Anda di halaman 1dari 40

GASTRITIS AKUT

PEMBIMBING
DR. dr. Sulaiman Yusuf, Sp. A (K)

Oleh : Ridwan
1207101030016

Bagian/ SMF Ilmu Kesehatan Anak FK UNSYIAH/ RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
2017
PENDAHULUAN
Gastritis akut peradangan pada mukosa lambung erosif dan pendarahan
pada mukosa lambung setelah terpapar oleh zat iritan.

Penyebab tersering infeksi dari Helicobacter Pylori


Penyebab lain penggunaan obat NSAID, sering mengalami stress, pola
makan yang tidak teratur

Menurut ((WHO), Indonesia menempati urutan ke empat dengan jumlah


penderita gastritis terbanyak di Inggris (22%), China (31%), Jepang (14,5%),
Kanada (35%), dan Perancis (29,5%).

Gejala gasrtitis akut yang paling sering terjadi adalah Anoreksia, nyeri pada
epigastrium, mual dan muntah, perdarahan saluran cerna (Hematemesis
Melena), Anemia (tanda lebih lanjut).

Penderita Gastritis mengalami peningkatan sekresi asam lambung , unutk itu


digunakan obat antiulcer menghambat atau menurunkan sekresi asam
lambung. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan pemberian antasida
dan antagonis H2 sehingga PH lambung tidak terlalu tinggi.
LAPORAN
KASUS
Identitas Pasien
Nama : T Gabriel Omar Bastituta
Tanggal Lahir : 06-08-2006 / 10 tahun 6 bulan
Jenis Kelamin : laki-laki
Alamat : Tanjung ingin jaya
Pekerjaan : Pelajar
BB : 35 kg
TB : 138 cm
Tanggal Masuk : 09 Februari 2017
Tanggal Pemeriksaan: 10 Februari 2017
ANAMNESIS

Keluhan utama

Nyeri Perut

Keluhan tambahan
Mual, Muntah, tidak Bab sejak 2
hari SMRS, perut Kembung, badan
terasa lemas, dan nyeri ulu hati
RPS

Pasien datang ke RSUDZA dengan keluhan


nyeri perut. Nyeri dirasakan seperti ditekan-
tekan dan perih, terutama pada bagian ulu
hati, nyeri terjadi secara terus menerus baik
sebelum maupun setelah makan. Pasien juga
mengeluhkan muntah sejak 1 hari SMRS,
frekuensi muntah dapat terjadi sampai 7 kali
dalam sehari, muntah bewarna kekukuningan
dan berisi makanan dan minuman yang
dikonsumsi pasien, dengan volume 120 cc
atau setengah aqua gelas.
RPS

Banyak sedikitnya makanan


mempengaruhi muntah. Setelah
muntah pasien merasa lemas dan
kelelahan. Selain itu, pasien juga
mengalami perut kembung seperti
berangin. Demam (-), batuk serta pilek
tidak dikeluhkan oleh pasien. Buang air
besar (-) sudah 2 hari dan buang air
kecil dalam batas normal.
RPD
Pasien tidak pernah mengalami penyakit
seperti ini. Riwayat penyakit hipertensi, diabetes
mellitus, asma serta alergi disangkal.

RPK

Tidak ada keluarga pasien yang memiliki


keluhan sama seperti pasien.

RPO

Pasien mengaku belum pernah mengkonsumsi


obat sebelumnya.
RKS

Pasien memiliki kebiasaan makan tidak teratur


dan senang mengkonsumsi makanan asam dan
pedas serta berminyak sebagai makanan sehari-
hari.

RK/RP

Ibu pasien ANC teratur ke bidan saat hamil. Riwayat


sakit berat dalam kehamilan disangkal, riwayat
perdarahan saat kehamilan disangkal. Pasien
merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, lahir
secara pervaginam dengan BBL 2.900 gram, segera
menangis, dan bergerak aktif.
RPO
R. Imunisasi

Pasien mendapatkan imunisasi lengkap

R. Makanan

0 6 bulan : ASI
6 12 bulan : ASI + MPASI
1 2 tahun : ASI + Makanan keluarga
2 tahun sekarang : Makanan keluarga
STATUS INTERNUS

K U: Kesadar RR : T: TD:
Tampak an: HR : 24x/ 36,80 120/70
Sedang
sakit E4M6V5 100 x/ menit C mmhg
menit
PEMERIKSAAN FISIK
1. normocephali, rambut hitam,
dan tidak mudah dicabut Thorak
2. Wajah lemas (+) 1. I : Bentuk normal , simetris
II. P : Vocal fremitus simetris kanan dan kiri
2. Mata : tidak ada kelainan, palpebra sup III. P: sonor
& inf tidak cekung
Konjungtiva anemis , sklera ikterik -, RCL & IIV. A : suara nafas ronki (-) wheezing (-)
RCTL (+/+)
Inspeksi : Tidak tampak pulsasi ictus cordis
3. Hidung : Tidak ada kelainan Palpasi : Pulsasi ictus cordis teraba di sela iga V
4. Mulut : Tidak ada kelainan linea midclavicula sinistra
4. Bibir : Mukosa bibit tidak pucat (-),
Perkusi : Redup
sianosis (-)
6. Gigi dan lidah : tidak ada kelainan Auskultasi : BJ I-II normal, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
7. Tonsil : T1-T1, tidak hiperemis Inspeksi : Datar, tidak tampak gerakan
peristaltik usus, umbilikus tidak menonjol
Perkusi : Timpani
Palpasi : Soepel, nyeri tekan uluh
8. Faring : tnormal hati (+) pada regio epigastrium. Hepar/ lien/
renal tidak teraba
Auskultasi : Bising usus (+) normal
9. Telinga : normal, kedua
membran timpani intak
10. Leher : Pem KGB (-) Genetalia : laki-laki
Extremetas : pucat (-)
DATA ANTROPOMETRI

BBS : 35 kg
BBI : 32 kg
TB : 138 cm
HA : 10 tahun 0 Bulan
BB/U : 35/34 = 102%
TB/U : 138/141 = 95 %
BBS/BBI : 35/32 = 109%
BMI : 19.2 kg/m2
Status Gizi : Gizi Baik
HA
KEBUTUHAN CAIRAN
Kebutuhan Cairan pada pasien
Holiday Zegar , BB 35 kg
=1500+(15x20)
= 1800 ml/ hari
KEBUTUHAN KALORI

Kebutuhan Kebutuhan
Kalori (RDA) Protein (RDA)
(usia 10 tahun, BB (usia 10 tahun, BB 35
kg)
35 kg)
= BBI x 1,0
BBI x 70 kkal/kgBB = 32 x 1,0 gram/hari
32 x 70 kkal/kgBB = 32 protein/g/Kg/hari
=2240 kkal/hari
HASIL LABORATORIUM
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan
Darah Lengkap
Hemoglobin 13,5 14,0-17,0 g/dL
Hematokrit 42 45-55 %
Eritrosit 5,2 4,7-6,1 106/mm
Trombosit 327 150-450 10/mm
Leukosit 13,3 4,5-10,5 10/mm
fL
MCV 80 80-100

MCH 26 27-31 pg
MCHC 33 32-36 %
RDW 12,9 11,5-14,5 %
MPV 9,2 7,2-11,1 fL
HASIL LABORATORIUM
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan
Darah Lengkap
Eosinofil 4 0-6 %
Basofil 0 0-2 %
N. Batang 0 2-6 %
N. Segmen 71 50-70 %
Limfossit 19 20-40 %
Monosit 6 2-8 %
Kimia Klinik
Natrium (Na) 143 132-146 mmo1/L
Kalium (Na) 3,8 3,7-5,4 Mmo1/L
Klorida (Cl) 108 3,7-5,4 mmo1/L
Glukosa Darag
134 <200 mg/dL
Sewaktu
Ureum 25 13-43 mg/ dL
Kreatinin 0,50 0,7-1,17 mg/dL
DIAGNOSIS BANDING
1.Gastritis Akut
2. Kolesistitis
3. Kolelitiasis
4.Esofagitis
5. Gastro Esophageal Reflux Disease
6. Ulkus Peptikum

DIAGNOSIS KERJA

1. Gastritis Akut
PENATALAKSANAAN

Medikamentosa :
Non Medikamentosa:
IVFD 2 : 1 25 gtt / i makro
Tirah baring Inj. Ranitidin 35 mg / 12 jam IV
Diet M II Inj. Omeprazole 10 mg / 12 jam IV
Sucralfat sirup 3 x 5 cc
Domperidone sirup 3 x cth 1
PROGNOSIS

BONAM BONAM BONAM


TINJAUAN
PUSTAKA
Gastritis
adalah suatu peradangan atau perdarahan pada
mukosa lambung yang disebabkan oleh faktor
iritasi, infeksi dan ketidakteraturan dalam pola
makan. Peradangan dapat bersifat superfisial dan
dapat menembus ke dalam mukosa lambung.
`
ANATOMI DAN FISIOLOGI
FISIOLOGI
EPIDEMIOLOGI

Indonesia :
prevalensi 274,396 kasus dari 238,452,952 jiwa penduduk. Didapatkan
data bahwa di kota Surabaya angka kejadian Gastritis sebesar 31,2%,
Denpasar 46%, sedangkan di Jawa Tengah angka kejadian infeksi
cukup tinggi sebesar 79,6%.
Menurut WHO di dunia :
Indonesia menempati urutan ke empat dengan jumlah
penderita gastritis terbanyak di Inggris (22%), China (31%),
Jepang (14,5%), Kanada (35%), dan Perancis (29,5%)
ETIOLOGI

Pemakaian obat-obatan, seperti aspirin dan


sebagian besar obat anti inflamasi non steroid
dapat menyebabkan iritasi pada mukosa lambung.

Infeksi oleh Helicobacter Pylori

Kondisi stress atau tertekan dan Pola makan yang


tidak teratur.
KLASIFIKASI GASTRITIS

1. Gastritis 2. Gastritis
Akut Kronik
Gastritis Akut Erosif Gastritis Kronik
Gastritis Akut superfisial
Hemoragik Gastrik Kronik Atropik
PATOFISIOLOGI
DIAGNOSIS
Anamnesis

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Penunjang
TATALAKSANA

Non Medikamentosa: Medikamentosa :

Antagonis reseptor H2
Tirah baring Iinhibition pompa proton
Diet M II Antikolinergik dan Antasid
PEMBAHASAN
anamnesis Teori

Pasien datang
Sesuai dengan teori, gastritis merupakan
dengan keluhan nyeri suatu proses inflamasi pada mukosa dan
perut yang dirasakan submukosa lambung yang dapat bersifat
akut, kronis, local ataupun difus, dengan
seperti ditekan-tekan gejala nyeri di ulu hati, dan terdapat nyeri
dan perih, terutama tekan epigastrium, hal ini berkaitan dengan
posisi lambung yang berada di sekitar region
pada bagian ulu hati, epigastrium dan hipokondrium kanan.
anamnesis Teori

Pasien juga
mengeluhkan Sesuai dengan teori UKK Gasteroenterologi-
hepatologi IDAI yang menyatakan bahwa
muntah penyebab muntah pada anak sangat
bervariasi. Salah satu pencetus terjadinya
muntah adalah gangguan pada lambung
atau usus akibat adanya infeksi, iritasi dan
trauma. Pada kasus ini didapatkan
gangguan pada lambung berupa iritasi.
anamnesis Teori

P
Pasien juga Berdasarkan teori kembung (bloating)
merupakan perasaan kondisi lambung
mengeluhkan
penuh seperti berisi gas. Terdapat 4 faktor
kembung yang berhubungan dengan keluhan ini ; 1.
sensasi subjektif kembung 2. Distensi
seperti
Abdominal 3. Peningkatan volume intra
berangin abdominal 4. aktivasi oto sekitar abdomen.
anamnesis Teori

Pada pasien ini Pada penyakit gastritis pasien diberikan


diberikan terapi terapi berupa non medikamentosa dan
medikamentosa. Terapi non
nonmedika medikamentosa yaitu terapi diet. Prinsipnya
mentosa yaitu adalah pasien dianjurkan untuk makan
secara teratur, tidak terlalu kenyang dan
berupa Diet tidak boleh berpuasa. Makanan yang
lunak. dikonsumsi harus mengandung cukup kalori
dan protein. Makanan tidak boleh bersifat
asam, menimbulkan gas, serta
mengandung minyak/lemak secara
berlebihan. Selain itu, makanan tidak boleh
terlalu panas atau dingin
anamnesis Teori

Pada pasien ini


juga diberikan
terapi medika Sesuai dengan dengan teori ranitidin
diindikasikan pada penyakit gastritis, kerja
mentosa yaitu
ranitidin dengan menghambat kerja
berupa injeksi histamin pada reseptor-H2 secara
kompotitif, serta menghambat sekresi asam
ranitidin, injeksi
lambung.
omeprazole, Sedangkan untuk omeprazole, termasuk
sucralfat sirup golongan obat proton pump inhibitor,
bekerja dengan mencegah pengeluaran
dan asam lambung Mengurangi rasa sakit
domperidon pada tukak lambung, mengurangi aktifitas
faktor agresi pepsin.
sirup.

z
anamnesis Teori

Pada pasien ini


juga diberikan Sesuai dengan dengan teori mekanisme
terapi medika sukraalfat sebagai anti ulkus merupakan
hasil dari pembentukan kompleks sukralfat
mentosa yaitu, dengan protein yang membentuk lapisan
sucralfat sirup pelindung dan menutupi ulkus serta
melindungi dari serangan asam lambung.
dan
Sedangkan domperidon sirup
domperidon merupakan derivat benzimidazole dan
merupakan antagonis dopamin yang
sirup.
bekerja pada chemoreceptor trigger zone,
domperidon sering digunakan untuk
penanganan muntah pada anak.
KESIMPULAN

gastritis adalah suatu peradangan atau perdarahan pada mukosa


lambung yang disebabkan oleh faktor iritasi, infeksi dan
ketidakteraturan dalam pola makan dengan karakteristik anoreksia,
perasaan penuh diperut (begah), tidak nyaman pada epigastrium,
mual dan muntah.
Gastritis dapat ditegakkan dengan anamnesis yang baik,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Prognosis pada
gastritis akut akan memberikan prognosis baik jika penyebab yang
mendasari diatasi.
TERIMA KASIH