Anda di halaman 1dari 24

Sistem Kewaspadaan Dini

Kejadian Luar Biasa


(SKD KLB)

Subdit. Surveilans Epidemiologi Dit. SEPIM KESMA


Ditjen. Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes. RI.
Telp. (021) 4265974 Fax. (021) 42802669
Email ; skd_klb@yahoo.com
Pengertian

A. SKD & Respons KLB


1. Suatu sistem yang dapat memantau perkembangan trend suatu penyakit
menular potensial KLB/wabah dari waktu ke waktu (periode mingguan) dan
memberikan sinyal peringatan kepada pengelola program bila kasus tersebut
melebihi nilai ambang batasnya sehingga mendorong program untuk
melakukan respons.
2. Selama ini kita menggunakan istilah W2 (laporan mingguan)

B. Kejadian Luar Biasa (KLB)

Adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan atau kematian yang
bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu.

C. Penanggulangan KLB:
adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk menangani penderita, mencegah
perluasan kejadian dan timbulnya penderita atau kematian baru pada suatu
kejadian luar biasa yang sedang terjadi.
Tujuan SKD-KLB

1. Teridentifikasi kondisi rentan KLB, ancaman KLB serta


penyelidikan terhadap dugaan akan terjadinya KLB

2. Terselenggaranya peringatan kewaspadaan dini KLB

3. Terselenggaranya kesiapsiagaan menghadapi


kemungkinan terjadinya KLB

4. Terdeteksi secara dini adanya KLB, dan segera di


Respons.
Tahapan Alamiah KLB &
Peranan Surveilans dalam KLB
Situasi Ancaman KLB Kembali
Normal KLB terjadi Normal

Surveilans Respon Cepat Penanggulangan


& Surveilans
Rutin untuk SKD &
Surveilans Intensif Rutin untuk SKD
Surveilans Intensif

Menentukan arah respon/penanggulangan


Menilai keberhasilan respon/penanggulangan
Menilai situasi & kecenderungan KLB
Permasalahan dengan KLB

1. Sering diketahui terlambat, dan media masa sering


mengetahui lebih cepat
2. Sering muncul sebagai rumor, tanpa jelas sumber
beritanya.
3. Sering terjadi di daerah sulit/pedalaman
4. Sering kita tidak siap untuk menangani secara cepat
PP No.40 Pasal 20

(1) Upaya penanggulangan penyakit menular yg dapat


menimbulkan wabah dilaksanakan secara dini.
(2) Penanggulangan secara dini sebagaimana dimaksud dlm
ayat (1) meliputi upaya penanggulangan untuk mengatasi
KLB yg dapat mengarah pada terjadinya wabah.
(3) Upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud dalam
ayat (2) dilakukan sama dalam penanggulangan wabah
KLB Tanpa SKD

Primary 1st case Report Samples Lab Response


Case at HC taken result begins

masalah
90
80
70
60
Kasus Kasus
50
dapat di
40
kontrol
30
20
10
0
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39

Waktu
Bila SKD Berjalan Baik
Response
PRIM HC REP SAMP RES begins

90
80

70
60 Potensi
kasus 50 Kasus dicegah
40
30
20
10

0
1

9
11

13

15

17

19

21

23

25

27

29

31

33

35

37

39
hari
8
Ju

10
15
20
25
30
35
40
45

0
5
ni
20
9 05
Ju
ni

6
10 20
Ju 05
ni
11 20

22
05
ju
ni
12 20

13
Ju 05
ni
13 20

10
Ju 05
ni

1
14 20
Ju 05
ni
20

1
15
Ju 05
Harusnya respon dilakukan

ni

6
16 20
Ju 05
ni
20

3
17
Ju 05 Pusk.Lapor KLB
ni

8
18 20
Ju 05
ni
20

2
19
Ju 05
ni
20 20
14

Ju 05
ni
21 20
11

Ju 05
ni
20
Puskesmas X

22
19

Ju 05
ni
Kab.Lapor KLB

23 20
21

Ju 05
ni
24 20
41

Ju 05
ni
25 20
33

Ju 05
Kaporisasi

ni
Register Penderita Diare Rawat Inap

26 20
32

Ju 05
Ambil spesimen

ni
27 20
23

Ju 05
ni
28 20
26

Ju 05
ni
20
19

05
4
Kriteria KLB Diare
Angka Kesakitan & Kematian penderita diare
disuatu daerah menunjukan kenaikan yang
menyolok selama 3 kali waktu observasi (harian/
mingguan)
Jumlah penderita dan atau kematian penderita diare
di suatu daerah meningkat 2 kali lipat atau lebih
dalam satu periode (harian/ mingguan/ Bulanan)
Meningkatnya CFR yang menyolok disuatu
kecamatan dalam satu bulan dibanding bulan yang
lalu
Meningkatnya jumlah penderita dan atau kematian
karena diare dalam periode tertentu (minggu/ bulan)
dibanding dengan periode yang sama pada tahun
lalu
KEGIATAN SKD-KLB

Adalah rangkaian kegiatan


surveilans secara umum yaitu :
1. Pengumpulan dan pengolahan
data.
2. Penyajian dan analisis data.
3. Kesimpulan dan tindak lanjut.
SINYAL PERINGATAN DIRI
KLB DIARE

Karena jumlah diare cukup besar maka nilai ambang batas yang
digunakan untuk menentukan sinyal adanya KLB adalah :

1. Pola Rata-rata + 2 SD

2. Menggunakan pola maksimum dan Minimum

Hati hati dengan kemungkinan:


Perubahan prosedur pelaporan
Perubahan pengertian terhadap kasus
Adanya perbaikan sistem diagnosis, karena peralatan atau
tenaga
Adanya perubahan populasi
PWS Penyakit Diare Per-Minggu di Puskesmas X

Puskesmas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Sukamaju 10 12 13 15 12 16 15 13 12 13 12 14 14 12 14 12 13 10 8 9 13

Sukamulya 16 15 17 17 10 10 11 8 10 8 8 7 9 12 13 11 12 11 14 16 13

Sukajaya 12 11 14 12 16 20 22 24 21 15 13 12 10 13 21 20 23 21 19 17 16

Sukajadi 13 15 14 16 17 18 16 20 17 12 10 8 8 18 20 22 23 21 23 21 24

Sukamakmur 26 27 25 16 17 15 16 16 17 19 22 27 29 27 28 25 30 26 24 21 21

Jumlah 77 80 83 76 72 79 80 81 77 67 65 68 70 82 96 90 101 89 88 84 87
PWS Diare

120

100
Jumlah Kasus

80

60

40

20

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
Sukamaju 10 12 13 15 12 16 15 13 12 13 12 14 14 12 14 12 13 10 8 9 13
Sukamulya 16 15 17 17 10 10 11 8 10 8 8 7 9 12 13 11 12 11 14 16 13
Sukajaya 12 11 14 12 16 20 22 24 21 15 13 12 10 13 21 20 23 21 19 17 16
Sukajadi 13 15 14 16 17 18 16 20 17 12 10 8 8 18 20 22 23 21 23 21 24
Sukamakmur 26 27 25 16 17 15 16 16 17 19 22 27 29 27 28 25 30 26 24 21 21
Jumlah 77 80 83 76 72 79 80 81 77 67 65 68 70 82 96 90 101 89 88 84 87
Minggu

Sukamaju Sukamulya Sukajaya Sukajadi Sukamakmur Jumlah


Grafik Min-max Kasus Diare Prop. X dan
Grafik Kasus Th 2004

800
MAX
MIN
700 2004

600

500

400

300

200

100

JAN FEB MAR APR MAY JUN JUL AUG SEP OCT NOV DEC
Menentukan angka kasus maximum & minimum
Kasus diare
Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

2001 35 39 41 46 42 44 23 20 17 21 18 31

2002 19 21 17 19 20 22 45 34 21 22 26 23

2003 30 33 24 28 39 20 19 34 33 34 33 21

Kasus 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Maxi 35 39 41 46 42 44 45 34 33 34 33 31
mum
Min 19 21 17 19 20 20 19 20 17 21 18 21
Maximum & Minimum

Grafik Maksimum & Minimum Kasus


Diare,di Pusk.Muara Panas
50
45
40
35
30
max
25
min
20
15
10
5
0
PEMANTAUAN WILAYAH SETEMPAT PUSKESMAS A

KASUS
160
140
120
100
80
60
40
DESA A
20 DESA B
DESA C
0
DS DESA D

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 T DESA E
DESA F
52
DESA G
DESA A 16 17 12 13 16 12 13 15 20 30 40 50 Total

DESA B 13 11 14 11 17 20 19 25 29 40 49 53
DESA C 8 9 7 9 10 7 4 6 8 9 6 7
DESA D 4 6 9 10 4 6 5 7 6 7 6 4
DESA E 7 5 8 4 6 6 4 5 8 7 4 6
DESA F 9 8 5 6 7 9 6 8 7 5 8 9
DESA G 11 10 12 12 11 10 9 8 11 10 12 11
Total 68 66 67 65 71 70 60 74 89 108 125 140

MINGGU
Perhatikan betul setiap pertambahan kasus
baru
Respons:
Bila ada alert sinyal kewaspadaan diare pada minggu
tersebut maka Tindakan yang harus dilakukan oleh
puskesmas adalah:

1. Melihat PWS mingguannya desa mana yang mengalami


peningkatan
2. Segera verifikasi ke desa yang dimaksud melihat kondisi di
masyarakat
3. Apakah ada kasus bertambah dan meningkat secara
signifikan
4. Lakukan pengambilan spesimen dan periksa di
laboratorium untuk mengetahui penyebabnya.?
5. Lakukan tatalaksana kasus sesuai protap.
6. Lakukan upaya pencegahan agar kasus tidak meluas
7. Lakukan KIE kepada masyarakat
Recomendasi & Desiminasi Informasi
Beberapa Rekomendasi Untuk Tindak lanjut
1. Pengobatan
2. Perbaikan Sanitasi Lingkungan
3. Pendistribusian air minum
4. Penyuluhan

Desiminasi Informasi
1. Bulletin
2. Pada saat supervisi & bimbingan tehnis.
3. Sasaran pelapor, lintas sektor, program terkait,
kelompok profesi
ALGORITMA Diare Akut
DIARE AKUT
Diare Berdarah adalah Suspek Kolera* adalah
Diare adalah Diare dengan
BAB dengan frekuensi BAB lebih dari 3 x
dalam 24 jam disertai konsistensi seperti air
lebih dari 3 kali dalam cucian beras dan
24 jam dengan darah ATAU
lendir berbau amis

Catat dan Kirim ke DINKES KABUPATEN/KOTA

Kemungkinan Etiologi:
Kemungkinan Etiologi:
-Viral Gastro Kemungkinan Etiologi:
-E. Coli
-Shigella
-Salmonela -Vibrio Kolera
-Giardiasis
-Cryptosporidium -Amuba
-dll -dll

Jika ada tanda peringatan KLB, ambil


specimen dengan media Carry-Blair

Jika hasil positif, Lakukan RESPONS KLB sesuai


dengan SOP dan algoritma penyakitnya

Respons Tatalaksana Respons Pelaporan Respons Kesehatan


Kasus dgn menggunakan Masyarakat
standar pelaporan
KLB
RESPONS KLB
ALGORITMA PENYAKIT DIARE, DIARE BERDARAH,
RESPON KLB TERSANGKA KOLERA, TIFOID

Respons Respons Pelaporan Respons Kesehatan


Tatalaksanan Kasus: Register Masyarakat:
Lakukan Lakukan
pengobatan Kirim laporan W1 ke Penyelidikan
terhadap Dinkes Kab/Kota. Epidemiologi.
pasien berupa Surveilans Intensif
tatalaksana Untuk suspek kolera: Menjamin tersedianya
pencegahan laporan langsung ke sumber air bersih
dehidrasi dan DinKes Kab/Kota dan Penyuluhan
pemberian koordinasi dengan masyarakat tentang
antibiotika Dinkes Propinsi. PHBS meliputi:
secara selektif Cuci tangan dengan
sesuai dengan sabun sebelum dan
etiologi. sesudah makan.
Rujuk pasien ke RS Membersihkan bahan
apabila diperlukan makanan sebelum
penanganan lebih dimasak
lanjut untuk suspek Memasak makanan
kolera, isolasi pasien dan minuman sampai
di RS matang
Spesimen: Memberikan
Pengambilan sample desinfektan (Kaporisasi)
tinja (untuk kasus pada sumber air diduga
diare berdarah & tercemar
suspek kolera) & Hanya makan
kirim ke lab Provinsi makanan yang segar