Anda di halaman 1dari 21

Hukum Pajak 4

Subjek pajak; dimulai dan berakhirnya;


Pengecualian; dan
objek pajak.

1
SUBJEK PAJAK
PENGERTIAN SUBJEK PAJAK :
Orang atau Badan yang melakukan kegiatan usaha dan atau
yang melakukan tindakkan hukum terhadap pihak lain dan atau
yang mempunyai harta kekayaan dan penghasilan yang
menurut undang-undang peraturan perpajakan berkewajiban
melaksanakan kewajiban formil dan materil perpajakan.

Subjek pajak adalah orang atau badan yang memenuhi


syarat-syarat subjektif ( bertempat tinggal atau berkedudukan
di Indonesia ).

2
PENGERTIAN WAJIB PAJAK :

Adalah Orang Pribadi atau Badan yang


menurut ketentuan peraturan perundang-
undangan perpajakan ditentukan untuk
melakukan kewajiban perpajakan
termasuk pemungutan pajak atau
pemotongan pajak tertentu.
Wajib Pajak adalah subjek pajak
yang memenuhi syarat-syarat subjektif
dan syarat objektif ( menerima atau
memperoleh penghasilan kena pajak )
3
Yang menjadi subjek pajak
adalah :

A.1.Orang Pribadi
2. Warisan yang belum terbagi sebagai
satu kesatuan mengganti yang berhak;

B.Badan

C.Bentuk Usaha Tetap


4
Menurut Status Hukumnya :

Subjek Pajak Dalam negeri ( psl.2


ayat 3)

Subjek Pajak Luar negeri (psl.2


ayat 4)

5
Subjek Pajak Dalam Negeri
adalah :
a. Orang pribadi yang bertempat
tinggal di Indonesia atau orang
pribadi yang berada di Indonesia
lebih dari 183 hari dalam jangka
waktu 12 bulan, atau orang pribadi
yang dalam suatu tahun pajak berada
di Indonesia dan mempunyai niat
untuk bertempat tinggal di Indonesia.
6
b. Badan yang didirikan atau
bertempat kedudukan di
Indonesia.

c. Warisan yang belum terbagi


sebagai satu kesatuan,
menggantikan yang berhak

7
Subjek Pajak Luar Negeri

A.Orang Pribadi yang tidak


bertempat tinggal di Indonesia
atau berada di Indonesia tidak
lebih dari 183 hari dalam jangka
waktu 12 bulan, dan badan
yang tidak didirikan dan tidak
bertempat kedudukan di
Indonesia yang menjalankan
usaha atau melakukan kegiatan
melalui bentuk usaha tetap. 8
B.Orang Pribadi yang tidak bertempat
tinggal di Indonesia atau berada di
Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam
jangka waktu 12 bulan, dan badan yang
tidak didirikan dan tidak bertempat
kedudukan di Indonesia yang dapat
menerima atau memperoleh penghasilan
dari Indonesia bukan dari menjalankan
usaha melalui kegiatan bentuk usaha
tetap di Indonesia.
9
Kriteria yang membedakan :

1. Keberadaan ( staying principles )

2. Kehendak ( intension principles )

3. Ukuran waktu ( time test )

10
Bentuk Usaha Tetap :
Adalah Bentuk usaha yang
dipergunakan oleh orang pribadi yang
tidak bertempat tinggal di Indonesia
atau berada di Indonesia tidak lebih
dari 183 hari dalam jangka waktu 12
bulan, atau badan yang tidak didirikan
dan tidak bertempat kedudukan di
Indonesia , untuk menjalankan usaha
atau melakukan kegiatan di
Indonesia (psl 2 ayat 5 ). 11
Bermula menjadi Subjek Pajak
Dalam Negeri :
a. Saat ia dilahirkan di Indonesia.
b. Saat ia menetap di Indonesia
(datang dari luar negeri).
c. Pada awal masa ia berada di
Indonesia yang melebihi 183 hari
dalam jangka waktu 12 bulan secara
berturut-turut.
d. Badan-badan mulai menjadi subjek pajak
pada saat badan itu didirikan.
12
Berakhir menjadi Subjek Pajak
Dalam Negeri :

a. Saat Orang Pribadi meninggal dunia.

b. Saat Orang Pribadi meninggalkan


Indonesia untuk selam-lamanya.

c. Untuk Badan yaitu berakhir pada saat


badan itu bubar

d. Warisan pada saat warisan itu terbagi


13
Subjek Pajak yang dikecualikan :

1.Badan perwakilan negara asing


2.Pejabat-pejabat perwakilan diplomat dan
konsulat atau pejabat-pejabat lain dari
negara lain
3.organisasi-organisasi Internasional
ditetapkan oleh men.keu.
4.Pejabat-pejabat perwakilan organisasi
Internasional asas resiprositas
(timbal balik )
14
OBJEK PAJAK

Adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan


sasaran pajak atau dapat dikenakan pajak
baik berupa keadaan, perbuatan maupun
peristiwa.

(Dalam bahasa Jerman disebut


Taatbestand).

15
Contoh :
Keadaan : kekayaan seseorang pada saat
tertentu, memiliki kendaraan,
tanah, rumah.

Perbuatan : melakukan penyerahan barang


karena jual beli, perjanjian, dll.

Peristiwa : segala sesuatu yang terjadi diluar


perkiraan manusia, keuntungan
secara mendadak, mendapat anugrah
atau penghargaan yang dapat dinilai
dengan uang.
16
Ada 3 kelompok objek pajak :

1. Objek Pajak berupa Kekayaan,


contoh : Pajak Bumi dan Bangunan.

2. Objek Pajak berupa Penghasilan,


contoh : Pajak Penghasilan.

3. Objek Pajak berupa Kegiatan dalam


Lalulintas Hukum ,
contoh : PPN, Bea Meterai, BPHTB.
17
Objek Pajak berupa
Kekayaan :
adalah harta yang dimiliki
seseorang dapat berupa harta
berwujud, tak berwujud,
bergerak dan tak gerak dengan
ukuran harta tersebut
mempunyai nilai sosial dan nilai
ekonomis.
18
Nilai Sosial :

Kekayaan itu mempunyai nilai


dalam kehidupan masyarakat.
Harta mempunyai fungsi sosial
berarti harta tersebut diperlukan
dalam kehidupan sosial.

19
Nilai Ekonomis :

Yaitu harta tersebut dapat


dinilai dengan uang.

20
Sekian,
Terimakasih

21