Anda di halaman 1dari 55

PROGRAM STRATEGIS

MANAJEMEN MANFAAT DAN


KEMITRAAN FASKER PRIMER
TAHUN 2017

IMAM SUBEKTI, SE, M.Kes,AAAK.

Pertemuan Kuliah Pasca Sarjana


Bandar Lampung, 22 Juli 2017

1
1. Penguatan Rujukan Berjenjang
2. Meningkatkan Upaya Pencegahan
FOKUS UTAMA Kecurangan
3. Optimalisasi Promotif Preventif

KEBERLANGSUNGAN
FINANSIAL
1. Peningkatan Kerja Sama Faskes
(Kuantitas dan Kualitas)
2. Pembayaran Berbasis Kinerja
3. Optimalisasi Peran dan Fungsi
TKMKB/DPM
4. Mengembangkan Manajemen e- 1. Meningkatkan Kemitraan Strategis
claim dengan Stakeholder

MENUJU CAKUPAN
KEPUASAN PESERTA
SEMESTA

2
TEMA DIREKTORAT PELAYANAN
TAHUN 2017

TAHUN FASKES
Semua kebijakan, Program dan Aktivitas harus Fokus pada
Peningkatan Kualitas JKN di Fasilitas Kesehatan

Peserta Puas, Kolektibilitas Meningkat, Peningkatan Cakupan Peserta


Menuju Cakupan Semesta

3
AGENDA

A. PENAMBAHAN FKTP KERJASAMA

B. KBK TAHUN 2017

C. PENETAPAN FASKES TERPENCIL & SANGAT TERPENCIL

D. PEER REVIEW KASUS NON SPESIALISTIK

4
AGENDA

A. PENAMBAHAN FKTP KERJASAMA

B. KBK TAHUN 2017

C. PENETAPAN FASKES TERPENCIL & SANGAT TERPENCIL

D. PEER REVIEW KASUS NON SPESIALISTIK

5
Permasalahan Kerjasama Faskes
Informasi perpanjangan /
Konfirmasi pemutusan PKS tidak update
perpanjangan/pemutusan PKS
sudah diujung PKS

Perubahan SDM Tidak


Tidak ada SIOP/SIP terinformasikan
Masa berlaku SIOP/SIP
habis

Penonaktifan FKTP diajukan


pada bulan awal bulan Januari
Masa berlaku PKS numpuk di Perlu ada warning masa Bagaimana pembayaran
ujung tahun berlaku PKS dan SIOP/SIP kapitasi Januari?
FKTP KERJASAMA
DESEMBAR DAN JANUARI 2017
Desember 2016 Januari 2017
NO JENIS FKTP JUMLAH FKTP NO JENIS FKTP JUMLAH FKTP

1 DPP 4.578 1 DOKTER PRAKTIK PERORANGAN 4.518

2 KLINIK POLRI 568 2 KLINIK POLRI 564

3 KLINIK PRATAMA 3.880 3 KLINIK PRATAMA 3.912

4 KLINIK TNI 704 4 KLINIK TNI 700

5 PUSKESMAS 9.813 5 PUSKESMAS 9.817


6 RS D PRATAMA 15 6 RS D PRATAMA 14
TOTAL 19.558 TOTAL 19.525
7 DRG 1.150 7 PRAKTIK GIGI PERORANGAN 1.139
Grand Total 20.708 GRAND TOTAL 20.664

NO JENIS FASKES JUMLAH FKTP


NO JENIS FASKES JUMLAH FKTP
1 APOTEK PRB 876
1 APOTEK 933
2 LAB PRB 304
2 LABORATORIUM PRB 466

Penambahan FKTP Tahun 2016 hanya 4 % dari Tahun 2015

Total FKTP pada akhir Desember 2017 : 20.708 FKTP Sumber Data :
Januari 2017 turun 0,21% ??? Aplikasi Referensi Online sd 31 Januari 2017
Rekap Jumlah FKTP Per- Divisi Regional
Berdasarkan Alasan Perubahan Status Nonaktif
MUTASI STATUS FKTP Des 2016 Jan 2017
DES 2016 - JAN 2017
JENIS FKTP
PENAMBAHAN PENONAKTIFAN
(+) (-)
DOKTER PRAKTIK PERORANGAN 30 90
KLINIK POLRI 1 3
(+) Penambahan FKTP
KLINIK PRATAMA 63 31 dari Desember 2016 sd Januari 2017 : 111 FKTP
KLINIK TNI 3 9
PRAKTIK GIGI PERORANGAN 9 20
PUSKESMAS 4 -
(-) Pengurangan FKTP
RS D PRATAMA 1 2 dari Desember 2016 sd Januari 2017 : 155 FKTP
Grand Total 111 155

DIVISI REGIONAL
NO ALASAN Grand Total
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13
1 BERUBAH MENJADI DPP - - - - 1 2 - - - - - - - 3
2 BERUBAH MENJADI DRG - - - - - 1 - - - - - - - 1
3 BERUBAH MENJADI KLINIK PRATAMA - 1 11 10 2 23 4 - - 1 - - 2 54
4 BERUBAH MENJADI RSUD - - - - - - - 1 - - - - - 1
5 BERUBAH MENJADI RUMAH SAKIT - - - 1 - - - - - - - - - 1
7 HABIS PKS DAN TIDAK DIPERPANJANG 13 - - - - 4 - - - - - - 2 19
8 MELANJUTKAN PENDIDIKAN SPESIALIS - - - - - - - - - 1 1 2 - 4
9 MENGUNDURKAN DIRI - 2 2 1 4 3 2 1 2 - - - - 17
10 MENINGGAL DUNIA - - - - - 1 - - - - - 1 - 2
11 PINDAH DOMISILI - - - - - - 1 - - - - 1 - 2
12 PINDAH TEMPAT PRAKTIK - - - 3 - - 1 - - - - - - 4
13 SURAT IJIN HABIS DAN TIDAK DIPERPANJANG - - - 2 - 5 - - - - - - - 7
14 TIDAK LULUS REKREDENSIALING 2 1 - - - - - - - 4 1 - - 8
15 TIDAK MEMPERPANJANG PKS - - - 1 3 2 1 1 2 2 17 3 - 32
TOTAL 15 4 13 18 10 41 9 3 4 8 19 7 4 155
DISTRIBUSI PESERTA DI FKTP

JUMLAH
NO JENIS FKTP
FKTP PESERTA TENAGA DR RASIO
1 DOKTER PRAKTIK PERORANGAN 4.578 9.882.158 5.187 1.905
2 KLINIK POLRI 568 1.198.404 641 1.870
3 KLINIK PRATAMA 3.880 18.444.409 9.146 2.017
4 KLINIK TNI 704 1.656.409 868 1.908
5 PUSKESMAS 9.813 130.444.508 18.169 7.180
6 RS D PRATAMA 15 19.292 46 419
TOTAL 19.558 161.645.180 34.057 4.746
7 PRAKTIK GIGI PERORANGAN 1.150 5.867.070 -
Grand Total 20.708 34.057
Sumber Data :
Aplikasi Referensi Online sd 31 Des 2016
Laporan Manual Tenaga Medis Divisi Regional 1. Rasio dokter:peserta = 1:5.000
Data Kapitasi Jan 2017
2. Rasio dokter:peserta di
Puskesmas > 1:5.000

Secara Nasional jumlah FKTP


Peraturan BPJS Kesehatan tentang
sudah mencukupi (rasio 1 : 4.746)
Pemerataan Peserta di Faskes
namun distribusi belum merata
9
Umum
Jawa Barat

dan Papua (36%).


Dokter adalah Prov.
Provinsi yang paling

Maluku (44%), diikuti


Puskesmas yang tidak

Prov. Papua Barat (38%),


terdapat tenaga Dokter

terdapat tenaga Dokter

banyak Puskesmas tanpa


di 27 Provinsi yang tidak
1. Terdapat 740 Puskesmas

2. Pada Provinsi Papua, 144


Umum, termasuk Provinsi

0
100
120
140
160

20
40
60
80

0.0%
5.0%
10.0%
15.0%
20.0%
25.0%
30.0%
35.0%
40.0%
45.0%

NANGGROE ACEH SUMATERA UTARA


SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT
SUMATERA BARAT
JAMBI
RIAU
JAMBI SUMATERA SELATAN
SUMATERA SELATAN BENGKULU
BENGKULU LAMPUNG
LAMPUNG
KEP. BANGKA BELITUNG
KEP. BANGKA
DKI JAKARTA JAWA BARAT
JAWA BARAT JAWA TENGAH
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
D I YOGYAKARTA
NUSA TENGGARA BARAT
JAWA TIMUR
BANTEN NUSA TENGGARA TIMUR
BALI KALIMANTAN BARAT
NUSA TENGGARA
KALIMANTAN TENGAH
NUSA TENGGARA
KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN TIMUR
KALIMANTAN SELATAN SULAWESI UTARA
KALIMANTAN TIMUR
SULAWESI TENGAH
SULAWESI UTARA
SULAWESI SELATAN
Persentase Puskesmas Tanpa Dokter

SULAWESI TENGAH
SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA
SULAWESI TENGGARA GORONTALO
GORONTALO
MALUKU
MALUKU
MALUKU UTARA MALUKU UTARA
PAPUA PAPUA
PAPUA BARAT PAPUA BARAT
SULAWESI BARAT
SULAWESI BARAT
KEPULAUAN RIAU
JUMLAH PUSKESMAS TIDAK TERDAPAT TENAGA DOKTER UMUM

KALIMANTAN UTARA KALIMANTAN UTARA


Rasio Dokter:Peserta terdaftar di FKTP
Per Provinsi

10,500

8,500
a

6,500

5.000
4,500

2,500

500

*Standar Rasio Dokter:Peserta


DPP Klinik Puskesmas 1:5.000

Belum meratanya distribusi Pemerataan Dukungan Pemerintah


peserta per jenis FKTP peserta di FKTP Daerah dan Asosiasi Faskes

11
KONSEP PEMERATAAN PESERTA DI FKTP
FASILITAS KESEHATAN :
1. Kriteria FKTP Sasaran Pemerataan Peserta :
a. Jumlah Peserta melebihi dari jumlah target pentahapan pemindahan Peserta
b. Rasio Dokter berbanding Peserta > 1 : 5.000
2. Kriteria FKTP Tujuan Pemerataan :
a. Jumlah Peserta dibawah target pentahapan pemindahan Peserta
b. Rasio Dokter berbanding Peserta < 1 : 5.000
c. Berada dekat dengan domilisi Peserta
3. Mempertimbangkan rekomendasi Dinas Kesehatan setelah berkoordinasi dengan Asosiasi Faskes
dan Organisasi Profesi
4. Pemerataan Peserta dilakukan secara bertahap

PESERTA :
1. Sosialisasi secara masif kepada Peserta sebelum pemindahan Peserta
2. Peserta setuju dipindahkan (mempertimbangkan pilihan Peserta)
3. Pemindahan Peserta pada FKTP tujuan yang dekat dengan domisili Peserta

12
PENTAHAPAN PEMERATAAN PESERTA DI FKTP
PENTAHAPAN PEMERATAAN PESERTA
Tahun 2017 :
Puskesmas : jumlah Peserta >30.000 dan rasio Peserta >1: 10.000
Klinik Pratama : jumlah Peserta > 15.000 dan rasio Peserta >1 : 5.000

Tahun 2018 :
Puskesmas : jumlah Peserta >20.000 dan rasio Peserta >1: 7.500
Klinik Pratama : jumlah Peserta > 15.000 dan rasio Peserta >1 : 5.000

Tahun 2019
Puskesmas : jumlah Peserta >15.000 dan rasio Peserta >1: 5.000
Klinik Pratama : jumlah Peserta > 15.000 dan rasio Peserta >1 : 5.000
UPAYA PENINGKATAN KERJASAMA
FASILITAS KESEHATAN
KUANTITAS

1. Mempublikasi kebutuhan fasilitas kesehatan melalui media informasi


2. Berkoordinasi dengan Asosiasi Faskes dan Dinas Kesehatan untuk pemenuhan
kebutuhan faskes
3. Transparansi dalam proses kerjasama melalui aplikasi yang bisa dipantau oleh
publik /Optimalisasi HFIS

KUALITAS

1. Berkoordinasi dengan Asosiasi Faskes dan Dinas Kesehatan dalam proses


kerjasama
2. Kredensialing untuk fasilitas kesehatan yang akan kerjasama
3. Rekredensialing untuk fasilitas kesehatan yang akan perpanjangan kerjasama
4. Melaksanakan Walk Through Audit (WTA)
Upaya Peningkatan Kerjasama
Fasilitas Kesehatan (Kualitas)
a
Komitmen kontrak kerja sama dengan Faskes
Sebelum penandatanganan PKS, dilakukan pembahasan klausul-klausul kontrak serta
penegasan komitmen Faskes terhadap isi kontrak, misalnya dalam hal tidak akan
menarik iur biaya
Melakukan re-assesment pemenuhan kredensialing Faskes secara rutin setiap 6 (enam)
bulan.

b
Pelaksanaan Walk Through Audit (WTA) kepada Peserta yang mendapatkan
layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan
Mendapatkan umpan balik layanan Faskes yang diterima oleh Peserta khususnya dari dimensi
kualitas
Kriteria yang dinilai adalah administrasi (waktu tunggu, alur pelayanan, iur biaya), pelayanan
(ketepatan jadwal, keramahan) dan sarana

15
WALK THROUGH AUDIT

Monitoring dan
Evaluasi berkala
Kualitas Layanan
Faskes
Menjadi WIG dan Lead
Measure eksekusi
Divre dan KC (4 DX)
Upaya Peningkatan Kerjasama
Fasilitas Kesehatan
c
Peningkatan akses layanan melalui penguatan rujukan berjenjang
Rujukan pelayanan kesehatan didasarkan kompetensi (ketersediaan layanan) yang
dimiliki Faskes
Tidak dibatasi oleh wilayah administratif
Mengembangkan aplikasi Aplicares (aplikasi pencarian Faskes) untuk memudahkan
peserta JKN dalam mencari faskes terdekat sesuai lokasi setempat, memberikan
informasi profil singkat tentang faskes dan memudahkan FKTP dalam merujuk pasien
sesuai kompetensi FKRTL
APLICARES

https://faskes.bpjs-kesehatan.go.id/aplicares/#/app/dashboard
17
APLICARES
TUJUAN
Memudahkan peserta JKN dalam mencari
faskes terdekat sesuai lokasi setempat
Memberikan informasi profiling singkat
tentang faskes
Memudahkan FKTP dalam merujuk
pasien sesuai kompetensi FKRTL
Memberikan informasi ketersediaan
ruang rawat inap kepada peserta secara
online, saat ini kurang dai 10 % sistem
Rumah Sakit terkoneksi secara online
ddengan Aplicares

https://faskes.bpjs-kesehatan.go.id/aplicares/#/app/dashboard
18
EVALUASI APLICARES
Pengentrian Titik Koordinat Pengentrian Jam Pelayanan

Entry Jam Pelayanan (Praktek)


Data Jam Pelayanan (Praktek) Sudah Di Entry Jam
Jumlah Data Jam Data Jam Pelayanan
No Divre %
FKTP Pelayanan Pelayanan Belum di
% % Entry
Sudah Di Perlu
Entry Konfirmasi
1 Divre I 1.658 610 36,79 41 6,72 1.048 63,21
2 Divre II 1.549 1.441 93,03 37 2,57 108 6,97
3 Divre III 1.130 974 86,19 4 0,41 156 13,81
4 Divre IV 1.629 1.040 63,84 58 5,58 589 36,16
5 Divre V 1.995 1.766 88,52 77 4,36 229 11,48
6 Divre VI 3.068 2.876 93,74 29 1,01 192 6,26
7 Divre VII 2.343 1.635 69,78 100 6,12 708 30,22
8 Divre VIII 1.321 1.259 95,31 - - 62 4,69
9 Divre IX 1.623 1.593 98,15 - - 30 1,85
10 Divre X 1.008 12 1,19 - - 996 98,81
11 Divre XI 1.447 1.155 79,82 105 9,09 292 20,18
12 Divre XII 721 - - - - 721 100,00
13 Divre XIII 1.185 599 50,55 24 4,01 586 49,45
Total 20.677 14.960 72,35 475 3,18 5.717 27,65
EVALUASI APLICARES
Pengentrian Data Sumber Daya Manusia
Entry Sumber Daya Manusia
Data Sumber Daya Manusia
Data SDM
Jumlah
No Divre Data SDM Data SDM Belum di %
FKTP
Sudah Di % Perlu % Entry
Entry Konfirmasi

1 Di vre I 1.658 548 33,05 1 0,18 1.110 66,95


2 Di vre II 1.549 1.187 76,63 294 24,77 362 23,37
3 Di vre III 1.130 872 77,17 154 17,66 258 22,83
4 Di vre IV 1.629 938 57,58 4 0,43 691 42,42
5 Di vre V 1.995 1.058 53,03 81 7,66 937 46,97
6 Di vre VI 3.068 2.286 74,51 190 8,31 782 25,49
7 Di vre VII 2.343 1.589 67,82 5 0,31 754 32,18
8 Di vre VIII 1.321 1.039 78,65 161 15,50 282 21,35
9 Di vre IX 1.623 1.441 88,79 214 14,85 182 11,21
10 Di vre X 1.008 71 7,04 4 5,63 937 92,96
11 Di vre XI 1.447 987 68,21 27 2,74 460 31,79
12 Di vre XII 721 - - - - 721 100,00
13 Di vre XIII 1.185 558 47,09 11 1,97 627 52,91
Total 20.677 12.574 60,81 1.146 9,11 8.103 39,19
TA R G E T F K T P 2 0 1 7

21,234 DPP + Klinik Pratama Praktik Gigi Perorangan


1,190
TARGET
Target FKTP 2017 Target FKTP 2017

Divisi Regional FKTP


Des 2016
Target
Penambahan
Target FKTP
2017
2 Divisi Regional FKTP
Des 2016
Target
Penambahan
Target FKTP
2017

0
Sd Des 2017 Sd Des 2017

01 1.653 149 1.802 01 15 1 16


02
03
1.477
1.089
148
98
1.625
1.187
1 02
03
74
47
3
2
77
49
04
05
1.598
1.939
112
175
1.710
2.114
7 04
05
27
57
1
2
28
59
06 2.761 276 3.037 06 331 10 341

07 2.127 213 2.340 07 209 7 216

08 1.223 110 1.333 08 92 3 95

09 1.523 152 1.675 09 95 3 98

10 962 77 1.039 10 45 2 47

11 1.334 120 1.454 11 120 4 124

12 710 43 753 12 15 1 16

13 1.162 93 1.255 13 23 1 24

Grand Total 19.558 1.766 21.324 Grand Total 1.150 40 1.190

Target FKTP 2017 : 22,514


Perubahan Status DPP menjadi Klinik Pratama (1)
Surat Edaran Diryan Nomor 42 Tahun 2016

Persyaratan yang harus dipenuhi Mekanisme Kerjasama

1. Lokasi tidak mengalami perubahan (lokasi di 1. Perubahan status disampaikan ke BPJS Kesehatan minimal 6
tempat yang sama dengan DPP atau dalam satu (enam) bulan sebelum PKS berakhir (masa sosialisasi ke
kelurahan/desa yang sama dengan DPP) Peserta)
2. Wajib memenuhi persyaratan mutlak. 2. Pengaktifan Klinik Pratama (KP) dilakukan setelah PKS sebagai
3. Jumlah tenaga Dokter Umum minimal 2 (dua) DPP berakhir (setelah DPP dinon-aktifkan)
orang (diluar Dokter Pengganti) dan/atau memilki 3. DPP mengadvokasi Dokter Gigi Praktik Perorangan untuk
minimal 2 (dua) ruang poliklinik yg praktik di jam bergabung di Klinik Pratama (satu atap / mitra pelayanan)
yg sama 4. Adanya MOU antara Klinik Pratama dengan Dokter Gigi Praktik
4. Mengelola prolanis dan Program Rujuk Balik (PRB) Perorangan mitra pelayanan KP, menjadi lampiran PKS Klinik
dengan baik Pratama dengan BPJS Kesehatan
5. Komitmen pelayanan sesuai standar (menjalankan 5. Data identitas Dokter Gigi Praktik Perorangan dan
KBK) tandatangan, tercantum pada lampiran PKS
6. Informasi tempat praktik Drg. Mitra pelayanan terpampang di
KP
Perubahan Status DPP menjadi Klinik Pratama (2)
Surat Edaran Diryan Nomor 42 Tahun 2016

DIUTAMAKAN
Advokasi kerjasama dgn DRG kerjasama BPJS Kes
DPP Dokter Gigi Perorangan
kerjasama BPJS Kes
1. Pengajuan min 6 bulan sebelum berubah status
2. Selama 6 bln, DPP WAJIB sosialisasi pd Peserta dan
memberitahu perihal perubahan dan memberikan pilihan
untuk tetap terdaftar ATAU pindah FKTP lain
3. Setelah 6 bln, peserta yg masih terdaftar dapat
dipindahkan keseluruhan/massal ke KP
4. Penonaktifan DPP setelah PKS selesai
5. Pengaktifan KP setelah DPP non aktif sebelum migrasi
peserta

KLINIK PRATAMA

KLINIK PRATAMA DENGAN dr KLINIK PRATAMA + dr GIGI


GIGI (satu atap) praktik (mitra)
(tidak satu atap)

MOU KP-DRG MOU KP-DRG


APLIKASI REF.FASKES ONLINE (REFSOL).. (1)

Validasi Data FKTP Tabel Refppk Online

1. Status Nonaktif FKTP


1. Sistem akan membaca sebagai status FKTP
AKTIF
2. Untuk FKTP akan masuk pada perhitungan
a. Melewati Tgl Habis PKS
Kapitasi
3. Aplikasi lain, masih akan tetap membaca
bahwa FKTP tersebut AKTIF
NON AKTIF
1. Proses masih manual (diajukan ke
Servicedesk) untuk di NONAKTIFKAN
b. Status Nonaktif 2. Tidak akan masuk ke dalam perhitungan
Kapitasi
3. Aplikasi lain tidak dapat membaca FKTP yang
telah di NONAKTIFKAN

Untuk penonaktifan FKTP diupayakan:


1. FKTP yang akan dinonaktifakan tidak ada klaim yang berjalan
2. Pilih FKTP pengganti SEMENTARA, sesuai dengan ketentuan
3. Koordinasi dengan Unit Kepesertaan untuk pemindahan Peserta
APLIKASI REF.FASKES ONLINE (REFSOL) .. (2)

2. Tanggal Masa Berlaku PKS


Untuk lebih diperhatikan FKTP yang akan habis dalam waktu 1 bulan kedepan, mengingat masih terdapat Kantor Cabang yang
meminta Kantor Pusat untuk perpanjangan PKS.

3. Alamat, Kecamatan/Kelurahan, No.TLP/HP


Lebih divalidasi kembali untuk Kecamatan/Kelurahan FKTP, mengingat data tersebut dibutuhkan saat proses redistribusi ataupun
mapping peserta PBI tambahan dimana peserta PBI tambahan akan didistribusikan sesuai dengan Kecamatan/Kelurahan peserta PBI.
Serta validasi penulisan alamat dan no.telp, mengingat data saat ini yang terekam hanya data formalitas untuk mendapatkan KODE
FKTP.

4. Kepemilikan
Untuk dimonitoring jenis kepemilikan FKTP, ada beberapa data yang terbalik antara kemepilikan TNI dengan Polri atau sebaliknya.

5. Jenis Faskes Laboratorium (L)


Digunakan untuk laboratorium yang menjalankan program PRB/Prolanis, pemeriksaan HBA1C, dan Papsmear

6. Janis Faskes IVA/Papsmear (Y3)


Digunakan untuk Faskes non kerjasama sebagai pemberi pelayanan medis dasar/penerima kapitasi, namun bekerjasama hanya untuk
pelayanan IVA

TAHUN 2017 MERUPAKAN TAHUN FASKES, AYO KITA BERSIHKAN DATA FKTP KITA............
INGAT..!!! DATA-DATA YANG BERADA PADA APLIKASI REFPPK ONLINE, MERUPAKAN DATA UTAMA YANG
DIGUNAKAN OLEH APLIKASI BPJS LAINNYA SEHINGGA HARUS TERJAMIN KUALITAS DATANYA!
A P L I K A S I H . F. I . S

Rekap Progress Pendaftaran FKTP pada Aplikasi Health Information System (H.F.I.S)
DIVISI REGIONAL Grand
NO PROGRES KERJASAMA
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 Total
1 PENDAFTARAN 13 26 8 23 37 136 50 129 32 15 20 7 6 502
2 SELFASSESMENT 5 7 9 - 3 23 20 4 6 5 2 2 4 90
3 SELFASSESMENT (APPROVAL KANIT) 1 2 7 5 1 10 13 5 2 4 - 1 2 53
4 KREDENSIALING 6 17 4 5 3 23 17 14 7 1 4 5 4 110
5 KREDENSIALING (APPROVAL KANIT) 2 5 9 1 3 16 18 3 1 4 2 - - 64
6 KONTRAK 104 110 89 174 144 136 94 96 64 31 94 14 54 1.204
7 BELUM DITERIMA 26 33 18 10 45 61 36 17 16 2 18 3 8 293
Grand Total 157 200 144 218 236 405 248 268 128 62 140 32 78 2.316

Dari 126 Kantor Cabang, hanya 3 Kantor Cabang yang belum mengimplementasikan aplikasi H.F.I.S yaitu:
a. Divisi Regional IV, Kantor Cabang Cibinong
b. Divisi Regional IV, Kantor Cabang Cikarang
c. Divisi Regional XII, Kantor Cabang Wamena

Luaran Data H.F.I.S sd 31 Januari 2017


Apakah semua
proses seleksi dan
IMPLEMENTASI HFIS kredensialing
Apakah HFIS sudah sudah melalui
tersosialisasi HFIS?
dengan baik ke
seluruh
stakeholder?

Apakah Proses
Apa kendala yang
HFIS sudah
dihadapi ?
realtime ?
A P L I K A S I H . F. I . S

Faktor yang mempengaruhi perbedaan data antara Aplikasi HFIS dengan Aplikasi
Referensi Faskes Online:
1. Aplikasi HFIS belum terintegrasi dengan Aplikasi Ref.Faskes Online User
Requirement ke IT
2. Hampir seluruh KC sudah implementasi aplikasi HFIS (98%), namun masih terdapat
kendala pada saat optimalisasi yaitu :
Terdapat problem pada sistem HFIS saat pendaftaran email FKTP baru (proses
perbaikan)
Terdapat Kantor Cabang yang tidak menyelesaikan tahapan/workflow aplikasi
HFIS, namun langsung mendaftarkan FKTP baru pada Aplikasi Referensi Online
untuk mendapatkan kode FKTP.
Paham-Komitmen-Kontrak-Jaga

PaK KoJa
Memastikan pemahaman Calon Faskes terhadap
benefit JKN, konten kerjasama dan komitmen
pelayanan dengan memberikan modul / panduan
29
AGENDA

A. PENAMBAHAN FKTP KERJASAMA

B. KBK TAHUN 2017

C. PENETAPAN FASKES TERPENCIL & SANGAT TERPENCIL

D. PEER REVIEW KASUS NON SPESIALISTIK

30
Pelaksanaan KBK Tahun 2016
Mapping Kondisi Kesepakatan
Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan
Faskes
Sosialisasi kepada 1.Ketersediaan Jumlah 1.Bridging Pcare-Sikda Kesepakatan dilakukan
stakeholder terkait secara SDM 2.Penyiapan aplikasi antara BPJS Kesehatan
Nasional & di daerah 2.Kelengkapan sarana 3.Sosialisasi dan Asosiasi Faskes dan
untuk penyamaan prasarana pemanfaatan aplikasi Dinas Kesehatan
persepsi, dan 3. Peer review kasus non Provinsi
terbentuknya komitmen spesialistik
bersama dalam
pelaksanaan KBK

Hasil Pelaksanaan:

Target pelaksanaan 34 PROPINSI Sepakat melaksanakan KBK 33 PROPINSI di


( 1065 PKM) 995PKM (93.4%)

* Kecuali Propinsi Jawa Timur

31
HASIL PENCAPAIAN KOMITMEN PELAYANAN NASIONAL TAHUN 2016

Angka Kontak Rasio Prolanis Rutin Berkunjung


90
250
65.17 67.12
57.80 59.17 59.44
54.86
150 50
49.65 44.32 41.22
122.27 125.64 123.26 123.31 131.07 41.86
104.64 111.77 95.66 106.47 118.88 34.54 33.95
94.15 83.02

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sept Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sept Okt Nov Des

Capaian Zona Aman Zona Prestasi Capaian Zona Aman Zona Prestasi

Angka kontak meningkat walaupun belum mencapai zona aman Capaian meningkat dan telah mencapai zona aman

Rasio Rujukan Non Spesialistik Indikator Rasio Kunjungan Rumah


Belum semua Puskesmas melaksanakan.
5
4.26
Kendala:
1.57 1.79
Keterbatasan tenaga untuk kunjungan rumah
2.01 1.30
0.88 1.16 1.14
0.84
0.47 1
0.68 0.32
Harapan:
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sept Okt Nov Des Perlu diseminasi Juknis Kunjungan Rumah oleh Dinas
Capaian Zona Aman Zona Prestasi Kesehatan
Rasio rujukan menurun dan telah mencapai zona prestasi 32
HASIL PENCAPAIAN KOMITMEN PELAYANAN PER
PROPINSI TAHUN 2016
Rata-Rata Capaian komitmen Pelayanan
No Nama Kota Rasio Rujukan Non Rasio Prolanis rutin
Angka Kontak
Spesialistik Berkunjung
1 KOTA BANDA ACEH 127.16 < zona aman 0.41 Zona Prestasi 69.78 Zona aman 1. Angka Kontak:
2 KOTA MEDAN 138.61 < zona aman 0.83 Zona Prestasi 93.17 Zona Prestasi
3 KOTA JAMBI 158.04 Zona aman 2.59 Zona aman 75.23 Zona aman 24% Propinsi ada di Zona
4
5
KOTA TANJUNG PINANG
KOTA PEKAN BARU
165.75
180.07
Zona aman
Zona aman
1.18
0.72
Zona aman
Zona Prestasi
45.07
79.55
< zona aman
Zona aman
Aman
6 KOTA PADANG 175.91 Zona aman 0.32 Zona Prestasi 61.94 Zona aman
7 KOTA BENGKULU 142.87 < zona aman 0.03 Zona Prestasi 85.11 Zona aman
8 KOTA PANGKAL PINANG 104.10 < zona aman 0.52 Zona Prestasi 86.77 Zona aman 2. Rasio RNS:
9 KOTA PALEMBANG 110.70 < zona aman 0.00 Zona Prestasi 72.75 Zona aman
10 DKI JAKARTA 128.53 < zona aman 0.60 Zona Prestasi 47.27 < zona aman 100% Propinsi ada di Zona
11
12
KOTA BANDUNG
KOTA SEMARANG
69.08
84.50
< zona aman
< zona aman
1.07
0.40
Zona aman
Zona Prestasi
58.98
50.17
Zona aman
Zona aman Aman dan Prestasi
13 KOTA YOGYAKARTA 107.90 < zona aman 0.44 Zona Prestasi 75.03 Zona aman
14 KOTA BANJARMASIN 100.18 < zona aman 1.19 Zona aman 62.27 Zona aman
15 KOTA PALANGKA RAYA 66.67 < zona aman 0.23 Zona Prestasi 69.68 Zona aman 3. Rasio Prolanis Rutin:
16 KOTA SAMARINDA 87.17 < zona aman 4.17 Zona aman 36.10 < zona aman
17 KAB. BULUNGAN 92.14 < zona aman 0.00 Zona Prestasi 61.54 Zona aman 85% ada di Zona Aman dan
18
19
KOTA DENPASAR
KOTA AMBON
157.73
69.39
Zona aman
< zona aman
0.11
1.00
Zona Prestasi
Zona aman
91.09
28.06
Zona Prestasi
< zona aman Prestasi
20 KAB. MAMUJU 161.28 Zona aman 2.45 Zona aman 70.27 Zona aman
21 KOTA MAKASSAR 172.09 Zona aman 0.34 Zona Prestasi 79.60 Zona aman
22 KOTA KENDARI 209.09 Zona aman 0.40 Zona Prestasi 84.27 Zona aman
23
24
KOTA GORONTALO
KOTA TERNATE
119.10
105.90
< zona aman
< zona aman
0.82
0.00
Zona Prestasi
Zona Prestasi
77.92
24.40
Zona aman
< zona aman
Angka Kontak belum tercapai
25
26
KOTA PALU
KOTA MANADO
106.08
127.43
< zona aman
< zona aman
1.58
0.08
Zona aman
Zona Prestasi
55.65
72.19
Zona aman
Zona aman
karena:
27 KOTA MATARAM 148.48 < zona aman 0.11 Zona Prestasi 82.62 Zona aman 1. Input data PCare belum
28 KOTA KUPANG 110.60 < zona aman 0.60 Zona Prestasi 76.66 Zona aman
29 KOTA JAYAPURA 59.86 < zona aman 0.00 Zona Prestasi 84.00 Zona aman maksimal
30
31
KOTA SORONG
KOTA SERANG
100.33
77.25
< zona aman
< zona aman
0.00
1.49
Zona Prestasi
Zona aman
72.83
72.63
Zona aman
Zona aman 2. Promotif dan preventif belum
32
33
KOTA PONTIANAK
KOTA BANDAR LAMPUNG
132.02
121.67
< zona aman
< zona aman
0.00
0.57
Zona Prestasi
Zona Prestasi
92.45
75.33
Zona Prestasi
Zona aman
optimal
33
Capaian Nasional indikator KBK di FKTP Swasta
per bulan Desember 2016

STANDAR INDIKATOR KBK CAPAIAN INDIKATOR


NO INDIKATOR
AMAN PRESTASI Praktik Dokter Klinik Pratama
1 Angka Kontak > 150 > 250 103.60 127.11
2 Rasio Rujukan Non Spesialistik < 5% < 1% 1.15% 2.44%
3 Rasio Prolanis Rutin Berkunjung > 50% > 90% 16.87% 13.80%
1. Angka Kontak
Secara rata-rata nasional masih dibawah standar 150, namun apabila dilihat data secara mendalam banyak yang sudah
mencapai angka kontak diatas 150.
Angka kontak yang belum tercapai disebabkan antara lain :
a. Belum semua dokter praktik dan Klinik Pratama yang secara disiplin melakukan input data pelayanan yang sudah diberikan.
b. Angka kontak yang terjadi merupakan kuratif dan rehabilitastif, FKTP belum optimal melakukan kegiatan promotif dan
preventif
2. Rujukan non spesialistik
Pencapaian indikator rujukan non spesialistik sudah melebihi standar indikator yaitu dibawah 5%.
3. Rasio prolanis berkunjung
Angka capaian indikator masih rendah, hal ini disebabkan karena belum semua Dokter Praktik dan Klinik Pratama memiliki Klub
Prolanis dan kegiatan klub yang belum berjalan optimal
34
Sampling Capaian Indikator Angka Kontak
Di FKTP Swasta
Klinik Pratama Praktik Dokter
Capaian Jumlah Jumlah Angka Kontak Jumlah Jumlah Angka Kontak
Nama Dati II Nama Dati II
Peserta Kontak () Peserta Kontak ()
Klinik Cempaka Lima Kota Banda dr. H. Iman Kab.
21,876 536 24.5 4,424 129 29.2
< 50 BNA Aceh Firmansyah Tasikmalaya
Klinik As Shafa Kab Sidoarjo 14,847 279 18.8 dr. Billy Mamanua Kota Manado 4,233 176 41.6
BPU Pejuangan Kebon
Jakarta Barat 13,405 756 56.4 dr. Sabelle NR. PHK Kota Makassar 4,444 289 65.0
Jeruk
50 - 100
BP Medan Medical dr. Anisa
Kota Medan 37,376 3,075 82.3 Kab. Klaten 4,817 470 97.6
Center Rachmawati
dr. Dwi Utari
Klinik Bina Medika Kab Karawang 13,718 1,737 126.6 Kota Tarakan 5,263 676 128.4
Prihastuty
100 - 150
BP Tunas Muda Medika Kota Dumai 13,352 2,003 150.0 dr. Weni Herlina Kab. Kebumen 5,196 750 144.3
Klinik Fitria Kota Padang 17,770 2,832 159.4 dr. Esti Kurniasih Kab. Sleman 4,372 668 152.8
> 150 - 250 Kota dr. Wahyu
Klinik Sehat Sejahtera 12,120 2,887 238.2 Kab. Kudus 3,181 765 240.5
Jogjakarta Agustriani
Kab
Klinik IMI 20,528 5,193 253.0 dr. Isna Noor Khilda Kab. Kudus 3,764 958 254.5
Tangerang
> 250
Kab
Klinik Griya Husada 2 12,473 3,466 277.9 dr. Andi Poernomo Kab. Mojokerto 3,448 973 282.2
Karanganyar

Capaian angka kontak rendah karena input data PCare belum maksimal
Angka Kontak dominan adalah Kontak Sakit promotif dan preventif?? 35
Kabupaten/Kota yang sepakat
melaksanan KBK Tahun 2017
KAB/KOTA YANG
KAB/KOTA YANG
No PROVINSI JMLH KAB/KOTA SEPAKAT (SUDAH TOTAL FKTP
BELUM SEPAKAT
TTD PKS)
1 NAD 23 13 10 311
2 SUMATERA UTARA 33 29 4 929
3
4
JAMBI
RIAU
11
12
11
12
-
-
321
499
1. 428 Kab/Kota Sepakat
5
6
SUMATERA BARAT
KEP RIAU
19
7
17
5
2
2
304
17
melaksanakan KBK (83.26%
7 KEP. BANGKA BELITUNG 7 7 - 113 dari total Kab/Kota)
8 BENGKULU 10 10 - 240
9 SUMATERA SELATAN 17 17 - 640 2. 13.135 FKTP sepakat
10 DKI JAKARTA 6 6 - 500
11 JAWA BARAT 27 27 - 2,069 melaksanakan KBK, yang terdiri
dari:
12 JAWA TENGAH 35 35 - 2,427
13 D I YOGYAKARTA 5 5 - 307
14
15
JAWA TIMUR
KALIMANTAN TENGAH
38
14
33
14 -
5 294
185 a. 6.866 Puskesmas
16
17
KALIMANTAN TIMUR
KALIMANTAN UTARA
10
5
9
5 -
1 145
24
b. 3.107 DPP
18
19
KALIMANTAN SELATAN
MALUKU
13
11
13
11
-
-
174
246
c. 3.153 Klinik Pratama
20
21
SULAWESI BARAT
SULAWESI TENGGARA
6
17
6
17
-
-
134
353
d. 9 RS D Pratama
22 SULAWESI SELATAN 24 24 - 788
23 GORONTALO 6 6 - 148
24 MALUKU UTARA 10 10 - 182
25 SULAWESI TENGAH 13 13 - 264
26 SULAWESI UTARA 15 15 - 356
27 NUSA TENGGARA BARAT 10 2 8 93
28 NUSA TENGGARA TIMUR 22 1 21 45
29 BALI 9 1 8 97
30 PAPUA 29 13 16 39
31 PAPUA BARAT 13 11 2 33
32 KALIMANTAN BARAT 14 11 3 255
33 LAMPUNG 15 11 4 336
34 BANTEN 8 8 - 267 Data per 31 Januari 2017
TOTAL 514 428 86 13,135
Pengembangan KBK Tahun 2017 (1)
Berdasarkan hasil pembahasan & kesepakatan dengan Kementerian Kesehatan, KBK Tahun 2017
adalah sebagai berikut:
1. Pelaksanaan KBK diperluas sesuai tahapan, yaitu Puskesmas selain wilayah Ibukota Provinsi, FKTP Swasta (DPP, Klinik
Pratama dan RS D Pratama), KECUALI
a. FKTP di wilayah terpencil dan sangat terpencil
b. FKTP di wilayah sulit mendapatkan akses jaringan komunikasi data, akan tetapi tidak termasuk daerah terpencil dan
sangat terpencil
2. Indikator dan target pemenuhan indikator:
Target Indikator
No Indikator
Zona Aman
1 Angka Kontak > 150
2 Rasio Rujukan Non Spesialistik < 5%
3 Rasio Prolanis Rutin Berkunjung ke FKTP > 50%
3. Perhitungan pencapaian indikator berdasarkan rata-rata capaian bulan 1 sd bulan 3
4. Penyesuaian kapitasi berdasarkan pencapaian target indikator, yaitu:
Jumlah Indikator
%
No Zona Tidak Zona
Penyesuaian
Aman Aman
1 3 - 90%
2 2 1 92,5%
3 1 2 95%
4 - 3 100%
Pengembangan KBK Tahun 2017 (2)
5. Pelaksanaan KBK di FKTP Swasta:
a. Kriteria DPP dan Klinik Pratama yang melaksanakan KBK:
1) Bekerjasama dengan BPJS Kesehatan minimal 1 tahun; atau
2) Minimal Peserta terdaftar pada Praktik Dokter = 2.500 Peserta
3) Minimal Peserta terdaftar pada Klinik Pratama = 5.000 Peserta

b. Pelaksanaan KBK di DPP


Dokter Praktik Perorangan menjalankan kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan tanpa
penyesuaian kapitasi. Namun dari hasil penilaian komitmen pelayanan, dilakukan umpan balik
setiap bulan serta menjadi faktor penilai dalam proses rekredensialing dan perpanjangan kontrak.

c. Pelaksanaan KBK di Klinik Pratama


1) Bagi daerah yang telah sepakat antara Asosiasi Fasilitas Kesehatan dengan BPJS Kesehatan,
pelaksanaan pembayaran kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan dilakukan sesuai
ketentuan; atau
2) Bagi daerah yang belum siap, dilakukan penilaian setiap bulan dan dievaluasi namun tidak
dilakukan penyesuaian kapitasi.
Poin Penting!
1. KBK Tahun 2017 mengacu pada Peraturan Bersama Sekretaris Jenderal Kemenkes dan
Direktur Utama BPJS kesehatan Nomor HK.02.05/III/SK/089/2016 dan Nomor 3 Tahun 2016
tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembayaran KBK Pada FKTP sampai dengan adanya
ketentuan baru

2. Keterlibatan Dinas Kesehatan, Tim KMKB, dan Asosiasi Faskes sebagai Tim Penilai dan Tim
Monev

3. Sosialisasi teknis pelaksanaan KBK kepada FKTP dan stakeholder terkait, khususnya:
a. Informasi data peserta terdaftar (cara mengakses)
b. Mekanisme penilaian
c. Kesepakatan peer review kasus non spesialistik per FKTP
d. Pemanfaatan aplikasi Pcare

4. Mapping fasilitas kesehatan kawasan terpencil dan sangat terpencil yang mengacu pada
ketentuan yang berlaku berdasarkan Permenkes Nomor 90 Tahun 2015

5. Menyediakan data Peserta terdaftar di FKTP (melalui aplikasi dan soft data)

6. Penilaian menggunakan data luaran aplikasi


AGENDA

A. PENAMBAHAN FKTP KERJASAMA

B. KBK TAHUN 2017

C. PENETAPAN FASKES TERPENCIL & SANGAT TERPENCIL

D. PEER REVIEW KASUS NON SPESIALISTIK

40
Faskes Kawasan Terpencil & Sangat Terpencil

Bagi Faskes Kawasan terpencil dan sangat terpencil:


Peluang tambahan/excuse
1. Kapitasi khusus bagi Faskes
2. Kompensasi
3. Pengecualian KBK

Pastikan faskes tersebut benar Faskes


Potensi Biaya Pada BPJS Kesehatan Kawasan terpencil dan sangat terpencil

Apakah seluruh faskes yang ada di


daerah terpencil atau sangat terpencil
adalah faskes terpencil dan sangat
terpencil??

41
Penetapan Faskes Terpencil & Sangat Terpencil
Permenkes No 90 Tahun 2015
1. Penetapan faskes kawasan terpencil dan sangat Mekanisme penetapan faskes terpencil
terpencil dilakukan oleh Bupati/Walikota Inisiator

berdasarkan penilaian Tim Penilai. Dinkes Kab/Kota koordinasi Dinkes Provinsi


usul
2. Kriteria penetapan fasilitas kesehatan kawasan
terpencil dan sangat terpencil mengacu pada Bupati/Walikota Membentuk
pasal 8 Menilai
max 7 hari
Max 7 hari
max 14 hari
Tim Penilai:
Evaluasi penetapan dilakukan secara berkala paling lama 3 Penetapan faskes a. Dinkes Prov
tahun terpencil dan sangat b. Dinkes Kab/Kota
Evaluasi dilakukan terhadap status faskes, aspek pelayanan & terpencil c. Dinas pengembangan desa
status kawasan

Mekanisme persetujuan penetapan faskes kawasan


terpencil & sangat terpencil Dinkes Kab/Kota KC BPJS Kes

Penyesuaian PKS KC BPJS Kes telaah


telaah
Grup MPKP Divre BPJS Kes
Kapitasi khusus Divre BPJS Kes Persetujuan telaah
Pengecualian KBK
Direktur Pelayanan
42
Poin Penting !
1. Pembayaran kapitasi khusus berlaku sejak dituangkan dan disepakati dalam PKS antara BPJS Kesehatan
dengan FKTP atau Dinas Kesehatan bagi Puskesmas Non BLUD
2. FKTP dengan kapitasi khusus bertanggungjawab memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh Peserta
terdaftar termasuk mengirimkan tenaga kesehatan secara berkala kepada daerah dimana Peserta sulit
mengakses FKTP tersebut.
3. Kantor Cabang wajib:
a. Verifikasi pengajuan SK Penetapan Fasilitas Kesehatan Kawasan Daerah Terpencil kesesuaian dengan
kriteria yang ditetapkan;
b. Update profil ketersediaan tenaga kesehatan di FKTP ada/ tidak ada dokter;
c. Jika SK masih mengacu pada Permenkes Nomor 6 Tahun 2013, Kantor Cabang wajib memastikan:
1) Masa berlaku SK (maksimal 3 tahun sejak ditetapkan);
2) tanggal penetapan SK bila penetapan > tanggal 8 Januari 2016, maka penetapan wajib
diperbaharui sesuai Permenkes Nomor 90 Tahun 2015
3) telah diverifikasi oleh Gubernur*
*sesuai dengan Permenkes Nomor 6 Tahun 2013 pasal 8 ayat (3), yaitu Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat
yang ada di provinsi harus melakukan verifikasi terhadap penetapan fasilitas pelayanan kesehatan yang dilakukan
oleh Bupati atau Walikota;
4. Petakan Klinik milik TNI dan Polri yang berada pada kawasan terpencil dan sangat terpencil untuk
dikoordinasikan penetapannya oleh Bupati/Walikota
AGENDA

A. PENAMBAHAN FKTP KERJASAMA

B. KBK TAHUN 2017

C. PENETAPAN FASKES TERPENCIL & SANGAT TERPENCIL

D. PEER REVIEW KASUS NON SPESIALISTIK

44
DASAR HUKUM

Pasal 22 Perpres No 12 Tahun 2013

Pasal 22 Perpres No 19 Tahun 2016

Pasal 16 dan Pasal 17 Permenkes No 71 Tahun 2013

Pasal 16 Permenkes No 99 Tahun 2015

Kepmenkes No HK.02.02/MENKES/514/2015 (Pengganti PMK No 5 Tahun 2014)

Perkonsil Kedokteran Indonesia No 11 Tahun 2012


OPTIMALISASI KEGIATAN PEER REVIEW
Tahun 2016
Tahun 2017
Kesepakatan Per
Kesepakatan Per FKTP
Kabupaten/Kota
JUKNIS PEER REVIEW KASUS NON SPESIALISTIK

Latar belakang Tujuan


1. Optimalisasi Fungsi Gate Keeper
Rujukan tertinggi Tahun 2. Pemetaan Kemampuan FKTP (Penanganan Diagnosa Non Spesialistik)
2016: 3. Monitoring & Evaluasi Kemampuan FKTP (Penanganan Diagnosa Non
104.983 Kasus NIDDM Spesialistik
Without Complication
175.678 Kasus Essential
(Primary) Hypertension

Tahapan Pelaksanaan
Termasuk 144
Diagnosa wajib
tuntas di FKTP

KENAPA DIRUJUK ?
PERLU DIRUJUK ?
TAHAP PERSIAPAN

1. Pembentukan tim pelaksana peer review di 2. Pengumpulan Data


setiap Kabupaten/Kota di wilayah KC oleh 1. Self Assesment
Kepala Cabang, dengan anggota: 2. Data pembanding self assesment
a. Dinas Kesehatan
1) Kepala Dinas Kesehatan
2) Kepala Bidang terkait di Dinas Kesehatan
b. IDI Wilayah/Cabang 3. Sosialisasi dengan tim pelaksana peer review
Ketua IDI dan/atau anggota pengurus IDI untuk penyamaan persepsi.
c. TKMKB Propinsi/Cabang
Ketua TKMKB dan/atau Anggota TKMKB
d. Kantor Divisi Regional 4. Penyusunan jadwal pelaksanaan kegiatan
1) Kepala Divisi Regional, dan/atau K setelah berkoordinasi dengan stakeholder
2) Kepala Departemen MPK Divisi Regional
e. Kantor Cabang
1) Kepala Kantor Cabang
2) Kepala Unit MPKP
5. Persiapan kegiatan peer review dalam bentuk
f. Dan lain-lain menyesuaikan dengan Focus Group Discussion (FGD)
kebutuhan.
Honorarium Tim Pelaksana sesuai ketentuan
yang berlaku.
Pengumpulan Data

DATA SELF ASSESMENT DATA PEMBANDING SELF ASSESMENT


KC mengumpulkan data kemampuan FKTP penanganan Data pembanding hasil self assessment menggunakan
tuntas diagnosa non spesialistik melalui Self Assesment , sumber data sebagai berikut:
dengan mekanisme:
1. Data hasil peer review tahun sebelumnya.
1. KC mengirimkan format self assesment kepada FKTP
melalui email (softcopy) 2. Pengumpulan data hasil peer review yang telah
dilaksanakan tahun sebelumnya (bagi FKTP yang
2. FKTP melakukan self assesment penanganan tuntas
diagnosa non spesialistik. telah melaksanakan peer review)

3. Untuk diagnosa yang tidak dapat tuntas wajib 3. Data utilisasi diagnosa non spesialistik yang
disertakan alasan (karena kompetensi/ bersumber dari Aplikasi Bisnis Intelligence (BI)
ketidaktersediaan sarana prasarana/alat penunjang)
4. Data diagnosa untuk Kasus Rujukan Non
4. FKTP mengirimkan kembali formulir self assesment Spesialistik
kembali dikirimkan melalui email dan hardcopy yang
sudah ditandatangani oleh FKTP. 5. Data diagnosa untuk Kasus Kunjungan Non
Spesialistik
5. KC melakukan rekapitulasi data hasil self assesment
per FKTP per Kabupaten/Kota di wilayah kerjanya. 6. Data TACC (Time Age Complication Comorbidity)
6. KC melakukan pemetaan data hasil self assesment per 7. Data diagnosa terbanyak yang dirujuk dari FKTP ke
FKTP atau perjenis FKTP per Kabupaten/Kota di FKRTL pada tahun sebelumnya
wilayah kerjanya.
TAHAP PELAKSANAAN

Peserta
Waktu & Frekuensi
Kegiatan FGD peer review dilaksanakan 1. Dokter umum yang memberikan pelayanan di FKTP
paling sedikit 2 (dua) kali dalam setahun. (Puskesmas, Dokter Praktik Perorangan, Klinik Pratama, dan
Rumah Sakit D Pratama)
2. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota beserta Kepala
Bidang terkait
Anggaran 3. Perwakilan Organisasi Profesi (IDI Wilayah/IDI Cabang)
Pelaksanaan kegiatan ini dibebankan pada 4. Ketua dan Anggota Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya
Mata Anggaran Peer Review Kasus Non
Tingkat Provinsi/Tingkat Cabang
Spesialistik Kode Program 206.1.007.2
5. Kepala Divisi Regional BPJS Kesehatan beserta Kepala
Departemen Manajemen Pelayanan Kesehatan dan staf
6. Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan beserta Kepala Unit
Kesepakatan Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer dan staf
Hasil kesepakatan (jumlah & nama diagnosa
non spesialistik yang mampu diselesaikan 7. Kepala Kantor Layanan Operasional Kabupaten/Kota
per FKTP dituangkan dalam Berita Acara 8. Dan stakeholder lainnya sesuai kebutuhan, antara lain: Kepala
Kesepakatan Peer Review yang Pusat Kedokteran Kesehatan (Puskes) TNI beserta staf, dan
ditandatangani oleh seluruh pihak yang ikut atau Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Bidokkes) Polri
dalan kegiatan FGD. beserta staf
Teknis Pelaksanaan

1. Kegiatan dilaksanakan pada setiap Kabupaten/Kota di wilayah kerja KC dalam bentuk FGD untuk
memetakan kemampuan setiap FKTP dalam menangani secara tuntas 144 diagnosa non spesialistik.
2. FGD dapat dilaksanakan dengan membagi FKTP menjadi beberapa kelompok dengan mempertimbangkan
efektifitas diskusi, seperti:
a. Kelompok Puskesmas
b. Kelompok DPP
c. Kelompok Klinik Pratama dan RS D Pratama
3. Diskusi pada setiap kelompok dipandu oleh perwakilan IDI Wilayah/IDI Cabang, dengan melibatkan Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota dan TKMKB
4. Setiap kelompok membahas diagnosa non spesialistik yang tidak mampu di tuntaskan di FKTP dari
perspektif:
a. kompetensi dokter
b. Kelengkapan/ketersediaan sarana dan pra sarana masing-masing FKTP, dan
c. permasalahan yang dihadapi dalam menangani kasus tersebut.
5. Menentukan dan menyepakati jumlah dan nama diagnosa non spesialistik yang mampu dan tidak mampu
diselesaikan secara tuntas pada setiap FKTP
6. Merekap hasil pemetaan jumlah dan diagnosa non spesialistik pada setiap FKTP di wilayah Kabupaten/Kota.
TAHAP MONEV
Waktu & Frekuensi Jenis Monitoring dan Evaluasi
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Monev terdiri dari
dilaksanakan secara berkala setiap 3 (tiga)
bulan
1. Monev Sarana dan Prasarana di FKTP
2. Monev Kompetensi FKTP

TAHAP PELAPORAN
Kegiatan pelaporan dilakukan melalui 2 (dua) tahap, antara lain:
1. Setelah ditandatangani kesepakatan jumlah dan nama diagnosa yang
mampu diselesaikan di FKTP, kantor cabang melakukan pelaporan ke
Divisi Regional.

2. Divisi Regional melakukan rekapitulasi laporan peer review dan


mengirimkan ke Grup Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer Kantor
Pusat
TAHAP MONEV
Monev Kompetensi FKTP
1. Memilih diagnosa non spesialistik pada aplikasi PCare berdasarkan kesepakatan FGD peer review.
2. Monitoring rujukan non spesialistik berdasarkan data PCare setiap bulan melalui aplikasi Bussiness Inteligence (BI).
3. Mengevaluasi kesesuaian diagnosa non spesialistik hasil FGD peer review dengan diagnosa rujukan PCare.
4. Mengevaluasi data kunjungan non spesialistik (KNS) dan membandingkan dengan data rujukan non spesialistik
(RNS).
5. Melakukan evaluasi data TACC (time, age, comorbidity, complication) berupa jumlah dan alasan TACC.
6. Melakukan feedback hasil monitoring dan evaluasi kepada FKTP dengan tembusan tim pelaksana peer review dan
stakeholder terkait lainnya.
7. Mengevaluasi daftar diagnosa sesuai hasil peer review, dan melakukan intervensi apabila berkenaan dengan hal-hal
yang menjadi kewenangan BPJS Keseehatan (misalnya memastikan ketersediaan obat rujuk balik pada FKTP)
8. Setelah 6 (enam) bulan pelaksanaan FGD peer review, dilaksanakan self assessment ulang untuk mengetahui
perkembangan kemampuan FKTP dalam menuntaskan diagnosa non spesialistik.
9. Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, dan Asosiasi Faskes terkait kewenangannya dalam meningkatkan
kompetensi dan memastikan penyediaan sarana serta prasarana FKTP.

Monev Sarana Prasarana FKTP


1. Melakukan supervisi ke FKTP
2. Melakukan cross check penambahan sarana prasarana yang belum terpenuhi pada saat peer review
3. Melakukan umpan balik ke Dinas Kesehatan terkait perkembangan pemenuhan sarana dan prasarana di
FKTP.
HARAPAN

Harapan dengan dilaksanakannya kegiatan peer review ini:

Menjadi sarana komunikasi antara FKTP dan stakeholder terkait dalam memperoleh gambaran
kemampuan atau kompetensi yang dimiliki FKTP dalam melaksanakan panduan praktik klinis yang
telah ditetapkan oleh Pemerintah (Kementerian Kesehatan).

Sebagai monitoring dan evaluasi kegiatan peer review yang rutin dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan,
diharapkan kemampuan FKTP dalam menangani 144 diagnosa dapat terus meningkat.

Adanya feedback rutin dari kantor cabang kepada stakeholder terkait diharapkan dapat mendorong
peningkatan kompetensi dokter di FKTP yang didukung dengan perbaikan sarana dan prasarana
penunjang pelayanan kesehatan.
Terima Kasih

Kartu Indonesia Sehat


Dengan Gotong Royong, Semua Tertolong

Fanpage:
www.bpjs-kesehatan.go.id @BPJSKesehatanRI BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan @bpjskesehatan_ri bpjskesehatan