Sensitifitas

Secara matematis laju perubahan besaran yang


diukur terhadap besaran masukannya dapat
dievaluasi dengan turunan parsial
Nilai dari koefisien sensitifitas sangat bergantung
pada model matematis yang menunjukkan relasi
antara besaran yang diukur dengan besaran
masukannya

18
Model Matematis

Jika relasi antara besaran yang diukur y, terhadap


besaran-besaran masukan x1, x2, xs dinyatakan
dengan:
y = f (x1, x2, x3)
Koefisien sensitifitas dari masing-masing besaran
masukan dapat dinyatakan dengan:

y y y
; ;
x1 x2 x3

19
KETIDAKPASTIAN BAKU GABUNGAN

Apabila suatu besaran ukur y dapat dinyatakan


sebagai fungsi dari besaran masukan x1, x2, , xn
Maka ketidakpastian baku gabungan dari besaran
ukur y, yaaitu uc(y) dapat dinyatakan sebagai
fungsi dari ketidakpastian baku dari masing-
masing besaran masukan, u(x1), u(x2), u(xn)
dengan relasi sebagai berikut:
2 2 2
y y y

uc ( y ) u ( x1 )
u ( x2 ) ... u ( xn )
x1 x2 xn
Bila masing-masing besaran masukan tersebut
tidak berkorelasi
20
Apa itu Reliabilitas?
Kemampuan sebuah sistem untuk menjalankan
fungsinya dalam kondisi kerja yang telah ditentukan
dalam rentang periode tertentu.

Terdapat berbagai macam faktor yang membuat sistem


operasi tidak menjalankan fungsinya dengan baik.

Reliabilitas harus diekspresikan sebagai sebuah


parameter statistik yang mendefinisikan probabilitas
sistem tidak melakukan kesalahan dalam rentang waktu
tertentu.
Prinsip-Prinsip Reliabilitas
Kuantifikasi Reliabilitas dalam term quasi-absolute
Menggunakan parameter mean-time-between-failures
(MTBF), mean-time-to-failures (MTTF), & mean-time-to-
repair (MTTR).
MTBF = Parameter yang menjelaskan waktu rata-rata
antara kesalahan yang terjadi pada periode waktu tertentu.
Contoh :
Sebuah instrumen login selama 360 hari dan
diketahui interval hari antara kesalahan yang terjadi
sebagai berikut :
11 23 27 16 19 32 6 24 13 21 26 15 14 33 29 12
17 22
MTBF = 360/18 = 20 hari.

Jika terdapat F kesalahan yang tercatat untuk N


instrumen yang identik dalam waktu T, maka :
MTBF = TN/F
MTTF = Parameter yang menjelaskan waktu rata-
rata sebelum terjadi kesalahan.

MTTR = Parameter yang menjelaskan waktu


rata-rata yang dibutuhkan untuk memperbaiki
suatu instrumen.


Availability =
+

Goals : Memaksimalkan MTBF, meminimalkan


MTTF, desain yang bagus, dan high quality
control guna memperoleh instrumen dengan
reliabilitas yang tinggi.
Failure Patterns

(a) Electronic Components (Bathtub curve) ;


(b) Mechanical Components.
Kuantifikasi Reliabilitas dalam term
probabilistik
Reliabilitas R(T) suatu instrumen X didefinisikan
sebagai probabilitas instrumen tidak melakukan
kesalahan dalam periode T, dan ditambah dengan
Unreliability F(T), maka diperoleh hubungan :
F(T) = 1 R(T)

R(T) dapat dikalkulasi dengan :


Menjalankan N instrumen identik dan melihat
waktu kesalahannya (t1, t2, t3,...tn) memperoleh
waktu rata-rata tm.
Jika probabilitas densitas time-to-failure f(t)
dalam rentang waktu t, maka diperoleh F(T)
yaitu :
Apabila instrumen akan melakukan kesalahan pada
interval T setelah melewati waktu T, maka :

Dengan membagi persamaan di atas dengan T lalu


me-limit-kan T menuju 0, maka diperoleh
persamaan diferensial :

Asumsi jika instrumen konstan melakukan


kesalahan, maka diperoleh f = 1/tm
Dengan mendiferensiasikan F(T) = 1 R(T) menjadi
F(T) = R(T) dan mensubstitusikan f = 1/tm,
diperoleh :
Hukum-Hukum Reliabilitas
Reliabilitas komponen dalam seri
Pengukuran sistem dari beberapa komponen dalam seri akan
gagal ketika salah satu komponen melakukan kesalahan.

Contoh :
Pengukuran sistem pada sebuah sensor, sebuah elemen
variabel konversi dan rangkaian pemroses sinyal, memiliki
reliabilitas 0.9, 0.95, dan 0.99, maka reliabilitas sistem tersebut
yaitu :
Rs = 0.9 x 0.95 x 0.99 = 0.85
Reliabilitas komponen dalam paralel
Pengukuran sistem dari beberapa komponen dalam paralel hanya
akan gagal ketika setiap komponen tersebut gagal.

Dengan Fs yaitu Unreliability sistem, yang dapat dikalkulasi


dengan persamaan :

Contoh :
3 buah instrumen identik dihubungkan secara paralel. Apabila
reliabilitas tiap instrumen 0.95, hitunglah reliabilitas dari sistem
pengukuran tersebut!
Fx = 1 Rx = 1 0.95 = 0.05
Fs = (Fx)3 = (0.05)3 = 0.000125.
Rs = 1 Fs = 1 0.000125 = 0.999875
Sistem Pengaman
Fungsi:
1.mencegah dan mengurangi kerusakan peralatan-
peralatan pada sistem pengukuran akibat terjadinya
gangguan atau kondisi operasi sistem yang tidak
normal
2.mempersempit daerah yang terganggu sehingga
gangguan tidak melebar pada sistem yang lebih luas
3.memberikan pengukuran dengan kualitas maksimal
dari alat kepada pengamat
4.mengamankan manusia dari bahaya yang
ditimbulkan oleh alat pengukuran.
Rancangan Sistem Pengaman

Ini adalah contoh sistem pengaman dari sensor tegangan,


arus dan panas. Ketika ketiga input melebihi batas atau
kurang dari input yang seharusnya, alarm akan berbunyi dan
komputer akan menyesuaikan inputnya.