Anda di halaman 1dari 9

AMMONIA

Disusun Oleh :
Duwikie Darmawan 24030113120014
Gading Herinnayah 24030113120032
Tuti Widyatun 24030113120041
Amy Sugiati 24030113120042
Ammonia (NH3)
Merupakan jenis senyawa kimia yang berbentuk gas,
dengan titik didih 33.34C, tak berwarna, baunya sangat
tajam. Gas amonia lebih ringan dibandingkan dengan udara.
Amonia sangat beracun bagi hampir semua organisme.
Pada manusia, resiko terbesar adalah dari penghirupan uap
amonia yang berakibat beberapa efek diantaranya iritasi pada
kulit, mata dan saluran pernafasan. Pada tingkat yang sangat
tinggi, penghirupan uap amonia sangat bersifat fatal. Jika
terlarut di perairan akan meningkatkan konsentrasi amonia
yang menyebabkan keracunan bagi hampir semua organisme
perairan
Struktur Ammonia

Ammonia dengan Ammonia dengan


struktur 3 Dimensi struktur 2 Dimensi
Sifat Sifat dari Ammonia
Massa jenis 0.6942 g/L, gas.
Kelarutan dalam air 89.9 g/100 ml pada 0 C.
Titik lebur -77.73 C (195.42 K)
Temperatur autosulutan 651 C
Titik didih -33.34 C (239.81K)
Keasaman (pKa)9.25
Kebasaan (pKb)4.75
Asam Basa Ammonia
Amonia merupakan basa lemah. Pembentukan ion
hidroksida akan meningkatkan pH larutan, sehingga larutan
menjadi alkali. Jika ion-ion hidroksida atau amonium bereaksi
lebih lanjut dengan senyawa lain yang ada di dalam air, maka
amonia akan terkonversi lebih banyak lagi untuk menjaga
kesetimbangan reaksi.
Kelarutan amonia sangat besar di dalam air, meskipun
kelarutannya menurun tajam dengan kenaikan suhu. Amonia
bereaksi dengan air secara reversibel menghasilkan ion
amonium (NH4+) dan ion hidroksida (OH- ) menurut
persamaan reaksi berikut : NH3 + H2O NH4+ + OH-
Lanjutan ....
Adanya ion klorida di dalam larutan pada elektrolisa
amonia akan menyebabkan terbentuknya asam hipoklorit
(HOCl). HOCl merupakan oksidator kuat yang akan bereaksi
dengan amonia berdasarkan mekanisme reaksi (3 - 7)
berikut:
Pada anoda ; 2Cl- Cl2 + 2e-
Di larutan ;
Cl2 + H2O HOCl + H+ + Cl-
HOCl + NH3 N2 + H2O + H+ + Cl-
HOCl + NH4 + N2 + H2O + 5/3 H+ + Cl-
HOCl + NH4 + NO3 - + H2O + 3/2 H+ + Cl
Lanjutan ...
Produksi ion hidroksida ketika amonia dilarutkan dalam
air memberikan larutan amonia sifat alkali (sifat) khasnya.
Panah ganda dalam persamaan tersebut menunjukkan bahwa
suatu ekuilibrium terbentuk antara gas amonia dan
ammonium terlarut. Tidak semua amonia yang larut bereaksi
dengan air untuk membentuk ion amonium.
Ion amonium yang bertindak sebagai asam lemah dalam
larutan berair karena terdisosiasi untuk membentuk ion
hidrogen dan amonia. Reaksi :
NH4+(aq) NH3(aq) + H+ (aq)
Lanjutan ...
Amonia merupakan senyawa yang relatif stabil. Jika
dipanaskan dengan kuat atau dinyalakan maka akan terurai menjadi
elemen unsurnya menurut persamaan reaksi berikut:
2NH3 N2 + 3H2
Penyusunan elektron di nitrogen mematuhi peraturan oktet.
Keempat pasang elektron (tiga pasang ikatan dan satu pasangan
tunggal yang tidak terikat) saling tolak, memberi molekul
geometri non-planar-nya. Sudut ikatan H-N-H 107 mendekati
sudut tetrahedral 109,5. Karena ini, susunan elektronik elektron
valensi dalam nitrogen digambarkan sebagai hibridisasi spion dari
orbital atom. Polaritas molekul NH3 dan kemampuan mereka
untuk membentuk ikatan hidrogen menjelaskan sampai batas
tertentu kelarutan tinggi amonia dalam air. Namun, reaksi kimia
juga terjadi saat amonia larut dalam air. Dalam larutan berair,
amonia bertindak sebagai dasar, memperoleh ion hidrogen dari
H2O untuk menghasilkan ion amonium dan hidroksida. Reaksi :
NH3(aq) + H2O(l) NH4 + (aq) + OH (aq)
Elektrokimia Ammonia
Proses elektrolisa amonia untuk menghasilkan hidrogen
dan mengolah limbah dengan kandungan amonia telah
dilakukan pada penelitian sebelumnya, dengan reaksi sebagai
berikut :
2NH3(g) + 6OH-(aq) N2(g) + 6H2O(l) + 6e-
6H2O(l) + 6e- 3H2(g) + 6OH-(aq)