Anda di halaman 1dari 21

PENERBITAN DAN TINDAK LANJUT

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN


NIA AZURA SARI & VIRA OCTARIANA
TEORI PENERBITAN
LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

Pada dasarnya auditor perlu mengungkapkan temuan yang


signifikan bagi pengambilan keputusan para pemakai laporan keuangan
pada laporan audit yang menjadi tanggung jawabnya. Agar dapat
memenuhi tanggung jawabnya, auditor harus:
Memahami standar pelaporan dalam standar auditing yang diatur
dalam standar akuntansi pemerintah.
Mengerti penyajian kata yang tepat dalam laporan audit bentuk baku
serta kondisi yang harus dipenuhi untuk mengeluarkan pendapat
wajar tanpa pengecualian.
Memahami berbagai jenis penyimpangan dari laporan audit bentuk
baku dan kondisi-kondisi yang menyebabkannya.
Memahami berbagai pertimbangan pelaporan khusus yang lain
penting.
a. Tujuan Penerbitan Laporan Hasil Pemeriksaan
Penerbitan laporan hasil pemeriksaan bertujuan untuk:
1. Menyampaikan laporan hasil pemeriksaan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan.
2. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pemeriksaan/audit atas
organisasi yang diaudit kepada pihak-pihak yang berwenang.
3. Memperoleh tanggapan dari pihak-pihak yang berkepentingan atas
mutu pelaksanaan pemeriksaan pada pihak yang diperiksa/diaudit.

Laporan Hasil Pemeriksaan yang disusun, diterbitkan dan


disampaikan kepada pihak organisasi yang diaudit harus disajikan dalam
bentuk yang dapat dimengerti oleh pengguna laporan. Apabila klien
tidak mengetahui aspek teknisnya, maka penjelasan yang efektif dan
presentasi dapat dilakukan untuk lebih dapat dipahami maksud
informasi yang tersaji dalam laporan hasil pemeriksaan, termasuk
rekomendasinya.
b. Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Penerbitan
Laporan Hasil Pemeriksaan
Di negara-negara lain, laporan hasil pemeriksaan atas
organisasi sektor publik Pemerintah selain disampaikan
kepada entitas yang diaudit dan departemen keuangan juga
disampaikan kepada badan legislatif. Auditor sektor publik
hendaknya juga harus menyadari bahwa masyarakat umum
memiliki keingintahuan hasil audit terhadap institusi dan
penggunaan dana publik. Pada banyak negara laporan hasil
pemeriksaan terhadap entitas publik dapat diakses oleh
masyarakat kecuali karena alasan keamanan.
c. Sasaran/Target Penerbitan Laporan Hasil
Pemeriksaan
Sasaran/target penerbitan dari Laporan
Hasil Pemeriksaan ini adalah auditor, direktur
audit, kepala kantor wilayah, pihak yang diaudit,
badan legislatif, dan masyarakat umum.
TEORI TINDAK LANJUT TEMUAN
HASIL PEMERIKSAAN

a. Pembuatan Kesimpulan Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan


Dalam suatu pemeriksaan dimungkinkan terdapat lebih dari satu temuan,
sehingga perlu sebuah kesimpulan untuk menyatakan kondisi entitas yang diperiksa
berdasarkan temuan yang diperoleh auditor. Sebagian auditor merasa bahwa
tanggung jawab mereka hanya melaporkan apa yang mereka temukan. Lebih dari itu,
auditor mengemban tanggung jawab mendorong adanya respon terhadap temuan
audit dan memfasilitasi tindakan korektif yang dibutuhkan. Ada beberapa hal yang
harus dilakukan auditor untuk memenuhi tanggung jawab tersebut.
1. Clear findings
Auditor harus menyatakan secara jelas dan spesifik mengenai masalah yang
ditemukan dan akibat yang ditimbulkan dari masalah tersebut.
2. Convincing evidense
Bukti-bukti yang mendukung temuan disajikan dengan jelas dan persuasif serta
relevan dan dapat dipercaya.
3. Cost effective recomendation
Tindakan koreksi yang direkomendasikan harus feasible secara legal dan
administratif dan biaya implementasinya proporsional dengan masalah yang
ditemukan. Tujuannya adalah untuk meyakinkan pengguna laporan hasil pemeriksaan
tentang kebijakan mengoreksi masalah yang ditemukan.
4. Effective communication strategy
Auditor hendaknya berpikir dengan hati-hati mengenai siapa yang akan membaca dan
cara untuk meyakinkan pembaca laporan hasil pemeriksaan untuk memperhatikan
laporan hasil pemeriksaan yang disusun oleh auditor. Laporan hasil pemeriksaan yang
baik, hendaknya disertai dengan ikhtisar laporan yang ditulis dengan baik.

Auditor intern organisasi berkewajiban untuk melakukan tindak lanjut atas


temuan laporan hasil pemeriksaan. Auditor intern harus memasukkan kegiatan
tindakan lanjut tersebut dalam perencanaan jangka panjang dan perencanaan tahunan.
Dalam pelaksanaan kegiatan tindak lanjut atas temuan tersebut auditor intern perlu
menyusun prosedur kerja pelaksanaan tindak lanjut dengan mempertimbangkan risiko,
kegagalan, tingkat kesulitan dan ketepatan waktu pelaksanaan koreksi.
b. Pilihan Tindak Lanjut Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan
Manajemen pihak yang diaudit bertanggung jawab dalam
menentukan tindakan koreksi yang akan diambil dalam melaksanakan
rekomendasi dari temuan pemeriksaan yang ada dalam laporan hasil
pemeriksaan. Auditor intern bertanggung jawab untuk membantu
manajemen dalam mengambil tindakan koreksi sehingga pelaksanaannya
dapat tepat waktu.
Manajemen senior pihak yang diaudit dapat memutuskan untuk
tidak melakukan tindakan koreksi yang dihasilkan dari laporan hasil
pemeriksaan dan menerima risiko dari tidak dilaksanakannya tindakan
koreksi. Tindakan tidak melaksanakan tindakan koreksi tersebut
disebabkan pertimbangan biaya maupun pertimbangan lainnya.
Keputusan untuk tidak melakukan tindakan koreksi ini harus dilaporkan
manajer senior kepada kepala organisasi yang bersangkutan.
c. Berbagai Timbangan dalam Menindaklanjuti Temuan Laporan Hasil
Pemeriksaan
Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan tindak lanjut
yang tepat, yaitu:
Pentingnya temuan yang dilaporkan
Tingkat usaha dan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi yang
dilaporkan
Risiko yang mungkin terjadi jika tindakan korektif yang dilakukan dan ternyata hasilnya
tidak berhasil (gagal)
Tingkat kesulitan pelaksanaan tindakan koreksi
Jangka waktu yang diperlukan untuk melaksanakan tindakan koreksi

Adapun prosedur untuk melaksanakan tindak lanjut di bawah ini:


Memberikan batas waktu yang disediakan bagi manajemen untuk melaksanakan tindakan
koreksi
Melakukan evaluasi terhadap laporan tindakan koreksi yang dilakukan manajemen
Melakukan verifikasi terhadap tindakan koreksi yang dilakukan manajemen
Melakukan pemeriksaan terhadap tindak lanjut jika diperlukan
Untuk tindakan koreksi yang kurang memuaskan dapat melaporkan pada tingkatan
manajemen yang sesuai termasuk risiko yang masih ada untuk memberikan tindakan
tambahan, sehingga tindakan koreksi menjadi memuaskan.
d. Pernyataan Pendapat Auditor
Ada lima jenis pendapat yang diberikan oleh
auditor, yaitu:
1. Pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified
opinion)
2. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan
tambahan bahasa penjelas
3. Pendapat wajar dengan pengecualian (qualified
opinion)
4. Pendapat tidak wajar (adverse opinion)
5. Pernyataan tidak memberikan pendapat (disclaimer
of opinion atau no opinion)
SISTEM PENERBITAN
LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

a. Periodik
Sistem penerbitan laporan hasil pemeriksaan secara
periodik adalah laporan hasil pemeriksaan diterbitkan dalam
satuan periode tertentu dan dinamai sesuai periodenya.
b. Permintaan Khusus
Penerbitan laporan hasil pemeriksaan atas suatu entitas
berdasarkan permintaan khusus ini bersifat insidental, yaitu
diterbitkan tidak secara periodik, hanya pada waktu tertentu
dalam rangka ada pemeriksaan terhadap suatu kegiatan atau
program yang tidak terjadwal tetap.
SISTEM TINDAK LANJUT TEMUAN
LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

Dalam hal ini ada beberapa langkah yang harus dilakukan tim auditor, yaitu:
1. Tim mengumpulkan data atau informasi mengenai latar belakang objek
pemeriksaan yang diperlukan untuk melengkapi data yang telah diperoleh dalam
tahap persiapan audit maupun pada pengujian dan kaji ulang pengendalian
manajemen agar memperoleh data yang lengkap dalam menganalisis aktivitas
yang diperiksa
2. Tim mencari bukti-bukti yang kompeten, material dan relevan untuk mendalami
bukti yang diperoleh selama tahap pemeriksaan sebelumnya
3. Tim membuat kesimpulan yang merupakan pemantapan temuan hasil audit atas
dasar ringkasan bukti yang telah diperoleh dari mengidentifikasi akibat yang
ditimbulkan dari ketidaksesuaian dari kondisi dan kriteria yang cukup penting
dan material
SIKLUS PENERBITAN
LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

1. Penyerahan konsep laporan hasil pemeriksaan


2. Ekspos/penerbitan konsep laporan hasil
pemeriksaan
3. Penyanggahan konsep laporan hasil
pemeriksaan
4. Evaluasi dan perbaikan konsep laporan hasil
pemeriksaan
SIKLUS TINDAK LANJUT TEMUAN
LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

a. Siklus Pemberian Opini

2. Temuan

3.
1. Pembahasan
temuan
Pemeriksaan secara intern
dan ekstern

4. Penarikan
5. Opini kesimpulan
berdasarkan KKA,
temuan dan bukti
objektif dan
memadai
b. Siklus Tindak Lanjut Temuan Rinci Oleh Organisasi
yang Diaudit dan Terkait

2. Laporan
Hasil Audit
dipelajari oleh
pihak yang
1. Penerimaan diaudit 3. Pihak yang
Laporan Hasil diaudit
Audit oleh membuat
pihak yang rencana
diaudit perbaikan

7.
Melaporkan 4.
Melaksanakan
hasil perbaikan
perbaikan

5. Melakukan
6. Verifikasi
evaluasi hasil
hasil perbaikan
perbaikan
TEKNIK PENERBITAN
LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

a. Cetak
Dengan teknik cetak, laporan hasil pemeriksaan diterbitkan
dalam bentuk cetakan diatas kertas atau bentuk buku. Teknik ini
memberikan kemudahan dalam melakukan analisis data laporan
keuangan yang telah diaudit.
b. Situs
Pada teknik situs ini, laporan hasil pemeriksaan dapat
diterbitkan dengan cara diunggah/upload pada situs lembaga auditor
atau situs entitas yang diaudit. Sedangkan pihak-pihak yang
berkepentingan dapat memperoleh laporan hasil pemeriksaan
tersebut dengan mengunjungi situs yang bersangkutan dan
mendownload file hasil pemeriksaan tersebut.
TEKNIK TINDAK LANJUT TEMUAN
LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

a. Teknik Analisis Berbasis Standar Pemeriksaan


Teknik ini diterapkan dengan cara:
1. Melakukan analisis deskriptif atas temuan laporan hasil pemeriksaan berdasarkan
standar pemeriksaan yang berlaku
2. Melakukan analisis atas rekomendasi perbaikan yang diajukan oleh auditor dengan
memperhatikan standar pemeriksaan
3. Membuat rencana perbaikan berdasarkan hasil analisis temuan dan rekomendasi
perbaikan
4. Melaksanakan perbaikan
5. Melakukan evaluasi hasil perbaikan
6. Melakukan verifikasi hasil perbaikan
7. Auditor menyusun laporan hasil perbaikan
Kegunaan analisis data berdasarkan standar pemeriksaan adalah sebagai bahan
masukan dalam pengambilan keputusan, perencanaan, penyusunan program, pemantauan,
pengawasan, dan penyusunan laporan yang sesuai dengan standar pemeriksaan yang berlaku.
b. Penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut
Temuan Rinci oleh Manajemen Organisasi
yang Diaudit dan Terkait

Penyusunan rencana kerja tindak lanjut temuan


rinci oleh manajemen organisasi yang diaudit dan
pihak terkait dilakukan sejak diterbitkannya laporan
hasil pemeriksaan melalui komunikasi tindak lanjut
hasil pemeriksaan. Komunikasi tersebut dilakukan
oleh pihak intern manajemen organisasi yang diaudit
dan dapat melibatkan pihak luar organisasi seperti
auditor guna membantu penyusunan rencana kerja
c. Rencana Kerja
Rencana kerja untuk melaksanakan perbaikan atas
temuan masalah yang ada dalam laporan hasil
pemeriksaan disusun oleh pihak yang diaudit dengan
memperhatikan pertimbangan auditor. Pelaksanaan
tindak lanjut pekerjaan audit dikukuhkan dalam surat
penetapan. Surat penetapan ditindak lanjuti oleh
direktur audit atau kepala kantor wilayah, dengan
menerbitkan surat pemberitahuan hasil audit yang
ditujukan kepada kepala kantor pelayanan utama dan
atau kepala kantor pengawasan dan pelayanan yang
mengawasi.
Bentuk-bentuk rekomendasi yang dikeluarkan oleh auditor terkait dengan
hasil pemeriksaan, adalah:
1. Rekomendasi untuk dilakukan pembinaan dan pengarahan oleh
atasan langsung agar melaksanakan tugas sesuai dengan standar-
standar yang telah ditetapkan
2. Rekomendasi untuk dilakukan tindakan pelatihan ulang (retraining)
kepada pegawai
3. Rekomendasi untuk dilakukan langkah-langkah perbaikan terhadap
sistem atau SOP yang bermasalah
4. Rekomendasi penjatuhan sanksi hukuman disiplin ringan, antara lain:
Teguran lisan, Teguran tertulis, Pernyataan tidak puas secara tertulis
5. Rekomendasi penjatuhan sanksi hukuman disiplin sedang, antara lain:
Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama satu tahun,
Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling
lama satu tahun dan penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama
satu tahun.
Sedangkan bentuk-bentuk rekomendasi terkait dengan pelaksanaan
pemeriksaan yang dikeluarkan oleh unit yang diaudit sebagai berikut:
1. Rekomendasi penjatuhan sanksi hukuman disiplin berat, antara lain:
a. Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah
untuk paling lama satu tahun
b. Pembebasan dari jabatan
c. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri
sebagai pegawai negeri sipil
d. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai pegawai negeri sipil
2. Rekomendasi untuk dilakukan tuntutan ganti rugi
3. Rekomendasi untuk dilakukan tuntutan perdata
4. Rekomendasi untuk dilakukan tuntutan pidana
5. Rekomendasi untuk dilakukan mutasi pegawai