Anda di halaman 1dari 21

MATA TENANG

VISUS TURUN
MENDADAK
UVEITIS POSTERIOR

Definisi
Uveitis posterior adalah radang
uvea bagian posterior
(retinitis,koroiditis, vaskulitis retina,
dan papilitis, yang bisa terjadi
sendiri-sendiri atau bersamaan.

Epidemiologi
Insidensi kejadian uveitis posterior
adalah 3.9 per 100000 orang
pertahun
Laki-laki = Perempuan
2
Klasifikasi

Koroiditisperadangan lapisan koroid


bola mata yang dapat dalam bentuk :
Koroiditis
Koroiditis
Koroiditis areolar Koroiditis
eksudatif
anterior, (bermula difusa Koroiditis
(tampak
radang di macula (menyebar juksta
bercak-
koroid lutea dan di fundus papil
bercak
perifer menyebar okuli)
eksudat)
ke perifer)
3
Gejala Klinis

Penglihatan kabur Floater Jarang merah

Kekeruhan badan Edema papil,


Fotofobia kaca dan infiltrate perdarahan retina,
dalam retina koroid vascular sheathing

4
Terapi

Terapi Non Spesifik


Kortikosteroid topikal dan sistemik
Injeksi kostikosteroid pada subtenon posterior
Agen immunosuppresive (jarang)

Terapi Spesifik (Sesuai kausa)


toxoplasmosis, toxocariasis, tuberculosis, syphilis, etc.

Ocular toxoplasmosis :
pyrimethamine, 25-50 mg per oral per hari, dan
5
trisulfapyrimidine, 0,5-1 g per oral empat kali sehari.
ABLASIO RETINA

Suatu keadaan terpisahnya sel kerucut dan sel


Definisi batang retina dari koroid / sel epitel pigmen retina

12.5 kasus per 100,000 per tahun, atau sekitar 28,000


Epidemiologi kasus pertahun di Amerika Serikat umumnya terjadi
pada kelompok usia 40-70 tahun.

6
Etiologi & Klasifikasi

faktor usia usia


pertengahan atau Herediter Diabetes mellitus
lebih tua)

Inflamasi Tumor Trauma

Ablasio retina
Ablasio retina Ablasio retina
serosa atau
regmatogenosa akibat traksi
eksudatif
7
Gejala & Temuan Klinis

Gangguan penglihatan
Penurunan tajam
terlihat seperti tabir yang
penglihatan.
menutup

Fotopsia/ light flashes Funduskopi :


(kilatan cahaya) tanpa Retina yang terangkat berwarna
adanya cahaya di sekitarnya, pucat
yang umumnya terjadi Terlihat robekan retina berwarna
merah
sewaktu mata digerakkan Bila bola mata bergerak retina
dalam keremangan cahaya yang terlepas bergoyang. 8
atau dalam keadaan gelap.
9
Tata Laksana

Pneumatic Cleral buckling Vitrektomi


Retinopexy Mempertahankan Dengan membuat
Udara/gas yang retina di posisinya insisi kecil pada bola
disuntikkan ke dalam dengan melekukan mata kemudian
vitreous untuk sklera menggunakan memasukkan
mempertahankan retina eksplan yang instrumen hingga ke
pada posisinya dijahitkan pada daerah cavum melalui pars
robekan retina plana.
Setelah itu
pemotongan vitreus.
Teknik dan instrumen
yang digunakan
tergantung tipe dan
10
penyebab ablasio.
Neuritis Optik

Definisi
Peradangan demyelinisasi dari
nervus optik
Epidemilogi
4-5 kasus onset baru neuritis optik
per 100,000 penduduk
Wanita : Pria 2 : 1
Umumnya terjadi pada kelompok
umur dewasa muda : 20-45 tahun
Klasifikasi anatomis :
Neuritis intraokular atau papilitis
Neuritis retrobulbar 11
Gejala Klinis

Gejala Subjektif
Penglihatan turun mendadak dalam beberapa jam sampai hari yang mengenai satu atau
kedua mata.
Penglihatan warna terganggu.
Rasa sakit bila mata bergerak dan ditekan
Adanya defek lapang pandang.
Pasien mengeluh penglihatan menurun setelah olahraga atau suhu tubuh naik (tanda
Uhthoff).
Beberapa pasien mengeluh objek yang bergerak lurus terlihat mempunyai lintasan
melengkung (Pulfrich phenomenon), kemungkinan dikarenakan konduksi yang
asimetris antara nervus optikus.

Gejala Objektif
Palpebra, konjungtiva, maupun kornea dalam keadaan wajar.
Refleks pupil menurun pada mata yang terkena dan defek pupil aferen relatif
12 atau
Marcus Gunn pupil umumnya ditemukan.
Klasifikasi

13
Pemeriksaan Penunjang

Tes ishihara untuk


melihat adanya
Pemeriksaan foto sinar X Pemeriksaan CT orbita penglihatan warna yang
kanal optika, sela tursika dan kepala terganggu, umumnya
warna merah yang
terganggu.

14
Terapi

Kortikosteroid
atau ACTH

Antibiotik untuk
menahan
infeksi sebagai
penyebab

Vasodilatasi
dan vitamin
15
Kekeruhan dan Perdarahan Badan Kaca

Kekeruhan

Kekeruhan badan kaca akibat


penuaan disertai degenerasi berupa
terjadinya koagulasi protein badan
kaca

Perdarahan

Perdarahan pada badan kaca dapat


terjadi spontan pada diabetes
mellitus, rupture retina, ablasi badan
kaca. Kelainan darah dan trauma
tumpul atau kontusi jaringan dan
suatu trauma tembus 16
Diagnosis Terapi
Turunnya penglihatan Pengobatan berupa istirahat dengan
mendadak, lapang kepala lebih tinggi paling sedikit selama
pandangan ditutup oleh 3 hari.
sesuatu sehingga
mengganggu penglihatan
tanpa rasa sakit.
Hentikan obat seperti aspirin, anti radang
nonsteroid, kecuali bila sangat
dibutuhkan.
Pemeriksaan fundus tidak
terlihat adanya reflex
fundus yang berwarna
Darah dikeluarkan dari badan kaca bila
merah dan sering terdapat bersama ablasi retina atau
memberikan bayangan perdarahan yang lebih lama dari 6 bulan,
hitam yang menutup retina. dan bila terjadi glaukoma hemolitik.
17
Oklusi Arteri Retina Sentral

Etiologi

Emboli akibat penyaklit emboli jantung, nodus-nodus


reuma, carotid plaque atau emboli endokarditis.
Adanya
Definisi

Radang arteri
sumbatan Spasme pembuluh darah, disebabkan oleh antara lain
pada pada overdosis obat, keracunan alkohol, tembakau, kina
atau timah hitam.
pembuluh Akibat terlambatnya pengaliran darah retina yang terjadi
darah pada peninggian tekanan intraokular, stenosis aorta atau
retina arteri karotis.
sentral Giant cell artritis
Kelainan hiperkoagulasi
Trauma
Berkurangnya suplay oksigen pada daerah oklusi
Kebutaan yang permanen 18
Oklusi Arteri Retina Sentral

Anamnesis
Awalnya penglihatan kabur yang hilang timbul (amaurosis fugaks)
Tanpa nyeri
Mengenai satu mata
Hilangnya penglihatan yang tiba-tiba (memberat)

Pemeriksaan Fisik
Penurunan visus yang berupa serangan-serangan yang berulang
Pupil anisokoria
Pemeriksaan funduskopi
Seluruh retina berwarna pucat akibat edema dan gangguan nutrisi pada retina
Terdapat gambaran berupa sosis pada arteri retina akibat pengisian arteri retina
yang tidak merata
Sesudah beberapa jam retina akan tampak pucat akan terlihat gambaran19 merah
ceri (cherry red spot) pada makula lutea.
Oklusi Arteri Retina Sentral

Tata Laksana

Kerusakan retina irreversibel


ternyata terjadi setelah 90 menit
sumbatan total arteri retina
sentralis, sehingga hanya tersedia
sedikit waktu untuk memulai
terapi
Menurunkan tekanan bola mata
dapat dengan Asetazolamid (500
mg IV) bisa ditambahkan
timolol 0,5%
Vasodilator pemberian bersama
dengan antikoagulan. Akan
tetapi antikoagulan sistemik
biasanya tidak diberikan.
Steroid bila di duga terdapatnya
peradangan
20
Oklusi Vena Retina Sentral

Definisi

Sumbatan vena retina yang mengakibatkan gangguan perdarahan di


dalam bola mata

Oklusi vena retina cabang (BRVO)

Terjadi ketika vena pada bagian distal sistem vena retina mengalami
oklusi, yang menyebabkan terjadinya perdarahan di sepanjang distribusi
pembuluh darah kecil pada retina

Oklusi vena retina sentral (CRVO)

Terjadi akibat adanya trombus di dalam vena retina sentral pada bagian
lamina cribrosa pada saraf optik, yang menyebabkan keterlibatan
21
seluruh retina.