Anda di halaman 1dari 22

ESOFAGOGRAM

Barium Swallow
Definisi
Esofagografi merupakan pemeriksaan esofagus
dengan memasukkan bahan kontras.
Umumnya dilakukan dengan bahan kontras
tunggal (+) tetapi dapat dilakukan juga dengan
kontras ganda
Esofagografi ialah pemeriksaan sinar-X yang
digunakan untuk menentukan anatomi dari
traktus digestif bagian atas
Pemeriksaan ini meliputi pengisian dari
esofagus dengan cairan putih (barium).
Tujuan Esofagografi

Untuk menilai kelainan yang terdapat pada


esofagus.
Indikasi
Esofagografi (barium swallow) dilakukan
untuk memeriksa pasien yang secara klinis
diduga mengalami kelainan esofagus baik
karena infeksi, kongenital, trauma, neoplasia,
maupun metabolik.
Atresia Esofagus
Biasanya diketahui pada
waktu pemberian
minuman pertama kali
pada saat bayi lahir.
Setelah minum bayi
tersebut akan muntah.
Pada esofagografi akan
tampak esogafus yang
buntu.
Fistula Trakheo-Esofagei
Fistula Trakeo-Esofagei ialah terdapatnya
hubungan antara esofagus dan trakhea.
Pada bayi ini, saat pertama kali diberi
minum ASI akan terjadi refleks batuk dan
muntah.
Pada pemeriksaan ini tidak boleh
menggunakan kontras BaSO4 karena tidak
larut dalam air, yang dapat masuk ke trakea
menuju paru-paru dan merangsang
terjadinya pneumonia.
Bahan kontras yang dipakai harus larut
dalam air, seperti: dionosil, gastrografin.
Ulkus Esofagus
Ulkus esofagus merupakan ulkus pada
dinding esofagus yang disebabkan
oleh asam lambung yang disekresi
oleh sel-sel lambung.
Pembentukan ulkus juga berhubungan
dengan bakteri H.Pylori di lambung,
obat-obat anti inflamasi, dan merokok.
Nyeri pada ulkus biasanya tidak
berhubungan dengan luas atau
beratnya lesi.
Divertikula Esofagus
Pada foto dengan kontras BaSO4 terlihat gambaran
additional defect berupa kantong-kantong pada
dinding esofagus.
Divertikula disebabakan oleh traction atau tarikan
keluar, yaitu bila ada radang/abses yang sudah sembuh
dan kemudian terjadi jaringan fibrotik.
Jaringan fibrotik inilah yang akan menarik dinding
esofagus.
Selain itu divertikula dapat disebabkan oleh pulsion
atau dorongan dari dalam, yaitu jika ada proses radang
atau benda asing yang tidak diambil setelah beberapa
bulan.
Spasme Esofagus
Penyempitan esofagus bagian
distal, biasanya terdapat pada
dewasa muda.
Terjadinya spasme ini
disebabkan oleh faktor psikis.
Jadi, tidak ada kelainan
anatomis.
Letak spasme biasanya pada
1/3 distal esofagus.
Sriktur Esofagus
Dapat terjadi pada semua umur.
Terjadi kelainan anatomis dengan gambaran
pada foto berupa mouse tail appearance (ekor
tikus).
Untuk membedakan striktur dengan spasme
dapat diberikan muscle relaxan (buscopan i.v).
jika melebar berarti spasme sedangkan bila
tetap kecil atau sempit berarti striktura.
Selain itu pada striktura, dinding tidak licin.
Penyebab striktur esofagus dapat berupa
peradangan, trauma, atau proses keganasan.
Achalasia Esofagus
Striktura dengan kelainan anatomis
kongenital.
Kelainan terjadi pada pleksus aeurbachi
mesentericus, bila letaknya lebih bawah
disebut achlasia gastrik.
Terdapat gambaran mouse tail appearance
karena tidak terjadi peristaltik dan dilatasi
regio diatas bagian yang aganglionik.
Kelaianan ini mirip dengan megakolon
kongenital.
Varises Esofagus
Biasanya terjadi pada orang dewasa tua, keadaan
sirosis hepatis, gizi buruk, kurus, dan muntah darah.
Predileksi letak tersering ialah pada 1/3 distal
esofagus.
Terjadi susunan yang berbentuk batubata disebut
cobble stone appearance.
Terdapat filling defect berupa lusensi.
Pada valsava test tampak gambaran di atas yang
menetap.
Caranya lubang hidung ditutup kemudian berusaha
mengeluarkan nafas sehingga rongga thoraks
membesar, akibatnya vasa esofagus juga membesar
sehingga tampak gambaran cobble stone
appearance.
Massa (tumor) Esofagus
outline mukosa menjadi irregular dan terjadi
defek multipel pada lumen.
bila tumornya pada satu sisi disebut fungioid,
dua sisi disebut annulair, bila pertumbuhannya
menyeruapai polip disebut polipoid.
bagian esofagus sebelah proksimal dari tumor
akan melebar sedangkan bagian yang ada
tumornya menyempit. Daerah lesi bila diberi
buscopan tidak melebar.
KontraIndikasi

Megaesofagus
Regurgitasi
Pasien dengan suspek perforasi
Teknik Pemeriksaan Esofagografi
Media Kontras : Kontras positif (Barium sulfat)
Merupakan kontras media positif untuk orang dewasa. Diencerkan
dengan air sesuai kebutuhan. Pada esofagus, lumen dengan aliran
kuat dan cepat, konsentrasi kontras harus tinggi (1:1 atau 1:2) atau
pekat agar aliran cepat dan perlumuran dinding esofagus menjadi
tepat sehingga adanya defek dapat terdeteksi.
Esogafogram Normal
Premedikasi: tidak diberikan
Persiapan Pasien:
Tidak diperlukan persiapan secara khusus.
Pasien minum BaSO4, 1 sendok makan ditunggu 2
menit kemudian difoto AP dan Lateral.
Posisi Pasien:
Erect di antara meja pemeriksaan yang diatur vertikal dengan layar
fluoroskopi.
Diberikan barium sulfat, instruksikan untuk minum beberapa teguk,
proses ini diikuti dengan posisi recumbent. Posisi ini memungkinkan
pengisian esofagus lebih sempurna terutama bagian proksimal dan
diperlukan pada klinis esofagus.
Metode:
Pengambilan gambar radiografi dilakukan secara penuh/spot foto pada
daerah daerah yang dicurigai ada kelainan dengan posisi: AP/PA, Oblik
(biasanya RAO), Lateral.
Bila pemeriksaan dengan kontras ganda, prosedur sama dengan yang di
atas, tetapi pada larutan barium dimasukkan kristal kristal CO2 atau dapat
juga ditelan sebelum meminum cairan barium.
Komplikasi Esofagografi
Esofagografi biasanya merupakan pemeriksaan yang aman, namun seperti
pemeriksaan lainnya, kadang-kadang dapat ditemui komplikasi. Dokter sebaiknya
dapat mengenali gejalanya sehingga dapat segera diberikan terapi. Komplikasi
esofagografi di antaranya:
Reaksi alergi atau anafilaksis dapat terjadi pada orang yang alergi terhadap barium yang
diminum.
Konstipasi.
Aspirasi barium pada trakea.
MATURNUWUN