Anda di halaman 1dari 33

PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI / MEGGER

TEST PADA PEMELIHARAAN GENERATOR


UNIT 3 PLTG PAUH LIMO

Oleh :
Edwardo
BP : 1210952059
Latar Belakang

PLTG Pauh Limo merupakan salah satu penyuplai energi listrik di Sumatera Barat.
Dengan suplai listrik tenaga gas yang memiliki 3 unit pembangkit dengan daya pada setiap
pembangkitnya 21 MW. PLTG Pauh Limo ini dioperasikan dengan menggunakan solar
sebagai bahan bakar untuk penggerak sehingga biaya operasionalnya cukup besar.
Peralatan utama dari PLTG Pauh Limo meliputi Turbin, Generator, dan Trafo. Generator
memegang peranan penting dalam pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik pada suatu
sistem tenaga listrik. Oleh karena itu, generator harus dilindungi dari semua kemungkinan -
kemungkinan gangguan dan kondisi abnormal yang terjadi baik gangguan dalam generator itu
sendiri maupun berasal dari bagian-bagian lain sistem tenaga listrik.
Salah satu bentuk gangguan yang terjadi di generator adalah kerusakan isolasi. Kerusakan
isolasi pada generator biasanya disebabkan oleh gangguan suhu, gangguan mekanis, dan
gangguan lingkungan (kontaminasi). Untuk itu diperlukan pengecekan dengan mengukur
tahanan isolasi sebagai proses pemeliharaan generator pada pembangkit.
Bentuk-bentuk Kegagalan Isolasi

Isolasi memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem tenaga listrik. Isolasi
sangat diperlukan untuk memisahkan dua atau lebih penghantar listrik yang bertegangan
sehingga antara penghantar-penghantar tersebut tidak terjadi loncatan listrik atau percikan
Bentuk-bentuk kegagalan yang terjadi pada isolasi ada 4, yaitu:
1. Kegagalan Isolasi Gas
2. Kegagalan Isolasi Padat
3. Kegagalan Isolasi Cair
4. Kegagalan Campuran Padat dan Cair
Kegagalan Isolasi Padat

Kegagalan Isolasi Padat

Grafik Kegagalan Isolasi Padat

berdasarkan fungsi waktu penerapan tegangannya dapat dibedakan menjadi :


a. kegagalan asasi (intrinsik)
disebabkan oleh suhu dan jenis bahan isolasi.
b. kegagalan elektromekanik
disebabkan oleh adanya perbedaan polaritas antara elektroda yang mengapit zat
isolasi padat sehingga timbul tekanan listrik pada bahan tersebut.
c. kegagalan streamer
terjadi sesudah suatu banjiran (avalance).
d. kegagalan termal
terjadi jika kecepatan pembangkitan panas di suatu titik dalam bahan melebihi laju
kecepatan pembuangan panas keluar.
e. kegagalan erosi
disebabkan zat isolasi padat tidak sempurna, karena adanya lubang-lubang atau
rongga dalam bahan isolasi padat tersebut.
Isolasi Yang Digunakan Pada Generator

Sistem Isolasi Pada Stator dan Rotor


Sistem isolasi generator menggabungkan beberapa material berbeda untuk
memproteksi lilitan medan dan lilitan stator, sehingga bagian utama sistem melibatkan
banyak pengujian untuk mendapatkan batasan batasan isolasi.
Generator yang disusun dengan isolasi lilitan asphalt-mika dapat menyerap
kelembaban yang dalam beberapa kasus membutuhkan pengeringan lilitan untuk
mendapatkan level resistansi isolasi yang memuaskan.
Sekarang lilitan menggunakan isolasi epoxy-mica karena mempunyai kekuatan
mekanik dan kekedapan terhadap air, oli atau kontaminasi lain terhadap isolasi, yang
ditimbulkan selama kondisi abnormal.
Gambar Sistem isolasi pada lilitan stator generator

Gambar Sistem isolasi pada lilitan rotor generator


Klasifikasi Isolasi Mesin Listrik

Klasifikasi isolasi mesin listrik selain di kelompokkan atas tegangan kerja juga diklasifikasikan
atas temperatur kerja:
1. Class A : Suhu max yang diizinkan = 105 C.
2. Class E : Suhu max yang diizinkan = 120 C.
3. Class B : Suhu max yang diizinkan = 130 C.
4. Class C : Tidak dispesifikasikan secara khusus, pada umumnya lebih dari 200 C.
5. Class F : Suhu max yang diizinkan = 155 C.
6. Class H : Suhu max yang diizinkan = 180 C.
0

Berikut contoh isolasi yang dikelompokkan berdasarkan temperature kerja :

NAME TYPE CLASS THERMAL ( C ) Paper Thermal Electrical Strength

Kraft Paper 900C Average


Polyvinyl Formal PVF E 120
NOMEX 1800C Good

MICA 2000C Good


Polyester PEW B 130

Polyesterimide EIW H 180 Polyester


(Myosam, 1050C Average
Polyurethane UEW E 120 Myoflex)

Self bonding Kapton 2000C Good


SBUEW E 120
Polyurethane
Jenis insulation sheet yang biasa digunakan
pada belitan generator
Jenis Insulation tape :

Dacron Felt, Thermal class H. digunakan Glass O Flex, Thermal class F, digunakan
untuk coil separation (blocking coil) untuk melapisi isolasi conductor coil
Klasifikasi Pemeliharaan Komponen Generator

Tujuan pemeliharaan adalah untuk mencegah terjadinya gangguan pada saat unit
beroperasi, sehingga tidak mengakibatkan kerusakan yang lebih besar / fatal dan peralatan
tersebut mempunyai masa pakai yang lebih lama, menghasilkan unjuk kerja yang lebih baik
serta tingkat keselamatan lebih terjamin. Kerusakan terbesar pada mesin listrik berputar
terutama pada mesin induksi disebabkan oleh kerusakan isolasi winding stator.
Pada umumnya pemeliharaan komponen generator di unit pembangkit termal dilakukan
dalam 2 kategori, yaitu :
Pemeliharaan yang bersifat Rutin.
Pemeliharaan yang bersifat Periodik.
Pemeliharaan Rutin.
Pemeriksaan yang bersifat rutin ialah pemeliharaan yang dilakukan secara berulang dengan
periode waktu harian, mingguan dan bulanan dengan kondisi sedang beroperasi.

Pemeliharaan Periodik.
Pemeriksaan yang bersifat periodik ialah pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan lama
operasi dari generator, yang diklasifikasikan :
Pemeriksaan sederhana, setiap 8.000 jam.
Pemeriksaan sedang, setiap 16.000 jam.
Pemeriksaan serius, setiap 32. 000 jam.
Pemeriksaan periodik kegiatan yang dilakukan meliputi pembongkaran (disassembly),
pemeriksaan (inspection) dan pengujian (testing). Kegiatan pemeriksaan tersebut tidak harus
semua komponen dilakukan sama, melainkan tergantung dari klasifikasi pemeriksaan
periodiknya.
Pengujian Isolasi

Ada beberapa pengujian pada sistem isolasi untuk mengevaluasi kekuatan dielektrik untuk
menjamin keandalan. Dari semuanya tanpa kecuali, melibatkan tegangan yang melewati
dinding/permukaan isolasi. Perbedaan dari satu pengujian ke pengujian yang lain adalah
perbedaan level tegangan yang diterapkan, pengukuran dan penunjukkan hasil.
Secara garis besar pengujian rotor dan stator pada generator dibagi atas dua kategori :
1. Proof Test
Proof test yaitu pengujian yang menggunakan level tegangan yang lebih tinggi daripada
tegangan kerja. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mencari kelemahan, dan
kemungkinan breakdown. Contoh proof test pada generator adalah pengujian High
Potensial Test.
2. Analitycal Test
Analytical test yaitu pengujian dengan menggunakan level tegangan yang biasanya dibawah
tegangan kerja.
Beberapa diantaranya jenis jenis analytical test adalah sebagai berikut :
Insulation Resistance Test / Megger Test
DC Leakage
Dissipation Factor
Balancing Voltage Rotor Test
Tahanan Dalam (Rd) Rotor
Partial Discharge Test (PD Test)
Insulation Resistance Test / Megger Test

Pada dasarnya pengukuran tahanan isolasi belitan stator generator adalah untuk
mengetahui besar ( nilai ) kebocoran arus (leakage current) yang terjadi pada isolasi stator
generator. Kebocoran arus yang menembus isolasi peralatan listrik memang tidak dapat
dihindari. Oleh karena itu, salah satu cara meyakinkan bahwa generator cukup aman untuk
dipakai adalah dengan mengukur tahanan isolasinya.
Peralatan yang digunakan untuk pengujian ini disebut Mega Ohm Meter atau biasa
disebut Megger Tester atau Megger saja. Peralatan ini membangkitkan tegangan internal tetap
dan mempunyai resistansi internal yang tinggi. Pengukuran sesungguhnya adalah mensensing
tegangan terminal, jadi arus yang mengalir menurunkan pembacaan skala yang dikalibrasi
dalam Mega ohm.
Tabel Tegangan DC yang diterapkan untuk pengujian megger berdasarkan tegangan kerja
lilitan.
VAC (L L) VDC

( tegangan kerja lilitan (line-to-line) ) ( tegangan DC yang diterapkan )


<100 500
1000 2500 500 1000
2501 5000 1000 2500
5001 12000 2500 5000
>12000 5000 -10000

Ada dua jenis Insulation Tester


Insulation Tester Elektronik
Insulation Tester Engkol
Insulation Tester Elektronik Insulation Tester Engkol
Pengukuran Tahanan Isolasi

Polarisasi Indeks
PI adalah salah satu cara yang digunakan untuk mengetahui quality winding akibat
pengaruh lingkungan, seperti penyerapan air, pengotoran debu, dll. PI merupakan
perbandingan pengukuran Arus Bocor pada pengukuran dalam 10 menit terhadap 1 menit.

Pengukuran R IS 10 menit
PI =
Pengukuran R IS 1 menit

Lower than 1.0 = Dangerous


Nilai parameter PI menurut IEEE Transaction 43 :
1.0 to 1.4 = Poor
Jika PI kurang dari 2.0 menunjukkan bahwa 1.5 to 1.9 = Questionable

isolasi winding terlalu banyak menyerap uap air 2.0 to 2.9 = Fair

3.0 to 4.0 = Good


atau terdapat penumpukan kotoran konduktive.
Over than 4.0 = Excellent
Cara Pengukuran PI yang lain adalah dengan cara perbandingan pengukuran Arus Bocor pada
pengukuran dalam 1 menit terhadap menit
Pengukuran R IS 1 menit
PI =
Pengukuran R IS 1/2 menit

Nilai parameter PI menurut IEEE Transaction 43 :


Lower than 1.0 = Poor
Jika PI kurang dari 1.25 menunjukkan bahwa isolasi 1.1 to 1.24 = Questionable

winding terlalu banyak menyerap uap air atau 1.25 to 1.35 = Fair

1.4 to 1.5 = Good


terdapat penumpukan kotoran konduktive.
1.5 = Excellent
Nilai PI yang direkomendasikan diklasifikasikan berdasarkan thermal
class dan penggunaan material isolasi.
Jika diperoleh nilai PI sangat tinggi > 8, untuk bahan isolasi yang divarnish, kondisi ini
menunjukkan isolasi mengalami penuaan dan pemanasan dan mungkin akan dapat
menimbulkan resiko kerusakan / kegagalan isolasi.

Thermal Class Rating Minimum PI Value

Class A 1.5

Class B 2.0

Class F 2.0

Class H 2.0
Insulation Tester Merk Metriso Type 5000 A

1. Saklar pilih (Selector Switch)


2. Tombol Range
3. LED indicator
4. LED nyala : pilihan jangkau-batas skala s.d. T ( Tera Ohm)
5. LED nyala : pilihan jangkau-batas skala s.d. 100 M
terpilih.
6. Skrup koreksi
7. Selector switch (saklar pilih)
8. Analog display
9. Test Prob ( - )
10. Test Prob ( + )
11. Tempat penyimpanan jack konektor kabel.
Prinsip Kerja

M
0

V C
N S

L
Sumber
tegangan
E R
Rx
tinggi arus
E

Gambar1. Tester tahanan isolasi


Pengukuran tahanan isolasi yang tinggi dilakukan dengan menggunakan alat ukur ratio
dari type kumparan putar seperti digambarkan pada gambar dibawah ini. Alat ini terdiri dari
dua kumparan V dan C yang ditempatkan secara menyilang. Pada kumparan V mengalir arus
sebesar E/Ep dan pada kumparan C mengalir arus sebesar E/Rs. Disini Rx adalah tahanan
yang akan diukur. Penunjuk alat penunjuk rasio akan bergeser dan pergeseran ini ditentukan
oleh ratio dari kedua arus, yaitu sebanding dengan Rp/Rx, atau dengan kata lain berbanding
secara terbalik terhadap besarnya tahanan yang akan diukur. Jadi, hasilnya tidak ditentukan
oleh tegangan dari sumber tegangan arus searah. Dengan demikian maka variasi yang tidak
terlalu besar dari tegangannya tidak akan memberi pengaruh kepada harga pembacaan.
Skema diagram alat ukur tahanan isolasi
Insulation Resistance ( IR )

Nilai minimum Insulation Resistance ( IR ) lilitan stator generator Gec Alsthom 11,5 KV
PLTG #3 Pauh Limo adalah:
IRmin = ( Vrms + 1 ) x100 M
IRmin = ( 11.5 + 1 ) x100 M
IRmin = 1250 M
Berikut table data hasil pengukuran tahanan isolasi winding stator generator unit 3 PLTG Pauh
Limo :
Waktu Phasa A - B Phasa A - C Phasa C - A

(Menit) (Mega Ohm) (Mega Ohm) (Mega Ohm)

1 6.500 6.000 8.000

2 11.000 7.000 10.000

3 11.000 15000 19.000

4 15.000 20.000 19.000

5 15.000 20.000 19.500

6 15.000 20.000 19.500


Data CI Tahun : 2013
7 15.000 20.000 19.500

8 15.000 20.000 20.000


Tanggal: 20 Maret 2013
9 15.000 20.000 20.000 Suhu Ambient : 28,9 C
10 15.000 20.000 20.000
Generator: Gec Alsthom PLTG
Nilai Average Insulation Resistance lilitan Stator masing-masing Phasa dihitung dengan rumus:

Dimana :
IRaverage = Nilai Insulation Resistance rata-rata
IR = Insulation Resistance hasil pengukuran
n = Banyak jumlah data
Dari data hasil pengukuran diatas maka nilai IRaverage adalah :
IRaverage Phasa A-B : 13350 M
IRaverage Phasa A-C : 16800 M
IRaverage Phasa C-A : 17450 M
Dari hasil perhitungan nilai rata-rata Insulation Resistance ( IR ) masing-masing phasa
dapat diketahui bahwa nilai tahanan isolasi lilitan stator pada saat dilakukan pengecekan
berada diatas nilai Insulation Resistance ( IR ) minimum yang distandarkan oleh IEEE yaitu,
1.250 M. Ini artinya kondisi isolasi lilitan stator generator dalam keadaan baik.
POLARIZATION INDEX ( PI ) GENERATOR

Dari data hasil pengukuran Insulation Resistance ( IR ) lilitan generator di atas dapat
dihitung nilai PI-nya yaitu; pengukuran IR 10 menit dibagi dengan nilai IR pengukuran menit
pertama, secara matematis dapat digambarkan sebagai berikut :

Nilai PI untuk Phasa A-B : 2,3


Nilai PI untuk Phasa A-C : 3,33
Nilai PI untuk Phasa C-A : 2,5
Nilai PIaverage : 2,7
Dari perhitungan nilai Polarization Index ( PI ) di atas dapat dilihat bahwa nilai PI
sebesar 2.7 ini menunjukan bahwa generator dalam kondisi Fair. Untuk mendapatkan nilai
Good maka winding generator perlu dilakukan pemeliharaan dengan cara membersihkan
winding drai debu atau kotoran lainnya dan dilakukan pemanasan dengan heater agar
didapatkan kondisi yang kering.

Gambar Kurva kenaikan nilai PI setelah Drying Proses


Kesimpulan

Isolasi sangat diperlukan untuk memisahkan dua atau lebih penghantar listrik yang
bertegangan sehingga antara penghantar-penghantar tersebut tidak terjadi loncatan listrik
atau percikan.
Tujuan pemeliharaan adalah untuk mencegah terjadinya gangguan pada saat unit
beroperasi, sehingga tidak mengakibatkan kerusakan yang lebih besar / fatal dan peralatan
tersebut mempunyai masa pakai yang lebih lama, menghasilkan unjuk kerja yang lebih baik
serta tingkat keselamatan lebih terjamin.
Insulation Resistance Test atau Megger Test merupakan pengujian yang paling mudah
dan sederhana untuk menentukan kemampuan isolasi.
Peralatan yang digunakan untuk pengujian tahanan isolasi disebut Mega Ohm Meter atau
biasa disebut Megger Tester atau Megger saja. Peralatan ini membangkitkan tegangan
internal tetap dan mempunyai resistansi internal yang tinggi.
Dengan Pengujian Insulation Resistance ( IR ) dan Polarization Index Test dapat
mengetahui kondisi generator untuk menentukan tindakan pemeliharaan sederhana yaitu
setiap 8000 jam generator beroperasi ( Combustion Inpection ).
Nilai minimum tahanan isolasi ( Insulation Resisntace ) stator generator Gec Alsthom unit
3 PLTG Pauh Limo dengan standar IEEE adalah 1.250 M.
Berdasarkan analisis nilai Polarization Index ( PI ) yaitu dari 2.7 maka kondisi generator
Gec Alsthom unit 3 PLTG Pauh Limo sesuai standar IEEE dalam kondisi Fair dan
menedekati kondisi good.
Terimakasih